Story Of Gienka Gea: Cinta Si Penyihir

Story Of Gienka Gea: Cinta Si Penyihir
#8


__ADS_3

Gea berjalan keluar dari ruang operasi Mia sambil sesekali melihat ke belakang. Meski dia tahu siapa Dennis Hardata dan melihat profil nya yang bak ter-scan otimatis di dalam kepala nya, tapi Gea tetap merasa bimbang. "Apa Mia akan benar- benar selamat?" Batin nya terus tidak tenang.


"Mia pasti akan selamat. Walaupun kau tidak penuh memberikan kehidupan pada nya, tapi kau telah berhasil menariknya dari kematian Gea." Ujar sang tante saat mereka sudah menjauh.


"Syukur kata mu?!! Kau baru saja memberikan nyawa mu pada manusia itu Gea! Dan itu arti nya nyawa mu berkurang!" tegas tante Lia.


Gea terdiam, dia tidak pernah tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi.   Yang dia tahu saat dia meletakan kedua tangan nya dia atas tubuh Mia, Gea yang sangat besar dan sekilas dia melihat seperti ada sesosok yang entah pria entah wanita yang bagaikan membantunya mengembalikan jiwa Mia yang sudah mati.


"Tante Lia, apa yang sebenar nya terjadi?" tanya Gea memberanikan bertanya pada tante nya. Selama dua ratus sembilan belas tahun, tante Lia nya ini tidak pernah marah pada nya. Dan hari ini dia benar- benar marah. Sangat marah.


"Aku pun tidak tahu pasti! hanya saja aku merasakan energy yang sangat langka saat kau melakukan hal itu di dalam ruang operasi itu Gea. Dan jika aku tidak salah, itu adalah energy milik penyihir legendaris. Tapi untuk mencari tahu jawaban yang sebenarnya aku akan pergi ke negeri sihir. Kau akan kau kirim pulang! Ingat Gea! Selama aku pergi dan tante Dora mu belum pulang, kau tidak boleh pergi kemana pun! Kau paham dengan apa yang aku katakan pada mu?" Tante Lia melihat Gea dengan tatapan yang sulit untuk Gea pahami maksud nya.


"Ya tante, aku paham."


"Bagus!" Tante Lia tanpa satu dua atau pun tiga langsung mengirim Gea pulang dengan menggerakan tangan nya sedikit saja.


Sesampainya di rumah Gea masih merasa tidak tenang. Kata- kata tante nya tentang penyihir legendari terus berputar- putar di dalam kepala nya.


"Terlalu lama jika harus menunggu tante Lia dan tante Dora. Mending aku pergi cek langsung saja di perpustakaan dunia dihir." Cetus Gea.


Karena merasa penasaran Gea pun akhir nya pergi ke perpustakaan dunia sihir, yang pasti nya ada di dunia sihir untuk mencari tahu lebih banyak mengenai kekuatan seorang penyihir legendaris.


Untung nya hari ini dia dapat masuk ke dalam perpustakaan dunia sihir dengan mudah. Penjaga perpustakan yang biasa nya resek dengan nya tidak ada. Entah ke mana dia pergi. Tapi syukur juga penyihir rambut putih itu pergi kalau tidak pasti waktu Gea di dalam perpustakaan pasti akan dia batasi.


Gea masuk dan mencari- cari semua referensi tentang penyihir legendaris.


"Apa yang kau lakukan di sini makhluk setengah penyihir?!"  Ujar sosok yang tidak di harapkan oleh Gea untuk muncul di depan nya malah muncul.


"Huaaaaa!" Seru Gea sambil mengerlingkan mata nya. "Sudah bagus kau tadi tidak ada disini, eh! Tahu- tahu malah muncul!" Lanjut nya dan berlalu pergi.


"Gea! Kau itu mahkluk setengah penyihir! Kau tidak boleh lama disini. Waktu mu hanya beberapa menit saja. Setelah itu kau harus keluar dari tempat ini." Usir nya seperti biasanya.


