Stone System: Truth

Stone System: Truth
Chapter 10


__ADS_3

"Kakak... Kenapa kau membunuhku?" Dalam kegelapan yang begitu dalam. Terlihat setitik cahaya yang mana di sana ada seorang laki - laki yang sedang menatap seorang gadis berumur 14 tahun dengan tatapan terkejut


Dan nafasnya terdengar tidak beraturan, karena saat itu gadis yang di lihatnya sekarang adalah adiknya yang baru saja dirinya bunuh. Yang tidak lain dia adalah Nisa.


"Hah... Haah... Haaah!!!" Laki - laki itu terjatuh dan memegang dadanya dengan begitu erat.


Seakan dia sudah tidak tahan melihatnya kembali, ya... Laki - laki itu tidak lain dan tidak bukan adalah Rizal.


"Kakak... Kakak... Kakak... Kenapa membunuhku? Kenapa membunuhku?"


"DIAMLAH DIAMLAH DIAMLAH!"


"Kakak... Kakak... Kakak... Apakah karena aku membunuh ibu hingga kakak ingin membunuhku?"


"SUDAH KU BILANG DIAMLAH!"


Namun saat dirinya tidak ingin mendengarnya , suara adiknya menjadi semakin banyak yang mana suara itu begitu menyiksa Rizal.


Rizal terus menutup telinganya, namun dia masih mendengar suara adiknya, dan terus bertanya kenapa dirinya membunuh adiknya.


"AAAAAAAAAAAAAA!!!"


Dia berteriak begitu keras, namun sesaat dirinya terbangun dari mimpi yang begitu mengerikan. Lalu sesaat dirinya terdiam dan melihat sekelilingnya


Rizal yang melihatnya sekarang juga cukup terkejut, karena sekarang ini dirinya berada di tempat asing.


Ruangan itu terlihat begitu sepi, dan jam klasik junghans mengeluarkan suara ding dong yang mana itu membuat Rizal menjadi sedikit terkejut.


"Dimana ini?"


Lalu Rizal melihat bahwa tubuhnya sekarang di penuhi perban, begitu juga wajahnya. Lalu Rizal mulai melepaskan beberapa perban yang ada di bagian wajahnya karena menutupi mata kirinya itu.


Kemudian Rizal mulai beranjak dari tempat tidur... "A-Aku... Harus pergi..." Tetapi saat dirinya ingin pergi, tiba - tiba dia terjatuh dari tempat tidur karena dirinya tidak punya tenaga untuk melakukan itu.


Gubrak!


"Aah... Sakit..."


Lalu sesaat Rizal terjatuh, seseorang terlihat membuka pintu lalu Rizal yang melihatnya dia sangat terkejut siapa yang masuk.


"R-Rizal apa yang terjadi!?"


"E-erika?"


Benar, sekarang yang dirinya lihat adalah Erika Yamaguchi. Dan Rizal menjadi sangat tidak percaya apa yang dirinya lihat sekarang ini, kemudian Erika segera menaikan Rizal kembali ke atas tempat tidur


Dan setelah itu, Terlihat Erika duduk di samping Rizal yang sedang terbaring lemas penuh dengan perban dan luka bakar. "Erika, dimana ini?"


"Sekarang kau ada di rumahku, jadi ini makanlah bubur ini untuk mengisi perutmu," Erika menjawab dan mulai mencoba menyuapi Rizal, namun Rizal menolaknya karena masih ada yang ingin dirinya tanyakan.

__ADS_1


"Tunggu dulu, kenapa aku bisa ada di rumahmu? Itu aneh sekali!"


Mendengar hal tersebut, Erika hanya menghela nafasnya dan meletakan mangkuk yang berisi bubur tersebut.


Kemudian setelah itu ia mulai menjelaskan, "Hah.... Sebenarnya saat aku berjalan, aku mendengar dan melihat ada kebakaran di dalam hutan. Dan maka dari itu aku datang untuk mengeceknya, namun saat aku sampai aku melihatmu pingsan tidak sadarkan diri di sana dengan kondisi yang penuh luka bakar."


"Dan aku membawamu ke rumah ku dengan mobil keluargaku, tidak hanya itu kau sudah pingsan selama 4 Hari." Erika menjelaskannya dari awal, ya walaupun begitu, itu tidak semuanya benar.


Karena itu tidak mungkin dirinya mengatakan yang sebenarnya. "Aah... Begitu, terimakasih. Tapi apakah kau tahu kenapa aku bisa pingsan?"


"Aku tidak tahu, aku hanya melihatmu sendiri di sana..." jawab Erika yang tersenyum.


Namun di dalam hati Erika, dia begitu sangat sakit karena menyembunyikan kebenaran tersebut. 'Aku sudah menghapus semua ingatan tentang kematian adik dan ibunya, ini semua demi kau... Rizal.'


