Stone System: Truth

Stone System: Truth
chapter 21


__ADS_3

Chapter 21


9 Tahun kemudian...


Di suatu hamparan tanah yang begitu luas, nampak seorang anak laki - laki berumur sekitar 8 tahun sedang bermain lari - larian sendirian di sana. Lalu setelah dia lelah, dia nampak tiduran di hamparan tanah itu sembari menatap langit yang begitu biru.


"Entah kenapa aku merasa begitu nyaman di sini! Aku tidak tahu kenapa Ibu melarangku untuk kesini. Padahal di sini nyaman, anginnya juga enak di rasakan..."


"Oh ya... Kalau tidak salah aku melihat sebuah retakan di dekat sini. Aku akan melihatnya, siapa tau itu adalah harta karun!"


Kemudian anak itu mulai berlari menuju tempat itu, dia belari layaknya anak kecil yang menuju kesenangan untuk dirinya sendiri.


Anak itu memiliki rambut hitam pekat dan wajah yang cukup tampan dan begitu imut untuk di lihat jika ia tersenyum riang.


"Sudah sampai!"


Dia telah sampai menuju ke tempat yang dia katakan tadi, lalu terlihat tanah yang retak besar dan jika di lihat dari atas. Retakan itu menimbulkan lubang yang begitu dalam...


Dia melihatnya sekarang "Dalam sekali, ini pasti sampai ke inti bumi. Berbahaya sekali tapi ini menarik!"


"Aku penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, mungkin saja ada harta karun atau iblis yang si segel di dalamnya!"


Stap!*


Dia melompat "Aku akan mencoba melihatnya!" Lalu jatuh dengan kecepatan yang sangat tinggi.


'Aku tidak tahu seberapa dalam ini dan jika aku merasa berbahaya, aku akan langsung terbang ke atas"


Semakin dalam , semakin dalam dia turun terjatuh ke bawah. Dia sama sekali tidak melihat dasarnya karena terlalu gelap. 'Sudah 1 menit aku terjatuh, tapi masih belum mencapai dasarnya... Seberapa dalam apa sebenarnya retakan ini?'


Kemudian beberapa menit berlalu, dia telah mencapai dasarnya, sangat gelap, dia tidak melihat apa - apa di dalam sana. Kemudian dia mulai mengambil senter yang ada di sakunya.


"Gelap sekali dan sepertinya oksigen yang ada di sini juga hampir tidak ada, sungguh mengerikan. Aku tidak boleh terlalu lama di sini."


Dia mulai menyusuri ruang bawah tanah itu, dan dia terus menerangi ruang bawah tanah itu dengan senter yang dia bawa.


Tiba - tiba saat dia menyinari salah satu sisi ruangan itu, dia merasa ada yang aneh 'Apa itu?'


Ia melihatnya lagi dan mulai lebih teliti memperhatikannya. Dan Ternyata apa yang sekarang ini dia lihat adalah sebuah patung pria yang tergeletak di sana... "Patung? Kenapa bisa ada di sini?"


Kemudian ia mendekati patung itu... "dan patung apa ini?"

__ADS_1


Ia memegang patung itu, dan saat jarinya menyentuhnya untuk pertama kalinya. Tiba - tiba patung itu tiba - tiba retak. Tidak hanya itu, secara bersamaan ruang bawah tanah itu juga mulai runtuh!


Melihat itu, ia menjadi sangat terkejut "APA YANG TERJADI!? SIAL AKU HARUS PERGI DARI SINI----"


DAK!*


Namun saat dia mencoba untuk pergi, kakinya terjebak antara sela bebatuan yang begitu besar. Ia mulai berusaha untuk melepaskan kakinya dan melarikan diri, tetapi itu tidak berhasil "Lepas! Lepaslah! Aku tidak ingin terkubur di sini!"


Dia menjadi sangat panik, dan sangking paniknya dia tidak bisa berfikir jernih lagi.


Dor!*


Dor!*


Suara bebatuan terdengar begitu keras, banyak sekali batu - batu serta tanah yang jatuh dan akan mengubur ruang bawah tanah itu. Anak itu menjadi sangat ketakutan, air matanya mulai menetes "Tolong aku..."


Dan...


Boooom!*


Ruang bawah itu terkubur sepenuhnya dan menimbulkan suara yang begitu keras. Tidak hanya itu debu - debu yang begitu tebal mulai berterbangan ke langit dan memenuhinya di sekitarnya.


