
Enjoy
suara langkah kaki yang kian mendekat membuat Daisy mudur berharap Jeffran tidak menemukan nya ingin sekali dia kembali pulang , tetapi mungkin saja doanya belum bisa terjawab pergelangan tangan Diasy di tarik .
" ingin kemana sayang? " tanya Jeffran
seluruh tubuh yang terlihat ringkih itu bergetar dan tidak bertenaga dengan segera Jeffran menahan lalu menggendong Daisy , setelah sampai rumah di letakan secara perlahan di kasur dia harus mengobati lukanya .
" Tuan anda harus ke rumah sakit . " ujar seseorang
" tidak perlu saya bisa mengobati nya sendiri . "
" baiklah biarkan saya membantu . "
Jean adalah tangan kanan Jeffran yang selalu siaga dan membantu apapun yang di inginkan , setelah membersihkan darah di kening nya maka Jean menutup luka itu dengan sedikit perban .
" nyonya Minji menelpon dan meminta anda pulang , karena akan ada makan malam hari ini bersama dengan mertua Anda . "
" ck . "
" pulanglah dulu tuan nona Daisy akan saya yang merawat ini sudah beranjak sore , tuan harus segera sampai di rumah . "
lalu Jeffran pun segera mandi untuk pulang setelah makan malam akan kembali ke sini .
In Mansion
Minji sibuk menata makanan karena sebentar lagi orang tua dan suaminya akan datang wajah cantik itu terlihat bahagia , tak lama kemudian tedengar suara mobil memasuki halaman sang suami sudah pulang .
" welcome sayanggg.." sambut Minji
" hm . "
" astaga apa yang terjadi dengan mu? kamu kecelakaan atau bagaimana? " Minji bertanya heboh melihat keadaan Jeffran
" tidak saya baik ini hanya sedikit terbentur tadi ."
" lain kali hati-hati sayang aku khawatir . "
" Ya . "
" ayo duduk aku buatkan dulu teh hangat ya pasti kamu lelah . "
Jeffran melemparkan jas nya ke sofa sedangkan Minji membuatkan teh .
" ini ayo minum dulu . " ucap Minji
" Terima kasih . "
" ayah dan ibu segera sampai oh iya aku ingin memperlihatkan ini . "
sebuah photo kecil di berikan pada Jeffran dan dia mengambil nya
" dia sehat dan aktif. " Minji tersenyum bahagia
Jeffran hanya melihat photo itu bahkan sudah terlihat dari rupa bayi , tidak ada rasa bahagia atapun senang mendengar ini semua nya terasa biasa .
" coba rasakan ini . " Minji membawa tangan Jeffran menyentuh si bayi
__ADS_1
gerakan halus terasa di sini Jeffran sedikit tersenyum syukurlah semua baik2 saja .
" syukurlah dia sehat . "
" tentu saja dia ingin merasakan usapan daddy nya tapi sibuk sekali . "
" pekerjaan sedang banyak . "
Minji pun menceritakan banyak hal sambil menunggu kedatangan kedua orang tuanya .
...
Malam pun tiba Arthur sedang membereskan berkas hari ini dia belum pulang karena di rumah tidak ada siapapun , istrinya sedang ke Belgia untuk urusan pekerjaan dia duduk sebentar dan melihat ponsel nya .
" cih s menyebalkan Jeffran tidak membalas pesan ku ! " omel Arthur
bahkan pesan yang di kirim di abaikan dari kemarin .
" melelahkan sekali sepertinya butuh liburan kemana ya? ah benar s menyebalkan Jeffran mempunyai Vila , tidak masalah jika saya berlibur ke sana bukan baiklah malam ini ke sana saja kunci cadangan ada padaku . " Arthur berbicara sendiri
Jeffran lupa jika Arthur mempunyai kunci cadangan karena memang dulu tempat itu sering di jadikan tempat melepas lelah , setelah membereskan semua dia segera pulang untuk membawa beberapa baju ganti sebelum berangkat ke Villa .
" sudah ingin pulang? " tanya seseorang
" tentu dokter Devan ini sudah malam tidak seperti mu yang harus 24 jam "
" cih "
" jangan protes begitu saya ini pemilik nya jadi terserah saya . "
" untuk beberapa hari ke depan saya tidak akan hadir , saya membutuhkan sedikit waktu untuk berlibur . " ujar Arthur
" tentu selamat berlibur . "
Arthur menggangguk dan segera pergi ke parkiran dia melihat tas berisi baju kebetulan sekali jadi bisa langsung saja ke Villa .
