
Chapter 07
Kebakaran masih berlangsung dan terlihat Rizal sedang melihat sekeliling mencari keluarganya tersebut. ‘Dimana! Dimana! Tidak ada tidak ada!’ Rizal mencari di segala arah, tetapi diriny tidak menemukan salah satu dari mereka.
Dan saat itu Rizal langsung bertanya kepada salah satu tetangganya yang sedang berusaha memadamkan api. “Permisi! Apakah kau melihat ibu dan adikku!?” Tanya Rizal yang sangat panik.
“Aku tidak tahu, tapi aku tadi melihat ibu dan adikmu tadi di dalam rumah!”
Mendengar hal itu Rizal sangat terkejut, dan saat itu ia langsung merebut ember yang berisi air dari tetangganya yang barusan ia ajak bicara. Dan lalu ia langsung menyiramkan air tersebut ke seluruh tubuhnya. “T-Tunggu, apa yang akan kau lakukan!?”
“Tentu saja aku akan masuk kedalam!” ucap Rizal yang membentak dan saat itu ia juga langsung berlari ke dalam rumah yang terbakar itu.
Dan semua orang melihatnya menjadi sangat terkejut dan panik. “Hey siapa yang membiarkan Rizal masuk begitu saja!? SIAL kenapa damkar lama sekali datangnya!”
Benar, sekarang yang hanya bisa di lakukan oleh warga adalah membantu memadamkan api yang berkobar dengan besar itu, dan mengenai Rizal yang masuk ke dalam rumah. Mereka berdoa supaya dia selamat. Dan walaupun ada beberapa orang yang ingin membantu Rizal, tapi mereka tidak bisa karena api itu telah menghalangi jalan masuk itu.
Sedangkan di sisi Rizal, terlihat dia sedang mencari keberadaan adik dan ibunya itu. “Nisa! Ibu! Kalian dimana?!” panggil Rizal dengan keras, namun saat dirinya memanggil, tidak ada yang menjawabnya.
Dan saat itu Rizal merasa sangat putus asa sembari dirinya menahan hawa panas yang sudah menempel di sekujur tubuhnya itu. Dirinya begitu khawatir pada mereka “Era! Cepat bantu aku mencari keberadaan mereka!” Rizal memerintah Era dengan sangat keras.
[Baiklah, akan saya lakukan sekarang.]
Lalu Era mulai mencari, dan beberapa saat kemudian. Akhirnya dia menemukan suatu petunjuk mengenai keberadaan mereka. “Bagaimana!? Apakah masih belum!?”
[Saya telah menemukannya tuan! Sepertinya saya mendeteksi manusia di sekitar ruang dapur!]
‘Ruang dapur ya? Baiklah akan aku cari!’
__ADS_1
Rizal segera pergi ke arah dapur dan melewati semua rintangan api yang sangat panas dimana kayu -kayu yang terbakar mulai berjatuhan di sekitar Rizal. “sial! Panas sekali! Nisa! Ibu! Kalian dimana!?”
Lalu beberapa saat kemudian, dari tumpukan kayu yang terbakar di ruang dapur. Dirinya melihat sebuah tangan yang tergeletak di sana. Dan itu menandakan bahwa ada seseorang di bawah tumpukan kayu yang terbakar tersebut.
Dan saat itu, ia menjadi sangat panik dan berlari untuk mengangkat semua kayu yang terbakar itu dengan tangan kosong. Dia sama sekali tidak mempedulikan tangannya terbakar karena api tersebut. Yang terpenting... Apa yang dirinya pikirkan sekarang hanyalah Ibu dan adiknya.
Hingga 1 menit berlalu, akhirnya dia mengetahui siapa yang ada di di bahwa tumpukan kayu itu. Dan ternyata dia adalah... “I-ibu....” benar, itu adalah ibunya... Sekujur tubuh ibu Rizal sekarang sudah mendapati luka bakar yang sangat parah.
Lalu saat itu dirinya mulai mengecek denyut nadi ibunya, dan sesaat dirinya mengecek denyut nadi ibunya. Seketika dirinya menteskan air mata.. karena saat dirinya mengetahui bahwa ibunya telah mati... “T-tidak....”
“Tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Kenapa ini bisa terjadi!? Aku tidak ingin ibu pergi sekarang!”
