
Setelah 2 jam Erika meninggalkan Rizal sendiri di kamarnya, terlihat Erika sedang berjalan menuju dimana Rizal berada.
Kemudian dia membuka pintu, "Rizal, maaf aku lama," lalu saat itu, dia melihat Rizal sedang berbaring membaca buku yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Tidak apa-apa, jadi apakah urusanmu telah selesai?" Tanya Rizal sembari menutup buku yang dia baca
"Iya, dan apakah kau sudah menghabiskan bubur yang ku buatkan tadi?" tanya Erika kepada Rizal
"Aku sudah menghabiskannya, rasanya sangat enak. Terimakasih,"
"Sama-sama,"
Erika menjawab rasa terimakasih Rizal dengan penuh senyuman, kemudian terlihat Erika mulai mengambil mangkuk beserta sendok bekas bubur tadi
Kemudian, saat Erika ingin pergi membereskan semua itu. Tiba -tiba Rizal memegang tangannya dan menghentikan Erika untuk pergi. "Tunggu,"
"Ada apa Rizal?"
"Bisakah aku ikut denganmu?"
"Hmmm? kenapa?"
"Begini, karena mulai sekarang aku akan tinggal di sini. Jadi aku ingin sedikit mengenal tata letak ruangan yang ada di rumahmu. Jadi apakah bisa aku ikut?" Rizal menjelaskan alasannya, Erika yang mendengarnya juga tersenyum.
Karena sifatnya itu seperti anak kecil. "Oke, kau boleh ikut denganku. Tapi tunggu sebentar aku ambilkan kursi roda dulu untukmu,"
"Tidak perlu, aku sudah bisa berjalan sendiri kok. Lihat?"
Awalnya Erika ingin mengambil Kursi Roda karena mengira bahwa Rizal masih belum bisa berjalan karena tenaganya belum pulih.
Namun setelah melihat Rizal sekarang sudah mampu melakukan hal itu, Ia sedikit terkejut karena dia mengira bahwa Rizal harusnya akan pulih lebih lama karenanya.
"Oke, jadi ayo...."
"Ya, ayo..."
Kemudian Erika mengandeng tangan Rizal, dan saat melihat apa yang di lakukan Erika. Rizal sedikit terkejut, walaupun dirinya tidak keberatan jika di gandeng oleh wanita yang sangat cantik.
Erika dan Rizal keluar kamar. "Pertama - tama ayo kita bertemu dengan kedua orang tuaku Rizal, "
"Ya..."
Erika mengajak Rizal untuk menemui orang tuanya karena sekarang orang tuanya ada di rumah. Jadi ini mungkin kesempatan untuk memperkenalkan Rizal kepada mereka.
Ya walaupun Erika memiliki maksud lain, seperti mereka ingin menilai bagaimana pendapat mereka tentang Rizal jika di jadikan menantu dari kedua orang tua Erika.
Erika memang berfikiran seperti itu, jika hatinya telah kepicut oleh laki - laki, dia pasti akan langsung melalukan apapun supaya membuat laki - laki yang dia cintai hanya menjadi miliknya.
'Itu mungkin akan menjadi sangat sulit,'
__ADS_1
Benar itu sangat sulit, mengapa? Ya alasannya karena sekarang keberadaan Stone system, atau makhluk terkutuk yang sering di kira Erika berada dalam diri Rizal.
Sedangkan Rizal yang sekarang ini sedang berjalan sembari di gandeng oleh Erika. Dia melihat dalam rumah Erika yang begitu megah dan memiliki dekorasi yang pasti itu sangatlah mahal.
Dan apa yang bisa di simpulkan Rizal tentang Erika adalah "Dia anak orang kaya" , seperti itulah yang dia pikirkan.
Jujur saja sekarang ini Rizal berfikir jika dirinya bisa mengendalikan Erika dengan membuat dia jatuh cinta kepadanya. Mungkin dirinya akan mendapatkan keuntungan besar, mengapa? Tentu saja kekayaan keluarganya akan di wariskan padanya jika dirinya bisa menikah dengannya.
"Sebentar lagi kita akan sampai ke ruangan ayah dan ibuku Rizal, jadi jaga sikapmu di sana karena mereka itu cukup menyeramkan," Erika memeringati Rizal.
"Eh benarkah? Baiklah, akan aku usahakan." Rizal mengerti, dan mulai menjaga sifatnya yang selalu cengengesan tidak jelas itu.
Lalu di depan mereka terlihat pintu yang cukup besar, dan mereka mulai membukanya bersama ,kemudian mereka masuk ke dalamnya.
Dan saat mereka masuk , terlihat seorang Wanita cantik berumur 36 Tahun dan Pria yang sedang duduk dan sedikit lebih tua dari wanita yang ada di sampingnya itu.
"Selamat Siang, Ayah, Ibu..." Erika memberi salam dan memberi hormat layaknya bangsawan.
Mereka adalah Ayah dan Ibu Erika Yamaguchi, dan nama mereka adalah Kisara Yamaguchi dan Takashi Yamaguchi.
