
Enjoy 🌟
waktu istirahat pun tiba Daisy bisa makan di kantin karena Jeffran sedang ada rapat biasanya dia selalu makan bersama dengan si dosen , suasana di sana sangat ramai banyak orang bercengkrama Daisy termasuk mahasiswi yang cukup pendiam .
" boleh ku gabung di sini? " tanya seorang pria
" tentu duduk saja Jovan . " jawab Daisy
pria itu Seo Jovan adik kandung Seo Jeffran mereka pun makan berdua .
" apa kamu benar2 tidak punya teman? bahkan terlihat langka makan di kantin . "
" haha sejak kapan si murid jenius dari kelas binis ini kepo? aku hanya sedang sibuk saja Jovan . " Daisy tertawa kecil
" aku serius tau ! bahkan kamu sering terlihat bersama Profesor Seo , kalian terlihat sangat dekat . "
" kamu berlebihan apa kami terlihat seperti menjalin hubungan begitu? "
" iya . "
" haha kamu ini ada2 saja . " Daisy tertawa kecil
" sudah makan jangan hanya tertawa saja . "
mereka akhirnya jadi bercanda mengabaikan tatapan tajam dari seseorang lalu dia pergi , sudah di bilang pria ini tidak suka jika Daisy bersama yang lain walaupun satu darah sekalipun.
prangg
Jeffran melempar vas bunga ke cermin hingga berserakan apa Daisy berniat mendekati Jovan , pintu pun terbuka dia menyuruh si manis untuk datang .
" apa? " tanya Daisy
" masih berani bertanya apa ! " bentak Jeffran
" aku memang tidak tau apa salah ku? lantas harus ku jawab apa Seo . "
" jangan coba mendekati adik ku ! kau perempuan serakah . " Jeffran mengcengkram pipi Daisy
" siapa yang mendekati adik mu ! kami hanya sebatas berbincang . "
Daisy meringis ketika kuku Jeffran melukai kulit nya .
" jangan berbohong ! "
" aku tidak berbohong bahkan dia sudah mulai curiga dengan hubungan ini . " ujar Daisy
" kau selalu membuat ku frustasi ! "
dengan segera Jeffran menarik Daisy ke kamar biasa dan membanting ke kasur , dia mengerang ketika punggung sempit nya membentur ujung ranjang .
" jangan dekat siapapun aku tidak suka ! " Jeffran menarik rambut indah itu dengan kasar
" lepaskan ini sakit ! " Diasy pun memberontak
Jeffran tidak mendengar keluhan itu dan segera membuka sabuk untuk mengikat tangan Daisy agar diam , setelah itu dia memulai kegiatan nya membuka seluruh pakaian untuk melakukan permainan yang menyenangkan .
" nikmati hukuman mu sayang . " ujar Jeffran
suara erangan mulai terdengar Jeffran bermain kasar hingga Daisy kewalahan di tambah tangan nya sakit di lilit sabuk .
...
In Office
seorang pria terlihat sedang marah besar ketika membaca rangkaian informasi tentang Lee Daisy , mata tajam itu terlihat memerah dan kilatan emosi membumbung tinggi .
" Seo Jeffran dan Arthur Jung lihat saja akan ku hancurkan para baj*ngan ini ! "
" ah iya ini infomasi lain yang kami dapat presdir Hwang . " seorang pria menaruh map
__ADS_1
" awasi mereka berdua dan laporkan segera pada ku . " ujar Lucas
" baik presedir . "
nama nya Lucas Hwang pemilik perusahaan MJ grup mengelola berbagai bidang salah satunya perusahaan otomotif terbesar , di tambah pemilik jajaran hotel ternama di Seoul seorang putra tunggal dari keluarga Hwang yang baru pulang dari Swiss .
" maaf aku datang terlambat sayang pasti semua ini sangat sulit , tunggu sebentar lagi aku akan menjemput mu dan ibu . " Lucas memandang photo kecil di dompet nya
jika penasaran siapa Lucas dia adalah cinta pertama Daisy mereka berpacaran pada masa sekolah SMA , si cantik kelas 1 dan Lucas kelas 3 setelah pria tampan itu lulus dia masih mengantar jemput Daisy .
bahkan nyonya Lee merestui hubungan mereka lalu musibah menimpa Lucas orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat , dia sangat terpukul tapi Daisy dan nyonya Lee selalu memberikan dukungan lalu kakek Lucas yang berada di Swiss menyuruh tinggal di sana .
awalnya Lucas menolak tapi ancaman sang kakek membuat dia tak bisa melakukan apapun belum lagi siapa yang akan bertanggung jawab atas semua aset , Lucas berjanji setelah dia lulus kuliah akan segera pulang ke Seoul dan akan melamar Daisy tapi semua itu tinggal harapan .
" harusnya aku langsung pulang hingga semua ini takan terjadi..maaf Bu aku tidak menempati janji akan selalu menjaga Daisy , ibu juga harus bangun dan sembuh setelah itu kita akan pindah ke Swiss jangan tinggalkan aku . tak lama dari itu kakek juga meninggal kini aku benar2 sendiri cepatlah sembuh . " mata Lucas berkaca ketika melihat photo
Dia berdiri dan memakai jas nya lalu pergi untuk menjenguk nyonya Lee Lucas akan mengganti semua biaya rumah sakit , dan jika belum sadar Lucas akan langsung membawa nya ke Swiss saja bersama dengan Daisy .
...
Jeffran menyalakan rokok dan menuangkan wine mengabaikan isakan lirih Daisy tapi mata pria itu terlihat linglung lagi2 dia menyakiti si manis , punggung berserta pergelangan tangan Daisy memar dia hanya tergolek di ranjang .
