Stone System: Truth

Stone System: Truth
Chapter 17


__ADS_3

chapter 17


Setelah beberapa jam berlangsung, terlihat Rizal yang sekarang dirinya sedang di peluk erat oleh Erika yang sedang tertidur dengan keadaan tanpa busana.


'Sepertinya aku tidak bisa berdiri untuk sementara, apakah ini efek samping dari berhubungan intim dengan sangat brutal?'


Apa yang di katakan Rizal, beberapa jam yang lalu. Rizal dan Erika melakukan pengalaman pertama mereka dengan begitu kasar hingga membuat pinggul Rizal seakan mau copot.


Karena sangking brutalnya Rizal, Erika hanya bisa merasakan kenikmatan di campur dengan rasa sakit yang begitu perih dan membuat Erika kelelahan hingga dia tertidur.


Sedangkan Rizal sendiri, ia merasa sudah tidak kuat untuk berdiri kembali... 'Sial sekali...'


[Tuan, sepertinya orang yang membina pernikahan Anda dengan Erika sebentar lagi akan pergi dari Mansion ini.]


'Begitu, jadi apakah kita akan mengambil Stone yang ada padanya?'


[Itu terserah Tuan,]


'Hm... Apakah bisa kita tunda dulu perebutan Stone Itu?'


[Tentu saja tuan, anda adalah penguasa bagi Saya. Jadi semua itu tergantung keputusan Tuan.]


'Baiklah... Aku akan melakukannya nanti setelah merasa mendingan,'


[Baiklah, saya mengerti]


.....


Beberapa jam setelahnya, nampak seorang pria tua yang sedang menaiki mobil mewah warna hitam. Yang mana mobil itu sedang berjalan di jalan yang di sampingnya ada tebing yang sangat curam.


Dan karena hari masih sangat gelap, Hal itu membuat supir dari pak tua itu membawanya dengan sangat hati.


"Apakah kau bisa lebih cepat sedikit?" tanya pak tua kepada supirnya.


Dan pak tua tersebut adalah orang yang membina pernikahan Erika dan Rizal.


"Maaf tuan, jalan ini cukup berbahaya apalagi ini sangat gelap, sehingga saya tidak berani mengemudi lebih cepat dari ini." jelas supir itu dengan sangat sopan.


"Tapi apakah kau tidak merasa malam ini sangat mencekam? Aku merasakan ada sesuatu yang sangat mengerikan sedang mengintai kita." Ucap Pak tua itu...


"Jadi anda juga? Aku juga merasakan itu. Baiklah saya akan mencoba lebih cepat dari ini!" Sang supir memberanikan dirinya untuk lebih cepat lagi.


"Terimakasih sudah memberanikan diri."


"Tidak apa - apa, ini sudah tugas saya untuk menjaga tuan."


Namun tiba-tiba, sebuah ledakan yang cukup kuat terjadi di depan mobil tersebut.

__ADS_1


Booom!*


Asap mengepung ke atas dan membuat pak tua bersera supirnya sangat terkejut. "Tuan pegangan!!!"


"AAAAAAHK!"


Sreeeeet!*


Dia mengerem mobilnya, namun hal itu membuat ban mobilnya tergelincir, sehingga mobil yang telah di naiki jatuh dari jurang yang sangat dalam itu.


Alahasil membuat mobil itu terjatuh dan meledak dengan cukup dahsyat , tidak hanya itu. Orang yang ada di dalamnya juga ikut tewas karena ledakan yang sangat kuat itu.


Booooom!*


Lalu dari atas langit, seseorang turun seakan dia terbang dan mendarat layaknya burung. Orang itu memiliki ciri fisik laki - laki yang berumur 17 tahunan dan wajahnya memiliki wajah orang asia tenggara, rambut berwarna hitam dengan rambut yang sedikit bergelombang.


Dan nampak dia menatap dingin mobil yang meledak itu, bahkan dia mendarat di atasnya... "Menyedihkan sekali..."


Kemudian dia mulai membuka pintu mobilnya yang hancur itu, dan mengambil salah satu mayat yang ada di dalamnya.


Mayat itu terbakar hangus dan lalu ia melihat salah satu jarinya yang memakai cincin batu warna hitam, lalu ia mengambilnya menggunakan tangannya.


"Era, kekuatan apa yang tersimpan di cincin ini?" tanya orang itu, dan ternyata orang itu tidak lain adalah Rizal.


[Sepertinya stone ini memiliki kekuatan element dan ]


Kemudian Rizal mulai mengambil batu , lalu mata kirinya mulai memunculkan sebuah gerbang kecil layaknya gerbang harta yang sangat indah.