"Dasar! Pelit!" Seru Gea.


"Apa kau baru saja mengatai ku Gea?" Pria itu kembali lagi ke depan Gea.


"Tidak! Aku tidak mengatai mu! telinga mu saja yang salah dengar mungkin!" kilah Gea.


"lantas kalau tidak mengatai ku, memang nya kau bilang apa tadi?" tanya nya,  berdiri di depan Gea dengan tangan teripat dan satu alis yang sengaja di angkat supaya wajah songong nya yang kesal itu terlihat.


"Aku? hm- aku tadi bertanya dimana aku bisa menemukan buku tentang penyihir legendari?" Tanya Gea. Dia berpikir kenapa tidak dia tanya saja dengan pria berambut putih itu.

__ADS_1


"Apa kau tahu di mana aku bisa membaca buku tentang penyihir legendaris?" tanya Gea, ragu.


"Kau bisa menemukan nya di sana. Ngomong- ngomong, untuk apa kau membaca buku tahayul itu! Penyihir legendaris itu tidak benar- benar ada. Itu hanya mitos di dunia sihir." Ujar nya sambil berlalu.


Gea hanya menatap Pria tampan namun dingin itu berlalu. Dia sedang malas berdebat dengan pria itu.


"Mending aku segera pergi mencari buku itu!" Gea pun langsung ngacir.


Setelah membaca banyak sekali buku sihir tentang penyihir legendaris akhirnya Gea mengetahui bahwa yang membantu mengembalikan nyawa Mia adalah seorang malaikat. Malaikat yang memang bertugas mendampingi dan mengawasi para penyihir legendaris yang kemudian Gea ketahui nya bernama Sky.


Sky seperti bos dari bos nya para malaikat pencabut nyawa.


Gea memejamkan mata, berharap dia dapat berkomunikasi dengan malaikat pelindung nya.


Tapi walaupun telas memejamkan mata beberapa lama namun ternyata tidak ada yang terjadi.


Gea yang tidak berputus asa kembali memejamkan mata nya. Tapi setelah menunggu beberapa lama lagi, kembali harapan nya kembali pupus. Tetap tak terjadi apa-apa.


Gea pun menyerah dan kembali ke dunia manusia. Penjaga perpustakaan itu hanya bisa melihat Gea pergi dari jauh.


Tidak lama kemudian, setelah Gea kembali ke dunia manusia, muncul seberkas cahaya menyilaukan. Sosok pria berjubah hitam datang.


Gea yang baru saja menutup pintu portal ke dunia penyihir auto terkejut.


"Kau mencari ku?" Suara itu bergema dalam kepala Gea saat mata nya dan mata Gea bertemu.


“Apa kau malaikat pelindung ku?” tanya Gea menggunakan kekuatan pikirannya.


“Menurut mu?” si malaikat malah balik bertanya.


"Bisa ya dan bisa juga tidak." Jawab Gea sesuai dengan apa yang dia pikirkan.


“Kau mau tahu?” tanya si malaikat lagi.


“tentu saja.” Jawab Gea.


Kedua tangan Sky terulur ke depan. Mulutnya meniupkan asap putih tebal ke udara, mirip kabut yang kian lama kian menggunung, yang dengan cepat bentuknya berubah menyerupai tetesan air.


Mata Gea menjadi panas dan perih, dan butiran bening mulai menggenangi pelupuk matanya. Lalu tubuh Gea tertarik ke depan. Gea pun kembali ke satu hari sebelum nya saat dia berhasil menghidupkan Mia.


#Flash back On

__ADS_1


Ketika membuka mata, Gea melihat diri nya dan tante Lia sedang melihat Mia masih terbaring tak bernapas.


Lalu Gea melihat semua yang telah dia lakukan untuk menyelamatkan Mia kemarin. Bahkan pada saat tante nya melihat keadaan di luar ruangan untuk memastikan tidak ada orang yang masuk.


