Stone System: Truth

Stone System: Truth
Chapter 19


__ADS_3

Benar dia adalah Erika, terlihat juga dia menatapnya dengan tatapan tidak percaya... Bahkan dia nampak sangat putus asa setelah melihat apa yang telah Rizal lakukan...


"Rizal... Bisakah kau jelaskan apa tujuanmu melakukan ini? Dan kenapa kau membunuh kakekku?"


Mendengar perkataan Erika, dirinya menjadi sangat terkejut karena orang yang baru saja dia bunuh adalah Kakeknya Erika sendiri.


'Aaah... Karena ini sudah terlanjur, aku tidak punya pilihan melakukan ini... Lagi pula, aku juga tidak ingin berhubungan dengannya lagi...'


"Lalu? Apa urusanku jika itu kakekmu? Apakah aku terlihat mempedulikannya?" Rizal memasang wajah tidak peduli.


Mendengar penjelasan yang di berikan Rizal, Erika menjadi sangat terkejut. Dan saat itu Erika merasa bahwa yang ada di depannya bukanlah Rizal... Melainkan Iblis yang dulunya berusaha mengambil tubuhnya...


"Ka---"


"Jika kau merasa bahwa aku sedang di kendalikan? Kau salah Erika, aku adalah Rizal Jaka! Ini adalah keinginanku!"


"Tidak! Kau pasti bukan Rizal! Dia tidak akan pernah melakukan itu!"


Erika begitu tidak percaya dan air matanya akan menetes dari kelopak matanya. Dia pasti akan merasa sangat terpukul jika itu benar dia adalah Rizal.


"Terserah kau percaya atau tidak, aku sama sekali tidak peduli karena aku memanglah Rizal, bukan iblis yang kau maksudkan itu!" bantah Rizal


"Jadi apa yang akan kau lakukan Erika? Apakah kau akan membunuhku, seperti aku yang membunuh Adikku sendiri karena makhluk itu yang mengendalikan diriku yang tertelan kemarahan? Kau pasti sangat marah kan?" Lanjutnya dengan nada dingin.


Erika menjadi semakin terkejut karena ingatan yang telah dia hapus dari ingatan Rizal telah kembali lagi. Bahkan saat itu juga ia mulai mengetahui bahwa Rizal tidak di kendalikan karena jika ia di kendalikan


Karena jika ia di kendalikan, makhluk itu pasti akan memberikan kebenaran yang sebenarnya. Maka dari itu, Erika langsung menyimpulkan bahwa yang ada di hadapannya memang Rizal


Dan saat mengetahuinya... Erika hanya bisa terpuruk menangis menerima kenyataan ini... " Tidak...."


"Dan satu hal lagi Erika, aku sebenarnya tidak mencintaimu! Dan alasan aku menembak dan menerima menikah denganmu hanya untuk melepas keperjakaanku saja hahaha!"

__ADS_1


"Sungguh menguntungkan sekali! bisa merebut keperawanan gadis secantik dirimu! Dan ini juga balasan karena telah mencoba menghapus ingatanku!"


"Rasakan itu dasar bodoh!"


Mendengar itu Erika hanya bisa menangis, tangisannya Semakin keras terdengar. Dan saat itu Rizal hanya bisa berdecak kesal lalu ia pergi meninggalkannya.


Lalu terbang dengan kekuatan element angin dan manipulasi angin yang membentuk sebuah pijakan di kakinya untuk bisa terbang.


Namun saat dia pergi, tiba - tiba


Dak!


"Tunggu! Jangan pergi!"


Erika berada di bawahnya, dan langsung memegang kaki Rizal sembari menatapnya dengan mata penuh kemarahan dan kesedihan.


Melihat itu, Rizal menjadi semakin kesal "Sigh, menyebalkan sekali..."


"Lepaskan kakiku jal*ng!"


Swosssssh!


Dan bola api itu di lesatkan, namun tiba - tiba di depan Erika muncul sebuah lubang teleportasi 'Lubang teleportasi!?'


Dan bola api itu masuk ke dalamnya, lalu sebuah lubang teleportasi itu lagi muncul di belakangnya. melihat hal itu membuat Rizal begitu terkejut.


'Apa!? Sial!


Dam lubang teleportasi itu memunculkan sebuah bola api mikiknya tadi. Dan akhirnya dialah yang terkena bola api miliknya sendiri!


*Booom!*

__ADS_1


Ledakan terjadi akibat bola api itu, dan membuat wajahnya mengalami luka bakar yang membuat kulitnya terkelupas dengan darah tang menetes dengan deras!


"Rasakan itu dasar pembohong!"


Erika nampak begitu marah dan dia juga menatap Rizal dengan penuh air mata yang setiap tetesnya adalah kesedihan.


"Sial... Sakit sekali!"


"Ya! Aku adalah pembohong! Memangnya kenapa ha!? Jangan halangi jalanku!"


Tiba - tiba luka yang ada di wajanya sembuh dengan sangat cepat. Melihat hal itu Erika menjadi sedikit terkejut karena yang di lakukan Rizal adalah telah memutar balikan waktu!


Dan tiba juga, Angin yang sangat kuat muncul dari kakinya. Lalu membuat Erika terpental sangat jauh! "Aaahk!"


Booom!*


Tubuh Erika terpental dengan sangat keras, bahkan membuat sebongkah batu yang sangat besar hancur. Lalu setelah Erika melihat kembali Rizal, dia sudah tidak ada.


"Jangan pikir kau bisa lari dariku, Rizal!!"


Kemudian Erika mulai mencari keberadaan Rizal dengan pikirannya, namun setelah itu ia merasa sangat terkejut karena 'T-tidak ada!?'


Benar, dia tidak merasakan keberadaan Rizal di manapun. "Tidak mungkin! Seharusnya aku bisa merasakannya jika dia masih dalam domainku!"


"Dan Domainku itu sangat besar, tapi tidak mungkin dia bisa keluar dalam waktu singkat karena Domainku sendiri sudah memenuhi negara ini!"


Sesaat dia mulai menggenggam tangannya, dan ia mulai menggigit bibirnya sehingga membuat bibirnya terluka. Ia mulai terjatuh kembali sembari mengeluarkan air mata...


Tes!


Air mata itu terus bertetesan, dan membasahi pahanya "Kenapa... Kesedihan seperti ini terus terjadi? Kenapa? Kenapa? Kenapa?"

__ADS_1


Tiba - tiba sambaran petir mulai terdengar sangat keras, lalu hujan yang sangat deras langsung terjadi, sedangkan Erika nampak telah terbasahi oleh Air hujan dan membuat dirinya semakin terlihat menyedihkan "Aku... Tidak ingin berpisah denganmu... Rizal..."


__ADS_2