Suami Buat Elsa

Suami Buat Elsa
*Bab 13 Mengantar Sekolah


__ADS_3

Setelah sarapan pagi, Elsa menawarkan diri untuk mengantar Nazwa ke sekolah. Tentu saja Wahda setuju.


Jarak dari sekolah Nazwa kerumah lumayan jauh. Biasa nya Nadia menemani Nazwa kesekolah di antar pak Fahri, supir Wahda.


Elsa dan Nadia membantu Nazwa bersiap untuk kesekolah Setelah Nazwa siap Elsa segera mengambil tas nya. Karena dia akan menemani Nazwa sekolah hingga pulang nanti.


Fattah yang sedari tadi menunggu, tersenyum melihat Elsa dan Nazwa turun bersama.


"Ayah mau antar Nazwa sama bunda ke sekolah ...? " tanya Nazwa.


"Iya sayang ... ayah mau antar princes ayah yang paling cantik ini kesekolah ..." jawab Fattah


"Hore ...." Teriak Nazwa.


Elsa dan Fattah menutup telinga mereka, karena rasa pecah gendang telinga mereka mendengar Nazwa berteriak dekat mereka.


"Udah, kita pamit dulu sama nenek ..." seru Elsa.


Nazwa berlari riang menuju kursi favorite nenek nya yang berada di ruang tamu.


"Nek ... Nazwa ... bunda ... sama ayah mau kesekolah nek ... nenek jangan nangis ya kami tinggal," lirih Nazwa


"Iya cucu nenek sayang ... kamu hati hati belajar yang pinter ... biar ayah bunda dan semua orang bangga sama Nazwa," seru Wahda.


Nazwa mencium tangan nenek nya.


"Pamit bu ..."lirih Elsa juga salim pada mertua nya.


"Iya hati-hati sayang ..." sahut Ibu Fattah.


Setelah Fattah juga berpamitan dengan ibu nya, mereka segera masuk mobil Fattah.


"Eh ... tunggu ... mbak Nadia nggak ikut ...? " tanya Elsa.


"Enggak bu ... ini tas non Nazwa, ini bekal sama kotak minum nya," lirih Nadia memberikan kepada Elsa.


"Dadah mba Nadia sayang ..." seru Elsa meminta Nazwa


"Dadah mbak Nad ... kita berangkat ..."seru Nazwa.


Fattah segera melajukan mobil nya.


"Terimakasih kamu mau jadi ibu buat Nazwa," lirih Fattah.


"Jangan berterimakasih ... ini memang tugas ku, dari dulu juga aku suka sama anak anak," sahut Elsa.


"Em ... kau suka anak anak ...?


Apa kau siap punya anak sendiri ...? " tanya Fattah.


Elsa pura pura tidak mendengar pertanyaan Fattah barusan. Dia lebih Fokos menemani Nazwa.


Fattah tersenyum melihat reaksi Elsa.


"Kamu tau kapan anak itu bisa diam ...? " tanya Fattah karena mulai pusing dengan segara celotehan dan cerita Nazwa yang tak ada tamatnya itu.


"Saat dia tidur," sahut Elsa.


Elsa dan Fattah hanya tertawa melihat kelakuan Nazwa.


Mereka sampai di sekolahan Nazwa. Fattah juga ikut turun.


"Hei ... kamu dandan ...? Tolong hapus ..." pinta Fattah memberikan sapu tangan ke Elsa.


"Nggak boleh ...!!!! Nazwa suka, Nazwa senang punya bunda cantik," teriak Nazwa.


"Iya ratu ku ... bundakan cantik tuh, tolong jagain bunda ya ..."pinta Fattah.


"Ayah ... ini sudah urusan perempuan hus ...! sana ...! Ayah kerja aja ..." seru Nazwa mengusir Fattah.


"okey ... Ayah pergi kerja sini cium dulu ..." lirih Fattah


Fattah mencium pipi kanan dan kiri Nazwa berkali kali, hingga Nazwa merasa geli.


Elsa segera salim pada suami nya,


"Hati hati Ayah ..." lirih Elsa,


"Iya bunda ... titip Nazwa ya ..." lirih Fattah.


Elsa hanya mengangguk. Satu kecupan halus mendarat di pucuk kepala Elsa.


"Kok Ayah cuma cium bunda sekali ...? " lirih Nazwa


"Harus sama ya jumlah nya seperti ayah cium Nazwa?" Tanya Fattah.


