Stone System: Truth

Stone System: Truth
Chapter 20: Kematian


__ADS_3

Chapter 20


Di atas langit yang sangat gelap, yang mana hujan yang begitu lebat di barengi oleh petir yang menyambar dengan begitu ngerinya. Nampak seseorang yang sedang terbang dengan kecepatan melampaui kecepatan Suara, yang mana kecepatannya sudah 10.000 km/Detik.


"Aku tidak pantas mendapatkan cintamu, Erika... Jadi cari saja penggantiku yang lebih cocok untukmu..."


Ctaaar!*


Petir itu menyambar orang itu dan pada akhirnya, dia terkena sambaran itu hingga dia terjatuh "Aaaaaaaaaahk!!" Dan nampak tubuhnya gosong setelah tersambar petir yang memiliki tekanan yang begitu tinggi.


Dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Rizal, yang mana dia sudah keluar dari negara prancis dengan cara terbang dengan kecepatan 10.000 km/detik.


Cara dia bisa terbang secepat itu dengan cara menggabungkan Kekuatan Manipulasi Waktunya dengan angin yang mana itu adalah Percepatan waktu pada tubuhnya dan perlambatan waktu di lingkungan sekitarnya.


....


Kemudian dari bawah, terlihat sebuah cahaya jatuh dari langit, pemandangan itu seperti komet tetapi bukan. Dan cahaya itu jatuh dengan kecepatan yang begitu tinggi.


Hingga pada akhirnya, beberapa detik berlalu ia jatuh ke hamparan tanah yang begitu luas.


*Booom!*


Ternyata setelah di lihat dari dekat, yang jatuh adalah manusia. Dan ternyata itu adalah Rizal yang mana dia terluka sangat parah ketika di sambar oleh petir hujan tadi.


"T-tolong..."


Tangannya mulai di angkat ke atas dan berharap ada seseorang yang akan menolongnya. Rizal juga mencoba untuk memutarbalikkan waktu untuk menyembuhkan lukanya... Tetapi itu tidak bisa karena hal itu ada batasannya juga.


Dia hanya bisa melakukan itu setidaknya 1/60Menit.


"A-aku tidak ingin mati... Aku...tidak boleh mati, masih belum..."


[TUAN! TUAN! TUAN! BERTAHANLAH TUAN! TOLONG SAMPAI ABILITY ITU BISA DI LAKUKAN ITU! JADI BERTAHAN LAH!]


Namun apa yang di katakan Era tidak akan berpengaruh apapun kepada Rizal, dia sudah terluka begitu parah. Semua otot,daging serta jaringan darah yang ada sudah terbakar oleh Petir itu...


Yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu keajaiban dan kematian. Malang sekali...


"A..ku..----"

__ADS_1


Dan pada akhirnya kesadaran Rizal menghilang, tangan yang meminta bantuan juga ikut terjatuh ke tanah yang hancur itu...


[TUAN! TUAN!? TUAN!? JANGAN MATI DI SINI TUAN!!!]


Dunia tidak akan berjalan sesuai keinginanmu Rizal, manusia tidak akan bisa memegang kendali keinginan nya sendiri. Semuanya akan kembali dalam distorsi yang begitu menyedihkan.


Itu lah yang terjadi padamu saat ini, dan ini sebagai pelajaran yang mana semua keinginan yang kalian semua inginkan... Lebih baik jangan terlalu berharap... Semuanya tidak akan sesuai dengan apa yang kalian rencanakan.


[Tidak... Tuan sudah mati.... A-aku tidak ingin berpisah secepat ini-------


Dan keberadaan Era juga ikut menghilang, itu terlihat jelas dengan Mata Kiri Rizal yang tidak ada lagi... Kosong.


Semuanya akan menghilang dan akan termakan oleh waktu, semuanya sudah berakhir, tidak ada yang tersisa yang di tinggalkan oleh Rizal kecuali "Perasaan" yang dia tinggalkan kepada seseorang


Perasaan Cinta, Benci, Sedih... Itulah yang dia tinggalkan, namun dirinya tidak bisa bertanggung jawab dengan perasaan yang dia tinggalkan itu karena dia sudah saatnya termakan oleh waktu.


