Stone System: Truth

Stone System: Truth
Chapter 13


__ADS_3

Sementara itu di sisi Erika dan Rizal yang baru saja keluar dari ruangan kedua orang tua Erika, nampak Rizal tengah terdiam dan menatap ke bawah lantai dengan mata putus asa.


"Ada apa Rizal? Bukannya kau senang jika bisa menikah denganku? Hehe~" Erika tersenyum sembari terkekeh manis karena melihat kondisi Rizal sekarang ini


"Nanti malam kita akan menikah, jadi siapkan dirimu nanti saat malam pertamanya ya?" Lanjut Erika dengan senyuman manisnya.


"Ahaha... Ya..." Rizal menjawab dengan lemas karena dia sudah pasrah dengan apa yang barusan terjadi.


"Terimakasih, dan apakah kau tidak apa - apa pindah sekolah? Mungkin sekolah yang akan kita tempati nanti akan lebih besar dari sekolah kita yang sekarang," tanya dan jelas Erika


"Ahaha... Ya..."


"Baguslah, jadi untuk sekarang mari kita lihat persiapan pernikahan kita!"


Kemudian Erika menarik Rizal untuk melihat bagaimana persiapan pernikahan mereka berdua nanti malam, tidak hanya itu nampak Erika begitu senang dan tidak sabar dengan hal itu.


Namun Rizal sendiri, ia menunjukan wajah lemas, seakan dia sudah pasrah dengan pernikahan yang dia tidak inginkan, walaupun dia menikah dengan gadis jepang super cantik.


Dia tetap tidak menginginkannya karena dia belum siap untuk menjalin rumah tangga, itu terlalu dini untuknya. Ya itulah yang dia pikirkan sekarang.


Lalu saat ini, Rizal dan Erika sudah sampai ke ruangan yang akan menjadi pesta pernikahannya. Dan terlihat puluhan pelayan sedang menyiapkan meja, makanan, dan tirai yang begitu banyak. Serta dekorasi untuk tambah memperindah pernikahan itu.


"LIHAT RIZAL, INI SANGAT INDAH!"


Dan sekarang hati Rizal setelah mata nya melihat hal ini, yang mana semuanya sedang mempersiapkan pernikahan dirinya dengan Erika.


Rizal hanya tidak percaya setelah melihatnya 'Cepat sekali... Ini baru 5 menit, kenapa persiapannya sudah sebanyak ini?'


Kemudian Rizal menatap Erika dengan tatapan yang sedikit takut "Erika, dimana sekarang ini?"


"Sekarang ini, kau berada di rumahku,"


"Bukan itu maksudku, maksudku apakah kita masih ada di Indonesia?" Tanya Rizal dengan serius


"Tidak, ini bukan Indonesia. Sekarang kita ada di Prancis," jawab Erika dengan muka polosnya.


Rizal yang mengetahui itu, dia menjadi sangat terkejut "Prancis!?"


"Eh? Aku belum bilang ya?"


"Tentu saja belum lah! Bodoh!"


"Aah... Maaf, tapi kita tidak bisa pulang ke Indonesia lagi. Karena mulai besok kau akan sekolah ke Prancis. Ayahku telah mendaftarkan nya untuk kita,"


"Jika kau ingin protes, kamu bisa bilang ke Ayahku,"


Mendengar itu, Rizal mengurungkan niatnya karena dia tidak ingin adik tersayang nya itu di potong begitu saja , apalagi sekarang dia masih perjaka


Dan saat memikirkannya saja, itu adalah mimpi buruk yang begitu mengerikan bagi seorang pria. Pokoknya dia tidak ingin merasakan itu.


Sehingga Rizal hanya bisa diam dan pasrah dengan apa yang sedang berlangsung.


"Rizal, apakah kau punya pacar?" tanya Erika yang penasaran


"Hm...? Kenapa kau bertanya seperti itu?" Rizal bertanya balik.


"Aku cuma penasaran, jadi apakah kau punya?"


"Pikirkan saja sendiri, bagaimana mungkin aku menembakmu saat itu jika aku punya pacar, apakah itu mungkin?" Rizal menjawab dengan logikanya.


"Hm... Benar juga, jika saat itu kau punya pacar saat menembakku. Kau pasti akan di bunuh oleh pacarmu itu..." pikir Erika, dan ternyata pikiran Erika juga begitu mengerikan.


Yang mana Pacar Selingkuh maka pacarnya akan bunuh yang selingkuh. Pemikiran yang begitu mengerikan, Rizal sudah merasakan itu dari awal


Bahwa pemikiran dan tindakan Erika itu mengikuti emosinya. "Ya..."


