Story Of Kayla

Story Of Kayla
Episode 8. Kayla dan Anya


__ADS_3

Setelah mendengar cerita Anya, tentu saja membuat Kayla sedih. Ia tahu bagaimana rasanya tidak mendapat kasih sayang dalam keluarga, apalagi Anya sedari kecil tidak dipedulikan oleh keluarga besarnya.


"Anya, semangat ya!" ucap Kayla memberi dukungan.


Beberapa saat kemudian, pegawai pria menyajikan semua yang Anya pesan.


"Ini Kay!" ucap Anya sambil menyodorkan pancake keju dan es teh.


"Kamu suka keju kan?" tanya Anya.


"Karena kamu udah baik banget sama aku, jadi aku traktir. Maaf kalau gak seberapa, tapi aku yakin, kamu bakal suka sama makanan yang ada di cafe ini!" lanjutnya tersenyum.


"Enggak usah repot-repot, kok! Aku gak lapar." ucap Kayla tidak enak.


"Gak papa Kay, mumpung uang jajan aku lagi banyak!" Anya tersenyum ramah.


"Gak usah kok, aku udah kenyang!" ucap Kayla.


"Yahh, gimana dong, masa harus aku buang? Kan sayang.. tapi, gak ada yang mau makan sih, aku juga gak bakal mau!" ucap Anya.


"Eh eh, jangan dibuang!" ucap Kayla.


"Mau ya? Harus mau!" ucap Anya.


Kayla menghela nafas, Ia akhirnya mau menerima pancake dan es teh itu.


Sore hari, pukul 16.15


"Ya ampun, aku telat pulang!" ucap Kayla.


"Kenapa Kay?" tanya Anya bingung.


"Ehm, makasih ya makanannya, aku pamit pulang dulu, takutnya mama nyariin!" ucap Kayla.


Anya tersenyum dan mengangguk, "Baiklah, sampai bertemu besok di sekolah!" ucap Anya, mereka pun saling melambaikan tangan.


"Huft, Bus 433 kan hanya ada dua yang lewat hari ini, pagi hari sama jam dua siang, aku hampir lupa!" gumam Kayla.


"Ya udah deh, tunggu taksi aja, semoga aja sempet pulang ke rumah!" ucap Kayla. Ia segera mengambil ponsel di tasnya dan memesan taksi.


"Nak!" panggilan terdengar dari arah belakang, Kayla yang sudah mengenali panggilan itu segera tersenyum dan menghampiri Nek Ruqa.


"Halo, nek!" sapa Kayla ramah.


"Tumben jam segini belum pulang?" ucap Nek Ruqa heran.


"Iya nek soalnya tadi aku ada urusan," ucap Kayla.


"Oalah! Tapi, tadi nenek liat busnya udah datang dari jam dua lewat, terus sekarang mau naik apa?" tanya Nek Ruqa khawatir.


"Gak papa nek, aku naik taksi aja, nunggu di halte bus!" jawab Kayla sambil mengulas senyum di wajahnya.


Nek Ruqa mengelus kepala Kayla lembut, "Seandainya aku mempunyai keluarga yang lembut dan penyayang seperti mu.." ucap Nek Ruqa pelan.


"Ada apa nek? Maaf, anginnya kencang jadi tidak terlalu kedengaran," ucap Kayla bertanya.

__ADS_1


"Gak ada apa-apa" jawab Nek Ruqa


Setelah menunggu cukup lama di halte bus, taksi akhirnya datang juga. Kayla mengangkat tangannya, angkut itu pun segera berhenti tepat di depan Kayla.


"Nek, Kayla pamit ya!" ucap Kayla sambil mencium punggung tangan Nek Ruqa.


"Iya nak, hati-hati!" jawab Nek Ruqa dengan senyum di wajahnya.


Kayla segera memasuki taksi itu, ia sempat membuka kaca jendela mobil dan melambaikan tangannya pada Nek Ruqa.


Hari sudah mulai malam, saat itu juga Kayla sampai di rumahnya. Ia memberikan uang empat puluh ribu pada supir taksi.


"Huft, sudah kuduga.. naik taksi jauh lebih mahal dibanding bus," batin Kayla.


Krekk...


Kayla membuka pintu itu perlahan, ia langsung berhadapan dengan sang mama yang sudah melihatnya dengan tatapan marah.


"Ma-mama?" Kayla mendongakkan kepalanya dengan tubuh sedikit gemetar.


"Kemana aja kamu? Bisanya keluyuran aja! Udah mau malam ini!" bentak Della.


"Ma, udah gak usah dimarahin! Kayla mungkin ada urusan penting, iya kan Kay?" bela Naura yang juga berada disana.


Della mengendus kesal, "Mama gak peduli apapun! Anak cewek tuh gak seharusnya keluar sampai malem gini! Mama gak mau tanggung jawab kalau kamu kenapa-kenapa, ingat itu!" ucap Della. Ia lalu berbalik badan dan meninggalkan Kayla dan Naura.


