
Chapter 08
Lalu beberapa menit setelah Rizal masuk ke dalam rumahnya, mobil damkar akhirnya tiba yang mana damkar itu segera untuk memadamkan api yang sangat panas berkobar dengan begitu besar di rumah itu.
Ya , bagaimana pun mereka masih belum melupakan tentang Rizal yang tadi masuk ke dalam rumah tanpa rompi api, dan hanya bermodal tubuh yang di siram air. Jujur saja apa yang di lakukan Rizal itu sangat nekat. Hal itu menandakan bahwa apa yang di lakukan Rizal tadi itu menggambarkan seberapa cinta dan sayangnya dirinya pada keluarganya itu.
Damkar berhasil memadamkan api itu dengan selang waktu 30 menit dan karena bantuan para warga. Api itu tidak merambat kerumah lain sehingga meminimalisir kerugian yang di akibatkan. Namun meskipun begitu, tetap saja ada kerugian besar yang di dapatkan keluarga Rizal yang mana kerugian tersebut mencapai Rp. 200 Juta
“Cepat cari Rizal beserta keluarganya!”
Kemudian para warga mulai mencari keberadaan Rizal dan kedua keluarganya. Namun saat mereka mencari, mereka hanya menemukan mayat dari seorang wanita yang ada di belakang rumah itu sendiri.
“Kami hanya menemukan mayat dari seorang wanita di belakang rumahnya! Kemungkinan Rizal yang membawanya ke luar rumah!”
Mereka beranggapan begitu, namun mereka mulai berfikir dimanahkah Rizal sekarang ini, dan kenapa dia langsung pergi meninggalkan mayat ibunya seperti itu? “Yang lainnya?”
“Kami tidak menemukannya!”
“Baiklah, segera efakuasi mayatnya dan lakukan penyelidikan lebih lanjut alasan kenapa Kebakaran ini bisa terjadi! Dan untuk 2 lainnya kemungkinan mereka berhasil selamat,”
“Baik!”
Kemudian mereka mulai mengefakuasi mayat ibu Rizal dan mereka langsung membawa mayat tersebut ke rumah sakit dengan bantuan ambulans yang datang bersamaan dengan damkar. Dan lalu Tim Damkar mulai melanjutkan penyelidikan lebih lanjut mengenai kebakaran yang baru saja terjadi.
Namun sekarang dimanakah Rizal berada? Benar... Dimanakah dia sekarang? Semuanya berfikir begitu.
*
*
Sekarang di suatu tempat yang cukup gelap dimana tempat tersebut berada di hutan yang cukup jauh dari belakang rumah Rizal. Terlihat seorang laki – laki yang nampak sedang mengejar seorang berjubah hitam.
__ADS_1
Dan tidak lain itu adalah Rizal yang mana dirinya sedang mengejar orang misterius tersebut. Dan orang itu kemungkinan besar adalah pelaku yang membuat dirinya kehilangan rumah beserta keluarganya.
“Berhenti kau bajingan! Kau harus bertanggung jawab kejahatan yang telah kau lakukan!” Rizal berteriak dengan amarah dan terus mengejarnya walaupun sekujur tubuhnya merasakan rasa sakit yang berasal dari luka -luka bakar yang baru saja ia dapatkan.
Dan beberapa saat kemudian, ia mulai melihat bahwa orang itu mulai memasuki rumah tua yang mana rumah itu ada di dalam hutan. Oleh karena itu Rizal langsung segera mengikutinya dan walaupun itu terlihat seperti jebakan, namun Rizal tidak memikirkannya karena otaknya sekarang tidak bisa berfikir lebih baik dari ini.
Sekarang Rizal sudah memasuki di dalam rumah tua yang ada di dalam hutan. Tidak hanya itu terlihat juga dari kegelapan ada seorang yang tidak ia kenali berdiri di depannya. “Siapa kau sebenarnya!?kenapa kau melakukan itu terhadap keluargaku!? Dan cepat katakan dimana adikku!”
Walaupun sekarang dirinya begitu marah, ia masih menahan diri untuk bertanya, mencari tahu dimana adiknya sekarang. “....” namun ternyata dia masih diam dan mengabaikan semua pertanyaan dari Rizal.
Sehingga itu membuatnya menjadi sangat marah, dia menggertakan gigi nya karena sangking tidak bisa menahan emosinya tersebut. “Bajingan! Cepat jawab perkataanku!” Rizal mendekat dengan marah ke arahnya.
