
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Fan Li sedang berada di dapur. Fan Li mengambil sebuah pisau kemudian berjalan ke kamar Xue Qu.
"Master tidak membutuhkan wanita lain selain diriku." Kata Fan Li kemudian menusuk Xue Qu. Xue Qu membuka matanya kemudian menghindari pisau. "Buukkk." Xue Qu memukul perut Fan Li. "Bruaakk." "Ahhh." Fan Li terlempar ke dinding.
"Aku sudah tahu bahwa kamu memiliki niat jahat." Kata Xue Qu melihat Fan Li.
"Apa hubunganmu dengan wanita yang membunuh Yu Xi." Kata Xue Qu melihat Fan Li.
"Xue Qu apa yang terjadi." Xie Jie dan Ling Er masuk ke dalam kamar Xue Qu.
"Dia menyerangku." Kata Xue Qu melihat Fan Li.
"Sepertinya kak Ling Feng telah salah mencari seorang pelayan." Kata Ling Er melihat Fan Li yang memegang pisau.
"Xie Jie apa yang akan kita lakukan kepadanya." Tanya Xue Qu.
Xie Jie berjalan ke arah Fan Li kemudian mematahkan leher Fan Li. "Kraakk." "Ahhh." Xue Qu dan Ling Er terkejut melihat Xie Jie membunuh Fan Li.
"Wanita berbahaya sepertinya tidak bisa di biarkan hidup. Jika kita membiarkannya hidup. Aku takut dia akan menyerang kita bertiga, saat kita tertidur." Kata Xie Jie.
"Saat Ling Feng kembali. Aku akan mengatakan kepadanya. Bahwa pelayannya mencoba membunuhmu. Dan aku yang membunuhnya." Kata Xie Jie melihat Xue Qu.
3 Hari telah berlalu. Saat ini Ling Feng dan Su Mei berada di dinasti Gu. "Pakai topeng ini." Kata Ling Feng memberikan topeng kucing kepada Su Mei.
"Baik." Su Mei mengangguk kemudian memakai topeng kucing. Melihat Su Mei memakai topeng kucing, Ling Feng kemudian memakai topeng harimau.
"Ikuti aku." Kata Ling Feng berjalan ke arah akademi Great Heaven.
"Baik." Su Mei mengangguk kemudian mengikuti Ling Feng.
Tidak lama kemudian Ling Feng berada di depan akademi Great Heaven. "Siapa kalian." Pria penjaga gerbang berteriak saat melihat Ling Feng dan Su Mei.
Ling Feng memberikan 100 coin emas kepada penjaga gerbang dan berkata. "Katakan pada Situ Fang. Dia di cari kenalan lamanya."
"Baik. Saya akan mengatakan kepada tetua Situ Fang. Bahwa dia di cari temannya." Balas penjaga gerbang dengan penuh semangat kemudian masuk ke dalam akademi.
Saat ini pria paruh baya berkumis sedang duduk di kursi dengan meminum teh. "Tok." "Tok." "Tetua Situ Fang anda di cari oleh dua teman anda." Kata penjaga gerbang mengentuk pintu.
Pria paruh baya berkumis membuka pintu dan berkata. "Apa kamu bertanya nama mereka berdua."
"Tidak tuan, mereka hanya mengatakan kenalan lama anda." Balas pria penjaga gerbang.
"Ada di mana mereka sekarang." Tanya pria paruh baya berkumis.
__ADS_1
"Mereka berdua ada di luar akademi tuan." Balas penjaga gerbang. Pria paruh baya berkumis kemudian berjalan ke arah gerbang akademi.
"Siapa kalian." Kata pria paruh baya berkumis melihat Ling Feng dan Su Mei yang memakai topeng.
"Wuusshh." Ling Feng melesat ke arah pria paruh baya berkumis kemudian memukul perutnya. "Booomm!! "Ahhhh." Pria paruh baya terlempar sejauh 10 meter dan menghantam gerbang akademi.
"Tetua Situ Fang." Pria penjaga gerbang terkejut dengan yang di lihatnya.
"Wuusshh." Ling Feng muncul di depan Situ Fang kemudian menyegel kultivasi Situ Fang. "Siapa kamu." kata Situ Fang melihat Ling Feng.
"Kamu tidak perlu tahu siapa diriku." Kata Ling Feng kemudian membuat Situ Fang tidak sadarkan diri.
"Ayo kita pergi dari sini." Kata Ling Feng melihat Su Mei.
"Baik." Su Mei mengangguk. Ling Feng membawa pria paruh baya berkumis kemudian melesat pergi di ikuti Su Mei.
Tidak lama setelah Ling Feng pergi, wanita berambut hijau muncul. "Siapa yang baru saja bertarung." Kata wanita berambut hijau melihat pria penjaga gerbang.
