Story Of Gienka Gea: Cinta Si Penyihir

Story Of Gienka Gea: Cinta Si Penyihir
#12


__ADS_3

Namun seperti nya apa yang Icarus usahakan sia- sia belaka, Sach dan para dewan tertinggi negeri sihir sama sekali tidak mau mendengarkan nya.


Mereka semua mulia mengeluarkan tongkat sihir milik mereka. Dan apa lagi maksud jika bukan untuk menangkap Gea.


“Tangkap dia, hidup atau mati.” Perintah Sach.


Kekacauan itu pun di mulai. Arena Ice skating itu tiba – tiba bagikan terbungkus lapisan berkabut dari luar. Suasana sangat mencengkam. Gea yang tidak bisa melihat apapun selain kilatan- kilat sinar yang berasal dari tongkat sihir terus berjalan mundur.


Dia melihat Icarus yang bertarung sendirian dia sana.


Sempat terbersit di benak Gea, untuk apa Icarus sampai sebegitu nya membantu nya. Bahkan sampai di titik ini, Icarus bisa saja kehilangan nyawa nya.


Tapi Gea tidak bisa berbuat banyak. Dia sama sekali tidak bisa membantu. Dia tidak memiliki tongkat sihir seperti para penyihir itu.


Dan sihir yang dia miliki pun adalh sihir tingkat rendah. Gea tidak pernah di ajarkan untuk menyerang atau sejenis oleh para tante nya.

__ADS_1


“Oh Lord! Apa yang harus aku lakukan?” Seru nya dalam hati saat melihat Icarus makin terdesak oleh para dewan tertinggi negri sihir itu.


Dalam kepanikan nya, Gea mendengar suara seorang pria berbicara kepada nya melalui telepati.


“Gea! Lari Gea! Disini sudah tidak aman. Lari Gea!”


Tatapan mata Gea langsung tertuju pada Icarus. Gea yakin itu pasti lah suara Icarus. Pasti saat ini Icarus sudah tidak bisa menghadapi para dewan tertinggi negri sihir itu.


Gea sungguh menyesali keputusan nya yang sia- sia untuk datang mencari Robert yang telah membuat Icarus harus bertarung seorang diri untuk menyelamatkan nya.


Gea pun memutuskan untuk membantu Icarus sebisa nya. Dia tidak akan membiarkan hal yang buruk terjadi pada pria berambut putih itu.


Gea memusatkan semua sihir yang dia punya di kedua tangan nya dan perlahan percikan api sihir berwarna biru muncul di kedua tangan nya.


Icarus yang sedang bertarung dengan para dewan tertinggi negri sihir itu merasakan enegri yang sangat besar. Dia langsung menoleh ke belakang dan alangkah terkejut nya dia saat melihat Gea kini tengah berjalan ke arah arena pertarungan dengan nyala api sihir biru yang amat besar di kedua tangan nya.

__ADS_1


“Gadis bodoh! Apa yang kau pikirkan?! Sihir mu belum sempurna! Cepat berbalik dan lari Gea! Aku dan ibu tidak pernah memikirkan hal ini sebagai akhir hidup mu! Lari Gea ! lari!” teriak Icarus makin kencang di kepala Gea.


Gea yang mendengar perkataan Icarus auto berhenti. Dia mencoba mencerna semua kata- kata yang barusan dia dengar.


“Apa maksud perkataan mu barusan Icarus?” Tanya Gea pada Icarus melalui telepati.


Icarus tidak menjawab pertanyaan nya karena Icarus terlalu sibuk menangkis semua sihir yang di arah kan ke diri nya.


Gea yang masih bingung, berdiri terpaku di tengah- tengah arena pertarungan yang jelas- jelas sangat berbahaya bagi keselamatan diri nya. Karena posisi nya jadi begitu terbuka.


“Gea awas!!” teriak Icarus tapi kali ini tidak lagi di dalam pikiran Gea. Dia mendengar teriakan itu dengan telinga nya.


Gea menoleh dan dia melihat Icarus sedang berteleportasi ke arah diri nya dan .....


BoooooooooooOM!! Sebuah ledakan berar terjadi tepat di depan Gea dan Icarus pun tumbang sambil memandangi Gea dan tersenyum tulus pada Gea.

__ADS_1


🐞🐞🐞


Yuck temani kak Upe tamasya di negeri sihir! pulang ny ntar pas mau beduk magrib aja... kita cari takjil di sana.. mana tahu jumpa Harry Potter kan😂


__ADS_2