
"Baik, akan bapak jelaskan tujuan bapak menggabungkan kalian semua dalam satu lapangan disini," Pak Tio membuka mulutnya, mulai menjelaskan pada murid-murid MIPA 1 dan 2.
"Bapak ingin menilai pengetahuan olahraga kalian tentang badminton. Semua murid akan dipilih secara acak, dan akan dipilih sesuai tinggi badan agar bisa menyesuaikan lawan," jelas Pak Tio.
"Rey dengan Anna, Farel dengan Anya.."
Pemilihan mulai berlangsung, Kayla terpilih menjadi pasangan badminton Alsen, siswa dari kelas MIPA 1.
"Baiklah, bapak beri waktu lima belas menit untuk berlatih dengan pasangannya," Pak Tio kembali menjelaskan, ia lantas duduk di kursi panjang yang terletak disana, seraya memasang timer untuk lima belas menit ke depan.
Tenanglah Kayla.. kamu pasti bisa!
Kayla memang tidak berbakat dalam bidang olahraga. Karena ini juga merupakan pelajaran yang paling tidak disukainya. Karena tubuhnya yang kaku, ia bahkan tidak bisa menendang bola untuk memasuki gawang lawan dengan benar.
Hap!
Aku bisa?
Kayla tersenyum, ia senang karena dirinya berhasil melempar kembali cock ke arah lawannya.
Wush!
Wush!
Hap!
Kayla kembali melempar cock itu dengan sempurna menggunakan raketnya.
"Lo jangan bercanda mulu deh, Ga!" suara perempuan dan pria yang tengah bercanda saat itu, membuat konsentrasi Kayla terpecah. Ia menoleh sekilas. Mereka.. Kayla terdiam, tanpa sadar cock sudah terbang ke arahnya.
TAK!
"YEAH!" Alsen berteriak keras, karena kemenangannya.
"Gue memang!" ucap Alsen.
Kayla membulatkan matanya, akibat tidak fokus tadi, cock terbang dan meleset sehingga kemenangan ada di pihak Alsen.
"Kita istirahat, ya?" ucap Alsen pada Kayla. Kayla mengangguk, ia dan Alsen mengambil botol air minum mereka masing-masing.
"Lo.. namanya siapa?" tanya Alsen tiba-tiba, ia mencoba memecah suasana hening diantara dirinya dan Kayla.
Gue lupa lagi nama ni cewek.. Alsen menghela nafas panjang..
"Oh, aku? Aku Kayla," jawab Kayla ragu.
"Gue jarang liat Lo, Lo setiap hari diem aja dikelas, atau gue yang gak sadar?" tanya Alsen.
"Aku gak suka keluar kelas," jawab Kayla.
"Ha?"
Alsen menggaruk lehernya yang tidak gatal, "Oh, hm.." ia tersenyum kikuk, karena jarang bergaul dengan orang pendiam seperti Kayla. Bahkan, mungkin ia tidak pernah bergaul pada orang seperti Kayla.
Dia merasa aku aneh, ya? Kayla tersenyum kaku. Ia lalu menghadap ke depan, menonton banyak siswa/i yang tengah berlatih.
PRITTT!
"Latihan selesai!" Pak Tio meniup peluitnya, ia menyuruh para murid untuk istirahat sejenak.
Anya mendatangi Kayla, ia memberikan sekaleng minuman dingin yang baru saja dibelinya.
__ADS_1
"Maaf, permisi.." ia membungkukkan badannya di hadapan Alsen. Ia tersenyum dan segera memberikan kaleng itu.
"Ini Kay, buat kamu.." ucap Anya.
"Buat aku?" Kayla membulatkan bola matanya sempurna, dengan raut wajah tidak mengerti.
"Iya, buat kamu.. diminum ya!" ucap Anya.
Kayla awalnya ingin menolak, tapi ia tahu betul sifat Anya yang tidak ingin suatu barang yang diberikannya ditolak. Karena akhir-akhir ini Anya juga sering memberi untuk Kayla.
Anya melambaikan tangannya, ia meninggalkan Kayla dan kembali ke tempat duduknya yang berada di dekat Farel, siswa kelas MIPA 1.
Kayla tertawa kecil, ia membuka kaleng itu dan meminumnya.
"Dia temen Lo?" tanya Alsen penasaran.
"Oh, iya.." jawab Kayla mengangguk.
Ternyata anak pendiam seperti dia punya temen juga.. Alsen seolah tak percaya, namun.. ia memilih tidak mengurusi urusan wanita yang baru dikenalnya itu.
Kayla menyandarkan kepalanya di dinding, tanpa sengaja ia melihat Sella, si bunga sekolah yang sedang bercakap-cakap dengan Rangga.
"Serasi.." gumam Kayla pelan.
