
Chapter 22
Mendengar hal itu Rizal begitu terkejut, mengapa? Tentu saja dia telah menganggap dirinya sudah mati, namun nyatanya dirinya hanya tertidur lama hingga 9 tahun saja.
Apa yang sebenarnya terjadi!? Rizal bertanya - tanya dan kebingungan karena jika itu karena kekuatannya. Tentunya itu mustahil untuk melawan kematian itu sendiri.
[Memang benar, Anda telah mati. Tetapi salah satu keperibadian saya mengorbankan dirinya untuk membuat Tuan hidup kembali.]
Mendengar nya Rizal menjadi tambah terkejut, '"Eh?"
Mengorbankan dirinya hanya untuk tuan yang tidak berguna? Mengapa? Itulah yang dia pikirkan sekarang. Rizal begitu terkejut dan tubuhnya seakan lebih berat seakan mau jatuh.
"Jadi? Apakah kau versi Alter dari Era?"
[Ya bisa di bilang begitu, dan mengenai alasan anda mati itu sebenarnya bukan kebetulan semata. Namun itu karena ulah pengguna Stone Petir yang mana orang itu sangat membenci tuan]
"Membenciku? Apakah orang itu ada hubungannya dengan Erika?"
[Kemungkinan begitu, tetapi tidak ada yang tahu karena Keluarga Yamaguchi itu memiliki kekuatan yang sangat besar.]
[Mau itu kekuatan dari Lahir ataupun dari kekuatan Stone bagian dari diriku.]
"Jadi? Apa yang akan kau lakukan sekarang Alter Era? Asal kau tahu, aku sangat membencimu."
[Tentu saja saya tidak bisa melakukan apapun karena kontrak mutlak yang telah di tetapkan oleh versi lain saya. Sehingga saya hanya bisa menuruti perkataanmu.]
[Versi lain saya yang telah mati akan di gantikan versi lainnya. Dan itu akan terus berulang hingga semuanya menjadi satu keutuhan yang mutlak.]
"Jadi?"
[Jadi, saya abadi karena diri saya sendiri terus menerus menciptakan versi lain dengan sifat yang berbeda sampai semua Stone terkumpul semuanya.]
Mendengar itu Rizal merasa begitu kesal dan marah karena Keberadaan yang bernama "Stone System" atau "Era" adalah keberadaan yang begitu mengerikan.
"Aku mau tanya satu hal padamu, sekuat apakah kau jika semua bagian dirimu terkumpul?"
[Jika tuan ingin tahu, baiklah saya akan sedikit memberitahu sekuat apa saya jika dengan kekuatan Penuh.]
__ADS_1
[Misal saja, saya bisa menghancurkan Realitas di berbagai Lapisan Dimensi yang lebih tinggi. Seperti Dimensi 3 - Tidak terbatas.]
Setelah mendengar perkataan Era, Rizal tidak percaya apa yang di katakannya. Kekuatan macam apa itu sampai bisa menghancurkan apa yang di luar logika manusia?
"J-jadi... Sekuat apa kau sekarang ini?"
[Mungkin bisa menghancurkan Dua atau tiga planet sekaligus.]
"Jadi kekuatan yang selalu ku gunakan itu bukan kekuatan penuhnya?"
[Tentu saja tuan, mana bisa seorang manusia mampu menggunakan kekuatanku yang sudah seperti Dewa. Anda adalah seorang manusia, sadarilah tempat anda Tuan.]
[Makhluk surgawi seperti saya ,tidak akan bisa di bandingkan dengan makhluk manusia yang begitu rendah.]
Rizal menjadi geram dan tersenyum kesal serta licik.
"Begitu... Tapi aku sama sekali tidak peduli apa yang kau katakan Era dan aku sama sekali tidak takut denganmu karena kekuatanmu itu sudah di batasi di Dunia manusia ini.,"
"Dan kekuatanmu juga otomatis di sesuaikan dengan kekuatan yang di miliki manusia. Hukum yang kau tidak bisa hancurkan adalah hal itu..."
[Sepertinya anda mengetahuinya, tapi biarlah. Takdir tidak ada yang tahu... Itu semua tergantung oleh yang mengendalikan Takdir dan cerita yang menyedihkan ini.]
Itu adalah hukum dimensi lebih tinggi yang tidak bisa di lawan oleh mereka.
"Lebih baik aku pergi dari sini."
Swossssh!*
Rizal terbang ke atas langit dengan kecepatan melebihi suara. Namun saat dirinya terbang menjauh dari tempat itu... Tiba - tiba...
"Eh?"
Dia berada kembali ke tempat yang tadi. Itu terjadi dengan tiba - tiba yang mana dirinya seakan di teleportasikan paksa langsung ke tempat ini.
"Bagaimana bisa?"
[Sepertinya anda telah di segel di tempat ini, anda tidak bisa menjauh dari sini kecuali anda membunuh yang membuat ini.]
__ADS_1
"Diam lah, aku sudah tahu. Aku juga sudah menebak siapa yang memiliki kekuatan memanipulasi Ruang, tidak lain itu adalah 'Erika'... "
"Ini semakin membuatku yakin bahwa yang menyerangku dengan petir sampai aku mati, itu ada kaitannya dengan Erika."
[Anda pintar juga,]
Rizal mulai berfikir dan agak kebingungan. Namun saat itu dia mengingat bocah yang tadi dia temui... "Tunggu dulu, bukannya bocah itu juga memiliki kekuatan untuk aku tadi melihatnya dia membuat sebuah portal teleportasi."
Kemudian Rizal mulai berfikir licik. "Heh begitu, aku bisa memanfaatkan bocah tadi untuk membuka segel ini. Aku tidak tahu siapa dia... Yang terpenting dia pasti akan datang ke sini lagi."
"Hehehe~"
Rizal tersenyum dan terkekeh licik. Apa yang di pikirkan sekarang adalah memanfaatkan Akemi si bocah tadi... Dengan kekuatannya dia pasti bisa mematahkan segel yang mengikatnya ini.
*********
Sementara itu di sisi Akemi, nampak dia baru keluar dari Portalnya. Dan di sana juga terlihat di depannya ada sebuah mansion yang sangat besar yang mana itu berada di Prancis.
"Mungkin aku akan merahasiakan tentang aku bertemu tentang paman tadi. Baiklah waktunya aku------"
"Kau habis dari mana Akemi!?"
Tiba - tiba seseorang berada di belakangnya dan lalu menjewer telinganya dengan keras. "A-aduh aduh aduuuh!! Sakit!!"
Terlihat seorang wanita berambut hitam dan wajahnya begitu menawan yang mana dia memiliki kulit seputih susu, dan memiliki dada yang cukup besar.
Benar! Dia adalah Milf muda yang begitu cantik "Sudah ibu bilang kan!? Jangan pergi kemanapun tanpa izin ibu! Apakah kau punya telinga!?"
Dia menjewer Akemi lebih keras lagi. Dan ternyata dia adalah Ibu Akemi....
"S-sakit Ibu! Aku minta maaf, serius aku tidak akan mengulanginya lagi!"
Akemi nampak kesakitan karena di jewer begitu keras oleh Ibunya sendiri. Dan dia juga nampak begitu takut kepada ibunya sendiri.
Mendengar hal itu, dia langsung melepaskan jewerannya dari telinga anaknya. Dan saat itu dia manatap marah kepada Akemi...
Akemi yang di tatap marah ibunya. Dia begitu takut dan tidak berani melihat balik wajah ibunya... 'Menakutkan!'
__ADS_1
Benar dia sangat galak dan dia tidak lain adalah "Erika Yamaguchi"