Namun tiba - tiba...


Boooom!*


"Apa yang sebenarnya terjadi sekarang?" ucap Pria yang nampak kebingungan dan pria itu adalah orang yang menghancurkan reruntuhan tersebut menggunakan pukulannya.


Tidak hanya itu, di bawahnya nampak seorang anak laki - laki yang sedang memeluk kakinya dengan sangat erat. Dan nampak dia sedang menatap kagum pria dewasa yang baru saja menyelamatkannya.


"Hey bocah, siapa kau ini?" Tanya pria dewasa itu yang menatap tajam bocah yang sedang memeluk kakinya itu.


Namun bocah itu masih diam saja dan hanya ternganga menatapnya. Dan itu hanya berlangsung beberapa detik saja dan dia segera menjawab apa yang di tanyakan pria dewasa itu "A-ah! Namaku Akemi! T-terimakasih karena telah menolongku tadi!"


"Santai saja, anggap saja itu adalah takdir bahwa kau di selamatkan olehku." ucap Pria dewasa tersebut yang tersenyum.


"Oh ya, kalau boleh tahu, siapa nama anda tuan?" tanya Akemi si bocah itu


"Namaku? Kenapa kau menanyakannya?"


"Karena sebagai penyelamat saya, setidaknya saya ingin mengetahui nama anda tuan!"

__ADS_1


"Aah... Begitu, baiklah namaku adalah Lazir." ucap Pria itu yang memberitahu namanya.


"Senang sekali mendengar namamu, Tuan Lazir! Oh ya bolehkah saya tanya sesuatu?" ucap Akemi yang ragu - ragu


"Boleh saja." ucap Lazir


"Kenapa anda bisa tercebak dalam ruang bawah tanah itu dan kenapa anda bisa menjadi patung? Bisakah saya mengetahuinya?"


Mendengar itu Lariz sedikit bingung dan mulai memegang dagunya lalu berfikir mengenai jawaban apa yang akan di berikan oleh dirinya.


"Maaf aku tidak mengingatnya,"


"Tidak apa tuan, dan maaf karena bertanya seperti itu!"


Dia membungkuk lalu meminta maaf. Kemudian di sisi Lazir, ia terlihat menatap bingung ke arah anak yang ada di depannya.


"Bocah, apakah orang tuamu tidak khawatir kau ada di sini? Dan dimana orang tuamu sekarang? Kau dari mana? Jangan bilang kau kesini sendirian." Tanya Lazir yang menatap tajam anak itu.


Mendengar pertanyaan yang di lontarkan kepadanya, Akemi menjadi kebingungan saat menjawabnya dan takut jika ia menjawabnya dengan jujur.


Sedangkan Lazir sendiri, setelah melihat ekspresi dari bocah itu. Ia menjadi paham bahwa Bocah itu datang kesini sendirian.


Dia benar - benar kebingungan sekarang!


"AAAAAAAH! LIHAT ITU!"


Tiba - tiba dia berteriak sembari menunjuk ke atas langit. Dan Rizal yang melihatnya, dia langsung melihat apa yang dia tunjukan. Ya walaupun dia sudah tahu bahwa itu adalah tipuan anak kecil. "Hm?"


Dan di saat itu juga, dia membelah ruang dan waktu dengan tangannya dengan cepat. Lalu dia segera memasukinya dan saat itu Lazir melihatnya. Dia berpura-pura terkejut


Lalu dia berteriak "Paman! Sampai jumpa! Aku akan menemuimu kapan - kapan! Dadah!"


Lalu belahan ruang dan waktu itu menutup kembali bersamaan menghilangnya akemi , si bocah itu.


Lazir yang melihatnya, hanya bisa tersenyum sembari tertawa sedikit "Dasar bocah kurang ajar, berani sekali dia menipuku seperti itu..."


"Omong - omong, jika namaku di balik seperti itu agak sedikit Aneh, 'Lariz' aneh sekali... 'Rizal' itu lebih bagus. Dan sekarang yang menjadi pertanyaan..."


"Kenapa aku bisa hidup sekarang ini? Dan tahun berapa sekarang?"


[Sekarang tahun 2035 dan anda sudah tertidur selama 9 tahun Tuan.]

__ADS_1


"Apa?"


__ADS_2