Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Bagian 7


__ADS_3

Enjoy 🌟


suasana di rumah sakit tepat nya di ruangan nyonya Lee masih memanas perdebatan sejak siang belum juga selesai , Arthur membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan langsung masuk kesana dia tekejut ternyata presdir Hwang yang datang .


tentu Arthur mengenal si pengusaha muda ini tapi kenapa dia kenal nyonya Lee apa hubungan mereka .


" saya ingin membawa nyonya Lee sekarang jugaaa ! " ujar Lucas


" anda tidak boleh gegabah membawa pasien begitu saja , harus ada persetujuan dari pihak keluarga . " tolak Arthur


" aku adalah keluarga nya dan kau menjadikan beliau sebagai tameng agar bisa mempermainkan Daisy , sebaj*ngan itu kalian berdua ! dengar nyonya Lee adalah calon ibu mertua ku bangsa*t otomatis Daisy adalah calon istri kuuu . " teriak Lucas


Arthur langsung terdiam apa katanya calon istri?


" jangan membual silahkan pergi dari sini selagi saya masih bicara baik2 . " ujar Arthur


" aku tak butuh bicara baik2 dengan orang brengs*k seperti mu "


Bugh


satu pukulan Lucas layangkan pada Arthur hingga membuat si dokter tersungkur kemarahan nya sudah meluap .


" kau yang memulai duluan keributan ini ! "


dia bangkit dan akan membalas Lucas tapi pihak keamanan langsung masuk kedalam .


" maaf presedir Jung tidak boleh ada keributan di sini . " salah satu staff keamanan menahan Arthur


" lepaskan akan ku hajar diaaa ! " ujar Arthur


" presdir tolong tenang . "


lalu pintu terbuka Daisy masuk dengan panik melihat dua pria sedang adu argumen , salah satu pewarat menghubungi nya mengatakan terjadi keributan di sana .


" ayo selesaikan di bawah pencundang ! " maki Arthur


" hentikan Jung . " ujar Diasy


" jangan dekat2 dengan dia sayang ! " Lucas menarik Daisy


" Lucas hentikan . " Diasy memegang tangan kelar itu


" kembalikan Diasy kepada ku sekarang juga . " Arthur menatap tajam pada Lucas


" bahkan dari dulu dia milik ku . " sanggah Lucas


Daisy melerai keduanya dan menyuruh semua orang keluar 2 pria ini biar dia yang tangani .


" kenapa kalian malah ribut di ruangan ibu ! bahkan ini sudah malam . "


" dia yang memulai keributan dengan saya , bersikukuh ingin membawa ibu honey . " ujar Arthur


" jangan memanggil dia bergitu brengs*k ! " protes Lucas


" terserah aku saja sialan . " jawab Arthur


" hentikan..kalian berdua diamlah ! " teriak Diasy


mereka bertiga duduk di sofa Arthur mendesis ketika merasakan perih di sudut bibir nya .


" ayo kita pulang ke Swis bersama ibu . " Lucas meraih tangan Diasy


si cantik memandang lekat Lucas di sana terdapat berjuta sorot kerinduan membuat Daisy ingin menangis .


" Lucas.."


" ayo pulang dan kita menikah sesuai janji ku dulu pada mu . "


" dia takan pergi kemana pun ! " sanggah Arthur


suasana mulai kembali memanas Daisy menghampiri si presedir yang akan berjalan ke arah Lucas .


" aku mohon beri sedikit waktu untuk kami . " pinta Diasy

__ADS_1


" apa hubungan mu dengan dia? jangan pergi ! "


" nanti akan ku jelaskan dan aku takan kemana2 Arthur . "


" jangan terlalu lama ! " Arthur mengecup bibir Daisy


Lucas hampir saja melempar vas bunga ketika melihat adegan itu , si presdir pun keluar dari ruangan suasana menjadi hening .


" ayo pergi bersama ku mohon.." Lucas memeluk Daisy dari belakang


" aku tak sama seperti dulu Lucas keadaan nya sudah berbeda , bagaimana aku begitu saja kembali pada mu aku sudah menjadi barang bekas.." ujar Daisy dengan sedih


" jangan berbicara seperti itu ! kamu masih sama seperti dulu , masih menjadi wanita yang sangat ku cintai tak ada yang berubah . "


" aku malu..aku kotor hikss . "


Lucas membalik tubuh Daisy hingga mereka berhadapan air mata mengucur dari obsidian cantik itu .


" jangan berkata seperti itu di mata ku kamu takan pernah berubah tak peduli dengan apa yang sudah terjadi , ayah..ibu bahkan kakek semua meninggalkan ku alasan aku masih bertahan di sini adalah kamu . jika kamu pergi tak ada alasan lagi untuk bertahan jangan tinggalkan aku . " Lucas menumpukan kepala nya di bahu Daisy


Daisy memeluk Lucas dengan erat mereka menangis dalam diam saling menyalurkan kerinduan , bukan Lucas tak ingin pulang ke seoul banyak tanggung jawab yang harus di perjuangkan .


...


In Seo Mansion


pagi sudah tiba Jeffran masih terdiam di ranjang melihat Minji dengan tatapan marah dia masih tidak menerima karena melakukan kegiatan suami. istri , apa separah itu dia mabuk karena Jeffran takan mengingat kejadian sebelum nya setelah menyentuh alkohol .


" apa benar aku yang memulai nya? jawab pertanyaan ku dengan jujur ! " tanya Jeffran


" tentu saja ingatan mu saja yang jelek ! bahkan kau mengajak ku duluan Seo . " jawab Minji


" ish benar2 memusingkan ! "


" memang nya kenapa jika melakukan itu ? kita menikah sah di mata Tuhan , sebenci apa kamu padaku? katakan di mana salah ku . " mata Minji mulai berkaca


Jeffran melihat ke arah Minji ada sedikit rasa dia pun menghela napas .