Nazwa mengangguk. Fattah mulai mendekati Elsa.


"Ih ayah ...! cukup bercanda nya," lirih Elsa sambil mencubit perut Fattah.


Fattah meringis karena cubitan halus istri nya yg membuat nya geli. Dia segera menuju mobil nya, karena dia harus berangkat kerja.


Elsa dan Nazwa melambaikan tangan ketika Fattah mulai melajukan pelan mobilnya.


Setelah mobil Fattah menghilang dari pandangan. Elsa berjalan bersama Nazwa memasuki gerbang sekolah Nazwa.


Melihat Fattah sudah pergi Nadia berlari mengejar majikan nya itu.


"Bu Elsa ... tunggu ..."Lirih Nadia.


Elsa yang mendengar pun segera membalikan tubuh nya, dia tersenyum melihat Nadia datang pada nya.


Mereka masuk kesekolahan Nazwa bersama,


Setelah mengantar Nazwa sampai kelas nya,


Elsa dan Nadia berjalan ke kantin, karena di sanalah ibu-ibu menunggu putra putri mereka.


"Eh mbak Nad sekarang ada fatner kerja?" tanya salah seorang ibu ibu yang juga menunggui anaknya.


"Bukan Fatner kerja ibu ... ini Bunda baru nya Nazwa, istri tuan Fattah," sahut Nadia


"Waduh .... gemar sama daun muda toh ayah nya Nazwa," sahut ibu itu. Elsa dan Nadia hanya senyum.


Ibu-ibu itu duduk dekat Elsa dan nadia.


Menceritakan bagaimana bangga nya ia dengan anak nya. Dia terus bicara nyerocos tanpa henti..Elsa Nadia hanya memgangguk dan senyum menanggapi ocehan tanpa henti ibu tersebut.


Bel tanda istirahat berbunyi. Suara teriakan anak anak mulai gemuruh. Mereka yang di tunggu oleh orang tua maupun pengasuh segera berlomba lari menuju kantin sekolah


Termasuk Nazwa.


"Bunda ...!" teriak Nazwa, dia pun berlari menuju Elsa dan langsung memeluk nya.


"Bunda bunda ... Nazwa hari ini dapat bintang lho ..." lirih Nazwa.


"Wah ... anak bunda pinter banget ... bangga deh bunda," sahut Elsa.


Semua mata tertuju pada Elsa. Namun Elsa masa bodoh, dia fokos menemani dan memperhatikan Nazwa.


"Bunda ... Nazwa lapar ..." lirih Nazwa.


"Ini bu ... makanan Nazwa," lirih Nadia yang sedari tadi menyiapkan makanan Nazwa.


"Makasih mba Nad ..." lirih Elsa.


Elsa sibuk menyuapi Nazwa makan. Nazwa asyik mengunyah makanan nya, sesekali ia minum.


Selesai Nazwa memakan makanannya, bel sokolah berbunyi lagi. Semua anak anak berlari lagi menuju kelas mereka. Elsa hanya memandangi Nazwa yang begitu girang.


"Mba Nadia, kita jajan yuk ..."lirih Elsa.


"Enggak usah bu ... silahkan ibu saja," kata Nadia.


Elsa memesan 2 buah jus dan 2 piring cemilan. Tak lama pesanannya datang.


"Ayo mbak Nad di makan," lirih Elsa


Elsa menyantap pesanan nya.


"Ibu ... "lirih Nadia.


Mereka menyantap makanan mereka.


"Disini ada kantin, tapi kenapa Nazwa bawa bekal ...? "Tanya Elsa.


"Oh ... non Nazwa ngga suka masakan luar, dia lebih suka masakan rumah," sahut Nadia.


Elsa mengangguk mendengar jawaban Nadia.


"Suasana mnya Asyik ya disini." lirih Elsa.


"Iya bu ... makanya ngga berasa nunggu nya " sahut Nadia.


Bel tanda pulang sekolah para anak anak TK pun berbunyi. Gemuruh riuh teriakan anak anak pun menggema. Keplakan langkah kaki menghiasi teriakan mereka.


Nazwa segera berlari menuju Elsa dan Nadia.


mereka keluar dari sekolah itu.


Ternyata pak Fahri sudah standby menunggu didepan.


seperti biasa Nazwa selalu riang, dia bernyanyi dan terus bercerita selama perjalanan pulang


...................