Namun saat dirinya mendekat, dia menyerang dengan api yang sangat panas dan besar, api tersebut muncul dari tangannya. Sehingga itu membuat Rizal sangat terkejut “Aaaaaaaahk! Siaaal panas!” dan Rizal menerima luka bakar yang begitu parah di bagian wajah dan tangannya.
Dan itu membuat Rizal terhenti, karena rasa sakit itu. “Aaaaaaaa! Wajahku! Wajahku!!!! Brengsek beraninya kau melakukan itu!”
Rizal sangat marah dan menatap tajam ke arahnya dengan nafsu membunuh yang begitu kuat. Dan tidak salah lagi bahwa dia adalah orang yang telah melakukan itu kepada keluarga nya!
“Ku bunuh kau!”
Dan saat dirinya menyerang, dia malah di cekik lebih dulu oleh orang tersebut. “Khak!” dia mencekiknya dengan keras dan mengangkat Rizal ke atas. “B-bajingan... Siapa kau... Sebenarnya!?... Kenapa kau melakukan itu kepada keluargaku....!”
“Berisik, kakak sangat berisik.” Dan seketika Rizal terkejut setelah mendengar orang itu berbicara untuk pertama kalinya... “Hah?”
Lalu kemudian orang itu mulai membuka jubah yang menutupi sebagian dari wajahnya. Dan saat itu Rizal menjadi tidak percaya apa yang sekarang di lihatnya... Benar... Apa yang sekarang dirinya lihat adalah adiknya sendiri! “T-tidak mungkin-----“
Krak!
Lalu Rizal di cekik lebih erat dan membuat dirinya tidak bisa bicara lagi... “Apakah kakak mencariku? Ya... aku di sini kakak...”
“N-nisa... apa maksudmu....!”
“Hahaha... Tidak ada, aku cuma ingin mengetes kekuatan anting batu yang baru saja kemarin aku dapatkan, dan ternyata kekuatan itu sangat hebat... Aku menyukainya.” Ucap Nisa yang nampak tersenyum senang, belum lagi dia tidak kepikiran apa yang telah di lakukan kepada ibunya.
__ADS_1
Dan saat melihatnya, Rizal menjadi sangat terkejut karena melihat ekspresi yang begitu senang... Rizal sangat putus asa melihat adiknya berubah menjadi seperti ini... “N-nisa... K-kau tidak mungkin melakukan itu...”
“Ah... Itu? Oh maksud kakak ibu? Aaah... Maaf aku tidak sengaja membunuhnya. Ya itu karena aku marah kepada ibu yang sangat bawel tadi hehe!” Nisa mengatakan itu dengan senyuman manis tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
Kesedihan? Dia tidak merasakan setelah membunuh ibunya sendiri... Hal itu membuat Rizal menjadi sangat terkejut, begitu putus asa karena mendengar kebenaran yang begitu menyakitkan.
“Hahahaha... A-apa apaan ini.... A-apa -apaan ini? Apa apaan ini!!!”
Brak!*
Nisa melempar Rizal dengan sangat keras dan membuat kakaknya terbentur begitu keras. “Berisik sekali, aku jadi ingin sekali membakarmu seperti ibu... Kakak~” ucap Nisa yang tersenyum senang...
“Hahahahaha! Hahahahaha!” Rizal tertawa dengan sangat keras dan dirinya juga meneteskan air mata keputus asaan secara bersamaan.
“KELUARGA!? KELUARGA YANG BAHAGIA!? SEKARANG ITU HANYALAH MIMPI HAHAHAHAHA! GILA!? YA SEKARANG AKU SANGAT GILA! GILA MELIHAT KEBENARAN DUNIA YANG SANGAT MENYAKITKAN!!!”
Mendengar ocehan yang tidak jelas dari kakaknya, itu membuat Nisa menjadi sangat kesal... “Heh... Selamat ya kakak menjadi gila... Dan lebih baik kakak mati saja sekarang supaya aku merasa pus heheh~”
Kemudian Nisa mulai menyerang Rizal dengan api yang begitu besar dari tangannya. Dan saat ini terlihat Rizal menjadi gila dan masih tertawa dengan begitu keras... “HAHAHAHAHA! DUNIA INI MEMANG NERAKAAAAAAA!!!”
BOOOOOM!*
Ledakan terjadi akibat api yang di lancarkan oleh Nisa, dan kemudian terlihat dari kobaran api tersebut. Nampak seorang laki -laki yang masih berdiri sembari menatap tajam ke arah Nisa... Ya... Itu adalah Rizal... Sekarang dirinya sudah menjadi gila!
“HAAAAAAAAAA!!! MAAAATIII!!!”
__ADS_1