Suami Buat Elsa

Suami Buat Elsa
Bab 25. Badai berlalu


__ADS_3

Ungkapan badai sudah berlalu terlalu dramatis bagi Elsa, namun ia sudah bisa melihat cinta Fattah yang begitu besar buat dirinya. Elsa tengah menanti hari kelahiran bayi yang tengah ia kandung. Sekarang Fattah hanya di rumah, ia sudah mengambil cuti, untuk menjadi suami siaga.


Elsa duduk santai di kursi taman halaman rumah suaminya, Fattah senantiasa mendampinginya, Elsa santai bersandar di bahu Fattah.


"Maafin sifat kekanak-kanakan ku mas," kata Elsa.


"Itu buka sifat kekanak kanakan, tapi kamu emang masih anak anak," seru Fattah


"Jangan terlalu baperan lagi sayang, kamu jangan mikirin cinta atau apa, memang cinta sejati itu ada dan mewujudkan cinta sejati tidak menuntut fisik yang sempurna," kata Fattah.


"Hem ... itu seperti kata kata dalam film yang di ambil dari novel nya Asma Nadia ya?" Kata Indra memecah suasana.


Elsa kaget ada kaka ipar nya, dia berusaha bangkit dari posisi nya.


"Jangan bangun sayang, santai aja, biar kaka disana," kata Fattah menahan pergerakan Elsa.


"Emm ... yang baru damai ...mesra nya ..." seru Indra. Dia juga duduk di samping Fattah.


"Yah kaka, kenapa disini, cari tempat lain gih," Fattah mengusir Indra.


"Oh ya Fattah, kamu ingat Wina? Pacar SMA kamu? Tadi aku ketemu dia, sekarang dia janda lho, nitip salam buat kamu," seru Indra sengaja cari masalah.


Elsa bangkit dari posisi nya karena merasakan nyeri perut. Fattah panik takut Elsa marah lagi.


"Sayang ... kak Indra bohong sayang ..." lirih Fattah.


"Bukan itu, ada yang mau keluar ..." rengek Elsa.

__ADS_1


Fattah langsung membopong Elsa menuju mobil nya. Ia lupa pamit pada orang rumah, ia langsung membawa Elsa kerumah sakit. Sedang Indra langsung berlari kedalam mengabari ibunya kalau Elsa di bawa Fattah ke rumah sakit.


"Kamu lihat apa yang di bawa Fattah?" tanya ibu ke Indra.


"Cuma bawa Elsa bu," jawab Indra.


Wahda menggeleng, dia langsung meminta para pembantu mengambil tas yang sudah jauh jauh hari di persiapkan Elsa. Ibu segera kerumah sakit bersama Indra. Indra langsung mengabari Wijaya kalau Elsa akan melahirkan.


10 jam berjuang menahan bermacam rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata, kini Elsa melahirkan 2 bayi kembar pengantin.


"Selamat pak Fattah, bayi nya sehat, laki-laki dan perempuan," seru Dokter.


Fattah menganga karena tidak percaya di karuniai dua anak sekaligus.


"Maaf kami merahasiakan semua ini demi mental ibunya yang masih terlalu muda. Demi kesehatan keduanya kami tim Dokter sepakat merahasiakan kalau ibu Elsa hamil bayi kembar, sebab itu juga kami tidak bisa menjawab saat kalian USG, laki-laki atau perempuan, karena kalian mendapat keduanya " terang Dokter.


"Bagaimana Elsa?" Tanya Ibu.


"Elsa sehat, bayi kami juga," Fattah sungguh bahagia.


"Laki-laki apa perempuan?" tanya Wijaya.


"Sabar sebentar ... nanti kalian akan tahu," seru Fattah.


Perawat datang menbawa Elsa dan kedua banyi nya.


"Kembar?" kata semua orang bersamaan karena terkejut melihat dua bayi dalam bok itu.

__ADS_1


"Kami dapat dua sekaligus, laki-laki dan perempuan," seru Fattah dengan bangga nya.


Setelah Elsa berbaring di ranjang nya, Marni perlahan mendekati Elsa, Marni menangis melihat cucu kecil nya dulu kini menjadi ibu.


"Apakah kalian sudah siapkan nama untuk anak kalian?" Tanya Indra.


Fattah menatap ke arah Nazwa, dan menatap ke arah Dzikri.


"Dzahwa dan Dzakkir," seru Fattah.


"Nama yang bagus Fattah," Seru Maya.


"Jurus apa sih yang di pakai bisa jadi dua gitu," ejek Indra.


"Perusuh!!!" Fattah sangat kesal dengan kakak nya ini.


Semua orang larut dalam kebahagiaan. Marni senantiasa di samping cucunya, dia terus membelai pucuk kepala Elsa. Fattah juga bersandar pada Marni.


"Terimakasih nek, berkat nenek Aku mendapatkan istri yang sangat luar biasa," lirih Fattah.


"Nenek yang terimakasih, Kamu memang laki laki yang sangat baik, nenek tidak salah memilihkan SUAMI BUAT ELSA. karena kamu memberi kebahagiaan untuk semua orang." Jawab Marni.


"Terimakasih untuk cinta kalian semua," kata Elsa.


"Kamu memang pantas mendapatkan semua ini sayang," lirih Fattah mencium alis Elsa.


Semua orang tersenyum sendiri melihat pemandangan ini. Air mata menetes karena terlalu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2