
"Tetua, aku atau kamu yang akan bercerita." Ling Feng melihat Jing Zhao. "Kamu saja yang bercerita." Balas Jing Zhao.
Ling Feng menghirup napas kemudian berkata. "Bibi, Bai Li telah meninggal."
"Ling Feng, kamu tidak bercanda kan." Balas Yu Xi.
"Aku tidak bercanda." Ling Feng menggeleng. "Buukk." Yu Xi jatuh pingsan.
"Tetua, apa kamu punya pil pemulihan." Kata Ling Feng memeluk Yu Xi yang pingsan.
"Ini." Jing Zhao kemudian memberikan pil pemulihan level 1 kepada Ling Feng.
Ling Feng kemudian memasukan pil pemulihan ke dalam mulut Yu Xi. Setelah menelan pil pemulihan Yu Xi kemudian tersadar.
"Ling Feng, apa Bai Li benar-benar mati." Tanya Yu Xi. Ling Feng kemudian mengangguk.
"Hiks." "Hiks." Yu Xi menangis.
"Ling Feng, aku ingin mencari udara segar." Kata Jing Zhao keluar dari rumah. Meninggalkan Ling Feng dan Yu Xi sendirian.
"Ling Feng, dimana Bai Hen." Tanya Yu Xi.
"Kemungkinan Bai Hen juga telah meninggal." Balas Ling Feng. badan Yu Xi gemetar saat mendengar Bai hen telah meninggal. Ling Feng kemudian menceritakan Bai Hen yang mengejar Fan Bing 5 hari lalu.
"Ling Feng, aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi." Yu Xi menangis.
"Kamu masih memiliki diriku bibi." Kata Ling Feng memegang tangan Yu Xi.
"Terimakasih Ling Feng." Yu Xi menangis di pelukan Ling Feng.
"Bibi." Ling Feng melihat Yu Xi.
"Iya." Yu Xi menatap Ling Feng. Ling Feng kemudian mencium bibir merah Yu. "Emmmm." Yu Xi terkejut saat Ling Feng menciumnya. Yu Xi memejamkan mata dan memeluk Ling Feng.
"Dulu aku tidak berani mendekati Bibi. Karena Bibi adalah istri Bai Hen. Karena Bai Hen sudah meninggal. Aku tidak ragu untuk mendekati bibi." Kata Ling Feng mencium bibir Yu Xi.
"Emmm. Ling Feng jangan memanggilku bibi. Panggilah aku dengan namaku." Balas Yu Xi memeluk Ling Feng dengan erat.
"Baik Yu Xi." Balas Ling Feng meremas pantat Yu Xi. "Emmm." Yu Xi mengerang saat Ling Feng meremas pantatnya.
"Kreekk." Melihat Jiang Zhao masuk ke dalam rumah. Ling Feng berhenti mencium Yu Xi.
"Tetua Jiang Zhao. Bisakah bibi Yu Xi tinggal di tempat tinggalku." Kata Ling Feng melihat Jiang Zhao.
"Kamu harus menanyakan itu kepada pemimpin sekte." Balas Jiang Zhao.
"Jika begitu, aku akan menanyakan kepada pemimpin sekte." Balas Ling Feng.
"Tetua Jiang Zhao. Ayo kembali ke sekte." Kata Ling Feng.
__ADS_1
"Bibi, kamu juga ikut ke sekte." Kata Ling Feng melihat Yu Xi.
"Baik." Yu Xi mengangguk.
Ling Feng, Yu Xi dan Jiang Zhao kemudian keluar dari rumah. "Ling Feng, tingkat apa kultivasimu sekarang. Aku tidak bisa melihat kultivasimu." Tanya Yu Xi.
"Kultivasiku saat ini tingkat Advance level 3." Balas Ling Feng.
"Ahhh. Ling Feng kecepatan kultivasimu sungguh luar biasa." Yu Xi terkejut.
Beberapa menit kemudian Ling Feng, Yu Xi dan Jiang Zhao berada di luar kota. "Quuaakk." Jiang Zhao mengeluarkan burung merah sebesar 5 meter dari kantong ruangnya.
"Ayo naik." Kata Jian Zhao melompat ke atas burung.
"Baik." Ling Feng dan Yu Xi kemudian melompat ke atas burung.
"Red bird kembali ke sekte Star Heaven." Kata Jiang Zhao. "Quuaakk." Burung merah berteriak kemudian terbang di langit.
Beberapa jam kemudian Ling Feng, Yu Xi dan Jiang Zhao kembali ke sekte. "Bibi, ikuti aku." Kata Ling Feng berjalan ke tempat tinggal Liu Bei.
"Baik." Yu Xi mengangguk kemudian mengikuti Ling Feng.
"Pemimpin, ini saya Ling Feng." Ling Feng mengetuk pintu.
"Masuklah." Balas Liu Bei.
"Oohh. Apa kamu Yu Xi istri Bai Hen." Kata Liu Bei melihat Yu Xi.