...
dalam waktu yang sama Jeffran pun sama segera pergi ke Villa dengan alasan harus menyelesaikan perkerjaan , dia membeli beberapa kebutuhan untuk Daisy dan susu hamil pria ini plin sekali tak lama pun sampai .
Klek
pintu kamar Diasy terbuka menampilkan s cantik yang sudah mandi dan memakai gaun hitam indah memperlihatkan kulit putih nya , Jeffran naik ke atas ranjang dan menyimpan semua barang di sofa tangan kekar itu memegang dagu Daisy .
" apa kamu sudah ingat dengan apa yang kamu lakukan tadi hm? "
mata sembab Daisy memandang ke arah mata tajam Jeffran hanya air mata yang bisa menjawab .
" kali masih saya ampuni tidak untuk lain kali apa paham? " di cengkram nya pipi tirus itu
" iya..sakit "
" bagus sayang . "
segera Jeffran menarik tengkuk Daisy dan memberikan cumbuan panas melampiaskan semua rasa ntah marah , kecewa , cinta semua menjadi satu , setelah si tampan membuka semua kain yang menggangu aktivitas menyenangkan itu hingga tidak tersisa apapun .
Daisy hanya diam dan menerima karena tidak ingin merasakan siksaan kembali tangan lentik itu meremas surai gelap Jeffran , cengkraman itu semakin mengencang ketika kegiatan inti sudah di mulai Daisy begitu kecil ketika dalam kukungan Jeffran .
__ADS_1
Jeffran mengeskplor kulit putih mulus si manis mengelus perutnya dan menenkan pinggang nya lalu tangan Jeffran berhenti di pergelangan tangan Daisy , menggenggam nya agak kuat mata Diasy yang semula tertutup seketika terbuka hingga mereka saling menatap .
udara di kamar berubah menjadi panas dengan tambahan melodi indah dari Daisy tangan Jeffran menyisir rambut nya yang sudah basah karena keringat ke belakang , dengan terus menikmati kegiatan yang sangat menyenangkan geraman yang menandakan sebentar lagi selesai .
" My Love..."
napas Daisy turun naik dan merasakan hangat dan Jeffran pun tertidur di samping nya terdengar di luar suara mobil sampai .
...
Arthur masuk kedalam rumah dia juga terkejut ada mobil Jeffran di parkiran ternyata berlibur juga kenapa tidak mengajak nya , lalu dia pun masuk kedalam di sambut bodyguard yang berjajar .
" selamat malam Tuan Arthur . " sambut Jean
" dia di sini? "
" benar apa tuan kemari dengan undangan dari tuan Jeffran? " Jean bertanya dengan ragu
" sejak kapan saya datang ke sini harus dengan undangan , bahkan tempat ini adalah tempat istirahat kami . " ujar Arthur
" Maaf saya lancang Tuan . "
Arthur segera naik ke atas pasti sahabat nya di kamar atas dia membawa kantong berisi makanan , karena di perjalanan sempat mampir ke kedai makanan karena niat nya ingin makan bersama .
" Jeff aku ba..." ucapan terhenti ketika melihat pemandangan di depan
mata Jeffran yang hendak tertutup kembali terbuka dan juga terkejut mendengar suara yang tidak asing , begitu juga dengan Diasy yang langsung menoleh ke arah pintu dengan pandangan yang sayu .
" Kau? ini..kenapa bisa? " tanya Arthur dengan wajah yang begitu bingung
" sedang apa di sini? ingin bergabung? " Jeffran bersandar di kepala ranjang
" brengs*k kau yang menculiknya? otak mu dimana Seo , presdir Hwang hampir membun*h ku karena ulah mu yang sialan itu ! " amuk Arthur
" aku hanya mengambil milik ku maksud nya milik kita tidak ada yang salah dude . "
Arthur melemparkan kantong makanan begitu saja dan menghampiri Daisy dia melihat keadaan si manis .
" sayang.." Arthur mengecupi mata sembab
" hikss . "
Daisy meramat Jas yang di pakai Arthur dan menangis di dekap nya tubuh ringkih itu semua kata2 mutiara keluar dari mulut s dokter .
" aku mandi sudah lakukan kegiatan yang menyenangkan . "
" Baj*ngan ! "
Jeffran pun segera masuk ke kamar mandi dan meninggalkan Arthur bersama dengan Daisy karena tidak mungkin akan di bawa lari , jika itu terjadi maka tak segan juga akan melenyapkan s dokter sekalian .
Hai pasti udah lupa sama cerita nya
haha maaf ya love lama
tapi ya begitulah sehat selalu ya untuk kalian
sampai bertemu di next episode
__ADS_1