"Assalamu alaikum nenek ....! " Teriak Nazwa.


Ia segera berlari kepelukan nenek nya.


"Wa alaikum salam ..." sahut Wahda.


Nazwa memulai cerita cerita nya di sekolah hari ini. Ibu Fattah hanya tersenyum mendengari semua celoteh cucu nya itu.


"Hei ... kita ganti baju dulu sayang setelah itu okey deh Nazwa main lagi," ajak Elsa.

__ADS_1


Nazwa dan Elsa naik ke atas untuk mengganti baju Nazwa. Setelah selesai, Elsa dan Nazwa pun kembali kebawah. Nazwa tengah bermain bersama Nadia. Elsa dan ibu Fattah memandangi Nazwa.


"Kamu setuju tinggal sama ibu disini ?" tanya Wahda.


"Iya bu ... Elsa setuju tinggal disini. Disini rame seru ada Nazwa, dirumah ayah Nazwa sepi bu ..." sahut Elsa.


"Makasih mau menemani ibu disini ..." sahut ibu Fattah.


"Aku yang makasih, ibu mempersilahkan kami tinggal disini bersama Nazwa," sahut Elsa.


Hari baru yang begitu menyenangkan di jalani Elsa. Ia asyik bermain bersama Nazwa seharian ini.


Fattah sudah masuk rumah ibu nya,dia baru pulang kerja. Tidak terlihat sosok Elsa di bawah.


Ia pun naik ke atas, ternyata Elsa Asyik bermain bersama nazwa di kamar Nazwa.


Fattah segera masuk ke kamar nya, ingin mandi dan menunaikan kewajiban yang akan segera di laksanakan, Magrib.


Setelah Nadia selesai Sholat Elsa meninggalkan Nazwa bersama Nadia, karena dia juga ingin Sholat.


Elsa kini sudah berada di kamar nya. Fattah mengejutkan nya, karena langsung memeluk Elsa.


"Kau melupakan ku," lirih Fattah sambil menghujani leher Elsa dengan ciuman.


"Apa ...?" Lirih Elsa.


"Kau melupakan ku ... kau tidak menyambutku," lirih Fattah terus menciumi Elsa di mana pun ia mau.


"Maaf ..."lirih Elsa.


"Hem ... kau harus menebus kesalahan mu ini nanti disana," lirih Fattah menunjuk tempat tidur mereka.


"Mas sudah magrib? aku belum ..." lirih Elsa.


"Mas juga belum ... ayok kita jamaah lagi," seru Fattah.


Elsa mengangguk. Mereka sholat magrib berjamaah dan seperti biasa, Elsa selalu salim sehabis sholat magrib. Namun kali ini Fattah bukan sekedar mencium pucuk kepala istri nya. Namun mengurung Elsa dalam pelukan nya dan mencumbu buas istri nya itu.


Fattah melepas mukena Elsa dan mengangkat Elsa ke tempat tidur, mereka bemesraan di kamar itu. Hingga suara Adzan isya berkumandang.


"Mas ... sudah ... cukup mas ... sudah isya" rengek Elsa meminta Fattah berhenti melakukan aksinya.


Fattah tersenyum, karena leher dan bantalan kenyal istri nya yang dua itu dipenuhi titik merah.


"Okey, yuk kita sholat dulu ..."lirih Fattah.


Mereka kembali menunaikan kewajiban mereka. Fattah lagi lagi ingin lebih dari sekedar mengecup pucuk kepala istri nya.


"Doorrr dorrr dorr" suara gedoran pintu.


"Ayah ..." teriak Nazwa menggedor kamar Fattah.


Fattah menarik nafas nya panjang.


"Huh ... anak itu ... aku rasa menyesal membawamu kemari lirih Fattah sambil berjalan membuka kan pintu.


"Ayah ... kapan ayah turun ... Nazwa lapar," rengek nya.


"Iya sayang ... ayah sama bunda segera turun .. ayah sama bunda baru selesai sholat sayang ..."


"Mba Nad ... bawa Nazwa duluan kebawah, aku ganti baju dulu," lirih Fattah.


Nadia membawa majikan kecil nya itu kebawah. Tidak berselang lama, Fattah juga turun bersama Elsa. Mereka semua pun makan malam bersama.


