Story Of Gienka Gea: Cinta Si Penyihir

Story Of Gienka Gea: Cinta Si Penyihir
#24


__ADS_3

Fanni pun menceritakan kisah nya selama tinggal di luar negeri. Dia juga bercerita kalau dia mengambil jurusan musik di sana. Dan inilah diri nya sekarang, seorang guru musik di sebuah institusi musik terkenal di kota itu.


" Ya gitu deh!!! Sekarang gue ngajar di S.A Music! Gea!! Gue baru ingat sesuatu!!!" Sorak nya.


"Ingat apa? Lo menang lotere dan belum ambil? kalau gitu ayo gue temanin!" Canda Gea.


"Ya Lord!! Elo ya! Gue serius ini!!" Sembur Fanni.


" Hehehe.. lantas kenapa?" tanya Gea.


" Gue ingat kalau guru bahasa Inggris di sekolah gue tu sedang cuti. Kalau minat, gue bantu masukin lamaran lo. Tadi lo bilang lo lulusan sastra Inggris kan???"


" Memang nya sekolah musik butuh guru bahasa Inggris juga ya? " Tanya Gea.


"Oh, yang ini bukan siswa, tapi buat guru dan staf pegawai S.A Music Institute. Sekolah kami kan pakai kurikulum internasional. Bahasa pengantarnya bahasa Inggris. Sebagian guru kami native, banyak siswa juga warga keturunan asing. Jadi sekolah mau semua staf dan guru lokal harus fasih berbahasa Inggris." Terang Fanni.


" Oo.. begitu!!!" Gea mengangguk-angguk.


"Berarti gak ngajar full-time ya? Boleh juga. Lumayan nambahin kerjaan di luar urus toko." seru nya.


"Oke. Nanti gue kabari ya. Lo siapin aja dulu berkas- berkasnya. Kapan-kapan main ke sekolah gue."

__ADS_1


"Boleh. Akhir pekan nanti gue libur. Nanti gue kabarin lagi pas mau ke sana."


*****


Gea baru duduk di sofa saat Tante Lia keluar dari kamar, tampaknya baru selesai mandi.


Aroma sabun cherry and blossom dari tubuhnya menyapa hidung Gea dengan lembut.


"Cumi saus tiram nya udah ready, tante..," ujarnya seraya menunjuk meja makan.


"Paling kamu masak nya dengan sihir! Maka nya dl cepat!! Sesekali tu kamu masak dengan ala manusia biasa! Jangan main tunjuk- tunjuk!!" Seru tante nya.


" Hhuuu... pantesan toko nya ramai terus!" Ledek tante Lia.


"Toko rame bukan karena sihir kali tante! Karena pemilik nya yang manik dan cuantik ini." Jawab nya asal lalu tertawa.


"Ayo makan bareng," ajak tante Lia.


"Gak mau ah," Gea berpura-pura konsentrasi pada TV di ruang keluarga. "Nanti dinyinyirin lagi."


"Yeee... kayak gak biasa aja!!! " sebut Tante Liam

__ADS_1


Gea pun tertawa dan beranjak menuju meja makan. Dia sebenarnya sangat lapar tapi sengaja tidak makan duluan karena menunggu tante Lia. Kebetulan tante Dora lagi ke negeri penyihir.


"Gak enak ya?" Gea mengernyit. " Soal nya hasil sihir!!" cetus nya sebelum tante nya mulai perdebatan itu lagi.


"Dasar!!!!"


"Oh iya tan, Gea rencana besok mau ke negeri sihir bentar ya! Mau ke perpustakaan. Udah satu bulan Gea gak ke sana. " Gea minta izin ke negeri sihir pada tante nya.


"Kamu kok rajin banget ya ke perpustakaan negeri sihir itu! padahal penjaga nya dingin banget?!! Dan kamu tahu gak kalau dia itu sebenarnya adalah pangeran negeri sihir yang di hukum karena dahulu pernah kabur beberapa lama dari negeri sihir! Kalau tante gak salah, waktu nya hampir bersamaan dengan mama mu kabur. Memang banyak penyihir yang jatuh cinta dengan manusia dan memilih untuk kabur dari negeri sihir demi dapat hidup bersama manusia yang mereka cintai. Dan ibu mu serta penjaga perpustakaan itu yang merupakan pangeran negeri sihir, adalah dua diantara nya." jelas sang tante.


Gea mendengar kan penjelasan dari sang tante. Andaikan tante nya tahu bukan hal itu yang terjadi sebenarnya, tante nya pasti akan terkejut.


Ibu Gea bukan kabur dari negeri sihir demi cinta seorang manusia. Tapi demi dapat hidup bersama pria yang dia cintai yakni pangeran negri sihir itu yang merupakan ayah kandung nya Gea.


Gea memang sering mengunjungi perpustakaan sejak Sky mereset ingatan semua orang ke lima tahun sebelum nya. Dia senang melihat ayah nya itu masih hidup. Dan Gea tahu kalau sang ayah sering curi- curi melihat nya. Nama nya juga melihat anaknya, namun tidak dapat dia peluk dan dia cium, terpaksa sang ayah hanya bisa curi- curi melihat Gea.


Tapi Gea senang dengan hal itu, paling tidak dari peristiwa kelam lima tahun lalu, ada juga hikmah yang Gea dapatkan. Dia jadi tahu siapa ayah nya yang sebenarnya. Dia jadi tahu kalau dia bukan setengah penyihir. Dia penyihir tulen. Hanya saja sengaja di hembuskan isu oleh ibu nya kalau dia adalah setengah Penyihir agar dia bisa tinggal di luar negeri para penyihir. Sekaligus agar ayah dan ibu nya tidak di hukum mati oleh Raja penyihir pasti nya.


"Ya sudah jika kamu memang mau main ke perpustakaan itu! Jangan lama- lama ya!" ucap sang tante memberi izin.


Gea pun merasa bahagia karena akhirnya setelah semua kesibukan di toko nya dia bisa mengunjungi ayah nya. Ayah yang tidak dapat dia panggil ayah.

__ADS_1


__ADS_2