Suami Buat Elsa

Suami Buat Elsa
Bonus POV Fattah.


__ADS_3

Fattah POV


Namaku Fattah, aku duda punya 1 anak perempuan yang super aktif. Aku dan ibunya Nazwa bercerai saat Nazwa masih bayi. hatiku remuk redam saat melihat istriku bercinta di kamar kami dengan laki-laki lain. Saat perceraian dan setelah perceraian Nazwa di urus ibu, dan baby sitter.


Aku sengaja menyibukkan diri agar lupa dengan masalah. Al hasil aku tidak terlalu dekat dengan putri kecilku.


Malam ini aku frustasi, aku kehilangan anakku di tengah pasar malam, aku panik mencarinya ke sana kemari. Akhirnya ... lega bisa menemukan kembali putriku. Dia tengan di gendong seorang gadis yang masih sangat muda. Kami berbincang sebentar, tidak lupa aku mengucapkan terimakasih padanya.


Rupanya kejadian malam tanpa aku ketahui hal itu di lihat oleh kakak ku, Indra. Sehingga dia salah faham, dan terus menyudutkan ku dengan tuduhan berpacaran dengan wanita yang menolong Nazwa malam itu. Aku lelah berdebat dengan Kak indra, aku 'iya' kan saja agar perseteruan ini berakhir.


Tadinya aku berharap wanita itu menolak, ternyata dia malah menerima. Pernikahan kami pun akan segera di laksanakan. Aku di minta datang ke rumah calon istriku, ternyata nenek nya adalah wanita tua yang sering berjumpa denganku di mesjid saat pengajian. Sangat terasa nenek wanita ini sangat menyukai dan menyayangiku.


Tidak dapat di pungkiri, aku sedikit ilfeel dengan calon istriku. Dia belum 20 tahun, sangat terlalu muda buat ku, sedang aku sudah lebih 30 tahun. Khayalan ku dia hanya akan membuat repot hidupku dengan sifat kekanak kanakan nya. Namun saat kami keluar rumah dia terlihat dewasa. tidak banyak bicara dan cenderung diam.


Saat dia ku bawa ke rumah untuk berkenalan dengan keluarga ku, sangat terlihat dia gugup, Bahkan saat pulang dia lupa salim pada ibuku. Aku tertawa melihat tingkah nya kala itu.

__ADS_1


Hari ini aku mengucapkan akad di depan penghulu untuk menghalal kan wanita itu. Setelah lancar mengucap akad entah kenapa hati ini berdebar saat melihatnya. Bisa dikatakan aku jatuh cinta pada istriku saat ini.


Malam pengantin, aku harus bersabar tidak menyentuhnya, karena malu di rumah bibi Maya hanya ada satu kamar mandi untuk semua orang. Walaupun malam pertama bagi pengantin baru itu lumrah, tapi aku tetap sangat malu. Ku tatap wajah nya saat dia masuk ke kamar nya, ada ketakutan dan lain nya. Sedangkan aku terpesona padanya saat dia membuka kerudungnya di depanku. Rambut indahnya tergerai, ingin rasanya ku membelai rambut itu dan menciuminya. Namun aku tidak punya nyali.


Tiga hari menginap di rumah bibi sedikitpun aku tidak menyentuhnya walau sebenarnya sangat ingin melakukan nya. Hari ini aku membawanya pulang ke rumahku. Malam berlalu seperti biasanya. Aku masih belum berani menyentuhnya.


Ternyata dia bukan sosok kekanak-kanakan seperti dalam bayanganku, dia mandiri dan sangat dewasa. Dia memasak untukku dan merawat rumahku. Saat aku pulang bekerja dia sudah tidur, untuk pertama kali aku menciumnya saat berduaan seperti ini.


"Aku merasa beruntung menikahi kamu Elsa, kamu muda dan penuh kasih sayang." ucapku, Aku tidur di sisinya, sambil terus berpikir, kapan dan bagaimana agar bisa menggauli nya.


Dia salim padaku dan ku cium pucuk kepalanya, rasanya aduhai.


Di kantor pikiranku mumet, sudah satu minggu menikah tapi kami belum melakukan hubungan suami istri sama sekali. hingga aura kekesalanku di tangkap oleh sahabatku Sobri. Aku berbohong padanya, jujur hanya membuatku kehilangan harga diriku. Hingga Sobri memberiku bantuan atas masalah ku ini.


Malam ini ku coba mendekatinya, ternyata dia membuka dirinya padaku, hanya saja aku yang terlalu ketakutan untuk menyentuh nya. Namun saat menerobos keperawanan nya dia menangis, aku baru sadar dia hanya takut menolak. Bukan sepenuhnya siap menerima. Aku sedikit kesal, baru mulai harus berhenti, namun aku tidak boleh egois.

__ADS_1


Aku ingat pemberian Sobri yang sudah ku siapkan dalam gelas, ku berikan air itu pada Elsa yang masih sesegukan menangis. Saat obat itu bekerja dengan leluasa diriku menunaikan hajat selama ini yang seminggu ini ku tahan, bukan sekali tapi berkali kali. Bahagianya bisa menyentuh istriku.


Sesampai kantor aku segera menemui Sobri, berterimakasih padanya dan memberi hadiah kecil buat nya. Senyumku sangat sulit hilang jika ingat pertempuran kami tadi malam.


Sejak saat itu aku tidak sulit meminta hak ku sebagai suami. Karena Elsa sudah terbiasa dengan tuntutanku. Aku sangat tidak bisa jauh dari nya, namun karena tuntutan pekerjaan aku sering meninggalkan nya di rumah ibu. Kebahagiaan kami terus bertambah.


Sore ini aku sedikit kesal, saat aku tahu kehamilan istriku lewat mulut manja putriku. Namun aku sangat bahagia, akhirnya pasukan kami akan bertambah.


Namun Badai menggoncang rumah tangga kami, saat Elsa mengetahui apa sebab aku menikahinya. Aku berusaha meyakinkan nya kalau aku benar benar mencintainya, namun aku harus sabar, ini kedua kalinya Elsa masuk rumah sakit karena depresi dan sakit hati padaku. Dua kali juga dokter memberiku peringatan.


Aku harus bersabar untuk meyakinkan nya, karena kemarahan nya memuncak jika melihat diriku. Hatiku sangat sakit melihat kebenciannya padaku. Namun aku tidak putus asa aku selalu berusaha meyakinkannya tentang cintaku dan meyakinkan nya kalau dia sangat beharga bagiku.


Tidak mudah, akhirnya kami bisa berdamai kembali, namun pagi ini aku sangat kesal dengan kak Indra, karena dia cari gara-gara mengungkit kisah masa lalu asmaraku, jantung ku hampir copot melihat aura yang tidak enak pada wajah Elsa.


Huftt ... ternyata dia menahan sakit karena yang terkurung di dalam sana minta keluar. Bahagia nya aku ternyata kami punya dua anak sekaligus, laki-laki dan perempuan, ku beri nama Dzakkir dan Dzahwa. Dan sesegera mungkin kami akan mengadakan Aqeqah buat bayi kembar pengantinku.

__ADS_1


I love you Elsa, terimakasih Ya Allah enggkau memberiku wanita yang luar biasa seperti Elsa.


__ADS_2