Setelah makan malam, Wahda langsung istirahat di kamar nya, sedang Elsa dan Nadia bermain bersama Nazwa di kamar Nazwa.


Fattah bersandar di pintu kamar Nazwa melihat Elsa yang begitu Asyik bermain dengan putri nya. Fattah kembali ke kamar nya, merasa Elsa dan Nazwa tak menghiraubkan nya. Melihat Fattah pergi Elsa jadi tak enak.


Nazwa mulai ditidurkan Nadia. Melihat Nazwa mulai memejam kan mata nya Elsa keluar dari kamar itu. Meninggalakan Nazwa dengan pengasuh nya, Nadia.


Elsa langsung ke kamar nya, dia sungguh takut kalau kalau Fattah marah pada nya.


Baru sampai di depan pintu, Fattah tiba tiba menarik nya dan langsung mengunci pintu kamar mereka. Di peluk nya erat tubuh Elsa.


"Kau melupakan ku ... sebaik nya kita kembali kerumahku, agar kamu selalu ingat pada ku dan memperhatikan ku, ternyata benar, kau memakai Nazwa untuk membuat jarak di antara kita." lirih Fattah.


"Jangan ... jangan kembali kerumah sana, aku suka disini, disini aku punya teman, aku mohon...


"Aku tidak menjaga jarak dengan mu. Aku hanya menjalan kan tugas ku sebagai ibu dan sebagai menantu rumah ini, dari pagi hingga selesai makan malam aku milik Nazwa dan ibu mu. Setelah itu aku milik mu. Aku hak mu ..." jawab Elsa.


"Hei ... bodoh! dari mana kata kata ini?" lirih hatin Elsa menyesali ucapan nya.


"Bisakah ku tarik ucapan ku ...? " lirih Elsa.


Fattah menggeleng kepala.


Dia sangat bahagia mendengar kata kata Elsa.


"Hei anak bau kencur!!! Kemari, aku ingin hak ku," lirih Fattah.


Elsa sangat kesal di panggil Fattah anak bau kencur..Ia pun refleks memukul bahu Fattah.


Fattah pun meringis karena pukulan kecil Elsa.


"Kau berani memukul ku sekarang ...?


ia langsung membopong tubuh Elsa ketempat tidur.


Setelah merebahkan tubuh Elsa, dia menggelitik tubuh Elsa hingga Elsa terus tertawa kegelian. mereka terus bercanda seperti anak kecil. Elsa juga membalas menggelitik Fattah.


Mereka terus bercanda, hingga akhirnya candaan mereka berakhir dengan lomba lain di tempat tidur. Kali ini Elsa benar benar lepas dan menyambut manis semua hal yang Fattah lakukan padanya.


Elsa sangat malu pada diri nya sendiri mengingat bagaimana kejadian tadi malam.


Sesekali Fattah menggoda nya dengan senyuman.


Elsa terus menjalani kesehariannya yang baru, mengantar dan menunggui Nazwa sekolah bersama Nadia. Disela waktu luang nya, ia melepas rindu pada bi Maya dan neneknya lewat telpon


________________


Sudah hampir 2 bulan Elsa tinggal dirumah mertua nya Ia sungguh bahagia menjalani tugasnya sebagai istri, menantu dan ibu bagi Nazwa. Ia selalu menghabiskan waktu bermain bersama Nazwa.


Dan malam nya merelakan diri nya menjadi ladang benih cinta Fattah.


Sekali pun Fattah tak pernah libur membajak dirinya.


***


Satu bulan ini tugas Fattah berubah.


Dia harus rela berpisah dengan Elsa, selama 1 minggu dalam sebulan. Karena dia harus dinas keluar kota selama 1 minggu tiap satu bulan.


Hingga dia tidak mengetahui kapan Elsa datang bulan. Elsa juga tidak ingat kalau ia tidak pernah haid lagi selama menikah ini.


Kehidupan yang ia jalani sungguh membuatnya bahagia.


Keseruan semakin bertambah apabila kakak kakak Fattah berkunjung kerumah ibu nya.


Elsa mulai pandai menyesuaikan diri dengan keluarga besar suaminya.


Tidak ada perubahan pada diri Elsa, hanya nafsu makan nya saja yg semakin besar, namun tubuh nya tetap saja kecil.


Fattah tersenyum melihat nafsu makan istri nya itu. Dia menyangka kalau istri nya itu kehabisan tenaga karena setiap malam melayani nya.


