
Chapter 15
Kemudian dari suatu ruangan yang sangat indah, terlihat seorang laki - laki yang begitu tampan sedang mengandeng seorang perempuan berambut hitam yang sangat cantik layaknya Dewi.
Mereka berdua juga mengenakan Jas serta gaun putih yang begitu mewah, dan juga di dandani dengan begitu bagus oleh para pelayan.
Rizal dan Erika, itulah mereka. Yang mana mereka sedang menatap satu sama lain dengan tatapan yang sedikit malu karena terpesona akan cantiknya dan tampannya wajah pasangan mereka.
"Rizal, apakah kau sudah siap?"
"Ya... Aku sudah siap,"
Dan di belakang mereka juga memperlihatkan Kisara Yamaguchi, Takashi Yamaguchi yang mana tangan mereka sedang menahan anak pertama yaitu.
Shinei Yamaguchi dimana dia sekarang sedang menangis melihat adiknya sekarang akan menikah.
"Tidak! Berhenti! Aku tidak merestui kalian untuk menikah! Erika adalah adikku! Aku tidak akan membiarkan dia di rebut oleh laki - laki la---"
Dan karena berisik, Shinei di pukul hingga pingsan oleh Ayahnya sendiri sampai dia pingsan. "Berisik sekali, pelayan cepat bawa dia masuk ke dalam kamarnya,"
"Segera saya laksanakan, Tuan."
Dan beberapa pelayan segera membawa Shinei ke kamarnya setelah dia di buat pingsan.
Ya itu wajar karena dia sangat berisik dan begitu menganggu, lagi pula dia juga siscon kepada Erika. Itu juga pasti akan menghalangi pernikahan Erika dan Rizal.
"Kakakmu tidak ikhlas kau menikah denganku loh," bisik Rizal kepada Erika
"Abaikan saja,"
"O-oke,"
Kemudian terlihat Kisara yaitu ibu Erika mulai membawa Rizal ke jalan lain. Yang mana tempat itu adalah panggung dimana pernikahan itu berlangsung
Dan Rizal juga mengikutinya sembari di kelilingi oleh banyak pelayan perempuan untuk menjaganya.
Hingga sampailah Rizal ke depan tirai merah yang di baliknya adalah semua tamu yang hadir akan melihat berlangsungan pernikahan mereka.
'Huh... Tarik nafas yang dalam... Keluarkan...'
Rizal begitu gugup, karena ini pertama kalinya dia mengalami hal ini. "Rizal, sebagai mertuamu. Aku akan memberimu nasihat,"
"Apa itu?"
"Jangan terlalu memaksakan dirimu untuk berinteraksi dengan para bangawan di sana karena Dunia mereka dengan dirimu itu sangat berbeda,"
"Apakah kau mengerti?"
__ADS_1
"Ya, saya mengerti."
Apa yang di katakan Ibu Erika memang benar, karena Dunia orang jelata dan bangsawan itu jauh berbeda. Dan Rizal akan mengingatnya sampai kapanpun.
Beberapa saat kemudian, Tirai Merah yang begitu besar mulai terbuka dengan perlahan. Para tamu yang hadir yang melihatnya juga tidak sabar melihat pengantin laki - laki itu.
"PENGANTIN LAKI - LAKI TELAH DATANG DI ATAS PANGGUNG!"
Dan di atas panggung setelah Tirai itu di angkat sepenuhnya. Memperlihatkan seorang laki - laki dengan jas hitam yang begitu mewah di sana
"Hooh.. apakah dia adalah pasangan dari Nona Erika Yamaguchi? Lumayan tampan!"
"Melihat dari wajahnya, dia pasti dari keluarga bangsawan dari asia tenggara!"
"Aku juga berfikir begitu."
Di samping Rizal juga terlihat seorang kakek yang mana dia adalah orang yang akan memimpin pernikahan Rizal dan Erika.
"Hm...?" Dan Rizal sedikit meliriknya. Dan saat dirinya melirik, dia merasakan aura aneh di sekitar tubuhnya...
'Aura aneh apa ini?'
[Kemungkinan itu dari Stone atau mungkin lainnya,]
'Begitu ya? Jadi bagaimana cara kita mengetahui bahwa dia memiliki Stone pecahan dari dirimu?'
[Nanti akan saya pindai terlebih dahulu, dan itu akan memerlukan beberapa menit.]
dan saat itu juga terdengar suara musik mulai berubah melodi yang mana tadi adalah suara piano yang begitu bersemangat.
