
Chapter 09
Keluarga? Keluarga itu sebenarnya apa? Arti dari suatu keluarga yang sebenarnya? Benar aku sekarang mulai memikirkan hal yang sekarang ini sudah hancur, keluarga bahagia yang selama ini aku inginkan? Aah... Lupakan itu, sekarang ini aku yang akan menghancurkan keluargaku sendiri tanpa aku sadari.
Sekarang terlihat diriku yang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri karena satu hal yaitu “Keputusan” yang mana keputusan tersebut berasal dari dirinya yang tidak bisa melindungi keluarga nya sendiri.
“AAaaaaaaaaaaaa!!!”
Aku berteriak dan melesat dengan kecepatan yang sangat luar biasa cepat karena diriku telah mengaktifkan Percepatan dan perlambatan Waktu secara bersamaan. Dimana percepatan waktu itu bisa mempercepatkan pergerakan tubuh diriku sendiri menjadi 10x dan sedangkan perlambatan waktu itu juga membuat waktu sekitar melambat 10x.
Atau bisa di bilang... Aku sudah 100x lebih cepat dari yang sebelumnya!!
Swossssh!
“Cepat sekali! Sial ternyata kau memiliki kekuatan juga kakak!” Nisa nampak terkejut bahwa aku memiliki kekuatan stone seperti dirinya. Dan terlihat juga Nisa menyerang diriku ke segala arah dengan kekuatan apinya.
Semburan api yang begitu besar, sehingga membuat semuanya terbakar. “Sial tidak kena! Kau cepat sekali kakak!”
Dan karena aku yang sekarang ini telah di kuasai oleh keputusasaan serta kemarahan yang begitu besar. Aku melesat ke arah adikku sendiri dan langsung memukulnya dengan kecepatan yang sangat luar biasa.
Bugh!* Bugh!* Bugh!*
Aku menyerangnya berulang kali tanpa ada henti dari segala arah ruangan yang sekarang terbakar. Dan adikku terlihat merasa sangat kesakitan karena wajah serta tubuhnya di pukuli oleh diriku sekarang.
“Ah! Ka—sak--- kakak berhenti!!!!”
Swossssh!
Dan Nisa tiba -tiba di sekitar tubuhnya langsung mengeluarkan api yang begitu besar yang menutupi segala arah dirinya. Hingga benar – benar dirinya tidak bisa di serang dari segala arah... Dan aku yang melihatnya langsung berdiri dan menatap tajam Nisa dengan niat membunuh yang sangat besar.
“Kakak! Itu sangat sakit! Aku benci kakak!” Kesal Nisa yang terlihat sangat kesakitan, yaa... Kalau aku masih bisa mengendalikan diriku sendiri. Mungkin aku akan langsung berhenti... Namun berbeda lagi dengan aku yang sekarang ini bahkan tidak bisa mengenali diriku sendiri.
“HAHAHAHAHAHAHAHA!!”
Adikku yang melihat bahwa diriku tertawa dengan begitu keras dan terdengar begitu mengerikan. Dia langsung gemetaran ketakutan... “K-kakak? Ka-kakak! Kenapa kau jadi seperti ini! Kau bukanlah kakak yang selama ini aku kenal!”
Aah... Apa yang sebenarnya terjadi? Bukankah kau yang berubah dulu? Bahkan kau membunuh ibu kandung kita sendiri? Itu yang sebenarnya yang aku ingin katakan. Namun aku tidak bisa mengatakannya...
“HAHAHAHAHAHAHA!”
Aku benar -benar sudah menjadi gila, dan sekarang ini aku tanpa sadar mengeluarkan kekuatan dari Stone Angin yang mana kekuatan itu membuat tangan seperti pedang yang begitu tanjam dengan tekanan anginya yang begitu kuat.
Sedangkan Nisa sendiri yang melihat itu, menjadi sangat ketakutan... “Kakak... Kenapa kau memiliki dua kekuatan!? Kakak! Kakak! Cepat katakan sesuatu!”