Apalagi jika Fattah baru pulang dari luar kota,


Tak cukup 1 kali, ia minta jatah nya.


Elsa melayani suami nya dengan sungguh.


Membuat Fattah semakin sulit berpisah dari nya.


3 bulan setelah pernikahan Emosi Fattah sungguh sulit di tebak. Sedikit saja bawahannya melakukan kesalahan rasa meledak marah nya. Namun marah itu seketika Padam ketika melihat Foto Elsa dan Nazwa yang tersenyum di meja kerja nya.


Ternyata Ampuh juga senyuman Elsa menenangkan perasaan Fattah, jika emosi nya tidak stabil, foto istri dan anak nya lah yang membuat nya kembali tenang.


Selama 3 bulan ini Fattah sangat sibuk, hingga dia tak lagi bisa menghadiri pengajian ustadz yang biasa ia ikuti, dimana pun ustadz itu mengadakan pengajian. Hingga dia juga tidak pernah lagi hadir di pengajian yang biasa ia ikuti dimesjid yang tak jauh dari rumah paman Elsa.


......


Baru jam 11 malam, ini sudah kali ke 3 Fattah menyerang diri nya.


"Mas, kenapa mas seperti orang yg nggak pernah melakukan saja," lirih Elsa yang terbaring lemas di pelukan suami nya.


"Aku mau menguras semua isi nya sayang ... besok aku harus pergi keluar kota selama 10 hari," sahut Fattah.


"Lagi...? kan baru minggu kemaren mas dinas keluar kota," rengek Elsa.


"Mau gimana lagi? Tugas kantor...


Sayang ... kamu ikut ya ...aku ngga bisa pikirin bagaimana aku bisa berpisah selama itu sama kamu." lirih Fattah.


"Enggak mau ...kamu sibuk kerja terus aku ..?," Jawab Elsa.


Fattah meng eratkan pelukan nya.


"Mas ... yang mau mas bawa apa ...? biar aku siapin " lirih Elsa.


"Nggak usah ... mas sudah siapkan punya mas sepulang kerja tadi ... kamu siapkan keperluan kamu buat 10 hari," seru Fattah.


"Aku nggak mau ikut kamu ..." sahut Elsa.


"Keperluan kamu 10 hari buat bermalam di rumah bibi ..." sahut Fattah.


Elsa langsung duduk, mata nya melotot tidak percaya dengan kata kata Fattah barusan


"Aku pulang ... aku nginep ... beneran ...?" lirih Elsa.


Fattah mengangguk.


"Akhh ...." teriak Elsa kegirangan.


Ia langsung memeluk Fattah karena sangat bahagia akan bertemu nenek nya dan melepas rindu nya.


"Terimakasih mas ..."lirih Elsa

__ADS_1


Saking bahagia nya ia tak sadar ia menyerbu dan menciumi Fattah. Fattah sangat girang merasakan serangan istri nya.


Menyadari diri nya yang aktif meniciumi suaminya dan dia berada di atas tubuh suami nya, Elsa berhenti dan menarik diri nya.


"Kenapa berhenti ...? aku suka ..." lirih Fattah.


Elsa langsung lari menuju ruang ganti pakaian menyembunyikan diri karena ia sangat malu dengan kejadian barusan


Elsa kembali ke tempat tidur setelah packing keperluan nya 10 hari kedepan.


Fattah ber aksi lagi di tubuh nya.


"Lagi ...? " tanya Elsa


"Hem ..." sahut Fattah mendalami aksi nya.


Fattah meminta Elsa meminum vitamin yang ia beli tadi sore. Dia kasian melihat tubuh mungil istrinya harus menahan gempuran nya tanpa henti. Sebelum subuh Fattah lagi lagi menjajal tubuh istri nya. Elsa diam menahan semua yang dilakukan Fattah pada nya


Setelah semua tugas selesai Fattah dan Elsa turun kebawah bergandengan tangan.


Hingga membuat mata yang memandang tersenyum geli.


Mereka duduk di kursi mereka dan meraih makanan mereka masing masing.


"Bu ... setelah ini Fattah keluar kota bu ... tugas mendadak," seru Fattah.


"Lagi...? kan baru minggu kemaren


berapa lama?" Tanya Wahda.