"Apa?" Alsen tiba-tiba saja menyambar, membuat Kayla tersentak kaget.
"Ah, kenapa?" tanya Kayla.
"Lo tadi ngomong sama gue, kan?" tanya Alsen.
"Ng-nggak kok," jawab Kayla menggeleng.
"Oh, ya.. haha" Alsen tersenyum kikuk.
***
Kayla dan Alsen mendapat bagian ketiga, setelah Vanessa dan pasangannya.
***
"Huhh..." setelah bertanding, hasilnya seri antara Kayla dan Alsen 3-3.
"Pada akhirnya kita seri juga!" Alsen terkekeh, seraya mengelap keringat yang membasahi wajahnya.
"Iya," jawab Kayla.
"Ya udah, gue balik duluan ya" ucap Alsen. Ia mengambil botol minumnya, dan handuk yang ia bawa tadi.
Kayla mengatur nafasnya yang terasa sesak. Ia mengambil air minum di tasnya.
Para murid lantas kembali ke kelas masing-masing, dan bersiap untuk pulang ke rumah.
Lho.. ini kan, tasnya Alsen? Kayla memiringkan kepalanya, melihat salah satu tas Alsen yang masih ada diatas kursi. Ia tadi membawa dua tas, yang satunya berisi baju dan minuman. Yang satunya lagi berisi bola basket yang ia bawa.
Tap... tap... tap..
"Alsen, tas kamu--" Kayla tiba-tiba saja terdiam, melihat netra mata seorang pria yang ada dibelakangnya. Awalnya, ia mengira itu adalah Alsen yang lewat tepat di belakangnya.
"Kenapa?" Rangga tiba-tiba saja mengerutkan keningnya, menatap Kayla penuh penasaran.
"Maaf, aku salah orang." jawab Kayla jujur.
__ADS_1
Kayla mengambil tas Alsen, dan juga tasnya. Ia lantas pergi dari sana.
Ngga ngga.. Kayla, kamu gak boleh mikirin dia!
Kayla mengerutkan keningnya, berusaha mengingat hal-hal buruk tentang pria itu, yang tak lain adalah Rangga.
Aku harus membencinya! Iya..
"Kayla!" Alsen tiba-tiba datang karena sadar tasnya ada dalam pelukan Kayla.
"Alsen, ini tas kamu tadi ketinggalan." ucap Kayla, ia menyerahkan tas Alsen yang berwana abu-abu itu.
"Makasih, ya. Ngomong-ngomong, Lo pulang naik apa?" tanya Alsen.
"Hemm, naik bus." jawab Kayla.
"Bus? Mau bareng gak? Gue kebetulan bawa motor," ucap Alsen menawarkan.
"Nggak usah, makasih ya" jawab Kayla menggeleng. Ia segera kembali ke kelas untuk mengambil tas gembloknya.
"Beneran? Rumah Lo emang dimana?"
"Hemm, lumayan jauh sih. Aku naik bus aja, makasih tawarannya," sahut Kayla.
Karena merasa haus, Kayla berniat untuk mampir ke warung yang berada di dekat sana. Ia membeli sebotol air putih dan meminumnya.
***
Seperti biasa, Kayla berjalan dan menunggu di depan halte. Ia menoleh ke belakang, dan menatap rumah Nek Ruqa yang gelap dan terasa sunyi.
Apa aku kunjungi Nek Ruqa dulu, ya? Dia udah baik banget sama aku..
Kayla menggemblok tasnya, berjalan menghampiri rumah Nek Ruqa.
Tok...tok...tok...
"Permisi Nek, ini aku.. Kayla!" ucap Kayla dari luar.
Krekk..
Pintu terbuka, Nek Ruqa lantas tersenyum begitu mengetahui siapa yang datang.
"Eh, nak Kayla!" Nek Ruqa tersenyum dan memeluk tubuh Kayla.
"Apa kabar, Nek? Nenek sehat?" tanya Kayla.
"Sehat dong, liat nih, nenek segar bugar, 'kan?" jawab Nek Ruqa.
"Nak Kayla mau nunggu bus lagi, ya?" tanya Nek Ruqa.
"Iya Nek," jawab Kayla tersenyum.
"Ya udah, mau nenek buatkan teh?" tanya Nek Ruqa.
"Ehm, gak usah repot-repot Nek. Lagipula busnya juga sebentar lagi datang" jawab Kayla.
"Baiklah kalau begitu." Nek Ruqa mendekati Kayla dan duduk di kursi sebelahnya.
"Gimana pelajarannya? Lancar?" tanya Nek Ruqa dengan wajah penuh perhatian.
"Iya Nek," jawab Kayla lembut.
__ADS_1
Nek Ruqa dan Kayla berbincang-bincang sembari menunggu bus datang. Mereka berbicara tentang kehidupan mereka, dan apapun yang dijalaninya.