
...******************...
Beberapa jam berlalu, pembicaraan dan maksud kedatangan Leo kemari telah usai. Ia lantas berpamitan pada Naura, Della, dan Kayla untuk pulang ke rumahnya.
"Makasih atas waktunya Tan.." ucap Leo sopan. Ia juga tersenyum lembut pada Kayla. "Hei, jangan lupakan aku, ya! Aku akan menjadi kakak ipar mu sebentar lagi!" ucap Leo tertawa kecil.
Kayla mengangguk dan tersenyum, "Tentu kak, semoga kalian bisa lancar sampai ke pelaminan ya!" ucap Kayla, sekaligus menggoda sang kakak yang sudah malu-malu.
Leo menaiki motornya dan pergi dari sana. Selepas itu, Della masuk ke rumah lebih dulu, disusul Naura dan Kayla.
***
Malam harinya..
Kamar Kayla
Tok... tok... tok...
"Kay, ini kakak! Aku masuk ya?!" ucap Naura dari luar.
"Masuk aja kak, gak dikunci kok pintunya..," jawab Kayla dari dalam.
Krekk..
Pintu terbuka, Naura datang dan menghampiri adiknya itu. "Belum tidur, Kay?" Naura tersenyum dan duduk di sebelah Kayla yang terduduk di pinggir ranjangnya.
__ADS_1
"Belum, aku baru selesai mandi, soalnya tadi ngerjain tugas sekolah dulu," jawab Kayla.
Naura kembali tersenyum, ia mengelus lembut kepala adiknya itu. "Jangan terlalu memaksa dirimu, nanti kalau sakit gimana? Mama sibuk kerja, Kak Naura, Kak Ida, sama Bang Rey juga sibuk! Kakak gak mau kamu kenapa-kenapa," jelas Naura prihatin.
"Iya, kak. Lagipula aku juga gak terlalu over," jawab Kayla.
Naura memejamkan matanya, ia menyandarkan kepalanya di bahu Kayla. "Kay, sebentar lagi udah saatnya kakak lulus kuliah dan menikah, semua kakak kamu juga pasti begitu.." ucap Naura.
"Iya kak, aku tahu." Mendadak, ekspresi wajah Kayla menjadi murung.
Naura menghela nafas panjang, ia lalu menegakkan kepalanya dan menatap lekat netra mata Kayla. "Kay, belajar yang sungguh-sungguh! Nanti mungkin kamu hanya akan hidup berdua sama mama, karena kita yang sudah menikah pasti akan tinggal terpisah."
Kayla mengangguk, "Iya kak, aku pasti bakal jagain mama" jawab Kayla tulus.
"Nanti akan tiba saatnya dimana kamu juga menyukai seseorang, dan kalian akan menikah," jelas Naura.
Kayla kembali mengangguk, ia menyandarkan kepalanya di dada Naura, Naura mengusap kepala sang adik dengan lembut. "Ngomong-ngomong, kamu udah suka seseorang belum? Kalau udah, coba dong cerita ke kakak.. kakak penasaran, nih!" ucap Naura.
"Nggak ada," jawab Kayla cepat.
"Bener atau bener?" tanya Naura menyelidik.
Kayla mendongakkan kepalanya, "Ya iyalah, ya udah gih kakak tidur juga! aku ngantuk!" ucap Kayla.
Naura terkekeh kecil, "Kakak tidur sini boleh ya! Hari ini aja! kan, besok kakak udah harus kembali ke kost-an dan ke kampus," ucap Naura, dan hanya disahut anggukan kepala oleh Kayla.
__ADS_1
***
Esok harinya..
Tiba dimana saatnya Naura sudah harus kembali ke kost-an nya. Karena letak kampusnya yang lumayan jauh, Naura terpaksa tinggal di kostan bersama teman-temannya.
"Jaga dirimu baik-baik ya! Hati-hati dijalan sayang," ucap Della.
"Iya ma," jawab Naura.
"Dadah kak!" ucap Kayla melambaikan tangannya.
Naura membelakangi Kayla, ia lantas menaiki mobil. Kebetulan Leo tinggal tidak jauh dari sini, ia juga tinggal di apartemen dekat kampus. Jadi, ia sekalian mengantar Naura kembali ke kostannya.
srett..
Naura membuka kaca mobil, ia melambaikan tangannya.
Kayla tersenyum tipis, melepas kepergian sang kakak. Rasanya sedih, tapi ia tetap menunjukkan senyumannya, menyemangati sang kakak yang tinggal jauh disana.
"Kamu sekolah juga sana, nanti terlambat! mama gak mau dipanggil guru BK gara-gara masalah sepele gitu!" ketus Della, ia lantas berbalik dan meninggalkan Kayla.
Sikap mama cepat banget berubah..
Kayla menghela nafasnya, ia yang sudah siap dengan seragam sekolah langsung menggemblok tas dan memakai sepatunya.
__ADS_1