Suami Yang Dihianati

Suami Yang Dihianati
berkunjung ke rumah indah


__ADS_3

dari malam itu komunikasi kami pun semakin lancar,aku dan indah pun sudah merasa nyaman satu sama lain.kami juga janjian akan pergi bersama hari minggu ini hanya sekedar jalan jalan saja,membawa zahra agar tak terlalu bosan di rumah terus.


di hari minggu yang cerah ini secerah hati ku. mengiringi langkah ku untuk menjemput pujaan hati. hari ini bukan hanya untuk mengajak indah jalan jalan saja tapi aku juga akan meminta indah pada orang tua nya untuk menjadi teman hidup ku.


aku udah siap dengan segala resiko nya,walau mungkin aku akan di tolak nanti nya aku sudah siap menerima nya.yang penting sudah berusaha.aku juga sadar siapa lah diri ini.


aku menuntun zahra masuk ke rumah indah,rumah nya tak terlalu besar dan mewah,di lihat dari rumah nya saja sudah nampak indah orang yang sederhana,dan sangat rapi.


indah menyuruh kami duduk di ruang tamu menunggu orang tua nya yang masih di belakang.selama aku menunggu,indah mengajak zahra bermain,bersenda gurau mereka kelihatan begitu senang.mungkin karena indah adalah guru TK maka nya dia bisa menyeimbangi zahra.tapi ada sisi lain di diri indah.dia kelihatan sangat sayang dengan zahra,begitu juga zahra yang begitu nyaman dengan indah.beda dengan yang pernah aku kenalkan dengan zahra sebelum sebelum nya.zahra tak pernah sebahagia ini.mudah mudahan indah adalah jodoh yang allah kirimkan untuk ku.


orang tua indah sudah duduk di hadapan ku.aku sedikit gugup,untung nya zahra duduk di sebelah ku memberi ku ketenangan.


"maaf pak sebelumnya kalau saya lancang datang ke sini.tapi niat saya baik,saya ingin minta izin pada bapak untuk meminta indah langsung ke bapak. maksud nya ingin meminang indah menjadi teman hidup saya.kalau bapak dan ibu bersedia saya akan membawa orang tua saya ke sini untuk langsung melamar indah yang sesungguh nya"


"kamu mau lamar anak saya dengan keadaan begini"kata pak Andi bapak indah


"bukan,bukan gitu pak sebenar nya saya datang kesini hanya ingin ajak indah jalan jalan saja.tapi saya pikir pikir tidak baik kalau 2 orang yang sudah dewasa pergi bersama tanpa ada nya ikatan.jadi saya meminta izin pada bapak ibu untuk meminta indah. kalau saya harus membawa seserahan atau semacam nya saya bisa usahakan sekarang"ucap ku sedikit gugup.


"saya selaku ayah nya indah tidak bisa memutuskan sendiri,semua keputusan saya serahkan pada indah.kalau dia mau saya bisa apa,karena dia yang akan menjalani.


kalau saya gak setuju"ucap pak Andi


kami semua diam mendengar ucapan pak Andi yang terakhir.

__ADS_1


"ayah"belum sempat ibu nya indah bicara ayah indah sudah memotong nya.


"ayah belum siap ngomong buk.dengar dulu yang akan ayah omongin baru komentar"


"saya gak setuju kalau kamu sama indah"pak Andi sengaja menjeda kalimat nya dia mengamati wajah ku yang sedikit ada rasa kecewa.


"kalau kalian pergi tanpa ada ikatan yang jelas.kalau hanya untuk main main lebih baik kamu pulang.tapi kalau kamu memang serius dengan indah.kamu tau kan apa maksud saya"tanya pak Andi


"saya mengerti pak apa maksud bapak.tapi bagai mana dengan indah apa dia bersedia?"


kami semua melihat indah menunggu jawaban nya. dan indah mengangguk tanda setuju.


alhamdulilah kami semua bersyukur.bahkan zahra kegirangan dan memeluk indah dan menciumi nya.


"kalau ayah zahra mau"kata indah memberi kode


perasaan ini begitu senang dengan jawaban indah,tak sia sia aku berjuang.


"baik pak besok saya akan membawa kedua orang tua saya untuk melamar indah"


"besok.kok buru buru"kata indah kaget


"kelamaan ya.kalau begitu saya telfon orang tua saya.biar mereka datang ke sini sekarang bagaimana?"

__ADS_1


"jangan.besok aja jangan sekarang itu terlalu cepat" kata indah gugup


"saya ingin secepat mungkin karena hal baik akan lebih baik kalau di segera kan.atau langsung saja menikah?"


"kamu kira mau beli ikan asin.semua perlu persiapan kecuali semua kamu yang ada kan tak masalah"kata bapak menguji ku


"kalau bapak bersedia saya gak keberatan pak.biar sekalian saja acara nya.


"itu kamu tanyakan saja langsung dengan indah saya hanya menyetujui saja,yang penting anak saya bahagia"kata pak Andi dan pamit masuk ke dalam


tinggal lah aku,indah dan zahra di ruangan itu.zahra sedang bermain boneka duduk di bawah beralas kan ambal bulu sedangkan aku dan indah duduk di atas kursi yang berhadapan agak jauh. suasana hening mencekam tak ada percakapan di antara kami.kami semua saling diam dalam pemikiran masing masing.


"indah apa kamu mau menjadi istriku"aku memulai percakapan dan langsung pada inti nya tanpa basa basi


"iya bang,indah mau"hanya itu jawaban nya.aku tak lagi bertanya apa pun pada indah karena melihat wajah indah yang sudah memerah mungkin dia malu.aku memutuskan untuk pulang.aku akan menanyakan yang lain nya nanti saja melalui telfon karna di sini indah nampak terlalu malu dan gugup.


"kalau gitu abg dan zahra pamit dulu ya.nanti kalau sampai rumah abg telfon aja.karna indah juga terlihat gugup.takutnya indah pingsan depan abg.abg gak bisa bantu jadi ribet urusan nya"ucap ku sedikit bersenda agar suasana mencair


"iya bang.indah tunggu ya"


"kak zahra pulang dulu ya.jalan jalan nya nanti aja kalau kak indah udah jadi ibu nya zahra oke"kata zahra pada indah sambil mengacungkan jempol nya.


kami pun pamit pulang pada orang tua indah.aku berencana akan langsung membelikan cincin untuk lamaran besok untuk pengikat nya saja sedang mahar nya nanti akan ku tanya kan lagi pada indah dia ingin minta apa padaku.

__ADS_1


sesampai nya di rumah aku langsung memberi tahukan kabar baik ini pada orang tua ku.karena aku juga tak ingin berlama lama.bukan takut di ambil orang tapi tak ingin menjadi bahan omongan orang. orang tua ku dengan senang hati akan mengantarkan aku besok untuk melamar indah,karena mereka juga mengenal keluarga indah dengan baik.sebenar nya mereka juga ada niat akan menjodohkan aku dan indah tapi karna aku maju 1 langkah dari mereka.jadi mereka gak usah susah payah menjodohkan kami.


__ADS_2