
Chapter 06
Sementara itu di sisi Rizal yang sekarang berada di wc sekolah, terlihat dirinya sudah sangat karuan dan mukanya memerah karena sangking malunya apa yang dirinya tadi lakukan kepada Erika.
‘AAAAAAAAA!!! APA YANG TADI AKU LAKUKAN!? WALAUPUN AKU TADI HANYA MODAL NEKAT SAJA! TAPI ITU KELEWATAN BERANI!!! TAPI TIDAK KU SANGKA AKAN BERHASIL!!! SIALAAAAAN!!’
Tentu saja, itu merupakan keberuntungan yang terjadi pada 1/1.000.000 orang dimana seorang laki -laki dapat membuat jatuh cinta seorang wanita, apalagi wanita yang baru ia temuinya dengan satu trik yang menurutnya sangat berani.
Ya itu terjadi kepada Rizal dan Rizal telah melakukan hal yang sangat sulit untuk di lakukan oleh kebanyakan lelaki Indonesia.
[Baiklah, karena anda sudah dapat mengaktifkan Kemampuan Manipulasi Waktu tahap pertama. Sekarang anda sudah punya persiapan untuk mendapatkan stone yang pertama. Dan dalam Domain waktu ini saya bisa mendeteksi dimana dan siapa yang punya stone itu]
‘Ya... Ayo kita lakukan setelah ini’
Beberapa jam telah berlalu dan jam pulang sekolah telah berbunyi saat jam 4 sore, dan semua siswa -siswi terlihat sedang pulang kerumah mereka masing – masing, namun di sisi lain terlihat Rizal yang sedang berada di hutan yang ada di belakang sekolah miliknya. “Apakah kau yakin dia ada di sini?”
[Ya Tuan, saya sangat yakin. Dia berada 50 meter dari lokasi saat ini,]
Setelah mendengar hal tersebut , Rizal segera mempercepat jalannya karena dia tidak ingin dirinya berada di dalam hutan sampai malam hingga setelah beberapa saat diriny berjalan. Dirinya melihat seorang laki -laki yang seumuran dengannya.
Lalu Rizal bersembunyi di balik pohon yang cukup besar dan sembari bersembunyi dia mulai memperhatikan gerak-gerik dari laki -laki tersebut. ‘Jadi dia ya? Sekarang mari kita lihat kekuatan batu apa yang dia gunakan,'
Sementara itu di sisi Laki -laki yang tidak tahu bahwa dirinya sedang di awasi oleh seorang, nampak dirinya sedang akan memakai sebuah cincin yang disana terdapat batu giok yang memiliki warna putih tembus pandang.
“Baiklah, ayo kita coba!” ucap laki -laki itu yang segera menyiapkan diri untuk latihan. Dan nampak dirinya pergi ke arah salah satu pohong yang begitu besar dan kokoh dimana pohon tersebut ada di hutan di belakang sekolah.
Dan bisa di bilang, pohon itu adalah pohon tertua yang ada di hutan belakang sekolahnya. “Jika aku bisa merobohkan pohon ini dengan tangan kosong, aku akan menjadi yang terkuat! Baiklah ayo kita coba!”
Lalu dia mulai membentuk tangannya layaknya pisau dan mulai melakukan ancang -ancang supaya dirinya bisa memotong pohon itu. Tetapi apakah dia benar -benar bisa melakukannya? Tidak ada yang tahu, mari kita lihat apakan ini akan berhasil atau tidak.
__ADS_1
Dan terlihat juga di sekitar kedua tangannya terdapat tekanan Angin yang begitu cepat sehingga itu bisa membuat tangannya setajam pisau.
Swosssh!*
Lalu dia melesat dan langsung mencoba memotong pohon itu dengan tangannya tersebut, dan dia melakukan itu dengan sekuat tenaga dimana tebasan itu di arahkan secara Horizontal dengan bergantian.
Sring! Sring!
Namun sayangnya, itu tidak dapat membuat pohon itu roboh dan hanya meningalkan bekas potongan pada batang pohon itu. Dan saat melihatnya dirinya hanya bisa menghela nafasnya dengan begitu panjang. “Haah... Aku masih perlu latihan lagi, dan sekarang ini jam berapa ya? Hmm... Masih belum jam 5. Baiklah aku lanjutkan saja!”