Namun tetap saja, aku tidak bisa menjawabnya. Dan masih saja terus tersenyum yang mana senyuman itu seperti senyuman iblis yang begitu mengerikan. “HEHEHE!”
“KAKAK!!!!!”
__ADS_1
Nisa mulai menyerang dengan api yang lebih kuat lagi. Dan serangan kali ini berbentuk sebuah pedang yang dilemparkan layaknya baling-baling angin yang terus berputar dengan begitu kencang. Dan aku sekarang langsung menebasnya menjadi dua bagian dengan tanganku yang sudah seperti pedang.
Sring!*
Dan Nisa yang melihatnya menjadi semakin takut dengan diriku yang sekarang ,sehingga dia terus menyerangku dengan api yang sudah di manipulasi bentuknya menjadi pedang panjang yang sangat tajam dan panas.
Tring!*
Tring!*
Aku menghindar dengan kecepatan yang sangat cepat, dan mulai berputar berulang kali hingga membentuk badai yang begitu besar. Yang mana badai itu bisa melukai layaknya pisau. Dan serangan yang di lancarkan Nisa juga langsung hancur... ‘Kakak akan membunuhku! Ibu tolong aku!!’
Dan saat itu, salah satu serangan itu malah mengenai anting yang mana stone tersebut berada. Sehingga membuat anting tersebut terpotong lalu jatuh ke lantai... Saat itu, tiba -tiba Nisa menjadi sedikit aneh.
Ting!*
“Eh?”
Tetapi setelah beberapa saat, aku langsung menusuk tubuh Nisa dengan tanganku yang sudah seperti pisau tersebut hingga tanganku tembus dari tubuh Nisa.
*Tsuk!!!*
“Guhak!” Nisa memuntahkan sedeguk darah yang begitu banyak. Dan darah mulai mengalir di sekitar tanganku yang mana tangan itu telah berhasil menusuk Nisa. “K-kakak... Kenapa kakak membunuhku...?”
Lalu Nisa mengeluarkan air mata saat menatapku yang sekarang ini tidak sadar dengan apa yang aku lakukan. “K-kakak....”
Dan saat itu, aku mulai tersadar... Hingga saat itu aku sangat terkejut dengan apa yang telah aku lakukan “Eh? N-nisa?”
Sekarang Rizal melihat bahwa tangannya kini telah menusuk tubuh Nisa hingga tembus. Dan saat melihatnya dirinya menjadi begitu terkejut dan tidak percaya apa yang baru saja dirinya lakukan... “N-nisa!!!”
“A-akhirnya... Kakak menyebut namaku...”
Lalu kesadaran Nisa mulai menghilang dan dia mulai terjatuh ke pelukan Rizal dengan tubuh yang berlumur darah itu. Dan saat melihatnya , Rizal langsung gemetaran dan melihat bahwa tangannya di penuhi darah adiknya sendiri.
“A-apa yang telah aku lakukan...? A-aku membunuh adikku sendiri?... T-tidak! Aku tidak membunuhnya! Nisa masih hidup!”
“Nisa sadarlah! Kau itu pasti hanya pura-pura kan!?”
Benar... Dia sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya telah membunuh adiknya sendiri. Dan terlihat matanya begitu putus asa dan berusaha untuk membangunkan adiknya yang sudah mati tergeletak itu.
“Hey.. sadarlah! Kau tidak mati kan!? Kau masih matikan! Ku mohon hentikan ini! Jika kau mati... Aku harus bagaimana!? Oh ya Nisa! Aku punya boneka Beruang yang selama ini kau inginkan! Dan hari ini adalah ulang tahunmu kan?! Jadi sadarlah dan peluklah boneka beruang ini!”
Rizal tidak menerima dengan kebenaran ini, dia terlihat menunjukan boneka beruang yang selama ini dia bawa dalam tasnya. Ya... Tetapi mau apapaun yang dia lakukan, adiknya tidak akan bangun dari kematiannya sendiri.
“H-hey... Nisa... Tolong jangan mati... Tolong jangan tinggalkan aku sendiri!”
