
Fattah hari ini pulang kantor lebih cepat, waktu Ahsar ia sudah sampai di rumahnya.
"Wah mas pulang cepat ..." sapa Elsa menyambut Fattah dan salim pada Fattah.
"Aku ingin bicara," Fattah mengajak Elsa duduk di ruang tamu.
"Kamu bilang, kamu ingin mengurus Nazwa ...?" Tanya Fattah.
Senyum Elsa mengambang mendengar nama Nazwa.
"Ibu bilang, kalau kamu mau mengurus Nazwa,.kita harus tinggal dirumah ibu," lirih Fattah.
"Enggak masalah, dari pada disini, disini sepi ..." rengek Elsa.
"Baiklah, kubantu kau kemasi barang, kita tinggal di rumah ibu mulai sekarang," seru Fattah.
Elsa sangat semangat, segera dia mengemas baju-baju nya. Selesai berkemas, Fattah segera memasukan barang Elsa ke mobil nya,lalu mengecek keadaan rumah sebelum ditinggalkan.
Fattah dan Elsa menuju rumah Wahda, ibu Fattah.
Setelah sampai di kediaman ibu nya, Fattah segera memanggil Fahri untuk menurunkan semua barang yang ada di mobilnya
Sedang dia dan Elsa lansung masuk kedalam rumah ibunya.
Senyum Wahda mengambang melihat siapa yang datang.
"Nak Elsa, selamat datang nak," sapa ibu, Wahda.
Elsa segera salim dan memeluk mertua nya.
"Maaf bu ... Elsa baru bisa datang sekarang,"
Wahda tersenyum sambil membelai wajah Elsa.
"Bunda ...." teriak Nazwa berlari ke arah Elsa.
Elsa membuka tangannya menyambut Nazwa.
Namun ia heran kenapa Nazwa memanggilnya Bunda. Nazwa bermanja-manja di pangkua Elsa. Elsa melayani apa yang Nazwa inginkan.
"Para pembantu disini mengajarkannya memanggil mu bunda, maka nya dia panggil kamu bunda," terang Wahda.
Elsa hanya tersenyum sambil membelai Nazwa.
"Boleh saya main sama Nazwa bu ...? " tanya Elsa.
"Tentu,"
Elsa bermain bersama Nazwa dan Nadia pengasuh Nazwa. Sangat girang Nazwa bermain dengan bunda baru nya ini. Tawa gelak Nazwa pecah diruangan mereka bermain.
Para pembantu sudah selesai menyusun pakaian Elsa di kamar Fattah, Fattah segera turun kebawah.
Ia semakin bahagia melihat anak nya sungguh akrab dengan Elsa.
"Nazwa ... kita jalan jalan yuk ..." Seru Fattah.
"Asyik ..." teriak Nazwa.
"Ajak bundanya dong ..."lirih Fattah.
__ADS_1
"Bunda ... mau ya mau ya ...." rengek Nazwa.
Elsa mengangguk.
"Asyik ...!!!" Teriak Nazwa lagi.
Setelah mengganti baju Nazwa mereka pamit pada Wahda. Perdana Nazwa jalan-jalan dengan anggota keluarga lengkap. Yaitu bersama ayah dan bundanya.
Selama berkendara, hanya ocehan Nazwa saja yang terdengar. Elsa tidak bosan menanggapi segala pertanyaan Nazwa.
Mereka memasuki mall.
Nazwa pun begitu riang, Elsa memegang tangan Nazwa erat. Teringat momen pertama kali bertemu Fattah membuat dia khawatir kalau Nazwa hilang seperti saat itu.
"Kita makan dulu ya ..." seru Fattah.
mereka berjalan menuju stand makanan di dalam mall itu. Setelah pesanan mereka datang,
Elsa begitu telaten menyuapi Nazwa makan.
hingga dia lupa makanan nya sendiri. Fattah inisiatif menyuapi Elsa.
Elsa menggeleng, namun melihat tatap mata Fattah begitu menekan. Elsa membuka mulut nya menerima suapan Fattah.
Nazwa kegirangan melihat ayah menyuapi bunda baru nya. Elsa terpaksa selalu membuka mulut nya, karena Fattah selalu menyuapi nya dan Elsa sibuk menyuapi Nazwa makan.
Selesai makan makan, mereka bertiga menuju tempat bermain anak. Fattah dan Nazwa asyik bermain. Sedang Elsa lebih memilih memandangi ayah dan anak itu saja. Sambil mengawasi Nazwa yang begitu lincah itu.
Lelah bermain mereka pergi berbelanja.
Sungguh Nazwa sangat riang sore ini.
Sesampai rumah Nazwa diserahkan Fattah pada Nadia pengasuh nya. Karena Fattah dan Elsa belum menunaikan sholat magrib
Elsa mengikuti Fattah, karena dia tidak tahu kamar mereka dimana. Setelah masuk kamar Elsa segera ganti baju, sunguh ia sangat terkejut melihat baju baju sudah tersusun rapi di ruang ganti baju. Elsa keluar dengan baju santai, ia memgambil Wudhu dan segera menuju kamar untuk menunaikan magrib
Elsa lagi-lagi sangat terkejut,melihat Fattah siap dengan baju Sholat nya.