"Suatu kehormatan pemimpin masih mengingat saya." Yu Xi tersenyum.
"Pemimpin tetua Bai Hen belum pernah kembali ke kota Sichuan. Kemungkinan tetua Bai Hen telah di bunuh oleh Fan Bing." Kata Ling Feng.
Ekspresi Liu Bei menjadi serius saat mendengar kata Ling Feng. "Pemimpin aku takut Fan Bing akan membunuh bibi Yu Xi. Jadi aku mengajaknya kemari. Apakah pemimpin mengizinkan bibi Yu Xi tinggal di tempat tinggalku." Kata Ling Feng.
"Yu Xi bisa tinggal di tempat tinggalmu." Balas Liu Bei.
"Terimakasih pemimpin." Ling Feng dan Yu Xi berterimakasih.
"Pemimpin, kami pamit pergi." Kata Ling Feng.
"Kalian bisa pergi." Balas Liu Bei.
"Baik pemimpin." Ling Feng mengangguk kemudian keluar ruangan bersama Yu Xi.
"Sepertinya aku terlalu meremehkan Fan Bing." Gumam Liu Bei.
Tidak lama kemudian Ling Feng kembali ke tempat tinggalnya. "Yu Xi, mulai saat ini kamu akan tinggal disini bersamaku." Kata Ling Feng melihat Yu Xi.
"Terimakasih Ling Feng." Yu Xi tersenyum.
__ADS_1
"Yu Xi, ayo kita lanjutkan yang tadi." Kata Ling Feng memeluk Yu Xi dan meremas pantatnya.
"Baik." Yu Xi tersipu malu.
Ling Feng dan Yu Xi saling menatap kemudian mulai berciuman. "Ling Feng." Kata Yu Xi memeluk Ling Feng dengan erat.
"Ayo kita ke kamar." Ling Feng meremas pantat Yu Xi.
"Baik." Yu Xi mengangguk dengan wajah merah.
Ling Feng dan Yu Xi kemudian masuk ke dalam kamar. Ling Feng membaringkan Yu Xi ke ranjang kemudian melepaskan pakaiannya. "Yu Xi, kamu memiliki dada yang bagus untuk wanita yang sudah memiliki anak." Kata Ling Feng melihat dada bulat Yu Xi.
Yu Xi tersipu malu saat mendengar kata Ling Feng. "Berapa usiamu saat ini." Tanya Ling Feng.
"Usiaku saat ini 35 tahun." Balas Yu Xi.
"Kamu 20 tahun lebih tua dariku." Kata Ling Feng kemudian menghisap dada Yu Xi. "Ahhhh." Yu Xi mendesah saat Ling Feng menghisap dadanya.
Setelah puas menghisap dada Yu Xi Ling Feng kemudian melepas panties Yu Xi. "Yu Xi, pussymu lebat seperti hutan." Kata Ling Feng melihat pussy Yu Xi yang penuh dengan bulu. Yu Xi tersipu malu saat mendengar kata Ling Feng.
"Karena tidak pernah berhubungan badan. Aku tidak pernah mencukur pussyku sama sekali." Kata Yu Xi dengan malu.
"Kamu harus mencukur pussymu. Karena setiap hari pussymu akan aku gunakan." Kata Ling Feng mengelus pussy Yu Xi.
"Baik, aku akan mencukur pussyku." Yu Xi mengangguk.
Ling Feng kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Yu Xi. "Ahhhh." Yu Xi berteriak saat milik Ling Feng masuk ke dalam pussynya.
"Yu Xi, pussymu begitu rapat." Kata Ling Feng merasakan pussy Yu Xi yang menjepit miliknya.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Ling Feng masih berhubungan badan dengan Yu Xi. "Beberapa jam lalu dia bersedih karena kehilangan anak dan suaminya. Namun saat ini dia seperti pelacur yang tidak bisa hidup tanpa *****." Gumam Ling Feng melihat wajah Yu Xi.
"Ling Feng, aku akan keluar." Kata Yu Xi.
"Aku juga akan keluar." Balas Ling Feng.
"Ling Feng keluarkan di dalam milikku." Kata Yu Xi memeluk Ling Feng.
"Baik." Balas Ling Feng kemudian mengeluarkan cairannya ke dalam pussy Yu Xi. "Ahhhh." Badan Yu Xi gemetar.
"Ling Feng, setelah hari ini mungkin aku tidak bisa hidup tanpamu." Kata Yu Xi menatap Ling Feng.
"Benarkah." Kata Ling Feng melihat Yu Xi.
"Benar, saat bersama Bai hen. Aku tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti saat ini." Yu Xi mengangguk.
Ling Feng tersenyum kemudian berkata. "Baiklah, ayo kita lanjutkan ronde selanjutnya."
"Ahhh. Biarkan aku beristirahat terlebih dulu." Yu Xi berteriak.
__ADS_1