Rizal sangat sedih karena salah satu orang yang paling dia sayangi mati begitu mengenaskan. Benar apa yang paling ia sayangi adalah Ibunya sendiri! Sungguh sakit sekali jika mengetahui bahwa ibu telah mati sebelum kita.
Namun suatu ketika, Ledakan yang sangat besar terjadi....
Dan ledakan tersebut membuat Rizal terlempar cukup jauh, sedangkan mayat Ibunya masih tertinggal dalam kobaran api yang begitu besar. Tidak hanya itu, langit-langit rumah itu juga mulai runtuh dimana reruntuhan tersebut menimpa mayat ibunya.
Sementara itu Rizal dirinya merasa sangat kesakitan dan kepanasan karena ledakan tersebut, dan dirinya juga berusaha untuk berdiri kembali sembari menahan rasa sakit itu. Dan setelah itu dia langsung mencoba mengeluarkan mayat ibunya dari reruntuhan yang terbakar itu
“T-tidak... Ibu!”
Namun suatu ketika, ia melihat seseorang ada di dalam rumahnya, dan itu membuat dirinya terkejut dimana orang itu terlihat seperti adiknya. “N-nisa!” panggilnya, tapi orang itu tidak menghiraukannya dan langsung pergi keluar rumah. Dan Rizal yakin bahwa itu bukanlah Nisa karena dia tidak mengabaikan Rizal yang dalam kondisi kacau balau.
[Tuan! Sepertinya dia adalah orang yang membakar rumah ini!]
‘Eh?’
__ADS_1
[Benar tuan! Dia memiliki salah satu pecahan stone ku! Kemungkinan terbesar stone yang dia miliki adalah element Api!]
Mendengar hal tersebut, Rizal begitu terkejut karena apa yang di katakan Era itu sudah pasti kemungkinannya hampir benar ,pasalnya dia tahu siapa yang memiliki pecahan stone bagian dari dirinya tersebut.
Namun sekarang yang lebih penting, bagaimana cara dirinya untuk mengeluarkan mayat ibu nya dari timbunan reruntuhan langit-langit yang terbakar. Namun karena Era tidak ingin Tuannya mengabaikan stone yang di miliki orang yang tadi.
Ia memutuskan untuk membantu Tuannya.
[Tuan mundurlah! Saya akan mengeluarkan mayat ibu anda dari sana!]
‘Baiklah!’
Kemudian Rizal mulai mundur, dan lalu sesaat dari mata kirinya... Tiba – tiba angin yang sangat kencang muncul dan membuat reruntuhan itu terbang lalu terlempar di berbagai arah. Dan itu adalah salah satu kemampuan angin dari stone yang di dapat tadi.
Dan alasan kenapa Rizal tidak menggunakan kekuatan Stone Angin itu , karena Rizal belum bisa menggunakannya karena tubuhnya belum bisa menampung dua kekuatan stone sekaligus. ‘Berhasil!’
Rizal yang melihat itu menjadi sangat senang dan bersyukur. Lalu ia segera membawa mayat ibunya keluar lewat pintu belakang yang masih bisa untuk di lewati olehnya, dan setelah dirinya berhasil keluar dari rumah... Ia melihat orang yang tadi di lihatnya... “Hey! Apa yang telah kau lakukan kepada rumah dan keluargaku!” seru Rizal yang begitu marah yang mana dia memiliki tuduhan bahwa dia yang telah melakukan itu pada keluarganya
Namun saat itu, ia mengabaikan Rizal lagi dan langsung lari menuju tempat yang cukup gelap dimana arahnya adalah hutan. Dan saat melihat apa yang barusan orang itu lakukan, Rizal menjadi semakin marah, hatinya bergejolak begitu hebat karena menahan amarah bercampur dengan kesedihan yang begitu besar dalam dirinya saat ini!
“Ibu, tunggulah di sini. Aku pasti akan segera kembali menjemputmu...” ucap Rizal yang meletakan mayat ibunya ke tanah dengan senyuman sedih yang tergambar dari raut wajahnya saat ini.
Setelah itu Rizal mulai pergi mengejar orang yang dirinya curigai bahwa dia adalah orang yang harus bertanggung jawab akan kejadian tersebut.
__ADS_1