
"bang aku mau tinggal di sini"ucap dini
"hah,kamu mau tinggal di sini.apa kata orang nanti nya,kita belum nikah dek,bahkan kamu tamat sekolah saja belum".aku bicara dengan lembut walaupun sebelum nya aku sangat terkejut dengan permintaan nya.
"pokok nya aku mau tinggal di sini sama kamu bang,papa mama kakak semua pada pergi,aku bosan di rumah sendirian.lagian untuk berapa hari aja kok."
dengan menghembuskan nafas pasrah aku terima permintaannya.
"bener ya berapa hari aja.gak enak di lihat tetangga takut buat fitnah."
"iya,,makasih ya bang.dah ngertiin adek.makin sayang deh.hehe"ucap dini lagi
"heru bisa ibu bicara sama kamu sebentar".
aku menoleh ke arah pintu di mana ibu memanggil ku tadi.
"ada apa bu,kayak nya penting"
"apa dini akan menginap disini?"ucap ibu
"iya bu,hanya beberapa hari saja sampai orang tuanya kembali dari kota bu."
"kalian belum menikah,apalagi dia masih sekolah.apa kata tetangga nanti.kalian satu atap.ibu gak mau sampai terjadi sesuatu.apalagi sampai menimbulkan fitnah"
__ADS_1
apa yang ibu katakan memang benar.kami belum menikah apa kata tetangga nantinya.
aku berpikir gimana caranya agar dini tetap tinggal disini tapi tidak menimbulkan fitnah.
"bu,aku akan menginap di rumah dimas,biar dini tinggal di sini bersama ibu,lagian ayah juga malam ini gak pulang kan"
"baiklah"jawab ibu pelan
malam ini aku menginap dirumah dimas teman kecilku yang ku anggap seperti saudara ku,karna aku anak laki satu-satunya.sedangkan adikku lisa dan dewi sudah menikah.
keesokan hari nya aku pulang kerumah hanya untuk berganti pakaian,lalu pergi ke kebun.
"bang,sarapan dulu tadi adek udah buat nasi goreng sama telur mata sapi"kata dini
"apa abg mau ke kebun,"
"iya dek,mau bersih-bersih rumput udah pada tinggi,mudah-mudahan bulan depan cabe nya udah bisa panen"ucap ku
"adek ikut ya"
"adek di rumah aja.nemenin ibu,abg pergi dulu ya"
"iya bang
__ADS_1
sampai di kebun ku bersihkan semua rumput di sekitar cabe.hampir setengah kebun ku tanami cabe sambil menunggu tanaman kopi ku besar,sebagian udah mulai belajar berbuah tahun depan udah bisa mulai panen,
baru beberapa jam aku di kebun tengah asik membersihkan rumput.dimas memanggil ku dengan tergesa dia mendekatiku.
"heru.kamu di suruh pulang sama ibumu,katanya ada tamu"ucap dimas
"tamu siapa,dim"
"aku gak tau tadi ibumu cuman pesan itu aja.mau telfon kamu tapi hp kamu di rumah.jadi nyuruh aku untuk jemput kamu"
sampai di rumah aku lihat ada mobil papa nya dini.
ku ucap kan salam kulihat ada papa nya dini mama dan kakak nya dini.ku salami papanya tapi di tepis nya tanganku.
"udah gak usah sok ramah,saya datang kemari mau jemput dini yang kamu bawa kabur"kata pak bayu
"bukan anak saya yang bawa kabur anak bapak.tapi dini sendiri yang datang kesini"kata bapak
"mana ada maling yang mau ngaku,jelas-jelas dia bawa kabur anak saya malah menyalahkan anak saya lagi"ucap pak bayu emosi
"dini yang datang sendiri kesini pa.dan minta tinggal di sini,jangan menyalahkan bang heru dan keluarga nya."ucap dini
..."berani kamu sekarang melawan papa ya.pulang sekarang"marah pak bayu...
__ADS_1
tangan dini di tarik paksa pak bayu. tanpa permisi langsung membawa dini pulang.