Stone System: Truth

Stone System: Truth
Chapter 18


__ADS_3

Chapter 18


Flash Back!


Di kamar yang ada dalam mansion yang sangat besar. Terlihat seorang laki - laki sedang memakai kembali pakaiannya dengan cepat. Dan di dekatnya terlihat juga seorang wanita cantik yang sedang tertidur dalam keadaan tubuh yang hanya di tutupi sehelai selimut.


Dan mereka adalah Rizal dan Erika, yang mana mereka telah selesai melakukan malam pertamanya dengan begitu panas.


'Sepertinya dia sudah pergi cukup jauh, jadi bagaimana caranya aku pergi tanpa ketahuan? Hm... Bagaimana jika kau terbang dengan kekuatan Manipulasi Angin yang aku dapatkan...'


[Itu ide yang bagus tuan, anda bisa keluar lewat jendela dan terbang dengan cara memanipulasi Angin supaya di bagian sepatu supaya bisa mengangkat anda ke atas...]


[Dan kemudian angin tersebut juga akan mendorong anda dengan kecepatan yang sangat cepat.]


'Begitu...'


Kemudian Rizal mulai membuka jendela kamarnya, lalu ia segera membuat anginnya ke alas sepatunya sehingga membuat dirinya terbang.


Lalu setelah itu, ia mulai membuat angin yang mendorong tubuhnya.. 'Baiklah, waktunya pergi!'


Setelah itu dengan kecepatan yang sangat tinggi, ia mulai terbang dan melesat mengejar mobil mewah itu dengan kecepatan 1000Km/Jam.


*Swosss!


Sedangkan di sisi Erika yang sedang tertidur, nampak ia mulai membuka matanya. Dan akan segera bangun dari tempat tidurnya... "Dia mau kemana? Dan kenapa dia bisa terbang? Apakah segel itu telah lepas?"

__ADS_1


"Aku harus segera mengejarnya."


Namun saat dirinya mencoba buat bangun, tiba - tiba dia merasakan ngilu di bagian pinggulnya... 'S-sakit, pinggulku serasa mau patah...'


'Aah... Sepertinya aku harus diam untuk sementara waktu, walaupun dia sudah pergi duluan. Aku bisa ber-teleportasi dengan cara memotong ruang dan waktu semauku.'


.....


Sedangkan di sisi Rizal, nampan dia sudah mendahului mobil mewah yang sedang dia kejar tadi. Dan nampak juga dia nampak sedang berdiri di atas tebing yang di bawahnya ada jalan raya yang begitu sepi.


Dan lalu ia melihat mobil itu yang berisi orang dengan stone kakuatan yang dia pakai. "Baiklah, bagaimana sekarang aku akan menghentikannya... Apakah aku harus membunuhnya?"


[Lebih baik jangan tuan, itu akan membuat sebuah konflik!]


Kemudian dia mengangkat tangannya dan mengarah mobil yang sedang berjalan, dan lalu tiba - tiba sebuah bola api yang seukuran bola basket muncul di tangannya


'Aku akan menambah daya ledaknya dengan menggabungkan Angin+Api,'


[T-Tuan... Itu bisa membunuhnya---]


Namun sebelum Era menyelesaikan kata - katanya, tiba - tiba Bola api itu di tembakan dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Dan melesat mengenai jalan depan mobil itu hingga hancur. Tidak hanya itu, karena tekanan ledakan itu juga membuat kaca hancur dan mobil itu terpental ke jurang yang begitu curam.


Booom!*

__ADS_1


Lalu mobil itu meledak setelah terjatuh dalam jurang, sedangkan Rizal sendiri. Ia hanya bisa tersenyum pasrah.. "Aah... Sepertinya aku tidak sengaja membunuhnya, ah sudahlah... Dia juga tidak ada hubunganku."


[Tuan, anda pasti akan mendapatkan masalah!]


Era nampak marah dengan Rizal, ya itu memang wajar karena kepribadian Era yang ada saat ini hanyalah "Kebaikan" yang mana dia akan selalu mendukung hal yang baik.


Dan menolak yang jahat. Itu lah kondisi Era sekarang ini.. "Diam kau! Akulah yang memegang kendali! Jangan ikut campur, ini demi aku bertemu dengan keluargaku!*


Rizal nampak begitu kesal kepada Era, namun setelah itu dia langsung diam. Lalu kemudian Rizal mulai terbang turun menuju ke arah ledakan itu.


'Semoga kekuatan dalam stone itu yang ku butuhkan untuk bertemu kembali dengan keluargaku!'


Kemudian setelah dia turun, ia langsung menghancurkan pintu mobil yang terbakar itu. Lalu dia langsung segera menarik mayat yang terbakar itu.


"Menyedihkan sekali."


Kemudian ia mengambil cincin batu yang ada di salah satu jari tangannya. Dan setelah itu dia mulai menyerapnya dengan mata kirinya.


"Tidak ku sangka , hal ini membuatku merasakan kenikmatan tiada tara... Baiklah, apakah sudah waktunya untuk kembali?"


Namun tanpa dirinya sadari, seseorang berada di belakangnya. "Rizal, apa yang telah kau lakukan?"


Rizal menjadi sangat terkejut setelah mendengar suara yang ada di belakangnya, lalu saat dirinya melihat siapa itu.. ternyata dia adalah orang terburuk baginya


"E-erika?"

__ADS_1


__ADS_2