"Yah mau gimana lagi bu ... namanya juga kerjaan. 10 hari bu," sahut Fattah.


"Lama dari biasanya ..." ucap Wahda.


" Iya bu ... tapi kali ini Elsa akan menginap dirumah bibi nya selama aku pergi, kasian bu ... Elsa pasti sangat merindukan keluarga nya," lirih Fattah


Wahda terperanjat mendengar Elsa juga akan pergi. Namun semua orang semakin kaget mendengar teriakan Nazwa.


"Tidak boleh!!! Bunda ngga boleh pergi ...!!!,


kalo bunda pergi Aku ikut!!!" Teriak Nazwa.


"Bunda bukan nggak mau ngajak Nazwa, tapi rumah neneknya bunda itu kecil, kamar nya kecil, nggak ada AC, banyak nyamuk lagi," seru Elsa.


"Enggak peduli, pokok nya bila bunda pergi Nazwa ikut!!! Kalo nggak mau bawa Nazwa ibu ngga boleh pergi!!!" Teriak Nazwa.


Elsa menatap Fattag, hati nya yang sejak tadi malam bahagia menjadi kecewa. Karena tidak bisa pulang karena Nazwa menginginkan diri nya.


"Nazwa di rumah aja sama mbak Nad nanti ayah bawain oleh oleh yang banyak ..." lirih Fattah.


"Nggak mau ... Nazwa mau bunda!!!" Teriaknya.


"Nggak apa apa mas, biar aku dirumah saja sama Nazwa, kamu jaga kesehatan di sana," lirih Elsa berusah tersenyum. Namun pancaran mata nya memperlihatkan kekecewaannya.


Fattah terus memandangi wajah istri nya itu.


hingga ia melihat setetes air mata keluar dari mata Elsa. Namun segera Elsa hapus. Ibu Fattah merasakan kesedihan Elsa. Dia Bangga pada menantu nya ini, Elsa rela mengalah demi Nazwa.


"Bawa saja Nazwa bersamamu ... ibu juga mau menginap di rumah Faisal dan Rahman selam 10 hari kedepan. Ibu rindu cucu ibu yang lain. Nanti Nadia yang urus izin sekolah Nazwa," kata Wahda.


"Nazwa boleh ikut bunda nek ...?


yeay ... Asyik ...!!! " Teriak Nazwa.


"Gimana kalo disana Nazwa cari ibu?" Tanya Elsa.


"Selama ini Nazwa tidak pernah lagi mencariku saat ia punya bunda, tenang selama kamu disisi nya dia tidak akan mencari ku," jawab Wahda.


"Fattah, kamu antar ibu kerumah Rahman, biar Fahri yang mengantar Elsa, jadi kalau ada apa apa, Fahri sudah tahu di mana rumah nenek Elsa." seru Wahda.


"Iya bu ..." jawab Fattah.


"Mbak Nad ... biar saya suapi Nazwa, mbak Nad tolong siapin keperluan Nazwa untuk 10 hari kedepan ya ..."pinta Elsa.


Nadia pergi ke atas menyiapkan keperluan Nazwa. Setelah makan Fattah keluar.


dan meminta Fahri memindahkan beberapa bok yang ada di mobil nya ke mobil yang akan di pakai untuk memgantar Elsa.


***!


Elsa masuk ke kamar nya, sedang Nazwa tengah bersiap dibantu Nadia.


Fattah masuk kekamar nya, dia menciumi istri nya habis habisan, meninggalkan jejak merah dimana mana dan membuat Elsa hampir kehabisan Nafas.


"Dung dung dungdungdung!!!!!!"


"Bunda......!!!!! Aku sudah siap..!!!!" Teriak Nazwa sambil menggedor pintu kamar ayah nya.


"Dasar ... setan kecil!!!" Gerutu fattah sangat kesal aksi nya terhenti.


Elsa segera berlari keruang ganti baju, sedang Fattah membuka pintu, karena Nazwa terus terusan menggedor pintu kamar nya.


Pintu terbuka sedikit, langsung Nazwa masuk kekamar ayahnya.


"Bunda ..." teriak Nazwa mencari Elsa.


"Iya sayang ... bunda ganti baju ..."Teriak Elsa dari dalam ruang ganti.


Nazwa bermain main dengan imajinasi nya di tempat tidur Fattah. Elsa keluar dari ruang ganti baju.