"Lalu bagaimana adik dan ibuku? Apakah mereka ada di sini?" tanya Rizal kepada Erika


"Mereka berdua telah pergi ke suatu tempat yang begitu jauh, dan sepertinya mereka ingin kau bersamaku untuk waktu yang lama."


"Tempat Jauh? Apakah itu luar negeri? Ya... Sepertinya mereka merencanakan hal semacam itu..."


"Anggap saja seperti itu, orang tuamu sekarang sedang berada di luar negeri dan biayanya telah di bayarkan olehku. Apakah kau mengerti?" jelas Erika


"Hm... Begitu, aku tidak menyangka mereka meninggalkan aku... Ya sudahlah, mungkin mereka punya alasan khusus meninggalkan di sini!" Rizal tidak mau memikirkannya lebih dalam.


"Eh mengenai mereka menitipkan aku padamu, apa maksudnya?" Tanya Rizal yang terlihat kebingungan.


"Hmm... Mungkin mereka ingin kau tinggal dengan keluarga layaknya keluarga, apakah aku tidak keliru mengartikannya?" jawab Erika


Dan Erika yang mendengarnya juga, ia sedikit memerah di bagian pipi nya.


"E-eh? T-tidak--"


"Oh ya , sepertinya kau juga belum menjawab pernyataan cintaku di sekolah beberapa hari lalu. Jadi bagaimana? Apakah kau mau menerimanya?"


"A-aku... Belum memikirkannya..."


"Eh begitu ya? Biarlah, aku juga lupa alasan kenapa aku bisa berani melakukan itu kepadamu di depan umum." Rizal sepertinya melupakan banyak hal, dan mulai berfikir bahwa dirinya pikun.


Namun nyatanya tidak, ingatannya telah di manipulasi oleh kekuatan yang di miliki Erika. Oh ya mengenai kekuatan yang di miliki Erika sendiri, itu mungkin bisa menjadi yang terkuat dari dunia ini.


Lalu kekuatan apa yang di miliki Erika? Kekuatan Erika sendiri itu bisa menghapus dan memanipulasi seperti keberadaan,kekuatan,ingatan, dan masih banyak lagi yang belum di sebutkan.


Dan yang jadi pertanyaan lagi, dari mana kekuatan Erika berasal? Apakah itu dari Stone yang mana kekuatan itu sudah membuat kekacauan bagi keluarga Rizal?


Entahlah, biarkan saja itu sebagai misteri. "Oh ya Rizal, silahkan makan bubur ini. Aku ada urusan sebentar... Dan jika kau butuh sesuatu, kau perlu tekan tombol yang ada di sampingmu..."


Lalu Rizal melihat ke samping kanannya, dan benar ternyata ada sebuah tombol merah tergeletak di sana.


"Oke, "

__ADS_1


"Baiklah, tolong makan buburnya ya Rizal?"


"Tentu saja..."


Kemudian Erika mulai pergi dan keluar dari ruangan tersebut. Lalu terlihat di luar ruangan tersebut, Erika nampak menggigit bibirnya dengan kesal.


'Makhluk jahat itu sepertinya telah terikat dengan jiwa Rizal, jika aku menarik makhluk jahat itu secara paksa, itu sama saja akan membuat Rizal mati...'


'Sial! Sepertinya aku harus menemukan cara untuk memisahkan makhluk itu dari Rizal. Sungguh merepotkan, walaupun aku telah menyegelnya, ada kemungkinan dia akan kembali merebut tubuh Rizal,'


Sedangkan di sisi Rizal yang sedang terbaring dalam kamar.


Terlihat ia sedang memakan buburnya dengan cukup lahap, itu karena buburnya enak jadinya dia lahap memakannya.


'Apakah ini Erika yang membuatnya? Enak sekali!'


Apa yang di pikirkan Rizal memang benar, itu Erika yang membuat bubur itu.


'Oh ya... Aku kepikiran tentang mimpiku yang tadi. Apa maksudnya ya?'


[Itu karena anda mengalaminya tuan.]


"Uhuk! Uhuk!" Ia tersedak bubur karena terkejut dengan suara wanita yang tiba - tiba terdengar di kepalanya.


"A- eh?"


...****************...


Ilustrasi Character:



Nama: Rizal Jaka


Umur: 17 Tahun.



Nama: Erika Yamaguchi


Umur: 17 Tahun



Nama: Nisa Kirana


Umur: 14 Tahun


Oke, Karena saya sudah menampilkan Ilustrasi untuk semua character yang memiliki peran besar di arc ini.

__ADS_1


Dan sebagai catatan, ini hanya Ilustrasi untuk mempermudah pembaca / Pembaca yang ingin mengetahui seperti apa character tersebut.


__ADS_2