Dan saat itu Rizal terkejut karena 'Eh? Emang sekarang siang ya? Itu cukup mengejutkan dia bisa mengetahuinya, aku pikir ini malam karena aku sama sekali tidak bisa melihat langit karena rumah ini sangat besar,'
"Siang juga Erika, dan siapa laki - laki yang ada sampingmu?" tanya Ibu Erika, atau Kisara kepada Erika
Dan mereka berbicara menggunakan bahasa jepang, lalu yang jadi masalahnya, apakah Rizal bisa mengerti tentang apa yang mereka katakan?
"Perkenalkan, nama saya adalah Rizal Jaka. Saya dari Indonesia. Salam kenal Ibu Erika dan Ayah Erika..." Dan tentu saja Rizal bisa menjawabnya dengan bahasa Jepang.
Karena dulu saat Smp, dia pernah sekali berkeinginan untuk bekerja di sana. Jadi untuk awalan , dia belajar bahasa jepang yang bermodal dari kamus yang dia beli.
Dan ini lah hasilnya, setelah setengah tahun dia belajar bahasa jepang. Dia bisa memakai bahasa jepang dengan sangat baik.
Erika yang melihatnya tidak terkejut sama sekali, karena dia sudah tahu bahwa Rizal bisa berbahasa Asing. "Oh jadi kau yang bernama Rizal? Apakah benar kau laki - laki yang telah membuat putri kami jatuh cinta kepadamu?" tanya Ayah Erika yang menatap tajam Rizal.
"Saya pikir begitu Ayahanda," Rizal malah memanggil Ayah Erika dengan sebutan Ayahanda, dan dia melakukan itu dengan pede nya.
"Jadi apakah kau serius melakukan hubungan serius dengan putri kami? Jika kau menembaknya hanya untuk main - main, maka kau akan di kebiri. Apakah kau mengerti?" Tanya dan jelas Ayah Erika kepada Rizal.
"Ya, saya mengerti Ayahanda. Saya sangat serius dalam menjalin hubungan dengan Erika Yamaguchi..." Rizal menjawab dengan tenang, tetapi sekarang di dalam hatinya sekarang.
Dirinya menjadi begitu panik ' Woy! Apa - apaan tadi!? Hukumannya adalah kebiri!? Itu mengerikan! Pokoknya aku tidak ingin itu terjadi padaku!'
"Apakah kau bisa memegang kata - katamu itu? Jika kau berani melakukan selingkuh, apakah kau bersedia melakukan hukuman yang telah di tetapkan?" tanya Ayah Erika dengan tatapan tajamnya.
"Ya, saya akan menerimanya dan saya akan memegang penuh kata - kata saya," Jawab Rizal dengan penuh rasa percaya diri dan tetap tenang.
'Aaah! Aku tidak bisa menolaknya! Bagaimana ini!? Tunggu dulu! Aku kira ini hanya salam saja, malah ini seperti perestuan pernikahan!? Aku tidak menyangka ini!' ya itu yang ada di dalam hati Rizal sekarang.
"Bagus, sudah di putuskan... Erika!" Kemudian dia tersenyum dan mulai memanggil Erika untuk berdiri.
__ADS_1
"Ya, ayahanda?"
"Sudah kami putuskan, kau dan Rizal akan bertunangan sekarang juga."
"Baik ayahanda, tapi apakah ada satu hal saya ingin usulkan." Erika menyetujuinya dengan keputusan ayahnya.
Namun setelah itu, Erika ingin mengajukan usulkan "katakan saja,"
"Karena sekarang aku dan Rizal sudah bertunangan, lebih baik langsung putuskan tentang kapan pernikahannya," usul Erika
Rizal yang mendengar itu sangat terkejut "Eh?"
"Benar juga, jadi apakah kau punya tanggal yang bagus untuk pernikahanmu?"
"Lebih cepat lebih baik ayahanda , jadi aku mengusulkan Nanti malam saja nikahnya." ucap Erika yang memberikan usulan
"Ha?"
"Benar juga, baiklah kami berdua akan segera menyiapkan dan mengundang semua orang yang ada di sekitar sini," Ayah Erika langsung setuju
"Heh?! Tunggu dulu!"
Rizal sudah tidak tahan lagi, dan menyela omongan mereka berdua.
"Ada apa Rizal?" tanya Ayah Erika
"Kenapa menikah begitu cepat? Bagaimana dengan sekolahnya? Dan juga, aku masih belum cukup umur untuk menikah!" Rizal mengatakan alasan yang logis
"Untuk sekolah, kau akan pindah ke sekolah milik keluarga Yamaguchi yang berada di Prancis. Di sana status pernikahanmu akan aman dan tidak ada yang akan memprotesnya," jelas Ayah Erika dengan tenang
"Ha?! Serius!?" Rizal semakin tambah terkejut
"Ya, jadi tenang saja tentang sekolahmu, sekarang kalian berdua boleh pergi sekarang. kami berdua sangat sibuk," Ayah Erika menyuruh untuk pergi.
Dan saat itu Rizal ingin protes, namun di tarik untuk keluar "T-tungguu----"
Dor!
Dan suara pintu tertutup dengan begitu keras, sehingga membuat Ibu dan ayah Erika sedikit terkejut.
"Kenapa kau dari tadi diam saja, Kisara?"
"Aku hanya malas ngomong saja, Takashi,"
"Begitu, tapi apakah kau yakin dia adalah laki - laki yang cocok untuk Erika?"
"Tidak tahu, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi,"
"Ya... Kau benar,"
__ADS_1