Slave ( Hiatus )

Slave ( Hiatus )
Episode 22


__ADS_3

Enjoy


suara langkah kaki yang kian mendekat membuat Daisy mudur berharap Jeffran tidak menemukan nya ingin sekali dia kembali pulang , tetapi mungkin saja doanya belum bisa terjawab pergelangan tangan Diasy di tarik .


" ingin kemana sayang? " tanya Jeffran


seluruh tubuh yang terlihat ringkih itu bergetar dan tidak bertenaga dengan segera Jeffran menahan lalu menggendong Daisy , setelah sampai rumah di letakan secara perlahan di kasur dia harus mengobati lukanya .


" Tuan anda harus ke rumah sakit . " ujar seseorang


" tidak perlu saya bisa mengobati nya sendiri . "


" baiklah biarkan saya membantu . "


Jean adalah tangan kanan Jeffran yang selalu siaga dan membantu apapun yang di inginkan , setelah membersihkan darah di kening nya maka Jean menutup luka itu dengan sedikit perban .


" nyonya Minji menelpon dan meminta anda pulang , karena akan ada makan malam hari ini bersama dengan mertua Anda . "


" ck . "


" pulanglah dulu tuan nona Daisy akan saya yang merawat ini sudah beranjak sore , tuan harus segera sampai di rumah . "


lalu Jeffran pun segera mandi untuk pulang setelah makan malam akan kembali ke sini .


In Mansion


Minji sibuk menata makanan karena sebentar lagi orang tua dan suaminya akan datang wajah cantik itu terlihat bahagia , tak lama kemudian tedengar suara mobil memasuki halaman sang suami sudah pulang .


" welcome sayanggg.." sambut Minji


" hm . "


" astaga apa yang terjadi dengan mu? kamu kecelakaan atau bagaimana? " Minji bertanya heboh melihat keadaan Jeffran


" tidak saya baik ini hanya sedikit terbentur tadi ."


" lain kali hati-hati sayang aku khawatir . "


" Ya . "


" ayo duduk aku buatkan dulu teh hangat ya pasti kamu lelah . "


Jeffran melemparkan jas nya ke sofa sedangkan Minji membuatkan teh .


" ini ayo minum dulu . " ucap Minji


" Terima kasih . "


" ayah dan ibu segera sampai oh iya aku ingin memperlihatkan ini . "


sebuah photo kecil di berikan pada Jeffran dan dia mengambil nya


" dia sehat dan aktif. " Minji tersenyum bahagia


Jeffran hanya melihat photo itu bahkan sudah terlihat dari rupa bayi , tidak ada rasa bahagia atapun senang mendengar ini semua nya terasa biasa .


" coba rasakan ini . " Minji membawa tangan Jeffran menyentuh si bayi

__ADS_1


gerakan halus terasa di sini Jeffran sedikit tersenyum syukurlah semua baik2 saja .


" syukurlah dia sehat . "


" tentu saja dia ingin merasakan usapan daddy nya tapi sibuk sekali . "


" pekerjaan sedang banyak . "


Minji pun menceritakan banyak hal sambil menunggu kedatangan kedua orang tuanya .


...


Malam pun tiba Arthur sedang membereskan berkas hari ini dia belum pulang karena di rumah tidak ada siapapun , istrinya sedang ke Belgia untuk urusan pekerjaan dia duduk sebentar dan melihat ponsel nya .


" cih s menyebalkan Jeffran tidak membalas pesan ku ! " omel Arthur


bahkan pesan yang di kirim di abaikan dari kemarin .


" melelahkan sekali sepertinya butuh liburan kemana ya? ah benar s menyebalkan Jeffran mempunyai Vila , tidak masalah jika saya berlibur ke sana bukan baiklah malam ini ke sana saja kunci cadangan ada padaku . " Arthur berbicara sendiri


Jeffran lupa jika Arthur mempunyai kunci cadangan karena memang dulu tempat itu sering di jadikan tempat melepas lelah , setelah membereskan semua dia segera pulang untuk membawa beberapa baju ganti sebelum berangkat ke Villa .


" sudah ingin pulang? " tanya seseorang


" tentu dokter Devan ini sudah malam tidak seperti mu yang harus 24 jam "


" cih "


" jangan protes begitu saya ini pemilik nya jadi terserah saya . "


" untuk beberapa hari ke depan saya tidak akan hadir , saya membutuhkan sedikit waktu untuk berlibur . " ujar Arthur


" tentu selamat berlibur . "


Arthur menggangguk dan segera pergi ke parkiran dia melihat tas berisi baju kebetulan sekali jadi bisa langsung saja ke Villa .