" ya sudah lupakan aku harus ke kampus siapakan baju . " ujar Jeffran


pria itu pun selesai mandi dan memakai baju yang di siapkan Minji lalu segera turun ke bawah .


" ini aku buatkan kopi . "


" hm "


" nanti siang apa perlu ku antar bekal ke kampus? agar tak makan di luar . " tawar Minji


" tidak perlu . "


setelah sarapan Minji mengantar Jeffran keluar untuk segera pergi ke kampus .


" Terima kasih sarapan nya . " ujar Jeffran


" hah? iya sama2 . " jawab Minji


demi apapun ini pertama kali Jeffran mengatakan nya terdengar berlebihan tapi Minji senang , dia sangat berharap setelah ini hubungan mereka akan membaik .


...


In Campus


di sana suasana sudah terlihat ramai banyak mahasiswa dan mahasiswi sibuk dengan kegiatan masing2 , Diasy duduk di kursi taman semalam dia melepas rindu dengan Lucas bahkan tadi pagi mereka berangkat bersama .


" untuk mu . " satu paper bag berisi roti di taruh di pangkuan Daisy


si cantik mendongkak melihat siapa yang memberi ini .


" Jovan? ini untuk ku? " tanya Daisy


" tentu saja anggap saja Terima kasih ku karena membantu mencari buku tempo lalu , habiskan semuanya kamu kan suka makan . " ujar Jovan


" ish tidak juga jangan sembarangan ! " Daisy mencubit lengan Jovan

__ADS_1


" ck gak usah malu-malu kalau begitu aku pergi dulu putri beruang . "


" akuuu bukan beruang Seoooo ! " teriak Daisy


sedangkan Jovan sudah berlari ke kelasnya dengan tawa yang menjengkelkan .


" kenapa belum masuk kelas? " suara maskulin terdengar menyapa


" sebentar lagi . " Daisy berbalik seorang pria tampan sudah berada di belakang


" ayo pergi hari ini ada jadwal ku di kelas mu . " Jeffran menggenggam tangan Daisy


" di sini banyak orang nanti ada yang melihat Profesor . "


" biarkan saja paling mereka akan iri . "


" dih jadi bahan gosip tau rasa . " cibir Diasy


" ya begitu kalau jadi orang ganteng , jadi bahan omongan sana sini . " ujar Jeffran


" selalu pede tingkat tinggi . "


Jeffran tertawa kecil si dosen akan menjadi pria yang menyenangkan ketika sedang dalam mode waras , sebenarnya dia adalah pria yang romantis selalu memberikan kejutan pada Diasy hanya saja kesabaran yang di miliki sangat tipis .


...


Arthur sedang memasangkan alat baru pada nyonya Lee dia juga memberikan pijatan pada kaki beliau , setelah itu mengompres punggung tangan agar tidak bengkak karena terus di pasang jarum infus .


" presedir semua nya normal bahkan darah juga stabil . " ujar salah satu perawatan


" bagus pantau semua dengan baik . " ujar Arthur


" apa beliau akan bangun? anda merawat nyonya Lee dengan baik pasti beliau sangat berharga , bahkan tak peduli dengan alat yang harga nya ratusan juta anda tetap membeli . "


" saya yakin beliau pasti bangun ya begitulah.. keamanan disini sudah di perketat , jika ada pria yang kemarin langusung laporkan pada saya . "


" baik presedir . "


lalu setelah memeriksa Arthur pergi dia akan membahas ini dengan Jeffran mungkin sambil makan siang bersama , dia pergi ke ruangan kerja nya untuk memeriksa laporan hasil rapat kemarin terdengar ketukan pintu .


" ini file yang kamu minta . " sorang pria masuk ke dalam


" taruh saja di meja . "


" iya apa alat dari Russia berfungsi dengan baik? "


" sudah ku pasangkan hanya tinggal melihat repson , kenapa wajah mu jelek sekali Kim? " tanya Arthur


di melihat ke arah pria yang bernama Kim Devan salah satu dokter yang menangani kejiawaan .


" ada sesuatu yang terjadi waktu malam itu di bar dan melakukan hal bodoh , setiap mengingat nya membuat ku tak bisa bernapas di tambah aku adalah orang pertama . " ujar Devan


dahi Arthur berkerut dia tak mengerti apa sedang di bahas oleh teman nya .


" kita sedang membahas apa? katakan dengan jelas Kim aku tak mengerti ! "


" intinya aku tidur dengan seseorang dan menjadi yang pertama bagi dia Sint*ng bukan? " Devan tertawa dengan ekspresi tertekan


Arthur langsung terdiam kejutan sekali .


" lantas apa masalah nya? " tanya Arthur


" tentu saja ini masalah sialan ! aku tidak tau siapa yang ku tiduri , ketika bangun wanita itu sudah tidak ada bagaimana cara nya bertanggung jawab? " ujar Devan


" dia langsung pergi karena tak butuh tanggung jawab ! anggap saja keberuntungan , kenapa ribet sekali? "


" tidak seenteng itu untuk ku brengs*k ! sudahlah tak ada gunanya bercerita pada mu . " omel Devan


" cih sudah tau dokter kejiwaan malah ikutan tidak waras . " cibir Arthur


dia pun kembali berkerja agar dapat makan siang bersama Jeffran sambil membahas hal penting tentang si pujaan hati .


ketemu lagi di sini maaf kalau lama

__ADS_1


Terima kasih untuk like dan komen nya sayang kalian


sampai bertemu di next episod


__ADS_2