
Adzan subuh berkumandang, Elsa membuka mata nya dan segera beranjak ke kamar mandi.
ia segera mandi wan wudhu.
Elsa menunai kan kewajiban subuh nya di ruang tamu, karena Fattah menunaikan subuh di kamar Elsa. Elsa periksa ternyata Fattah sudah selesai, sedang Nazwa masih lelap tidur.
Elsa dan Fattah segera membereskan barang barang Elsa dan Nazwa. Setelah semua selesai, Fattah memasukan koper Elsa dan Nazwa ke mobil, agar nanti nya mereka langsung saja berangkat.
Maya sedang memasak di dapur dan Elsa segera memandikan Nazwa yang baru bangun tidur.
Selesai mandi Nazwa sudah rapi dan Cantik.
Nazwa berlari ke pangkuan Fattah yang santai duduk di ruang tamu. Elsa duduk di samping Fattah yang sedang memangku Nazwa.
"Kamu ngga bantuin bibi di dapur ...?" Tanya Fattah.
"Semenjak nikah sama kamu, aku jadi tuan putri, aku ngga di boleh in bantu-bantu bibi lagi " rengek Elsa.
" Fattah ... Elsa, sarapan yu, sarapan sudah siap," seru Maya sambil berlalu menuju kamarnya untuk memanggil suaminya.
Semuanya sudah berkumpul di meja makan dan menyantap makanan yang ada di piring mereka.
"Pulang jam berapa nanti kalian?" Tanya Wijaya.
"Lihat nanti paman," jawab Fattah
"Kak Elsa dan Nazwa pergi hari ini ...?" Rengek Dzikri.
"Iya, sudah kelamaan Nazwa libur sekolah...
nanti kapan kapan Dzikri yang datang kerumah Nazwa ya ...!" Seru Fattah.
Semua saling diam tak berkata lagi. Kesedihan menyelimutui hati semua nya. Mereka selesai dengan makanan mereka.
Wijaya langsung berangkat kerja setelah Sarapan, sedang Fattah masih duduk santai di meja makan bercengkrama dengan Marni. Sedang Maya tengah bersiap mengantar Dzikri kesekolah.
"Mas ... keluar pleas ...! Aku mau buat susu, ayo keluar sana ...." rengek batin Elsa
Namun Fattah tetap betah di meja Makan, dia bertanya tentang kabar pengajian di mesjid pada Marni. Fattah mengerinyitkan kedua alis nya melihat Elsa minum susu.
"Sejak kapan kamu minum susu? Selama ini kamu ngga pernah minum susu," kata Fattah.
"Em ....sejak sekarang, biar cepat gendut," jawab Elsa sambil nyengir.
Marni menggeleng melihat kelakuan Elsa,
"Elsa ... Elsa. Apa susah nya sih ngaku hamil," lirih hati Marni.
"Dzikri ...! kamu sekolah jalan kaki ya ...! " teriak Marni
"Huhuuu ... kan jauh bu ...! " rengek Dzikri diluar sana.
"Nazwa ... kita antar amank Dzikri sekolah yuk ..." ajak Fattah.
"Ayuk ...!!!" Teriak Nazwa girang
"Ajak bunda juga ..." lirih Fattah.
"Bunda ...." lirih Nazwa.
"Iya ... sayang ... sana bilangin sama amank Dzikri kalo Nazwa yang ngatar amank kesekolah" seru Elsa.
Nazwa berlari ke arah kamar Dzikri.
"Amank …! Nazwa anter sekolah ya...." seru Nazwa.
"Nggak bisa Nazwa, ban motornya bocor," jawab Dzikri.
"Ban motor ibu yang bocor, ban mobil kaka nggak bocor," seru Fattah yang datang dari Arah dapur.
"Akkk ... yee ... sekolah di antar pake mobil ..." seru Dzikri kegirangan.
"Nggak usah Fattah, ngerepotin, Dzikri bisa kok jalan kaki, itung-itung olah raga," seru Maya.
"Sesekali bi ..." ucap Fattah.