Dan batu itu segera ia masukan ke dalamnya...


[Selamat anda mendapatkan Stone anda telah mendapatkan kekuatan ]


Rizal tidak merasakan sakit sama sekali, dan yang dia rasakan hanyalah kekuatan yang terus bertambah dalam dirinya.


Kekuatan Fisiknya juga ia merasakan telah di tingkatkan


[Kekuatan tambahan Element Bumi ]


"Tidak ku sangka , hal ini membuatku merasakan kenikmatan tiada tara... Baiklah, apakah sudah waktunya untuk kembali?"


Namun tanpa dirinya sadari, seseorang berada di belakangnya. "Rizal, apa yang telah kau lakukan?"


Rizal menjadi sangat terkejut setelah mendengar suara yang ada di belakangnya, lalu saat dirinya melihat siapa itu.. ternyata dia adalah orang terburuk baginya


"E-erika?"


Benar dia adalah Erika, terlihat juga dia menatapnya dengan tatapan tidak percaya... Bahkan dia nampak sangat putus asa setelah melihat apa yang telah Rizal lakukan...

__ADS_1


"Rizal... Bisakah kau jelaskan apa tujuanmu melakukan ini? Dan kenapa kau membunuh kakekku?"


Mendengar perkataan Erika, dirinya menjadi sangat terkejut karena orang yang baru saja dia bunuh adalah Kakeknya Erika sendiri.


'Aaah... Karena ini sudah terlanjur, aku tidak punya pilihan melakukan ini... Lagi pula, aku juga tidak ingin berhubungan dengannya lagi...'


"Lalu? Apa urusanku jika itu kakekmu? Apakah aku terlihat mempedulikannya?" Rizal memasang wajah tidak peduli.


Mendengar penjelasan yang di berikan Rizal, Erika menjadi sangat terkejut. Dan saat itu Erika merasa bahwa yang ada di depannya bukanlah Rizal... Melainkan Iblis yang dulunya berusaha mengambil tubuhnya...


"Ka---"


"Jika kau merasa bahwa aku sedang di kendalikan? Kau salah Erika, aku adalah Rizal Jaka! Ini adalah keinginanku!"


"Tidak! Kau pasti bukan Rizal! Dia tidak akan pernah melakukan itu!"


Erika begitu tidak percaya dan air matanya akan menetes dari kelopak matanya. Dia pasti akan merasa sangat terpukul jika itu benar dia adalah Rizal.


"Terserah kau percaya atau tidak, aku sama sekali tidak peduli karena aku memanglah Rizal, bukan iblis yang kau maksudkan itu!" bantah Rizal


"Jadi apa yang akan kau lakukan Erika? Apakah kau akan membunuhku, seperti aku yang membunuh Adikku sendiri karena makhluk itu yang mengendalikan diriku yang tertelan kemarahan? Kau pasti sangat marah kan?" Lanjutnya dengan nada dingin.


Erika menjadi semakin terkejut karena ingatan yang telah dia hapus dari ingatan Rizal telah kembali lagi. Bahkan saat itu juga ia mulai mengetahui bahwa Rizal tidak di kendalikan karena jika ia di kendalikan


Karena jika ia di kendalikan, makhluk itu pasti akan memberikan kebenaran yang sebenarnya. Maka dari itu, Erika langsung menyimpulkan bahwa yang ada di hadapannya memang Rizal


Dan saat mengetahuinya... Erika hanya bisa terpuruk menangis menerima kenyataan ini... " Tidak...."


"Dan satu hal lagi Erika, aku sebenarnya tidak mencintaimu! Dan alasan aku menembak dan menerima menikah denganmu hanya untuk melepas keperjakaanku saja hahaha!"


"Sungguh menguntungkan sekali! bisa merebut keperawanan gadis secantik dirimu! Dan ini juga balasan karena telah mencoba menghapus ingatanku!"


"Rasakan itu dasar bodoh!"


Mendengar itu Erika hanya bisa menangis, tangisannya Semakin keras terdengar. Dan saat itu Rizal hanya bisa berdecak kesal lalu ia pergi meninggalkannya.


Lalu terbang dengan kekuatan element angin dan manipulasi angin yang membentuk sebuah pijakan di kakinya untuk bisa terbang.


Namun saat dia pergi, tiba - tiba


Dak!


"Tunggu! Jangan pergi!"


Erika berada di bawahnya, dan langsung memegang kaki Rizal sembari menatapnya dengan mata penuh kemarahan dan kesedihan.


Melihat itu, Rizal menjadi semakin kesal "Sigh, menyebalkan sekali..."

__ADS_1


__ADS_2