Suami Buat Elsa

Suami Buat Elsa
Bab 24. Ceroboh


__ADS_3

Elsa masih membenakan dirinya dalam pelukan Fattah.


"Kenapa kamu bisa di sini sayang ...? mas sangat ketakutan tadi " lirih Fattah.


"Aku kangen kamu ... ku kangen kamar kita," ringis Elsa.


"Sesssttthhh ...! Jangan nangis ... Mas juga kangen sama kamu," seru Fattah.


"Mas nggak mau lepasin pelukan ini sebenarnya ... tapi mas belum Ashar sayang ..." lirih Fattah.


"Ya udah ... mas Ashar dulu ... aku mau istirahat," sahut Elsa.


Fattah membantu Elsa berbaring di tempat tidur mereka. Kemudian Fattah meninggalkan Elsa ke kamar mandi untuk mandi dan Wudhu. Elsa memandangi kertas Resep yang di berikan dokter barusan. Tidak lama Fattah keluar dari kamar mandi dengan baju coco nya.


"Mas ... kapan nebus resep nya?" Tanya Elsa.


"Nggak sayang mas sudah sembuh," sahut Fattah sambil menggelar sajadah nya.


Mendengar jawaban Fattah wajah Elsa langsung muram.


"Kenapa lagi? Tadi sudah baik, kok kena virus ngambek lagi?" Tanya Fattah.


"Gimana aku mau percaya sama mas kalau mas sayang aku!!! Mas sama diri sendiri aja enggak sayang!!!" Sungut Elsa.


"Emmm bahagia nya Mas ada yang perhatian, iya ... emm ... habis magrib ya ... sekarang nanggung," sahut Fattah.


Elsa tersenyum sambil mengangguk perlahan. Fattah menunaikan kewajiban nya. Selesai Sholat ia juga berbaring disisi Elsa, dan memeluk istrinya. Sudah lama dia tidak tidur berpelukan seperti ini.


Waktu terus berlalu. Kini sudah lewat Isya' Fattah dan Elsa belum turun juga. Nazwa mulai merengek minta makan.


"Bik Imah ... tolong panggilkan Ayah sama bunda Nazwa," pinta ibu.


"Iya nyonya," sahut Imah.


kaki Imah baru naik 1 tangga, terlihat Fattah dan Elsa turun mengenakan baju rapi. Imah kembali ke meja makan.

__ADS_1


"Itu tuan sama nyonya udah mau kemari," lirih Imah. Wahda tersenyum, sedang Imah kembali melakukan tugas nya.


"Mau kemana kalian rapi banget!!!" Seru Wahda.


"Habis makan ini mau keluar sebentar bu ...'


Nazwa sama mba Nadia ikut ya mas ..." pinta Elsa


"Iya," sahut Fattah.


"Yeeeey ... jalan jalan sama ayah bunda!!!" Seru Nazwa.


"Enggak jalan jalan sayang cuma muter muter," seru Fattah.


"Enggak apa apa ayah ... kita kan lama nggak jalan bareng," sahut Nazwa.


"Iya ... maka nya makan yg bener ... kalo nggak makan, ngga jadi juga jalan jalan nya," seru Fattah.


Sehabis makan malam keluarga, Fattah Elsa Nazwa dan Nadia izin pada ibu keluar rumah.


"Mba Nad ...!' Tolong yang extra ya jagain Nazwa ... Nazwa pernah hilang di sini lho," seru Elsa.


"Iya bu," sahut Nadia.


"Kamu ingat??? Ini tempat pertama kali kita bertemu ternyata!!!" Seru Fattah.


"Ingat!!! disini aku bertemu laki laki paling Ceroboh!!! Yang kehilangan anak nya dan laki laki itu sekarang malah jadi suami aku," lirih Elsa.


"Ceroboh???" Lirih Fattah.


"Iya...' Ceroboh !!!' Aku selalu mengutuki mu dengan kata kata itu," sahut Elsa.


"Oh ... sebab itu kamu kena karma dan karma nya kamu hidup dengan laki laki ceroboh! Sekarang kamu mengandung anak laki-laki ceroboh ini?" lirih Fattah.


"Elsa!!!!!" teriak Maya

__ADS_1


Elsa tidak jadi menjawab perkataan Fattah, karena mendengar suara yang tidak asing memanggil nya.


"Bibi ...!!!" seru Elsa.


Maya, Wijaya dan Dzikri berjalan ke arah nya.


"Lho ... kok jauh banget sampai sini ..." lirih bibi sambil mengelus perut besar Elsa.


"Ini bi ... Bunda Nazwa pengen nostalgia disini ... kan ditempat ini kita pertama kali ketemu," sahut Fattah.


Maya senyum lepas melihat Elsa dan Fattah benar-benar baikan.


"Enggak bi ... tadi muter muter aja bawa Nazwa, eh kita sampai sini, ya sekalian ngajak Nazwa main,itu Nazwa naik komedi putar sama pengasuh nya," sahut Elsa.


"Gimana kabarnya Fattah?" Tanya Wijaya.


"Baik paman," sahut Fattah.


Mereka menghabiskan waktu malam ini berkumpul bersama.


Nazwa sangat girang karena bertemu amank Dzikri nya. Nazwa dan Dzikri main mandi bola bersama.


***


Kini mereka di mobil dalam perjalanan pulang.


"Makasih mas atas semua kebahagiaan yang indah ini," lirih Elsa menyandarkan wajah nya di bahu Fattah.


"Mas yang terimakasih ... karena kamu sudah mewarnai hati mas dan hidup mas dengan banyak warna cinta, kamu tahu ...? Sebelum kamu datang, aku dan Nazwa tidak dekat. Karena ada kamu, hubungan aku sama Nazwa menjadi semakin lekat," lirih Fattah yang tetap Fokos pada jalanan yang dilalui.


"Maaf bu ... tuan ... bukan cuma itu ..!!! Nazwa juga sekarang jauh ... lebih pintar mandiri dan banyak lagi tuan!! sekarang tugas jaga Nazwa sangat enteng," seru Nadia.


"Makasih ya Nad ... selama ini kamu jagain Nazwa," seru Fattah.


"Iya tuan ... heheheee," lirih Nadia,

__ADS_1


ia merasa bersalah masuk ke pembicaraan dua Majikan nya itu.


__ADS_2