
Enjoy 🌟
suasana di rumah sakit tepat nya di ruangan nyonya Lee masih memanas perdebatan sejak siang belum juga selesai , Arthur membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan langsung masuk kesana dia tekejut ternyata presdir Hwang yang datang .
tentu Arthur mengenal si pengusaha muda ini tapi kenapa dia kenal nyonya Lee apa hubungan mereka .
" saya ingin membawa nyonya Lee sekarang jugaaa ! " ujar Lucas
" anda tidak boleh gegabah membawa pasien begitu saja , harus ada persetujuan dari pihak keluarga . " tolak Arthur
" aku adalah keluarga nya dan kau menjadikan beliau sebagai tameng agar bisa mempermainkan Daisy , sebaj*ngan itu kalian berdua ! dengar nyonya Lee adalah calon ibu mertua ku bangsa*t otomatis Daisy adalah calon istri kuuu . " teriak Lucas
Arthur langsung terdiam apa katanya calon istri?
" jangan membual silahkan pergi dari sini selagi saya masih bicara baik2 . " ujar Arthur
" aku tak butuh bicara baik2 dengan orang brengs*k seperti mu "
Bugh
satu pukulan Lucas layangkan pada Arthur hingga membuat si dokter tersungkur kemarahan nya sudah meluap .
" kau yang memulai duluan keributan ini ! "
dia bangkit dan akan membalas Lucas tapi pihak keamanan langsung masuk kedalam .
" maaf presedir Jung tidak boleh ada keributan di sini . " salah satu staff keamanan menahan Arthur
" lepaskan akan ku hajar diaaa ! " ujar Arthur
" presdir tolong tenang . "
lalu pintu terbuka Daisy masuk dengan panik melihat dua pria sedang adu argumen , salah satu pewarat menghubungi nya mengatakan terjadi keributan di sana .
" ayo selesaikan di bawah pencundang ! " maki Arthur
" hentikan Jung . " ujar Diasy
" jangan dekat2 dengan dia sayang ! " Lucas menarik Daisy
" Lucas hentikan . " Diasy memegang tangan kelar itu
" kembalikan Diasy kepada ku sekarang juga . " Arthur menatap tajam pada Lucas
" bahkan dari dulu dia milik ku . " sanggah Lucas
Daisy melerai keduanya dan menyuruh semua orang keluar 2 pria ini biar dia yang tangani .
" kenapa kalian malah ribut di ruangan ibu ! bahkan ini sudah malam . "
" dia yang memulai keributan dengan saya , bersikukuh ingin membawa ibu honey . " ujar Arthur
" jangan memanggil dia bergitu brengs*k ! " protes Lucas
" terserah aku saja sialan . " jawab Arthur
" hentikan..kalian berdua diamlah ! " teriak Diasy
mereka bertiga duduk di sofa Arthur mendesis ketika merasakan perih di sudut bibir nya .
" ayo kita pulang ke Swis bersama ibu . " Lucas meraih tangan Diasy
si cantik memandang lekat Lucas di sana terdapat berjuta sorot kerinduan membuat Daisy ingin menangis .
" Lucas.."
" ayo pulang dan kita menikah sesuai janji ku dulu pada mu . "
" dia takan pergi kemana pun ! " sanggah Arthur
suasana mulai kembali memanas Daisy menghampiri si presedir yang akan berjalan ke arah Lucas .
" aku mohon beri sedikit waktu untuk kami . " pinta Diasy
__ADS_1
" apa hubungan mu dengan dia? jangan pergi ! "
" nanti akan ku jelaskan dan aku takan kemana2 Arthur . "
" jangan terlalu lama ! " Arthur mengecup bibir Daisy
Lucas hampir saja melempar vas bunga ketika melihat adegan itu , si presdir pun keluar dari ruangan suasana menjadi hening .
" ayo pergi bersama ku mohon.." Lucas memeluk Daisy dari belakang
" aku tak sama seperti dulu Lucas keadaan nya sudah berbeda , bagaimana aku begitu saja kembali pada mu aku sudah menjadi barang bekas.." ujar Daisy dengan sedih
" jangan berbicara seperti itu ! kamu masih sama seperti dulu , masih menjadi wanita yang sangat ku cintai tak ada yang berubah . "
" aku malu..aku kotor hikss . "
Lucas membalik tubuh Daisy hingga mereka berhadapan air mata mengucur dari obsidian cantik itu .
" jangan berkata seperti itu di mata ku kamu takan pernah berubah tak peduli dengan apa yang sudah terjadi , ayah..ibu bahkan kakek semua meninggalkan ku alasan aku masih bertahan di sini adalah kamu . jika kamu pergi tak ada alasan lagi untuk bertahan jangan tinggalkan aku . " Lucas menumpukan kepala nya di bahu Daisy
Daisy memeluk Lucas dengan erat mereka menangis dalam diam saling menyalurkan kerinduan , bukan Lucas tak ingin pulang ke seoul banyak tanggung jawab yang harus di perjuangkan .
...
In Seo Mansion
pagi sudah tiba Jeffran masih terdiam di ranjang melihat Minji dengan tatapan marah dia masih tidak menerima karena melakukan kegiatan suami. istri , apa separah itu dia mabuk karena Jeffran takan mengingat kejadian sebelum nya setelah menyentuh alkohol .
" apa benar aku yang memulai nya? jawab pertanyaan ku dengan jujur ! " tanya Jeffran
" tentu saja ingatan mu saja yang jelek ! bahkan kau mengajak ku duluan Seo . " jawab Minji
" ish benar2 memusingkan ! "
" memang nya kenapa jika melakukan itu ? kita menikah sah di mata Tuhan , sebenci apa kamu padaku? katakan di mana salah ku . " mata Minji mulai berkaca
Jeffran melihat ke arah Minji ada sedikit rasa dia pun menghela napas .