Brakk
pintu di buka dengan kasar Arthur masuk dengan wajah bengis sambil membawa peralatan nya , melihat Jeffran yang masih memakai celana selutut sambil meminum wine .
" sudah ku bilang jangan terlalu sering menyakiti nya brengs*k ! " ujar Arthur
" aku tidak sengaja . " jawab Jeffran
" ahhh dasar sialan . "
Arthur pun segera naik ke ranjang dan melihat Daisy sedang meringkuk terlihat luka memar di punggung sempit itu .
" honey kita bersihkan dulu tubuh mu . " Arthur mengusap rambut Daisy
" sakit . "
sakit yang di maksud Daisy bukan luka memar tapi luka di hatinya Arthur mengangkat tubuh si cantik dan menaruh di bathtub , merendam nya dengan air hangat Arthur membersihkan secara perlahan sedangkan Daisy memandang dengan lekat .
" Lucas.." gunam Daisy
" ada apa sayang? " tanya Arthur
" tidak papa aku hanya bergumam . "
setelah selesai Arthur memakaikan bathrobe dan mengangkat kembali Daisy sedangkan Jeffran tertidur di ranjang , dia mengabaikan mereka yang sedang mengobrol Jeffran akui menyesal berbuat kasar .
" buka dulu bathrobe nya kita obati punggung mu . "
Daisy langsung membuka hanya sebatas pinggang Arthur mengoleskan salep supaya memar nya cepat hilang , setelah itu pergelangan tangan yang di lilit sabuk juga meninggalkan bekas .
" ingin pulang ke apartemen? " tanya Arthur
" iya . "
" baiklah saya akan mengantar mu . "
lalu dering ponsel Arthur terdengar dan mengangkat sebentar .
Perawat Choi Calling..
" ada apa? "
" presedir ada yang ingin membawa nyonya Lee pergi . "
" siapa? sekarang dimana dia? " Arthur bertanya sedikit panik
" pria itu masih ada di ruangan jadi bagimana presedir? "
__ADS_1
" tahan jangan sampai pergi ! saya akan segera ke sana . "
Pip
kenapa hari ini ada-ada saja Arthur segera menghampiri Daisy
" saya ada urusan mendadak jadi pakai taxi atau ingin bagaimana? "
" pergi saja dia aku yang urus . " Jeffran keluar dari kamar mandi
" awas saja jika kau kembali menyakiti nya sialan , dear aku pergi dulu ya . " Arthur mengecup kening Daisy
setelah itu dia pergi keluar dengan tergesa-gesa jangan sampai nyonya Lee di bawa lagian siapa si orang asing ini main ambil saja , Jeffran berjongkok di depan Daisy melihat pujaan hatinya hanya terdiam lalu mengusap pipi yang tadi tak sengaja dia lukai .
" maaf dan jangan tinggalkan aku . " ujar Jeffran
ini pertama kali Daisy mendegar Jeffran meminta maaf belum lagi nada yang terdengar sangat menyesal .
" aku sangat mencintai mu Lee Daisy tetap di sini jangan pergi.."
Jeffran menumpukan wajah nya di paha Daisy susana mendadak menjadi sedih .
...
In Mansion Seo
Minji masih terus mandi mencoba menghapus ingatan di bar hanya karena sebotol white rusian dia melakukan one night stand , wajah cantik itu terlihat sangat frustasi bagimana mungkin Minji tidur dengan pria lain .
" aku tidak ingin di ceraikan Jeffran hiks.. "
Minji semakin terisak harusnya dia menyerahkan pada Jeffran tapi karena rasa marah malah melakukan dengan yang lain , kini takut jika sang suami semakin tak mau menyentuh bahkan akan membuang nya Minji masih ingin menjadi nyonya Seo .
" aku harus melakukan sesuatu..rencana harus berhasil . " ujar Minji sambil memakai handuk
sekarang jam sudah menunjukan pukul sembilan malam di saat yang bersamaan Jeffran pulang kerumah .
" welcome home darling . " sambut Minji
" hm . "
" kamu terlihat lelah ingin ku pijat? "
" tidak . "
" baiklah tapi bisahkah kamu menemani minum? hari ini project ku berjalan lancar , aku ingin merayakan dengan mu . " pinta Minji
" boleh . "
Minji sangat senang dia segera pergi ke dapur dan menuangkan wine ke gelas tapi menambahkan serbuk putih ke minuman Jeffran .
" ini minuman nya mari bersulang . "
mereka pun bersulang Jeffran mengabaikan istrinya yang sedang berbicara kini hanya ada nama Daisy , tapi secara perlahan kepalanya mulai sakit membuat si tampan mengerang Minji tersenyum .
" ada apa Jeffran? " Minji datang menghampiri
" kepala ku sakit . "
" mungkin kamu terlalu lelah ayo kita istirahat . "
Jeffran tak menolak kenapa mendadak sakit begini padangan itu semakin memburam , Minji membantu naik ke ranjang dan melihat mata tajam milik Jeffran menutup secara perlahan .
" aku harus tetap menjadi nyonya Seo . " ujar Minji
mereka tidak melakukan nya tak mungkin Minji bermain sendiri bahkan Jeffran sudah tak sadarkan diri , lalu membuka seluruh pakaian suaminya begitu pula dengan dia bahkan leher putih Minji masih penuh dengan tanda dari si pria asing .
Minji merencanakan malam ini seolah Jeffran telah menyentuh nya dengan begitu dia akan tetap aman , atau berharap ada keajaiban sikap si tampan akan berubah setelah tau mereka sudah melakukan tugas suami istri walaupun hanya bualan .
Hai ketemu di sini
__ADS_1
sehat selalu
sampai bertemu di next episod