
Beberapa jam setelah Rizal dan Erika menikah. Terlihat Rizal sedang mengobrol oleh beberapa orang penting dan bangsawan dari berbagai Negara.
Rizal mengobrol dengan gaya bahasa layaknya Bangsawan dan bersikap seperti mereka.
"Saudara Rizal, kamu dari keluarga bangsawan mana? Aku tebak kamu dari keluarga Bangsawan dari Asia Tenggara," salah satu orang pria paruh baya bertanya kepada Rizal.
Namanya adalah Xiao Chen, dia berasal dari keluarga Chen yang berasal dari China.
"Benar, saya berasal dari Keluarga Bangsawan dari Asia Tenggara yang ada di Indonesia. Dan nama keluarga kami adalah 'Jaka'..." Rizal menjawabnya dengan sopan dan elegan
"Jaka? Aku belum pernah mendengar keluarga itu di sana, benarkan James?" Pria paruh baya itu bertanya kepada temannya yaitu James.
James adalah laki - laki berumur 25 Tahun , dia berasal keluarga bangsawan dari Belanda, dia memiliki mata pupil biru serta rambut pirang yang di tata rapi.
"Tidak, aku pernah dengar di sana ada Keluarga bangsawan dengan marga 'Jaka' , tetapi keluarga itu sudah tidak ada sejak tahun 1946. Hal itu tercatat dalam salah satu buku riwayat keluargaku," jelas James dengan tenang.
"Keluarga kami menghilangkan keberadaannya dari mata dunia karena kami sedang mengumpulkan berbagai pengetahuan yang ada Di Dunia ini. Serta kekuatan supernatural yang selama ini di bicarakan beberapa tahun yang lalu." Jelas Rizal dengan tenang
"Begitu ya, pantas saja keluarga Jaka itu terdengar sangat hebat di buku Riwayat keluarga 'Baca', yaitu Keluargaku yang mana keluarga jaka memiliki suatu ilmu beladiri seperti kekuatan sihir yang begitu hebat" James merasa kagum dan menceritakan sebagian tentang keluarga "Jaka"
Namun jujur saja, Rizal tidak tahu apa - apa dan hanya ngasal memberikan jawaban kepada mereka berdua.
Sedangkan Xiao sendiri, dia merasa penasaran tentang penjelasan yang di berikan Rizal "Kalau boleh tahu, bisakah kau memberikan pengetahuan supernatural yang sedang keluarga 'Jaka' cari?"
"Untuk sekarang aku tidak bisa mengatakannya , namun suatu saat aku pasti akan memberitahu kalian semua yang ada di penjuru dunia tentang kekuatan itu. Jadi mohon tunggu lebih lama lagi..."
Mendengar itu, Xiao hanya menghela nafasnya dan lalu tersenyum menatap Rizal "Baiklah Saudara Rizal, aku--- kami akan menunggunya."
"Ya tenang saja, aku akan segera memberi tahu kalian, baiklah bisakah aku pamit undur diri? Karena aku akan menghampiri istri tercintaku.. "
"Baiklah, silahkan temui Istrimu. Dan sekali lagi... 'Selamat atas pernikahannya'... "
__ADS_1
James dan Xiao memberi selamat kepada Rizal, dan Rizal menjawabnya dengan senyuman serta memberikan hormat layaknya bangsawan.
Dan Rizal pergi dari sana dengan elegan. 'Huh... Aku tidak menyangka keluarga "Jaka" termasuk keluarga bangsawan yang ada dulu... Aku selamat!'
'Namun dengan begini, identitas ku sebagai rakyat jelata ini bisa di tutupi!'
Sedangkan di sisi Erika sendiri, terlihat dia sedang mengobrol dengan teman - temannya yang nantinya akan menjadi satu sekolah besok.
Dan mereka membicarakan tentang pernikahan yang tadi berlangsung "Erika, bagaimana perasaanmu tadi di sana?" Tanya salah satu teman perempuannya
"Aku sangat senang, tapi aku sedikit malu..."
"Itu masuk akal dan... Oh ya... Tadi aku merasa bahwa yang mencium itu sepertimu... Apakah benar?"
"Ya... Itu memang benar, ya aku sesaat melakukannya tanpa pikir panjang..." Erika menjawabnya dengan malu.
Namun beberapa saat kemudian, Rizal datang menemuinya dengan begitu elegan. "Erika, apakah kamu sudah selesai ngobrol?" Sapa dan Tanya Rizal yang berjalan mendekat.
Dan dia melambaikan tangannya dengan wajah tersenyum. "Iya, selamat atas pernikahannya..."
"Terimakasih, jadi ayo kita pergi ke kamar Rizal!"
Lalu Erika menggandengnya dan menarik Rizal ke kamar pengantin yang telah di siapkan oleh para pelayan.
......
Beberapa Jam telah berlalu, semua tetamu yang menghadiri pesta pernikahan Rizal dan Erika sudah kembali ke tempat asal mereka dengan kendaraan super mewah yang mereka bawa.
Seperti Helikopter, Pesawat Jet dan masih banyak lagi.
Sedangkan di sisi Rizal dan Erika , terlihat mereka ada di dalam kamar pengantin baru atau bisa di bilang itu kamar mereka karena Erika dan Rizal baru saja resmi menjadi suami istri.
__ADS_1
Dan saat ini, terlihat Erika dan Rizal sedang duduk bersebelahan di ranjang mereka. Mereka terlihat cukup gugup karena satu hal yaitu mereka "Tidak Punya Pengalaman!"
"Erika... Apa yang akan kita lakukan?" Tanya Rizal yang sedikit gugup
"E-eh kenapa tanya aku?! Bukannya kau sendiri yang harus pikirkan itu!? Kau itu lelaki kan!?" Erika terkejut dan gugup.
"Ya... Itu memang benar, tapi aku hanya belum siap untuk melakukan hal semacam ini... Tapi jika kau memaksa akan ku lakukan sebisaku," jawab Rizal yang sedikit ragu.
Mendengar itu Erika sedikit malu dan pipinya merah karena Rizal mau melakukannya jika ia memaksanya. Namun dia tidak bisa memaksa dengan kondisinya yang sangat gugup.
Terlebih lagi... Dia juga agak takut dengan apa yang akan dia rasakan jika melakukan hubungan itu untuk pertama kalinya. Maka dari itu, ia bingung... Apakah itu sakit? Apa itu akan menjadi nikmat?
Dia sama sekali tidak tahu... 'Dari yang ku dengar, melakukan itu untuk pertama kalinya sedikit sakit.. tapi akan menjadi sangat nikmat jika sudah terbiasa...'
"A-aku ingin kau melakukan itu kepadaku, jadi kumohon... Lakukan yang kau bisa..." Erika memohon dengan wajah yang begitu malu.
Dan wajah malu itu membuat Rizal merasa bergairah. "Aaah... Imut sekali...!"
Rizal mendorongnya hingga terjatuh, tidak hanya itu dia mendorongnya sembari mencium bibirnya dengan begitu ganas.
"Baiklah Erika, sesuai keinginanmu... Aku akan melakukannya..."
"Baiklah... Aku akan diam dan kau yang memimpin, oke?"
"Oke."
Mereka menatap satu sama lain dengan posisi Erika di bawah dan Rizal di atas. Dan tidak hanya itu, Rizal mulai melepaskan seluruh pakaian Erika dengan perlahan dan begitu lembut.
"Tolong.. lakukan dengan lembut..."
"Akan aku usahakan..."
__ADS_1