"Aku sudah siap ayah ..." Lirih Elsa.
"Yuk ... ayo semuanya kita lets go!!!" Seru Fattah.
Dzikri pamit pada ibu dan nenek. Setelah itu ia berlomba lari dengan Nazwa menuju mobil mereka.
Mobil Fattah menyusuri jalanan yang mengarah ke sekolahan Dzikri, Elsa duduk di depan. Sedang Nazwa dan Dzikri duduk di kursi belakang Elsa.
Entah kenapa pagi itu Alvin tengah Santai di depan sekolahan Dzikri. Mata-mata memandangi mobil Honda CRV yang berhenti di depan sekolahan itu.
Dzikri turun, setelah ia bersalaman dengan Elsa dan Fattah.
"Bunda ... bunda pindah kebelakan dong ...." rengek Nazwa.
"Kok kebelakang, kamu aja yang kedepan," seru Fattah.
"Udah mas ah ... ngalah dikit kenapa," seru Elsa
__ADS_1
Elsa turun dari mobil karena akan pindah ke kursi belakang. Ia pun beradu pandang sebentar dengan Alvin. Elsa langsung masuk ke mobil menemani Nazwa.
Setelah menemukan tempat memutar Arah, mobil yang di naiki Elsa meninggalkan sekolahan Dzikri.
"Semoga kamu selalu bahagia Sa, sekarang kamu bagai rembulan di langit sana, sedang aku pungguk yang hanya bisa memandang rembulan," lirih hati Alvin.
"Kalian tega banget si ...! Ayah di depan sendirian kayak sopir nganterin majikan aja," rengek Fattah
"Ayah emang sopir!!!" sahut Nazwa sambil bermanja pada Elsa.
Mereka kini sudah sampai di rumah bibi.
Elsa langsung masuk kerumah, sedang Fattah menjaga Nazwa yang bermain di halaman rumah. Elsa melihat raut kesedihan di wajah nenek dan bibi nya.
"Kalau Elsa tau kalian sedih sedihan gini Elsa pergi,
Elsa nggak akan mau nikah, biar Elsa jadi perawan tua selama nya disini dan jadi beban selama nya buat bibi disini," lirih Elsa.
"Jangan ngomong gitu ... nenek sedih karena terlalu senang kamu disini..Jangan berpikir nenek sedih, nenek lebih bahagia kamu nikah," lirih Marni.
Elsa, Maya dan Marni berpelukan bertiga.
Nazwa dan Fattah masuk kedalam rumah. Nazwa melihat bunda nya berpelukan, dia berlari ke arah Elsa dan ikut memeluk mereka yang tengah berpelukan. Elsa, Marni dan Maya kaget.
"Mau ikut pelukan juga," lirih Maya berjonggok di depan Nazwa. Nazwa mengangguk. Maya langsung menggendong Nazwa, Elsa dan nenek langsung memeluk Nazwa yang di gendong Maya.
"Dasar anak kecil !!!" lirih Fattah.
"Aku emang kecil ayah ..." sahut Nazwa.
Mereka berhenti berpelukan, lalu duduk di kursi tamu, karena Fattah sudah duduk di salah satu kursi
"Bukan kamu Princes ... tapi bunda kamu ... masih aja kayak anak-anak!!!" seru Fattah.
Bibir Elsa manyun mendengar kata-kata Fattah.
"Iya anak kecil yang punya anak ...." seru Maya.
Maya hampir keceplosan. Namun sadar saat melihat sorotan tajam mata Elsa.
"Anak kecil punya anak kecil ...!!! " lirih Maya.
"Hem ... anak kecil yang jago di ranjang," seru Maya lagi.
"Fattah ... jagokan di ranjang anak kecil ini?" tanya Maya nakal.
Fattah senyum dan menunduk. Sedang Elsa sebal dengan pertanyaan bibinya.
Hari mulai siang, Elsa dan Fattah pamit pada Maya dan Marni untuk kembali kerumah mertua nya.
