
Seketika Rizal yang mendengar suara itu, kepalanya mulai sakit seakan dirinya pernah mendengar suara itu sebelumnya.
'Kepalaku sakit...!'
[Aku adalah Stone System yang bernama Era, aku akan membuat anda mencapai puncak dunia ini!]
'Ha!? Apa maksudmu!? Aku tidak menginginkan itu!!'
[Sekarang buatlah kontrak dengan saya, anda harus mencapai puncak dunia ini!]
'Tidak mau! Aku menolak keras! Dan apa - apaan kau.. dimana kau sekarang!?'
[Saya ada di dalam pikiran anda! Sekarang cepat buat kontrak dengan saya! Saya sangat membutuhkan tuan!]
'Sudah ku bilang aku menolak! Dan pergilah dari dalam pikiranku!!'
Era sepertinya terdengar begitu panik dan memaksa Rizal untuk membuat kontrak dengannya, tidak hanya itu Rizal juga merasakan firasat buruk dari suara yang sangat asing baginya.
[Tidak bisa! Anda harus membuat kontrak dengan saya! Jika tidak... Anda akan mati!]
'Jangan ngelantur! Aku tidak percaya kepadamu dan sekarang cepat pergi dari pikiranku!'
[Jika anda masih menolak untuk membuat kontrak dengan saya, maka saya akan lakukan kontrak paksa dengan Anda!]
Tiba - tiba Rizal merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya, kemudian mata kirinya mulai sakit dan rasa sakitnya semakin bertambah...
[Kontrak Paksa sedang di lakukan! 20%!]
"Sakit!!! Sialan sudah ku bilang berhenti!"
[30%]
Kontrak paksa terus di lakukan kepada Rizal, dan kontrak paksa itu memiliki resiko yang sangar besar yang mana jika kontrak itu gagal di tengah jalan.
Maka semua kekuatan dan kesadaran Era sendiri akan di kendalikan oleh Rizal. Itu lah alasan kenapa dirinya terus meminta Rizal untuk membuat kontrak dengannya lagi.
[40%]
Keberhasilan membuat kontrak telah sampai ke 40% , dan saat itu mencapai ke tingkat itu. Kesadaran Rizal tiba - tiba menghilang seakan kesadaran miliknya di serap oleh sesuatu yang begitu kuat.
Dan di suatu tempat yang sangat luas, hamparan bunga terlihat yang mana setengah dari bunga tersebut telah layu.
"D-dimana ini?" Dan lalu Rizal kebingungan karena sekarang dia berada di antara bunga yang layu dan tidak layu itu.
"Sekarang kau berada di alam dimensiku yang mana semuanya akan terbalik dan saling berkesinambungan."
__ADS_1
Lalu angin bertiup dengan sangat kencang, bunga - bunga yang ada di sana mulia berterbangan di bawa angin tersebut.
Dan di balik angin tersebut, Rizal melihat seorang wanita yang sedang berdiri di depanya dengan tatapan yang begitu dingin.
Wanita itu memiliki rupa yang begitu cantik dan kecantikannya berasal dari segala aspek kecantikan yang begitu sempurna.
Jauh melampaui kecantikan wanita yang ada di dunia ini! "S-siapa kau?"
"Namaku adalah Era, tuan yang menamai saya saat itu. Ya... Walaupun tuan tidak bisa mengingat hal itu karena ingatan anda telah di manipulasi oleh orang itu "
Orang yang di maksud Era adalah Erika yang mana Erika memiliki kemampuan yang jauh lebih unggul darinya untuk saat ini
Mendengar itu, Rizal menjadi sedikit bingung.
"Aku sama sekali tidak paham, dan kenapa aku ada di sini?"
"Saya adalah bentuk kesadaran yang ada di dalam pikiran tuan, dan saya telah melakukan kontrak paksa dengan anda karena kontrak itu tidak di setujui oleh anda,"
Mendengar itu Rizal menjadi sedikit paham, dan lalu ia mulai menatap Era dengan tatapan tajam "Jadi? Sekarang bagaimana? Apakah kontrak paksa itu berhasil?"
"Masih setengah jalan, untuk menentukan siapa yang akan mengambil alih kekuatan serta kesadaran saya. Itu di tentukan dengan pertandingan yang adil." jelas Era kepada Rizal
"Heh... Jadi ini seperti taruhan hidup dan mati ya?"
"Ya... Bisa di bilang begitu, jadi anda tidak punya pilihan lain untuk mengikuti alur ini Tuan, karena jika anda tidak mau melakukannya. Anda akan terjebak dalam dimensi ini sampai anda mau melakukannya" setelah mendengar penjelasan itu, Rizal menjadi sedikit kesal
"Jadi karena saya adalah pihak yang menantang, anda yang akan menentukan pertandingan apa yang harus di gunakan." Sesaat setelah mendengar itu, Rizal menjadi sedikit terkejut.