" ya sudah lupakan aku harus ke kampus siapakan baju . " ujar Jeffran
pria itu pun selesai mandi dan memakai baju yang di siapkan Minji lalu segera turun ke bawah .
" ini aku buatkan kopi . "
" hm "
" nanti siang apa perlu ku antar bekal ke kampus? agar tak makan di luar . " tawar Minji
" tidak perlu . "
setelah sarapan Minji mengantar Jeffran keluar untuk segera pergi ke kampus .
" Terima kasih sarapan nya . " ujar Jeffran
" hah? iya sama2 . " jawab Minji
demi apapun ini pertama kali Jeffran mengatakan nya terdengar berlebihan tapi Minji senang , dia sangat berharap setelah ini hubungan mereka akan membaik .
...
In Campus
di sana suasana sudah terlihat ramai banyak mahasiswa dan mahasiswi sibuk dengan kegiatan masing2 , Diasy duduk di kursi taman semalam dia melepas rindu dengan Lucas bahkan tadi pagi mereka berangkat bersama .
" untuk mu . " satu paper bag berisi roti di taruh di pangkuan Daisy
si cantik mendongkak melihat siapa yang memberi ini .
" Jovan? ini untuk ku? " tanya Daisy
" tentu saja anggap saja Terima kasih ku karena membantu mencari buku tempo lalu , habiskan semuanya kamu kan suka makan . " ujar Jovan
" ish tidak juga jangan sembarangan ! " Daisy mencubit lengan Jovan
__ADS_1
" ck gak usah malu-malu kalau begitu aku pergi dulu putri beruang . "
" akuuu bukan beruang Seoooo ! " teriak Daisy
sedangkan Jovan sudah berlari ke kelasnya dengan tawa yang menjengkelkan .
" kenapa belum masuk kelas? " suara maskulin terdengar menyapa
" sebentar lagi . " Daisy berbalik seorang pria tampan sudah berada di belakang
" ayo pergi hari ini ada jadwal ku di kelas mu . " Jeffran menggenggam tangan Daisy
" di sini banyak orang nanti ada yang melihat Profesor . "
" biarkan saja paling mereka akan iri . "
" dih jadi bahan gosip tau rasa . " cibir Diasy
" ya begitu kalau jadi orang ganteng , jadi bahan omongan sana sini . " ujar Jeffran
" selalu pede tingkat tinggi . "
Jeffran tertawa kecil si dosen akan menjadi pria yang menyenangkan ketika sedang dalam mode waras , sebenarnya dia adalah pria yang romantis selalu memberikan kejutan pada Diasy hanya saja kesabaran yang di miliki sangat tipis .
...
Arthur sedang memasangkan alat baru pada nyonya Lee dia juga memberikan pijatan pada kaki beliau , setelah itu mengompres punggung tangan agar tidak bengkak karena terus di pasang jarum infus .
" presedir semua nya normal bahkan darah juga stabil . " ujar salah satu perawatan
" bagus pantau semua dengan baik . " ujar Arthur
" apa beliau akan bangun? anda merawat nyonya Lee dengan baik pasti beliau sangat berharga , bahkan tak peduli dengan alat yang harga nya ratusan juta anda tetap membeli . "
" saya yakin beliau pasti bangun ya begitulah.. keamanan disini sudah di perketat , jika ada pria yang kemarin langusung laporkan pada saya . "
" baik presedir . "
lalu setelah memeriksa Arthur pergi dia akan membahas ini dengan Jeffran mungkin sambil makan siang bersama , dia pergi ke ruangan kerja nya untuk memeriksa laporan hasil rapat kemarin terdengar ketukan pintu .
" ini file yang kamu minta . " sorang pria masuk ke dalam
" taruh saja di meja . "
" iya apa alat dari Russia berfungsi dengan baik? "
" sudah ku pasangkan hanya tinggal melihat repson , kenapa wajah mu jelek sekali Kim? " tanya Arthur
di melihat ke arah pria yang bernama Kim Devan salah satu dokter yang menangani kejiawaan .
" ada sesuatu yang terjadi waktu malam itu di bar dan melakukan hal bodoh , setiap mengingat nya membuat ku tak bisa bernapas di tambah aku adalah orang pertama . " ujar Devan
dahi Arthur berkerut dia tak mengerti apa sedang di bahas oleh teman nya .
" kita sedang membahas apa? katakan dengan jelas Kim aku tak mengerti ! "
" intinya aku tidur dengan seseorang dan menjadi yang pertama bagi dia Sint*ng bukan? " Devan tertawa dengan ekspresi tertekan
Arthur langsung terdiam kejutan sekali .
" lantas apa masalah nya? " tanya Arthur
" tentu saja ini masalah sialan ! aku tidak tau siapa yang ku tiduri , ketika bangun wanita itu sudah tidak ada bagaimana cara nya bertanggung jawab? " ujar Devan
" dia langsung pergi karena tak butuh tanggung jawab ! anggap saja keberuntungan , kenapa ribet sekali? "
" tidak seenteng itu untuk ku brengs*k ! sudahlah tak ada gunanya bercerita pada mu . " omel Devan
" cih sudah tau dokter kejiwaan malah ikutan tidak waras . " cibir Arthur
dia pun kembali berkerja agar dapat makan siang bersama Jeffran sambil membahas hal penting tentang si pujaan hati .
ketemu lagi di sini maaf kalau lama
__ADS_1
Terima kasih untuk like dan komen nya sayang kalian
sampai bertemu di next episod