Rizal menjawab singkat, dan lalu ia mulai pergi menjauh dari Erika "Erika, toiletnya dimana?"


"Toilet? Oh itu, kau hanya perlu lurus di koridor sebelah kanan. Dan di ujung akan ada pintu emas di sana, itu adalah Toilet,"

__ADS_1


"Begitu, baiklah."


Lalu Rizal pergi , namun sebelum itu "Apa perlu ku temani?"


"Tidak usah,"


Rizal pun pergi dan meninggalkan Erika yang sedang berada di lantai 4 dan sedang melihat persiapan pesta pernikahannya dengan Rizal.


********


Sedangkan di sisi Rizal, nampak dia sedang berjalan di suatu lorong koridor yang cukup besar. Dan nampak dirinya sedang memikirkan sesuatu...


'Sepertinya aku perlu melihat bagaimana ini terus berlangsung, semua ini demi petunjuk untuk mencapai kebenaran yang sebenarnya,


'Karena saat aku ingin melihat masa lalu untuk mengetahui kebenarannya...'


(Flash Back)


Beberapa Jam Yang lalu, Rizal mulai mengaktifkan Manipulasi Waktu tahap ke 2 nya. ""


Tiba - tiba saat Rizal mulai mengaktifkan ability itu, kesadarannya mulai di tarik ke ujung kegelapan yang begitu dalam dan tidak hanya itu, ia saat itu seakan tenggelam dan tidak bisa bernafas.


'A-aku tenggelam! Kegelapan mulai menelanku!'


Beberapa saat kemudian...


Deg!*


Rizal berada di suatu tempat yang mana itu adalah kali pertama dia menemukan Batu aneh atau Era. Dan lokasi tersebut adalah Di Tepi Sungai yang sore.


"Apakah itu aku?"


[Ya, itu Tuan. Itu adalah awal pertemuan saya dengan Tuan.]


[Baiklah, mari kita menuju ke adegan seterusnya...]


Kemudian Rizal mulai di bawa ke adegan yang sebelumnya yang mana itu adalah adegan Era dan Rizal membuat kontrak.


"Sepertinya cara melakukan kontrak pertama kali itu sangat menyakitkan,"


[Itu benar, jadi apakah anda sudah puas melihat ini?]


"Aku sudah puas, selanjutnya,"


Kemudian berbagai adegan - adegan yang di lupakan Rizal mulai di perlihatkan kembali dengan kemampuan


Seperti alasan Rizal menembak Erika di depan umum, dan kali pertama dia mendapatkan Stone Pertama yang memiliki kekuatan


Itu semua sedang di tonton ulang oleh Rizal. Namun saat itu... Adalah kebenaran yang sesungguhnya...


"Kebakaran? Rumahku terbakar?"


Benar, dia melihat awal dari keputusasaan dan penderitaan yang paling dalam saat itu... Kemudian dia melihat dirinya berlari untuk menyelamatkan Nisa dan ibunya itu.


"Kenapa rumahku terbakar?"


[Baiklah, mari kita lihat adegan seterusnya...]


Setelah itu Rizal di bawa ke dalam rumahnya dan melihat bahwa dirinya yang di masa lalu sedang mencari ibu dan Nisa.


"Ibu! Nisa kalian dimana!?" Kata - kata itulah yang dia dengar dari dirinya yang sedang dia tonton saat ini.


Kemudian saat itu, dia melihat bahwa Ibunya tertimpa puing - puing yang terbakar. Tidak hanya itu di situ juga... "I-ibu mati?"


Benar, dia melihat adegan yang mana ibunya mati terbakar. Dirinya yang melihatnya menjadi tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya dari tampilan masa lalunya itu.


"I-ini bohong kan?"


[Ini baru awal dari kebenaran yang anda inginkan tuan,]

__ADS_1


Kemudian saat itu, tiba - tiba kepala Rizal mulai sakit "Aaaaaa! Ke-kepalaku sakit!" Dan saat itu juga, berbagai kepingan ingatan yang mana ingatan itu menampilkan tangannya bersimbah darah...


[Baiklah selanjutnya.]


Rizal mulai di bawa kembali ke adegan selanjutnya, yang mana adegan itu memperlihatkan kebenaran yang sesungguhnya...


Adegan itu menampilkan sebuah kebenaran bahwa Nisa adalah orang yang membakar rumah dan ibunya sendiri dengan begitu kejam.


Dan tidak berhenti itu saja, Nisa memiliki Stone yang memiliki kekuatan untuk melakukan hal itu.