"Huh ... rasa nya tawa Nazwa masih ada dirumah ini," lirih Maya.
"Udah ... nanti mereka pasti datang lagi kemari" lirih Marni.
Maya dan Marni masuk kedalam rumah dan meneruskan hari hari mereka tanpa Elsa.
Nazwa begitu riang di dalam mobil, dia bergelayut manja di pangkuan Elsa sambil menonton Acara kartun yang dilihat dari layar yang ada di mobil Fattah.
"Masih penuh ya batrai ne anak ..." seru Fattah.
Elsa tersenyum sambil membelai Nazwa.
"Aku jadi iri sama Nazwa ... bunda nya lebih sayang Nazwa daripada ayahnya," rengek Fattah.
Elsa tersenyum, dia membelai Wajah Fattah.
Fattah menarik tangan Elsa dan mencium nya.
"Makasih Mewarnai hari ku yang suram kembali bewarna dan ceria lagi," lirih Fattah
Fattah melajukan mobilnya lumayan cepat, dia ingin cepat cepat sampai rumah, dia ingin melepas rindu nya pada istri nya ini di kamar nya nanti.
1 jam perjalanan. Mereka pun sampai di rumah ibu Fattah. Nazwa turun langsung lari kedalam rumah. Dia langsung duduk di pangkuan nenek nya dan mulai bercerita. Para pembantu ikut bergabung duduk leseh mengelilingi Nazwa dan mendengari semua cerita Nazwa.
Fattah memberikan kunci mobilnya ke Fahri, untuk menurunkan semua barang mereka.
"Pak ....antar ke tempat cucian saja ... semua nya pasti kotor," seru Fattah.
Fattah menarik tangan Elsa memasuki rumah ibunya. Dilihat nya Nazwa Asyik dengan pengasuh,.ibunya dan pembantu lain nya.
Fattah terus menarik Elsa naik ke atas menuju kamar mereka.
Fattah langsung mengunci pintu kamarnya, dia langsung membopong tubuh Elsa dan merebahkan nya di tempat tidur.
"Mas rindu banget sama kamu, mas pengen melepas semua nya, bukan cuma melepas rindu," lirih Fattah sambil melepas kerudung Elsa. Aktivitas terus berlanjut.
Elsa baru ingat kalau ia tengah hamil dan Fattah belum mengetahui.
"Mas pelan-pelan aja ya ...." pinta Elsa.
Fattah melakukan Aksinya santai. Fattah dan Elsa menghabiskan waktu mereka. Mereka baru turun Saat makan siang. Setelah makan siang mereka bersantai di ruang Tv. Mereka tengah santai nonton sinetron. Dalam sinetron adegan dokter yang tengah memeriksa pasangan suami istri yang cek up kehamilan.
Anak kecil mesin foto copy yang canggih.
__ADS_1
Nazwa ingat ia melihat hal yang sama.
"Hamil ...? Hamil itu apan sih mba Nad?" anya Nazwa polos.
Nadia bingung menjawab dari mana agar Nazwa faham.
"Kemaren aku, omah sama bunda juga ketempat yang sama seperti di tv itu," lirih Nazwa.
Fattah dan ibu nya langsung menatap Elsa.
meminta penjelasan Elsa.
Elsa mulai salah tingkah.
"Iya ....terus kata Dokter apa Nazwa ...?" Nadia mendalami pertanyaannya.
"Apa ya ...? Oh ... selamat bu anda hamil," kata Nazwa lancar, karena ia mendengar kata yang sama dari tv.
Di tv sedang berlangsung Adegan Usg.
"Nah ... bunda juga kemaren di gitu in sama dokter,"
Seru Nazwa.
Ibu Fattah mulai tersenyum. Namun Fattah melotot pada Elsa, dia langsung naik ke kamar nya.
Melihat Fattah yang Marah Elsa langsung permisi untuk menyusul Fattah ke kamar mereka.
"Terus hamil itu apa ...?" Tanya Nazwa.
"Hamil itu ... artinya nanti Nazwa punya adek bayi," sahut Nadia.