Naura segera mendekati adiknya dan memeluknya, "Maafin kakak gak bisa tolong kamu, kamu yang sabar ya, Kay!" ucap Naura menyemangati.


"I-iya kak, makasih!" jawab Kayla.


"Ya udah, mandi sana! Bau nih badannya!" ucap Naura diiringi tawa kecil.


Bruk...


"Aku capek!" Kayla merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Ugh..." tiba-tiba rasa nyeri muncul di perut Kayla, ia langsung bangun dan pergi ke kamar mandi untuk muntah.


"Kayaknya aku telat makan" ucap Kayla. Ia membersihkan bekas muntahnya dan kembali ke kamar, ia juga langsung membuka laci meja yang terletak di samping tempat tidurnya.


"Nah!" Kayla tersenyum, ia segera meminum obat mag yang ada di lacinya itu.


"Ada pr gak ya? Gara-gara sakit perut, di sekolah jadi kurang fokus," gumam Kayla pelan.


Kayla segera merapikan buku-buku nya untuk esok hari. Beruntung, mata pelajaran besok tidak ada tugas yang belum dikerjakan.


****


Keesokan harinya..


Pagi-pagi sekali, Kayla sudah bersiap untuk pergi ke sekolahnya. Karena belum tersedia sarapan di meja makan, Kayla akhirnya membuat roti panggang yang diolesi selai nanas.


"Sebelum jam enam, aku harus udah ada di halte bus! Gak boleh sampai ketinggalan!" ucap Kayla pada dirinya.


Kayla mengambil beberapa lembar roti, dan memanggangnya untuk dijadikan bekal sekolah nanti.

__ADS_1


"Nah, siap!" ucap Kayla sambil tersenyum.


Krekkk..


Pintu dapur terbuka, Kayla membalikkan badannya. Ia memakai tasnya dan berjalan mendekati sang mama.


"Pagi ma!" sapa Kayla.


Seperti biasa, Della hanya mengangguk dan melewati Kayla. Ia lalu membuka kulkas untuk memasak sarapan.


"Ehm, Kayla pamit berangkat sekolah ya ma!" ucap Kayla.


"Tinggal pergi bisa, kan? Gak usah ganggu mama!" ucap Della kesal.


"Yahh, aku sudah tahu sih reaksi mama akan seperti ini," batin Kayla.


Kayla tersenyum dan lekas memakai sepatunya. Ia lalu berjalan pergi ke halte bus seperti biasanya.


"Semoga saja aku tidak tertinggal bus!" gumam Kayla.


Benar saja, sesampainya di halte, bus yang ingin dinaiki Kayla sudah tiba di tempat. Kayla buru-buru mendatangi bus itu. Walau ia tidak bisa dapat tempat duduk karena banyak orang disana.


***


Sesampainya di sekolah..


"Woah, woah! tanding lagi? Gue tebak, crush gue pasti menang!"


"Seandainya gue pacarnya! Akhh gak kebayang!"


Di lapangan, ramai sekali para murid yang berkerumun, apalagi siswi yang bersorak sorai disana.


"Ada apa ini?" tanya Kayla bingung.


Kayla tidak ingin peduli dengan keadaan disana, ia tetap berjalan tenang menuju kelasnya.


"Oh.." mata Kayla tertuju pada Anya yang berada di luar kelas seraya menatap lapangan, tepatnya pertandingan basket yang sedang terjadi disana.


"Hai!" sapa Kayla sambil tersenyum ramah.


Deg! Anya terkejut melihat Kayla yang baru saja datang. Ia lalu tersenyum kikuk dan mengajak Kayla masuk. "Ah, kamu baru datang ya? Ayo masuk!" ucapnya.


"Kamu gak kesana?" pertanyaan itu tiba-tiba saja terlontar dari mulut Kayla pada Anya.


"A-apa?" tanya Anya bingung.


"Hem, aku lihat kau sangat antusias melihat pertandingan di lapangan tadi. Aku pikir, kau penasaran" ucap Kayla ragu.


"Eng-enggak kok! Aku cuman rada bingung aja, kenapa disana ramai banget!" jelas Anya.


Kayla mengangguk paham, ia lalu mengeluarkan buku paket yang merupakan mata pelajaran pertama nanti.


"Kau murid yang rajin ya! Bahkan, sebelum bel masuk, kau sudah membaca saja!" ujar Anya kagum.


"Ah, begitukah? Aku hanya tidak mau kalau aku tidak bisa menjawab soal jika nanti ditanyakan oleh guru, jadi sebaiknya aku belajar. Toh, tadi malam aku ketiduran dan tidak sempat belajar banyak!" jawab Kayla menjelaskan.

__ADS_1


Entah sejak kapan hubungan Kayla dan Anya menjadi dekat. Tapi, sepertinya karena kemarin, mereka menjadi agak akrab satu sama lain.


"Ngomong-ngomong, sepertinya suasana hati Anya sudah membaik, baguslah!" batin Kayla sambil tersenyum tipis.


__ADS_2