Gea juga melihat paman nya Mia yang bernama Dennis Hardata masuk dan segera memberikan penyelamatan pada Mia yang telah mendapatkan sedikit nyawa dari Gea sebelum nya, setelah Gea pergi dari ruang operasi itu.


"Aa!" Suara tarikan nafas yang kuat pun terdengar.


"Syukur lah kau sadar Mia." Ucap pria yang bernama Dennis Hardata itu.  Lalu dia cepat- cepat menyelinap ke luar ruangan operasi.


"Dia selalu seperti itu!" Gumam Gea pada diri nya sendiri.


Suara tangis memanggil nama Mia memenuhi koridor di luar ruang operasi. Dan Gea juga melihat para medis yang kembali masuk untuk melepaskan satu per satu alat yang tersambung ke tubuh Mia.


Lalu sesaat kemudian, gerakan tangan perawat yang baru saja hendak mencabut alat- alat terhenti karena dia baru menyadari kalau semua alat – alat itu menunjukkan organ Mia berfungsi normal.


"Dokter!! Pasien masih hidup!! Dia masih hidup, Dia masih bernapas!" Teriak si perawat histeris.


Ibu Mia yang tadi nya tengah menangis  di luar ruangan langsung berlari ke dalam ruangan operasi dan meraih tangan anaknya. Sedangkan para dokter dan perawat segera memeriksa semua alat yang ada di dalam ruangan itn, takut- takut kalau ternyata alat- alat itu yang eror.


Syukur nya setelah semua di periksa, ternyata Mia memang masih hidup walaupun kondisi nya lemah saat ini.


Dan setelah semua penglihatan yang di perlihatkan oleh Sky pada nya, seluruh pandangan Gea terasa berputar. Gea terhuyung sedikit hingga harus bersandar pada dinding agar tidak jatuh.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Tante Lia pelan sambil memeganginya.


“Tante?” seru Gea heran mengapa bisa tiba- tiba ada tante nya? Lantas si Sky kemana? Gea kelihatan linglung.


“Hei? Kamu kenapa Gea?” tanya tante Lia sekali lagi untuk memastikan keadaan Gea.


"Hem- Aku cuma pusing sedikit, tante." Jawab Gea yang memilih untuk menyembunyikan keadaan nya dari tante nya.


Tapi seperti nya tante Lia memiliki pemikiran yang lain. Dia berpikir, apa mungkin ini adalah efek menggunakan kekuatan terlarang itu? Karena sepengetahuan nya, ya memang seperti ini lah efeknya.


“Gea, dengarkan tante! Mulai sekarang kamu tidak boleh kemana- mana lagi! Kamu paham!” tante Lia pun membantu Gea untuk masuk ke kamar.


Tanpa sepengetahuan Gea, kedua tante nya memutuskan untuk meninggalkan kota itu. Makin Gea banyak berinteraksi dengan manusia maka hati nya akan semakin lemah. Dan bila hal itu terjadi maka usia Gea akan terbuang sia- sia hanya untuk membantu manusia.


Akhir nya mereka pun kembali pindah. Gea dengan berat hati harus meninggalkan kota ini. Meninggalkan sahabatnya Mia dan juga cinta seorang pria yang berjanji akan kembali untuk diri nya suatu saat kelak.


Gea yang sadar kalau hal ini cepat atau lambat akan terjadi akhirnya memutuskan mengikuti perkataan para tante nya. Mereka pun akan meninggalkan rumah yang telah mereka huni lima tahun lama nya satu minggu lagi.

__ADS_1


"Sebelum kita pergi, izinkan aku menghabiskan waktu ku satu minggu ini dengan Mia." pinta Gea pada kedua bibi nya.


"baiklah! Tapi ingat Gea! Hanya satu minggu saja."


__ADS_2