[Percuma saja tuan, Adik anda telah mati dan anda sendiri yang membunuhnya...]
__ADS_1
“Dia tidak mati! Nisa tidak mati! Aku tidak membunuh Nisa! Dia adalah adikku! Tidak mungkin aku membunuh Nisa! Tidak mungkin aku yang membunuh...”
Kata-kata Rizal mulai berhenti karena dirinya sudah tidak kuat lagi untuk membohongi dirinya sendiri... Dan sekarang ini, dia terlihat begitu putus asa...
[Seharusnya anda harus berterimakasih kepada saya, karena jika saya tidak mengendalikan anda dengan keputusasaan.. anda sudah pasti mati di tangan adik anda sendiri.]
Mendengar itu Rizal menjadi sangat terkejut , dan dia menjadi tidak percaya apa yang Era katakan padanya. Dan saat itu Rizal menjadi begitu marah kepada Era. “BAJINGAAAAAAAN! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN MU ERA!!!”
[Apakah tuan marah? Maaf ya, ini semua demi tujuanku supaya aku bisa keluar dari batu ini.]
“JADI ITU TUJUANMU YANG SEBENARNYA!? AKU TIDAK AKAN SUDI MENJADI BIDAKMU!”
[Benar -benar... Teruslah marah kepadaku, karena semakin anda marah saya akan menjadi mudah mengendalikan kesadaran anda hehe,~?]
Deg!*
Tiba -tiba Rizal merasakan sesuatu yang sangat aneh, sehingga itu membuat kesadaran dalam dirinya menghilang... Tidak hanya itu, kesadarannya kini malah telah di ambil alih oleh Era sendiri. Dan saat itu... Rizal... Tidak, Era nampak tersenyum ketika mengendalikan tubuh Rizal...
“Akhirnya... Akhirnya...! Aku bisa berjalan dan tersenyum lagi! Hahahaha! Bidak yang begitu sempurna, tubuhnya sangat cocok untuk kekuatanku!” Era tertawa dengan begitu keras, dia sangat senang dengan apa yang telah dia lakukan.
Mengendalikan tubuh Rizal... Itu adalah salah satu tujuannya supaya dapat mencapai tujuan utamanya itu. Namun saat itu... Tiba -tiba seorang wanita berambut hitam nampak mendekatinya dengan tatapan yang cukup marah.
“Siapa kau?” tanya Era kapada gadis itu
“Dasar iblis yang menyeramkan, aku tidak akan memaafkanmu apa yang kau lakukan kepada Rizal .” Gadis itu mulai menunjukkan wajahnya dan terlihat wajah yang begitu cantik. Yang mana wajah itu memiliki kulit seputih susu.
Dan Era saat melihatnya menjadi cukup terkejut, karena dia adalah “Erika Yamaguchi---“
Sowsss!!!*
Sesaat sebelum dirinya menyelesaikan perkataannya, tiba -tiba Erika ada di depannya. Lalu ia menyentuh mata kiri Rizal yang mana mata itu adalah stone yang bernama Era. “Ke-kesadaranku menghilang? Sialan... Ternyata kau itu adalah...”
Lalu kesadaran Era kembali ke mata kiri Rizal. Dan tubuh Rizal mulai terjatuh ke dalam pelukan Erika.
Erika saat melihat kondisi Rizal, dirinya menjadi begitu sedih... “Maafkan aku karena terlambat, jadi ayo kita pergi dari sini...”
Erika mulai memeluk Rizal dengan erat, dan dirinya juga meneteskan air matanya. Dan saat bersamaan Erika juga menghilang bersama Rizal layaknya Angin... kali ini, semua apa yang telah terjadi pada Rizal...
Itu akan menjadi hal yang tidak bisa dirinya lupakan selamanya dan mungkin ini akan mempengaruhi kepribadian nya yang sekarang ini. Setelah menerima kesedihan, dan penghianatan yang begitu menyakitkan...
Itu adalah luka yang tidak bisa di sembuhkan.
__ADS_1