"Aaaaaaaaaaaa!!!" Kepingan - kepingin ingatan mulai menyatu dan menghubungkan apa yang terjadi saat ini!


Adegan itu terus berlanjut "Berhenti! Berhenti! Berhenti!!" Kepalanya menjadi sangat sakit, namun Era terus memperlihatkan kejadian - kejadian seterusnya.


Dan sampailah ke puncak keputusasaan yang sesungguhnya. "K-kakak?"


Benar! Dia sekarang melihat bahwa dirinya menusuk adiknya sendiri di bagian jantungnya... "NISAAAAAAAA!!!"


Dirinya berteriak dengan begitu keras, dan air matanya mulai menetes. Tidak hanya itu... Dia mulai berlari untuk menyelamatkan adiknya saat itu...


"NISA! KAKAK AKAN MENYELAMATKANMU!"


Namun tetap saja, itu hanyalah penglihatan masa lalu yang mana Masa Lalu hanyalah sejaran yang tidak bisa berubah. Kilas balik yang begitu menyedihkan...


Dia bahkan tidak bisa menyentuh adiknya , tubuhnya menembus tubuh adiknya karena itu hanyalah kilas balik dirinya sendiri.


Di sana juga memperlihatkan bagaimana keadaan seorang kakak yang memeluk adiknya dengan tangan bersimbah darah karena, kakak itu sendiri yang telah membunuh adiknya...


"Nisa! Nisa! Nisa! Jangan mati! Jangan tinggalkan aku sendiri!" Di situ juga memperlihatkan Rizal telah sadar dan meratapi kematian adiknya.


Dirinya terlihat begitu putus asa, tanpa ada harapan yang jelas. "AAAAAAAAAAAAA!"


Rizal yang melihat kejadian dari kilas balik dari dirinya sendiri, mulai berteriak kesakitan sembari mengacak -acak rambutnya.


Ingatan - ingatan yang begitu menyedihkan mulai kembali ke dalam otaknya, dan di situ juga memperlihatkan kejadian....


Era yang menghianati Rizal dan Erika yang menyelamatkan Rizal dari kendali Era itu sendiri...


[Kilas Balik telah selesai, itu adalah kebenaran yang anda inginkan!]


Lalu setelah itu, Rizal berada di dalam Kekosongan dengan secuil cahaya yang meneranginya... "ERAAAA!! KENAPA KAU MELALUKAN SEMUA ITU KEPADAKU!? CEPAT JAWAB PERTANYAAN KU SEKARANG JUGA!"


[Itu semua demi untuk keluar dari segel batu itu, dan kembali ke surgawi dimana aku berada,]


"BAJINGAN! KAU MEMANFAATKAN KU HANYA KARENA ITU!? JANGAN BERCANDA!"


[Mau bagaimana lagi Tuan, saya memiliki Dua kepribadian yaitu Baik dan Buruk.]


[Dan dalam dimensi itu juga memperlihatkan Taman Bunga layu dan sebelahnya lagi bunga yang bermekaran dengan indah...]


[Itu menggambarkan juga kepribadian saya. Jadi bisa di bilang... Diri saya yang lainnya yang telah mengkhianati anda.]


"SIAL! SIAL! SIALAN! KENAPA AKU BARU MENGETAHUI ITU!? INI SEMUA TERLAMBAT! IBU DAN ADIKKU SUDAH TIDAK ADA LAGI!"


"AKU SENDIRIAN SEKARANG! SIAL! SIAL! SIAL! KENAPA PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT!"


Rizal berteriak dan menangis putus asa. [Tuan bisa menghidupkan kembali Keluarga anda dengan kemampuan Time Travel.]


[Dan untuk sekarang, kemampuan itu masih belum ada dalam diri saya dan ada berada di pecahan stone yang lainnya.]


"Lalu? Kau mau menyuruhku untuk mencarinya dan lalu kau mengkhianatiku lagi seperti dulu!?"


[Tidak tuan, saya tidak akan mengkhianati tuan karena kepribadian buruk dari saya telah di segel oleh kontrak yang baru saja di lakukan.]


[Saya tidak akan mengkhianati tuan lagi! Saya berjanji! Itu adalah sumpah saya kepada tuan!]


Mendengar hal itu, mulai berkata kembali "Aku... Akan pegang sumpahmu, dan jika kau mengkhianatiku lagi... Aku akan bunuh diriku sendiri dan membuatmu mati bersamaku..."


[Saya berjanji dan saya akan memegang sumpah saya sendiri!]

__ADS_1


(Flash back end)


__ADS_2