...


dalam waktu yang sama Jeffran pun sama segera pergi ke Villa dengan alasan harus menyelesaikan perkerjaan , dia membeli beberapa kebutuhan untuk Daisy dan susu hamil pria ini plin sekali tak lama pun sampai .


Klek


pintu kamar Diasy terbuka menampilkan s cantik yang sudah mandi dan memakai gaun hitam indah memperlihatkan kulit putih nya , Jeffran naik ke atas ranjang dan menyimpan semua barang di sofa tangan kekar itu memegang dagu Daisy .


" apa kamu sudah ingat dengan apa yang kamu lakukan tadi hm? "


mata sembab Daisy memandang ke arah mata tajam Jeffran hanya air mata yang bisa menjawab .


" kali masih saya ampuni tidak untuk lain kali apa paham? " di cengkram nya pipi tirus itu


" iya..sakit "


" bagus sayang . "


segera Jeffran menarik tengkuk Daisy dan memberikan cumbuan panas melampiaskan semua rasa ntah marah , kecewa , cinta semua menjadi satu , setelah si tampan membuka semua kain yang menggangu aktivitas menyenangkan itu hingga tidak tersisa apapun .


Daisy hanya diam dan menerima karena tidak ingin merasakan siksaan kembali tangan lentik itu meremas surai gelap Jeffran , cengkraman itu semakin mengencang ketika kegiatan inti sudah di mulai Daisy begitu kecil ketika dalam kukungan Jeffran .

__ADS_1


Jeffran mengeskplor kulit putih mulus si manis mengelus perutnya dan menenkan pinggang nya lalu tangan Jeffran berhenti di pergelangan tangan Daisy , menggenggam nya agak kuat mata Diasy yang semula tertutup seketika terbuka hingga mereka saling menatap .


udara di kamar berubah menjadi panas dengan tambahan melodi indah dari Daisy tangan Jeffran menyisir rambut nya yang sudah basah karena keringat ke belakang , dengan terus menikmati kegiatan yang sangat menyenangkan geraman yang menandakan sebentar lagi selesai .


" My Love..."


napas Daisy turun naik dan merasakan hangat dan Jeffran pun tertidur di samping nya terdengar di luar suara mobil sampai .


...


Arthur masuk kedalam rumah dia juga terkejut ada mobil Jeffran di parkiran ternyata berlibur juga kenapa tidak mengajak nya , lalu dia pun masuk kedalam di sambut bodyguard yang berjajar .


" selamat malam Tuan Arthur . " sambut Jean


" dia di sini? "


" benar apa tuan kemari dengan undangan dari tuan Jeffran? " Jean bertanya dengan ragu


" sejak kapan saya datang ke sini harus dengan undangan , bahkan tempat ini adalah tempat istirahat kami . " ujar Arthur


" Maaf saya lancang Tuan . "


Arthur segera naik ke atas pasti sahabat nya di kamar atas dia membawa kantong berisi makanan , karena di perjalanan sempat mampir ke kedai makanan karena niat nya ingin makan bersama .


" Jeff aku ba..." ucapan terhenti ketika melihat pemandangan di depan


mata Jeffran yang hendak tertutup kembali terbuka dan juga terkejut mendengar suara yang tidak asing , begitu juga dengan Diasy yang langsung menoleh ke arah pintu dengan pandangan yang sayu .


" Kau? ini..kenapa bisa? " tanya Arthur dengan wajah yang begitu bingung


" sedang apa di sini? ingin bergabung? " Jeffran bersandar di kepala ranjang


" brengs*k kau yang menculiknya? otak mu dimana Seo , presdir Hwang hampir membun*h ku karena ulah mu yang sialan itu ! " amuk Arthur


" aku hanya mengambil milik ku maksud nya milik kita tidak ada yang salah dude . "


Arthur melemparkan kantong makanan begitu saja dan menghampiri Daisy dia melihat keadaan si manis .


" sayang.." Arthur mengecupi mata sembab


" hikss . "


Daisy meramat Jas yang di pakai Arthur dan menangis di dekap nya tubuh ringkih itu semua kata2 mutiara keluar dari mulut s dokter .


" aku mandi sudah lakukan kegiatan yang menyenangkan . "


" Baj*ngan ! "


Jeffran pun segera masuk ke kamar mandi dan meninggalkan Arthur bersama dengan Daisy karena tidak mungkin akan di bawa lari , jika itu terjadi maka tak segan juga akan melenyapkan s dokter sekalian .


Hai pasti udah lupa sama cerita nya


haha maaf ya love lama


tapi ya begitulah sehat selalu ya untuk kalian


sampai bertemu di next episode

__ADS_1


__ADS_2