Suami Yang Dihianati

Suami Yang Dihianati
perjuangan mencari nafkah


__ADS_3

"mamah yakin mau kerja di sini"pasalnya ini bukan perkampungan melainkan hutan,kalau mau belanja harus keluar hutan dulu sejauh 3 km.sedangkan dia biasanya seminggu sekali wajib yang nama nya belanja baju,sedangkan kebutuhan sehari hari dia setiap hari ke warung.terus ini kami akan tinggal di hutan.


"ya kan kita tinggal disini gak cuman bertiga.banyak orang nya yah,cuman agak sedikit jauh jauh rumah nya.kita tinggal di kantin,mereka di rumah kerja."kata dini yakin


"terserah mamah aja kalau gitu,yang penting kalian betah ayah pun betah"


seminggu,sebulan bahkan udah setahun kami tinggal di sini,sebelumnya dini tak pernah mengeluh tentang gaji yang belum juga keluar tapi ntah kenapa hari ini dia mulai marah marah,kami di sini di janjikan sebulan 3 jt tapi yang kami dapat hanya setengah nya,setengah nya lagi gak tau kemana.


untuk makan kami tak memikirkan karna kami yang memasak.walau terkadang tinggal ikan asin saja lauk nya karna petugas yang biasa nya belanja sudah seminggu tak datang.kami kehabisan bahan makanan.

__ADS_1


"kalau gini terus gimana kita akan betah ayah,zahra juga bulan depan udah masuk sekolah mau pakai apa bayar sekolah kalau kita kayak gini terus." tanya dini yang mulai tak tahan


"kita jalani aja dulu mah,lagian ayah juga kan cari kayu bakar sama bang ahan,bang ahan juga orang nya baik.dia juga perhatian kan sama kita,karna dia juga udah ngerasain di tipu sama cik herman,padahal hanya 1 jt aja tapi belum di bayar juga."


"ya udah lah terserah ayah aja,tapi kalau bulan ini masih kayak gini terus mamah gak betah"kata dini kesal


setiap pagi aku hanya tugas memasak nasi saja,itu karna dini kurang pandai biasa pakai yong ma saja tapi ini masak memakai sangku besar untuk makan pagi sampai sore.selebih nya semua dini yang mengerjakan.sedang aku mencari limbah kayu yang tak di gunakan untuk bahan.aku mengumpul kan kayu kayu itu untuk di jual lagi pada orang pembuatan bata untuk kayu bakarnya.


aku di sini tidak sendiri,aku bersama seorang warga yang dekat sini rumah nya sekitar 1 km lah dari pabrik kayu,kenapa aku dengan nya karna dia memang sudah lama mencari kayu bakar,karna itu pekerjaan yang mudah katanya,dia memang bukan asli orang sini hanya istrinya saja.dia juga orang yang sederhana bisa di katakan orang yang pas pasan.

__ADS_1


kenapa dia ngajak aku kerja sama mencari kayu,dia kasian sama kami karna udah di bohongi bos pabrik kayu.katakan saja nama nya herman.walaupun dia cicik nya dini tapi tak menjamin uang gaji kami utuh.


syukur nya masih ada orang yang perduli dengan kami,semenjak aku ikut dengan nya(ahan) aku kembali memegang uang dan bisa memenuhi keinginan dini dan zahra.sebagian aku pakai dulu untuk ke dapur.


setiap makan siang aku mengajak bang ahan makan di kantin saja,tak usah membawa bekal lagi.karna kalau bukan dia mungkin aku dan keluargaku sudah terlantar.


lagian bang ahan juga orang nya tak pernah perhitungan.terkadang dia ke hutan sambil membawakan jajan zahra padahal anak bang ahan juga ada 4 tapi dia juga ingat dengan zahra.


setiap hari kami selalu mengumpulkan kayu bakar,terkadang kalau cuaca bagus dan panas mobil akan masuk seminggu sekali,akan ada 3 sampai 4 mobil dam yang masuk mengangkut kayu kami pun akan mengantongi uang bersih setidak nya sampai 2 jtan.tapi kalau udah musim hujan kami pun mencari kerjaan lain karna tak akan ada mobil yang masuk ke dalam.

__ADS_1


__ADS_2