Namun sekarang susana ini di iringi oleh suara Biola dan di padu dengan alat musik lainnya dengan begitu bagus.
"PENGANTIN PEREMPUAN AKAN MEMASUKI RUANGAN!"
Lalu dari depan penggung, terlihat seorang wanita yang mengenakan gaun putih yang begitu indah sedang berjalan di atas karpet merah panjang.
Tidak hanya itu, semua tamu yang ada di sana juga memberikan jalan sembari menatap wanita itu dengan tatapan yang begitu berbinar binar.
'Cantik sekali,'
Sesaat Rizal mengatakan itu di dalam hatinya tanpa sadar, dan wanita itu adalah Erika Yamaguchi yang mana dia adalah calon istrinya.
Plok! Plok! Plok!
Tepuk tangan yang begitu meriah terdengar dari segala penjuru ruangan. Dan lalu Erika mulai menaiki panggung bersama dengan Ayahnya yang menggandengnya
Kemudian setelah itu, Rizal dan Erika langsung berhadapan dan menatap satu sama lain dengan lembut.
__ADS_1
'Senangnya, aku akan menikah dengan Rizal...' dalam hati Erika, dia begitu senang.
Namun dia tidak tahu di hati Rizal, apakah dia senang atau justru sebaliknya. Ya itu wajar saja Erika berfikir begitu karena keluarganya (Rizal) sekarang tidak hadir dalam acara pernikahannya.
'Maafkan aku karena merahasiakan ini...'
Dalam hatinya dia sangat sedih karena menyembunyikan kebenaran menyakitkan itu kepada Rizal. Walau dia harus mengatakannya, tetapi tidak bisa melakukannya, mengapa?
Karena Rizal adalah Cinta pertamanya, dia tidak ingin melihat cinta pertamanya merasa sangat putus asa dalam lubuk hatinya.
Itulah yang Erika pikirkan...
"Kepada Pengantin Pria dan Wanita, silahkan pasangkan cincin pernikahan kalian satu sama lain," Penghulu pernikahan yang menengahi jarak mereka, mulai memerintahkan keduanya untuk memasangkan cincin pernikahan.
Yang pertama.... Adalah Rizal... Dia memegang telapak tangan Erika dengan begitu lembut sembari menatapnya begitu lembut.
Tatapan yang begitu menghangatkan hati, 'Rizal... Aku ingin kau bahagia kembali walaupun tanpa adik dan ibumu...'
Erika terus menatap sedih dan rasa ingin menangis melihat jari manisnya akan di masukan sebuah cincin sumpah pernikahan yang begitu suci. Bukan karena dia tidak bahagia... Dia hanya sedih melihat kondisi pria yang dia cintai sekarang ini.
Erika sekarang adalah giliran mu... 'Aah... Benar juga,'
Dengan lembut juga, ia memasukan cincin pernikahan yang ada di tangannya lalu memasangkannya ke jari manis Rizal dengan penuh senyuman lembut.
"Sekarang pengantin pria, tolong cium pasanganmu sekarang!" Penghulu memerintahkan Rizal untuk mencium Erika.
Dan saat itu Rizal merasa sedikit gugup, namun dia bisa menahannya karena dia sudah pernah melakukan hal yang lebih memalukan lebih dari ini.
"Erika..."
Rizal memanggil nama istrinya, kedua tangannya mulai memegang pundak istrinya yang begitu halus.
"Ya..."
Emosi tunggal Erika itu mendorongnya maju, lebih cepat dari kecepatan cahaya, lebih cepat dari pada dia bisa mengumpulkan pikirannya.
Tubuhnya bergerak maju. Karena kata-kata akan menjadi teralu lambat. Kata-kata tidak akan cukup. Kata-kata bahkan tidak bisa mengungkapkan sepersepuluh dan emosinya.
Jarak dari antara mereka kurang dari satu langkah,dan celah itu tertutup dalam Sekejap.
Mata Rizal membelak karena terkejut. Erika melingkarkan lengannya di bahunya-- tidak berani melepaskannya- dan meregangkan tubuhnya ke atas.
Perbedaan tinggi antara mereka biasanya setengah kepala, tapi sepatu hak tinggi Erika hari ini menutupi sebagian besar darinya.
Bibirnya sedikit lebih dekat dari sebelumnya. Jadi dia semakin dekat dengannya,dan..
...Berbagi ciuman pertama mereka.
__ADS_1
Author: Gila bikin adegan kek gini menguras otak juga wkwkw, hadeh... Mohon Like ya pembaca.