Kemudian dia mulai mengulangi apa Yang tadi dia lakukan , sementara itu di sisi Rizal yang sedang memperhatikan. Dirinya nampak cukup terkejut dengan kemampuan batu yang di milikinya. ‘Kekuatan angin ya? Dengan memusatkan tekanan angin yang sangat kuat di sekitar tangannya , itu dapat membuat tangnnya tajam seperti pedang. Aku sedikit ngeri jika aku harus melawannya sekarang,'
[Tidak apa Tuan, kemampuan anda jauh lebih kuat dari pada dia. Jadi ayo kita rebut batu itu!]
‘Berisik sekali, tanpa di beritahu aku sudah tahu. Tapi bagaimana cara mengaktifkan kemampuanku?’ Rizal sedikit bingung karena dia sama sekali belum pernah menggunakan kemampuan menipulasi waktu tahap pertamanya.
[Kemampuan itu di aktifkan menggunakan pikiran tuan,]
‘Jadi aku hanya perlu membayangkannya kan? Baiklah '
‘Baiklah ayo!’
Rizal mulai berlari dengan kecapatan biasa, namun karena waktu sekitar telah di perlambat 10x lipat maka kecepatan Rizal sudah seperti kecepetan yang sudah tidak bisa di lihat oleh mata, dan itu jika di lihat dari sudut pandang yang terkena milik Rizal.
Swosssssh!*
Dan seketika, Rizal langsung mendapatkan Giok milik laki-laki itu dengan kecapatan yang sangat cepat. Dan saat ini terlihat dia sudah ada di belakang laki -laki yang tadi. ‘Berhasil! Sekarang waktunya untuk lari karena aku tidak ingin masalah ini akan menjadi panjang!’
Kemudian Rizal langsung pergi menjauh dari tempat itu dengan kecepatan yang sangat cepat
Sedangkan di sisi Laki -laki yang tidak sadar bahwa cincinnya telah direbut oleh Rizal. Dirinya baru saja tersadar bahwa cincinnya sudah tidak ada di jarinya! “Apa? Hilang? Dimana cincin itu?” awalnya dia bingung karena cincin miliknya hilang.
__ADS_1
Namun sesaat “Eh? Cincin apa ya? Dan kenapa aku ada di sini?” laki – laki itu malah lupa tentang cincinnya. Dan itu sangat aneh,apa yang telah terjadi padany?
“Aah... Lupakan saja, palingan Cuma cincin mainan hahaha...”
2 Jam telah berlalu, terlihat Rizal habis keluar dari sebuah Toko Boneka yang cukup jauh dari rumah miliknya. Dan terlihat dia keluar dengan membawa boneka Beruang yang cukup besar. “Aku harap Nisa suka dengan hadiah ini,” pikir Rizal yang terlihat begitu senang.
[Oh ya Tuan, Stone yang baru saja anda dapatkan. Sudah bersatu lagi dengan saya, sekarang anda mendapatkan kekuatan dari stone tadi.]
“Begitu? Baguslah dapat hadiah jackpot lagi hehe”
[Apakah anda akan langsung pulang?]
‘Ya... emang mau kemana lagi? Hari ini juga hari ulang tahun adikku juga. Jadi walaupun kau mengajakku ke tempat lain, maaf aku tidak bisa.’
[Begitu, ya itu terserah tuan.]
Awalnya Rizal merasakan ada yang aneh dengan tingkah Era, namun dia tidak mempedulikan hal sepele seperti itu. Dan karena sudah hampir malam apalagi sekarang dirinya cukup jauh dengan rumahnya.
Dia tidak punya pilihan lain untuk menggunakan Kemampuan itu sekali lagi. Tetapi Rizal tidak dapat menggunakan kemampuan itu sekali lagi karena akan ada coldown (1 jam) dalam sekali pemakaian. Namun saat dirinya sampai di depan rumahnya....
Sesuatu yang tidak bisa dirinya bayangkan terjadi pada rumahnya, dimana kejadian itu membuat senua warga yang ada di sekitar itu mulai berkumpul di sekitar rumah Rizal. “Apa yang sebenarnya terjadi?”
Benar, apa yang sekarang dia lihat adalah Api merah yang sedang melahap rumah miliknya. Dan dirinya sekarang begitu bimbang... “Sebelum damkar datang! Kita harus berusaha meminimalisir api itu supaya tidak merambat ke rumah lain!”
“Ya!”
Semua warga yang ada mulai berusaha memadamkan api itu dengan alat seadanya, sedangkan di sisi Rizal, ia terlihat masih kebingungan serta bimbang terdiam berdiri di depan rumahnya yang sedang terbakar tersebut.
“Di-dimana Ibu dan Nisa sekarang....”
__ADS_1