"Tetua Yu Qian, Tetua Situ Fang di culik oleh dua kultivator tidak di kenal." Kata pria penjaga gerbang kemudian mulai bercerita tentang Ling Feng yang mengalahkan Situ Fang dengan mudah.
"Tetua Situ Fang adalah kultivator tingkat Grand Master level 9. Jika dia di kalahkan dengan mudah. Kultivator yang mengalahkannya seharusnya tingkat King." Kata wanita berambut hijau.
"Aku akan melaporkan kejadian ini kepada pemimpin dan wakil pemimpin." Kata wanita berambut hijau masuk ke dalam akademi.
"Ada apa Yu Qian." Kata pria tua berambut putih melihat wanita berambut hijau.
"Tetua Situ Fang di culik." Kata wanita berambut hijau kemudian mulai bercerita.
"Panggil penjaga gerbang kemari. Aku ingin mendengar cerita darinya." Kata pria tua berambut putih yang tidak lain Li Fu Chen.
"Baik ayah." Wanita berambut hijau mengangguk kemudian keluar dari ruangan.
Tidak lama kemudian wanita berambut hijau kembali bersama pria penjaga gerbang. "Katakan semua yang kamu tahu." Kata Li Fu Chen melihat pria.
"Baik pemimpin." Pria penjaga gerbang mengangguk kemudian mulai bercerita.
"Apa kamu tahu wajah kultivator yang menculik Situ Fang." Tanya Li Fu Chen.
"Tidak pemimpin. Kultivator yang menculik Situ Fang memakai topeng." Balas pria penjaga gerbang.
"Sepertinya akan sulit untuk menangkap kultivator yang menculik Situ Fang."Kata Li Fu Chen.
Saat ini Ling Feng dan Su Mei berada di dalam hutan. "Bangun." Kata Ling Feng menampar wajah Situ Fang. "Uuuhh." Situ Fang terbangun.
__ADS_1
"Situ Fang, akhirnya kita bertemu lagi." Kata Su Mei melepas topengnya.
"Siapa kamu." Kata Situ Fang menatap Su Mei.
"Aku adalah anak Hong Yan dan Su Qian yang kamu bunuh 15 tahun lalu." Balas Su Mei.
"Jadi kamu anak dari mereka berdua." Balas Situ Fang.
"Situ Fang, apa kamu punya kata-kata terakhir sebelum aku membunuhku." Kata Su Mei melihat Situ Fang.
"Jika kamu membunuhku, pemimpin akademi Great Heaven Li Fu Chen akan memburumu." Kata Situ Fang.
"Apa kamu pikir kami berdua takut dengan Li Fu Chen." Kata Ling Feng melepas topengnya.
"Dia sangat muda." Situ Fang terkejut melihat Ling Feng.
"Apa kamu berasal dari benua suci." Situ Fang menatap Ling Feng.
"Benua suci." Ling Feng terkejut mendengar kata Situ Fang.
"Sepertinya kamu bukan dari benua suci." Kata Situ Fang melihat Ling Feng yang terkejut.
"Aku tidak menyangka di benua barat ada jenius yang menerobos tingkat King di usia yang sangat muda." Kata Situ Fang melihat Ling Feng.
"Situ Fang, katakan semua yang kamu tahu tentang benua suci. Maka aku akan melepaskanmu" Kata Ling Feng melihat Situ Fang.
"Ling Feng." Su Mei terkejut mendengar kata Ling Feng.
"Aku harap kamu menepati perkataanmu." Kata Situ Fang kemudian mulai bercerita.
"Benua suci adalah tempat berkumpulnya kultivator jenius. Di benua suci tidak ada kultivator yang memiliki roh beladiri di bawah level 2. Karena di benua suci ada tumbuhan bernama buah roh. Saat kultivator memakan buah roh. Maka level roh beladirinya akan meningkat." Kata Situ Fang.
"Aku tidak menyangka ada benua suci di dunia ini." Gumam Ling Feng mendengar cerita Situ Fang.
"Kamu menyebutkan benua barat. Berarti ada benua utara, timur, dan selatan." Kata Ling Feng.
"Meski kultivasimu tinggi ternyata pengetahuanmu sangat terbatas." Kata Situ Fang melihat Ling Feng.
"Di dunia ini ada 5 benua. Benua utara, benua selatan, benua timur, benua barat dan benua suci." Kata Situ Fang.
"Apakah ada mahluk lain selain manusia yang hidup di dunia ini." Tanya Ling Feng.
"Manusia dan Monster adalah satu-satunya mahluk hidup di dunia ini." Kata Situ Fang.
__ADS_1
"Aku pikir ada ras elf dan iblis di dunia ini." Gumam Ling Feng.