"Bersediakah kamu menjadi makmum sholat ku?" Tanya Fattah.
Elsa pun menganngguk, "ini yang wanita impikan, menjadi makmum sholat imam rumah tangganya," segera ia pakai mukena nya. Ia sholat berjamaah dengan suami nya.
Selesai sholat Elsa salim pada suami nya dan Fattah mencium pucuk kepala Elsa.
Saat Elsa ingin kembali, Fattah menariknya, hingga ia terjatuh di pangkuan Fattah.
Fattah menyerang bibir istri nya yang masih mengenakan mukena.
"Ayah ...!!!!" Teriak Nazwa menggedor gedor pintu kamarnya.
Teriakan Nazwa membuat Fattah berhenti dari aktivitas nya.
Samar-samar terdengar suara Nadia berusaha menenangkan Nazwa.
"Nazwa, ayah sama bunda lagi sholat, ntar kalo Ayah bunda selesai pasti mereka cari Nazwa," lirih Nadia menangkan Nazwa.
Fattah membuka kan pintu. Melihat Elsa tengah melipat mukena membuat Nadia merasa bersalah tidak bisa menenangkan Nazwa.
"Maaf pak. Nazwa mau main sama bapak dan ibu ..." lirih Nadia.
__ADS_1
"iya ... nggak apa apa." Sahut Fattah.
Elsa segera bergabung dengan Suami dan anak tiri nya itu bermain bersama, sambil menunggu waktu isya.
Setelah waktu isya masuk, Fattah meminta Nadia sholat lebih dulu, Fattah Nazwa dan Elsa bermain bersama di kamar Nazwa.
Setelah Nadia kembali, Fattah dan Elsa segera sholat bersama, seperti sholat magrib barusan..Setelah semua orang menunaikan kewajiban, mereka makan malam bersama.
Kali ini Nadia yang menyuapi Nazwa makan.
Elsa dan Fattah menikmati makanan mereka masing masing.
Setelah mengobrol santai, jam menunjukan jam 9 malam. Ibu Fattah juga sudah masuk kamar nya.
Suara Nazwa juga tidak terdengar lagi. Elsa dan Fattah masuk kekamar mereka. Fattah langsung berbaring di tempat tidur, sedang Elsa tengan melepas kerudung nya. Kemudian dia berbaring di samping Fattah.
Melihat Elsa yang sudah berbaring disisi nya,
Fattah segera naik ke atas tubuh Elsa dan begerilya di sana. menciumi leher dan wajah nya, bahkan mengecup lembut bibir Elsa, namun Elsa tetap diam.
Fattah ber aktivitas di leher Elsa, hingga meninggalkan warna merah di sana. Namun Elsa juga masih diam Fattah berhenti, lalu duduk di sisi tempat tidur meraih ponsel nya.
"Aku lebih suka istriku yang tadi malam, dia begitu lepas dan terbuka, sedang yang disini? apakah kau istriku yang tadi malam benar-benar memuaskan ku ...? " tanya Fattah.
Fattah mencolokkan earphone ke ponsel nya, lalu ia memutarkan video percintaan mereka tadi malam di rumah Fattah.
Bola mata Elsa ingin melompat keluar ketika dia melihat adegan panas nya dengan Fattah.
Bulu kuduk nya merinding mendengar erangan nya sendiri. Fattah terlihat sangat bergairah.
Elsa masih tidak percaya melihat kalau itu diri nya. Pantas saja dia kehilangan tenaga seharian tadi, pikirnya.
Fattah mengambil ponsel yang ada di tangan Elsa, lalu menghapus video nya. Dia juga mengambil Earphone yang masih melekat di daun telinga Elsa.
"Lebih Enak melakukannya langsung dari pada menonton nya," lirih Fattah.
"Aku sangat suka wanita yang berperan di video itu," bisik Fattah
Fattah mulai bermain dengan bagian tubuh Elsa.
"Aku sangat suka sisi lepas nya, aku suka rintihannya," bisik fattah.
"Tapi mulai malam ini kau tak bisa merintih sayang ... meledak isi rumah ini mendengar rintihan mu," goda Fattah terus melanjutkan aksi nya.
"Ayo sayang ... biarkan Elsa yang satu melayaniku ..." bisik Fattah lagi.
Elsa pasrah dan membuka diri nya untuk melayani Fattah. Selesai sudah pertempuran mereka. Elsa dan Fattah berpelukan. Mereka tenggelam dalam alam mimpi mereka.
Elsa terpaksa membuka mata nya, karena menjelang subuh Fattah kembali mengulangi pertempuran mereka. Elsa mulai terbiasa dengan permintaan Fattah yang ini. Dia benar-benar membuka diri melayani suami nya. Menunaikan tugas sebagai istri.
_________________
jam menunjukan jam 6 pagi.
Tugas Elsa di kamar nya waktu ini selesai.
Dia pergi ke kamar Nazwa dan bermain dengan Nazwa. Karena tenaga nya tidak di perlukan di dapur. Melihat Elsa bermain bersama Nazwa. Fattah segera ikut bermain bersama anak dan istri nya.
Rumah Wahda sangat bewarna sejak keahdiran Elsa.
__ADS_1