"Hore ... nanti punya bayi ... hore ...." teriak Nazwa.
Di kamar Fattah.
Elsa perlahan masuk ke kamar Fattah.
Terlihat Fattah yang berdiri di kamarnya dengan tatapan Marah. Elsa masuk berusaha meminta maaf pada suami nya.
"Maaf mas … aku bingung, aku bingung bagaimana cara kasih tau kamu," lirih Elsa.
"Aku memang tidak penting bagi kamu, kabar yang sangat penting ini saja kamu sembunyikan,"
"Bukan begitu mas,"
"Susu pagi tadi? Apa itu susu kehamilan ...?" Tanya Fattah.
Elsa mengangguk.
"Sampai kapan kamu mau sembunyikan he??? Kalau Nazwa ngga cerita aku yakin, kamu akan sembunyikan berita ini selama nya???" Bentak Fattah.
"Maaf ... aku bingung, aku ngga tau gimana cara bilang nya ..." lirih Elsa. Elsa sangat ketakutan, tidak bisa lagi di tahan air matanya menetes.
Melihat Elsa menangis Fattah tersenyum, dia berhasil mengerjai istri nya, padahal ia sangat bahagia mendengar kalau Elsa hamil.
Fattah langsung memeluk Elsa. Elsa kaget dengan perlakuan suami nya. Dia kira, dia bakal habis-habisan di marahi Fattah.
"Terimakasih sayang ... terimakasih, kamu semakin membuat aku bahagia, terimakasih ..." lirih Fattah erat memeluk Elsa.
Elsa merasa damai dalam pelukan Fattah.
"Mas nggak marah ...?" Tanya Elsa.
"Enggak lah ... mas bahagia ... banget !!! Rasanya mas pengen teriak,"
"Jadi … ini sebab nya kamu minta hati-hati tadi?" tanya Fattah.
Elsa mengangguk.
"Okey ... aku akan cari cari info nanti di internet cara aman buat bertamu kerumah dedek Nazwa," lirih Fattah yang langsung ******* habis bibir istrinya.
" Berapa usia kehamilan kamu sayang ..." lirih Fattah yang kini berpindah menciumi leher Elsa
"Limaa ... am ... minggu" lirih Elsa mendesah karena perbuatan Fattah.
"Nazwa kecil itu nanti akan merebut saham ku ... aku akan bermain sepuas nya selagi dua lahan ini menjadi kekuasaan ku," lirih Fattah mulai menyerang Elsa.
Fattah mengulangi aksi nya yg tadi. Selesai bergulat Elsa berbaring lemas di dada suami nya.
"Apa salah kamu Sa ... hingga kamu harus menikah dengan laki laki yang jauh lebih tua dari mu, dudaz punya anak lagi, kamu berhak memilih sendiri calon suami buat mu ..."lirih Fattah.
Elsa bingung harus menjawab apa pertanyaan Fattah. Ia lebih memilih pura pura tidur.
Fattah memindahkan tubuh Elsa yang berbaring di dada nya ke samping nya.
"Hem ... tidur ... pantas nggak nyahut. Aku beruntung banget Sa menikahi kamu. Kamu muda, baik, pengertian, penyayang, perawan pula," lirih Fattah membelai wajah Elsa yang pura-pura tidur itu.
"Terimakasih sayang ..." lirih Fattah sambil mengecup halus bibir Istri nya.
Fattah pergi ke kamar mandi untuk mandi. Saat terdengar bunyi gemericik air, Elsa membuka mata nya dan duduk bersandar di kepala tempat tidur.
Setelah Fattah keluar dari kamar mandi Elsa segera menuju kamar mandi untuk mandi.
__ADS_1
Namun belum sampai di pintu kamar mandi,.dia sudah terperangkap dalam pelukan Fattah dan lagi-lagi Fattah menyerbu bibir nya tanpa Ampun. Merasa puas Fattah melepaskan Elsa. Langsung saja Elsa masuk ke kamar mandi untuk mandi.