Story Of Kayla

Story Of Kayla
Episode 4. Ada apa dengan Anya?


__ADS_3

"Iya nak," sahut Nek Ruqa tersenyum.


Kayla segera pergi menaiki bus bersama orang lainnya yang baru saja datang.


Sesampainya di sekolah, Kayla memasuki gerbang sekolah dan berjalan menuju kelasnya. Sebelum itu, ia sempat melihat kelas yang letaknya berbeda beberapa ruang dengan ruang kelasnya. Hatinya merasa resah sekaligus sakit melihat kelas itu.


"Huft.. ayolah Kayla, fokus!" ujar Kayla membatin.


Krekk..


Kayla membuka pintu kelasnya, disana sudah ada guru yang berdiri menatap tajam murid-murid. Melihatnya, Kayla merasa bingung, ia yakin kalau ia berangkat lebih awal dari biasanya, tidak mungkin ia telat.


Kenapa Bu Suryani sudah datang ke kelas? Aku yakin, aku tidak telat datang..


"Ma-maaf Bu?" Kayla menatap wali kelasnya bingung, yang tidak lain adalah Bu Suryani.


Bu Suryani yang menyadari bahwa dirinya dipanggil oleh seseorang, segera menoleh ke arah Kayla. "Kayla?" Bu Suryani memanggil nama Kayla. Ia lalu menghela nafas panjang.


"Kemarilah!" pinta Bu Suryani pada Kayla.


Kayla mengangguk dan menurut, ia mengikuti langkah Bu Suryani.


Tap.. Bu Suryani menghentikan langkahnya, tepat di depan tempat duduk Kayla.


Kayla ikut menghentikan langkahnya, ia membulatkan matanya saat melihat Anya, teman sebangkunya gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Anya?!" panggil Kayla.


Yang lebih mengherankan, terdapat selembar kertas yang terdapat di atas mejanya, sekaligus meja Anya.


"Kayla..." panggil Bu Suryani.


"Ah, iya Bu?" tanya Kayla.


"Ibu tahu, kau adalah anak yang jujur. Jadi, ibu percaya kau tidak akan membohongi ibu, kan?" tanya Bu Suryani dengan mata menyelidik.


"Ehm, iya Bu!" jawab Kayla ragu.


"Kalau begitu, ibu tanya kamu, apakah kau pernah melihat Anya menulis atau mendengar kata-kata kasar dari mulutnya?" tanya Bu Suryani.


"Tidak Bu," jawab Kayla.


Kayla melirik Anya, ketika mata mereka bertatapan, Anya segera menggeleng, ia juga memejamkan matanya.


Ada apa dengan Anya? batin Kayla bingung.


"Ehem, Bu.. mungkin aja Kayla gak lihat, a-aku yakin yang menjelekkan kepala sekolah itu dia! P-pagi pagi sekali, aku menemukan kertas itu di kolong meja Anya!" ujar Vanessa, teman sekelas Kayla.


"Aku yakin, pasti dia yang tulis itu bu! Ibu lihat sendiri kan, jelas-jelas tadi ada kertas itu di kolong meja Anya!" jelas Vanessa meyakinkan.


Kayla menggeleng pelan, "Aku tidak tahu kepastiannya, tapi lebih baik kau jangan menuduh orang sebelum mempunyai bukti yang jelas, Vanessa!" ujar Kayla.

__ADS_1


Kayla adalah wanita baik dan pendiam di kelasnya, tapi ia paling tidak suka dengan kebohongan, penindasan, dan yang paling penting adalah fitnah.


Dulu, Kayla juga pernah mengalami semua tindak tersebut, saat ia masih menduduki bangku SMP. Ia dibully karena teman-temannya menganggapnya jelek. Apalagi, Kayla pernah sekelompok dengan siswa populer, dan itu membuat iri dari kalangan para siswi. Kayla ditindas dan difitnah, mentalnya juga menjadi tidak stabil saat itu. Dan saat itu pula, tidak ada seorang pun yang mendukungnya, membuatnya terpuruk.


Kali ini, Kayla tidak akan tinggal diam jika temannya ditindas. Apalagi, Anya adalah wanita yang sama dengannya, siswi pendiam dan anak intovert, serta jarang bergaul. Anya adalah wanita baik-baik walaupun dirinya banyak berbicara, tidak mungkin ia menulis kata-kata kasar dan sampai menjelekkan guru.


Dengan berani, Kayla mengambil kertas itu dan hendak membacanya.


"Kay, jangan!" ujar Vanessa gugup.


"Ada apa?" tanya Kayla.


"Anu.. itu.. ehm.." Vanessa tidak bisa berkata-kata lagi.


Kayla menghela nafas panjang, ia membaca isi dari surat tersebut. Tulisan yang berisi kata-kata menghina dengan pengucapan kasar yang ditunjukkan pada kepala sekolah di sekolah ini.


Tulisan ini..


"Ini bukan tulisan Anya, Bu!" ujar Kayla.


Kayla menghampiri Anya, "Tolong keluarkan buku catatan mu!" pinta Kayla.


Anya menggeleng dan menolak, "Jangan Kay.. jangan ikut campur, please..! " ujar Anya.


"Anya, tolong ikuti kata-kataku kali ini saja, 'ya?" Kayla tersenyum lembut, untuk menenangkan Anya.

__ADS_1


__ADS_2