"Hem ... cantik nya istri ku ..."lirih Fattah memeluk Elsa.


Fattah sangat kaget karena Nazwa memukul nya.


"Ayah lepasin bunda, nanti aku telat berangkat nya," rengek Nazwa.


"Iya iya iya ... yuk kita turun ..." lirih Fattah


Nazwa berjalan lebih dulu, namun saat Nazwa di luar kamar, Fattah kembali mengunci kamar nya, mengurung Elsa.


Nazwa mengamuk, menggedor gedor pintu kamar Fattah.dan berteriak teriak minta bukain pintu.


Fattah tak perduli dengan teriakan anak nya dan godoran pintu yang terus di gedor gedor Nazwa.


Ria teru menciumi istri nya itu.


"Mas ... cukup ... kasian Nazwa "lirih Elsa


Fattah berhenti, karena sudah merasa cukup mengerjai putri nya itu.


setelah pintu terbuka Nazwa langsung memukul Fattah.


"Ayah jahat!!!!" teriak Nazwa dan langsung menarik tangan Elsa keluar dari kamar, mereka segera turun kebawah.


Fattah dan Elsa tertawa melihat Reaksi Nazwa.


Nazwa dan Elsa sudah berada di luar rumah.


"Kok lama banget sih ... ini koper koper aja udah dari tadi masuk mobil," gerutu Wahda.


"Ayah jahat nek..Ayah ngurung bunda di kamar, untung ada Nazwa, jadi bunda lepas dari ayah," Nazwa mengadu pada nenek nya.


"Tukang ngadu!!!" Seru Fattah.


Nazwa menjulurkan lidahnya meng olok olok ayah nya.


"Hem ... pantas lama ..." seru Wahda.


"Bunda sama ayah sajan... hus sana Nazwa sama nenek ... biasa nya juga Nazwa sama nenek, ini kan bunda nya ayah ..." lirih Fattah langsung memeluk Elsa di depan semua orang.


"Ayah lepas ..." pinta Elsa.


Namun Fattah lebih erat memeluk nya, melihat raut kemarahan di wajah putri nya.


"Nenek ... lihat Ayah nek ...! kapan kami bisa pergi ...? " teriak Nazwa.


"Fattah ...." lirih Wahda.


'Ayah ....!!!!! " teriak Nazwa.


"Nggak mau ... bunda sama Ayah aja ..." lirih Fattah.


"Fattah ... kapan kita berangkatnya " seru Wahda.


Fattah segera melepaskan pelukan nya.


Semua yang melihat ini tertawa, hanya Nazwa yang marah.nNazwa langsung menarik tangan Elsa dan membawa Elsa masuk mobil pak Fahri.


"Hei ... pamit dulu sama Ayah ..." seru Fattah.


"Nggak mau!!! Ayah jahat!!! " Sahut Nazwa.


"Nggak boleh gitu sayang, udah kita salim dulu sama ayah ..." lirih Elsa.


Nazwa menurut, dia salim pada Fattah.


kini Elsa yang salim pada suami nya, namun Fattah lagi lagi memeluk Elsa dan tak mau melepaskan nya.


Elsa kesal, dia cubit pinggang Fattah , Fattah terpaksa melepaskan pelukan nya.


"Hati hati sayang ... nanti aku telpon ..."lirih Fattah.


"Iya ayah, ayah juga hati hati, kami berangkat ..." lirih Elsa.


Elsa masuk mobil bersama Nazwa. Pak Fahri mulai melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Fattah.


Fattah dan ibunya juga masuk mobil nya,nkarena Fattah akan mengantar ibu nya kerumah kakaknya.


"Kamu ini Fattah ... sama anak sendiri nggak mau ngalah ..." lirih ibu.


Fattah tersenyum mendengar perkataan ibu nya.


"Puas banget kamu ngerjain putri kamu sendiri ...? " kata Wahda.


"banget bu ... kapan lagi buat Nazwa kesal," seru Fattah.

__ADS_1


Wahda menggeleng kepala mendengar jawaban Fattah..Namun ia sangat bahagia melihat Fattah yang sempat terluka kini bisa menikmati kebahagiaan lagi.


Para pembantu segerw masuk kedalam rumah melanjutkan pekerjaan mereka. Sedang Nadia pergi dengan ojek online mengurus izin sekolah Nazwa selama 10 hari kedepan.


__ADS_2