Tidak ada yang namanya perpisahan yang menyenangkan, tidak ada perpisahan Indah, apalagi di paksa untuk merelakan demi masa depan yang akan datang.


......


"Jangan mati.... Rizal!"


Lalu sebuah Portal ruang dan waktu juga ada di dekat mereka, yang mana dia datang menjemputnya dengan itu. Erika Yamaguchi, itu adalah namanya..


"Aku tidak ingin kau mati seperti ini! Kita baru saja menjalankan hidup berkeluarga... Tetapi... Kenapa kita bisa terpisah begitu cepat!? Dasar pembohong!"


Dia menangis... Erika menangis sembari menatap wajah Rizal yang nampak menghitam karena sambaran petir itu... Hujan terus turun dan membasahi mereka....


Air hujan ini... Menggambarkan Dunia ini terlihat menangis dan melihat perpisahan sepasang suami istri yang begitu tragis.


"Rizal... Rizal..."


Saat itu juga, di belakang Erika nampak seseorang keluar dari portal ruang dan waktu itu. Dan ternyata orang itu adalah Ayah dan Ibunya Erika.


"Erika... " Ibunya ingin memanggilnya... Namun


"Berisik! Jangan ganggu aku! Tinggalkan aku sendiri!" Erika membentaknya dan menatapnya dengan tatapan penuh tangis.


Hingga saat itu, Ibunya tidak bisa membalas perkataannya.. "Erika, ayo kita siapkan makam untuknya(Rizal)" ucap Ayah Erika.

__ADS_1


"Tidak boleh! Dia masih belum mati!"


"Tapi Erika, sudah jelas bahwa Suamimu telah mati... Jadi kuatkan dirimu karena setiap tangismu akan membuatnya semakin menderita."


"Sudah ku bilang diam! Tinggalkan aku sendiri!"


Melihat apa yang terjadi pada anaknya, sebagai ayah dia turut merasa bersedih. Dan dia menghela nafasnya "Hah... Sepertinya ayah tidak punya pilihan lain,"


Dia mulai mendekati Erika dengan kecepatan yang sudah tidak bisa di lihat oleh mata lagi. Seketika dia berada di atas mayat Rizal dan menginjaknya...


Melihat itu, Erika menjadi sangat marah... "Singkirkan kakimu dari atas Rizal!"


"Sudah terlambat."


*Dak!*


*Kraaak!*


Dia menghentakkan kakinya sedikit, dan seketika tanah mulai terbelah menjadi dua. Lalu mayat Rizal mulai terjatuh kedalamnya "Tutup!"


Kemudian retakan tanah itu tertutup dengan sangat rapat seperti semula lagi. Erika yang melihatnya dia menjadi sangat terkejut dan dia berteriak dengan begitu keras "JANGAAAAAAAAN!!!"


"RIZAL! RIZAL! AYAH CEPAT KELUARKAN RIZAL DARI SANA! CEPAT! CEPAT!!!"


Erika menangis dan berteriak begitu keras, hingga saat itu juga Ayah Erika segera memukul tekuk lehernya dengan begitu keras. Akibatnya itu membuat Erika pingsan ..


*Dak!*


"ah---"


"Waktunya kita kembali Kisara, "ucap Ayah Erika sembari menggendong anaknya yang sedang pingsan.


"Baik..."


Setelah itu, mereka bertiga pergi dan masuk ke dalam portal yang menghubungkan mansion mereka. Kemudian portal itu menghilang setelah mereka semua memasukinya dan meninggalkan mayat Rizal yang terkubur di tanah.


Namun tanpa mereka sadari... Beberapa menit setelah mereka meninggalkan tempat itu...


Krak!*

__ADS_1


Tanah itu retak sedikit demi sedikit dan chapter ini adalah penutup dari arc kedua cerita "Stone System"


__ADS_2