Padahal saat itu dia berfikir bahwa dia yang akan memilih pertandingan apa yang akan di lakukan. Tetapi ternyata dirinya yang harus memilih.
Pasti orang bodoh akan langsung menerimanya, tetapi berbeda dengan Rizal yang otaknya sedikit pintar. Dia pasti merasa ada yang aneh karena
Ini adalah Dimensinya sendiri, jadi dia memiliki hak penuh atas apa yang akan di lakukan. Jadi kenapa dia memilih hal yang tidak menguntungkan dirinya sendiri?
Itu terdengar sangat aneh, karena jika dia kalah. Rizal akan menguasai kesadaran dan kekuatannya secara penuh. "Apa kau tidak bisa memikirkannya tuan?"
"Tidak, kau saja yang menentukannya. Karena aku tidak ingin terbawa alur yang ingin kau buat." Jelas Rizal kepada Era.
"Begitu ya... Baiklah, saya yang akan menentukannya. Pertandingan yang akan di lakukan adalah 'Batu Gunting Kertas'..." Era menentukan permainannya , dan lalu ia mulai mendekat ke arah Rizal
"Batu Gunting kertas? Baiklah, ayo kita lakukan," ucap Rizal yang menunjukan tangannya ke depan
Begitu juga dengan Era, dia sudah bersiap untuk melakukan pertandingan ini , namun beberapa saat sebelum pertandingan itu di mulai. Era mengatakan sesuatu kepada Rizal.. "Saya akan memakai gunting tuan,"
Namun Rizal diam saja, dan langsung memulai pertandingan itu. "Batu Gunting kertas!"
__ADS_1
Dan benar saja, ternyata Era menggunakan gunting dan jika Rizal menggunakan Batu dia akan menang. Namun Rizal tidak melakukan itu karena dia malah sekarang memilih "Kertas?"
Melihat itu, Era menjadi sedikit bingung. "Ya, aku yang menang."
Sesaat setelah mendengarnya, Era hanya menunjukan muka masamnya dan memaksakan dirinya untuk tersenyum "Selamat kau yang kalah,"
Deg!*
....
.....
Tiba - tiba sesaat, kesadaran Rizal mulai menghilang dari dimensi itu dan lalu kesadaran nya segera kembali ke tubuh aslinya.
Lalu mengenai bagaimana Rizal menang karena permainan itu telah di mulai saat dirinya berada dalam dimensi itu.
Permainan itu sebenarnya hanyalah permainan untuk tidak mengikuti alur. Dan cara Rizal mengetahui bahwa permainan apa itu adalah karena dia memahami beberapa kata Era yang di lontarkan padanya
Yaitu "Anda tidak punya pilihan lain untuk mengikuti alur, karena jika anda tidak mau melakukannya. Anda akan terjebak dalam dimensi ini sampai anda mau melakukannya."
Tetapi Rizal memahami maksud lain dari perkataan itu, karena sekarang ini dia berada di dimensi terbalik. Jadi apa yang di katakan Era berkebalikan dengan hal itu
Ya walaupun Rizal hanya menebaknya, tetapi tidak di sangka semua itu ternyata benar.
........
Kemudian di dalam ruangan kamar, Diaman Rizal berada. Terlihat ia mulai bangun dari tidurnya tersebut... "Apakah aku menang?"
[Selamat Anda telah menjadi penguasa dari stone system secara resmi! Semua yang akan di katakan Tuan adalah mutlak bagi Stone System.]
[Selamat Anda mendapatkan kemampuan Manipulasi Waktu, Manipulasi Angin, Manipulasi Api (Tahap 1,2,3 dan 4) dan semua batasan akan di hilangkan!]
Mendengar itu Rizal tersenyum, [Jadi apakah ada yang anda inginkan dari saya?]
'Ya... Yang aku inginkan hanyalah "kebenaran"...'
[Kebenaran? Apakah ada spesifikasi lebih rinci dari kebenaran yang ada maksudkan?]
'Kembalikan ingatanku seperti sebelumnya.'
[Itu sangat tidak mungkin tuan, karena ingatan tuan telah di manipulasi secara mutlak oleh Erika. Tetapi ada satu cara jika anda ingin mengetahui kebenaran sejati.]
'Bagaimana?'
[Anda hanya perlu mengaktifkan Manipulasi waktu Tahap Ke-2 yang mana tahap ke-2 ini bisa melihat masa lalu yang sebenarnya, bahkan sudah ratusan tahun terlewati.]
__ADS_1
'Begitu, akan aku aktifkan... Manipulasi Waktu Tahap ke-2 '