
sudah sebulan berlalu tapi sampai saat ini belum ada kabar dari dini,hampir setiap hari aku mengirimi a pesan tapi tak juga di balas,
"mendingan aku ke kebun saja.gumam ku
di kebun pun aku tak bisa fokus bekerja.dalam pikiran ku hanya dini dan dini.bagaimana kabar nya aku tak tau.yang aku dengar dia sedang mempersiapkan diri untuk ujian,itu pun rizki yang memberi kabar kalau hp di sita oleh ayah nya.
sampai aku tak sadar kalau dimas sudah di belakang ku
"wah yang mau panen cabe lagi untung banyak nih,ucap dimas yang tiba-tiba sudah di belakangku
aku tersentak kaget sambil memegang dada.ternyata dimas yang bicara
"iya alhamdulilah mau panen lagi.sejak kapan kamu disitu ngagetin aja"kesal ku
"maka nya jangan melamun aja.sampek gak tau aku di sini."kekeh dimas
"kenapa apa ada masalah kok dari tadi aku perhatiin lemes banget,cerita dong kata nya saudara,"
"aku kepikiran dini terus,udah sebulan ini gak ada kabar,apa dia baik-baik saja di sana,aku kangen dia"
"samperin lah kerumah nya gitu aja kok susah,"
"aku takut orang tua nya melarang ku"
"alhamdulilah,panen ini lebih banyak dari sebelumnya,sebaik nya aku langsung belikan pupuk saja,sisa nya aku simpan,"
"aku kangen banget sama dini,apa lebih baik aku ke rumah nya ya"
"iya aku langsung aja ke sana"
sehabis aku belanja pupuk cabe dan kopi aku langsung menuju ke rumah dini.lumayan jauh perjalanan ku ke rumah dini.1jam perjalanan yang harus ku tempuh,sampai lah aku di rumah orang tua dini
aku turun dari motor ku.ku rapi kan penampilan ku.ketika hendak mengetuk pintu ku dengar suara ribut-ribut.suara pak bayu marah-marah dan ku dengar tangis dini seperti minta ampun ntah lah apa yang sedang terjadi di dalam aku gak tau pasti.
tok tok tok,"ku ketuk pintu agak keras
__ADS_1
tak berselang lama pintu di buka nampak kak wati dengan wajah sedikit menahan kesal
permisi kak,dini nya ada
"untuk apa kamu ke sini, apa gak cukup udah buat masalah.marah Wati
"masalah apa kak.aku datang ke sini ingin bertemu dini bukan mau buat masalah,karna udah sebulan gak ada kabar apapun kak"ucap ku
datang kak Mia,menyuruhku masuk dan aku duduk di ruang tamu.tak ada lagi suara dari ruang keluarga seperti yang ku dengar tadi.
tak lama keluar pak bayu masih dengan wajah merah menahan emosi,lalu duduk berhadapan dengan ku
"mau apa kamu datang ke sini,mau mentertawakan kami,mau menghina kami karna gak bisa mengajarkan mana yang baik untuk anak kami,iya"marah pak bayu
"saya datang ke sini untuk melihat dini apa dia baik-baik saja,karna sudah sebulan dari kejadian bapak jemput dini,tak ada kabar sedikit pon dari nya.setiap saya hubungi tak pernah di angkat,saya takut terjadi apa-apa dengan dini"
"dini hamil"ucap kak wati
deg
"hamil,tapi.dengan siapa kak"ucap ku terbata
"Jangan pura-pura gak tau.ini pasti ulah kamu kan tapi kamu ancam dini supaya tidak mengakui nya,iya kan"emosi kak wati
"aku gak tau apa-apa kak karna sebulan ini kami gak pernah bertemu lagi.komunikasi kami juga putus"
lama kami semua diam dalam pemikiran masing-masing ntah apa yang harus aku lakukan,satu sisi aku kecewa dini hamil ntah dengan siapa.tapi satu sisi aku sangat mencintai nya.akhir nya aku putuskan
"saya akan menikahi dini,besok saya akan datang lagi bersama orang tua saya.untuk menentukan tanggal pernikahan."ucap ku tenang
"apa kamu bercanda hah,kamu mencoba mempermainkan keluarga ku.terus kamu mau kasih makan apa dia kamu tu gak punya apa-apa,gak usah sok peduli dan mau nikahi dini"kak wati sambil senyum mengejek.
"saya mohon sama bapak ibu kakak percaya sama saya.saya akan bertanggung jawab terhadap dini dan calon anak yang di kandung nya.walaupun bukan saya yang melakukan nya."
"kalau begitu saya permisi dulu untuk persiapkan semua nya.besok saya kembali,tapi sebelum saya pulang.izinkan saya bertemu dini sebentar saja"pintaku
__ADS_1
"baik"jawab pak bayu
aku kasian melihat dini saat ini duduk di sudut kamar dengan rambut berantakan,ada darah di sudut bibir nya kemungkinan tamparan dari papa nya.dia masih nangis tersedu.aku ingin memeluk nya memberi kenyamanan tapi ku urungkan.
"jangan menangis lagi,sayang bayi nya juga ikut sedih,besok aku ke sini lagi untuk menikahi mu,aku pulang dulu"ucap ku
dini melihatku seolah bertanya apa aku serius atau tidak dengan perkataan ku.
"aku serius akan menikahi mu,jangan khawatir ya.abg pun percaya kalau dini bisa jaga diri.dini tunggu abg ya."aku tersenyum pada nya.
sebelum aku keluar aku berbalik dan berkata
"oiya jangan lupa makan,aku gak mau kamu pingsan di acara ijab qabul karna kelaparan"aku tersenyum sambil jalan keluar
aku pun berpamitan pada orang tua dini
"baik pak bu saya permisi dulu"ku salami kedua orang tua dini
aku menuju motorku dan langsung pulang
dalam perjalanan pulang aku selalu terpikirkan dini.apa keputusan ku untuk menikahi dini adalah yang terbaik.
sebenar nya aku tak yakin kalau dini sampai nekat berbuat hal yang di larang,karna aku mengenal dini sudah lama.jangan kan untuk berbuat lebih memegang tangan nya saja dia tak pernah mau.
dini sangat menjaga dirinya,bahkan yang aku tau dia tak pernah dekat dengan laki laki.
dini selalu mengatakan apa saja yang dia lakukan sehari hari.tak pernah sekali pun dia tak mengabari ku hampir setiap dia melakukan aktifitas dia menelfon ku kecuali dia sedang sekolah.
sebulan ini bukan dia tak mau menghubungi ku tapi karna hp nya di sita oleh ayah nya.rizki yang memberi tahuku hal itu.
sampai di rumah pun aku masih memikirkan dini.bagai mana tanggapan ke dua orang tua ku kalau aku akan menikahi dini.dalam waktu dekat ini.
aku sangat mencintai dini,aku gak ingin dia bersama orang lain.aku pun rela kalau aku harus tinggal bersama nya dengan keluarga nya.
walau pun aku tau tak ada satu pun dari kakak nya yang menyukai ku.tapi demi dini akan aku jalani.
__ADS_1