
setelah perceraian ku dengan dini,aku memulai hidup baru.zahra selalu menyemangati ku,aku mulai berkebun seperti dulu.untuk sementara aku meminjam kebun bapak untuk aku kelola lagi.
alhamdulilah semua tak ada yang sia sia,selama kita yakin dan selalu berusaha semua pasti ada jalan nya. seperti yang ku jalani sekarang ini dari yang awal nya hanya petani cabe dan akhirnya aku bisa menjadi bos nya,aku tak pernah berhenti bersyukur pada Allah yang maha kuasa.
bermodal kan kebun bapak yang ku pinjam akhirnya aku bisa membeli 2 hektar kebun sendiri.semua nya berhasil ku jalani,aku juga punya anggota 10 orang tuk merawat semua kebun ku.
aku pun kini tengah membangun istanaku sendiri,karena tak mau terus bergantung tinggal dengan orang tua ku,berkat mereka juga aku bisa sesukses ini.aku bersyukur lahir dari mereka yang begitu menyayangi anak anak nya.bahkan di saat aku jatuh terpuruk pun mereka lah yang menyemangati ku tuk bisa bangkit lagi.
"heru,bapak lihat kamu udah mulai sukses,apa kamu gak kepikiran untuk cari ibu baru buat zahra?"tanya bapak
"sekarang belum kepikiran pak,biar lah seperti ini dulu.lagian ku lihat zahra juga senang senang aja pak"
sambil ku lihat zahra yang sedang bermain
"apa kamu yakin zahra bahagia,coba kamu perhatikan waktu ada acara di sekolah teman teman nya semua dengan orang tua lengkap.sedangkan zahra hanya kamu yang menemani"
apa yang di katakan bapak ada benar nya,zahra selalu aku yang menemani sedang teman teman nya dengan kedua orang tuanya.apa aku terlalu egois hanya memikirkan diri ku sendiri.tapi aku sendiri masih takut menjalani rumah tangga lagi,aku takut terulang lagi.
"nanti lah aku tanya zahra dulu pak.kalau dia mau ya aku carikan."
aku memikirkan apa yang bapak katakan.memang zahra butuh kasih sayang ibu,tapi hati ini masih ragu.walau sebenar nya aku juga merasa ada yang kurang tapi selalu ku tepis jauh.
besok aku berencana mengajak zahra dan keluarga ku tuk jalan jalan,sesekali membawa mereka bersenang senang tak ada salah nya,lagian zahra pun libur sekolah.aku akan membawa mereka ke laut,zahra sangat menyukai laut.
"zahra,besok kan libur sekolah gimana kalau kita jalan jalan ke laut."
"beneran yah,ayah gak bohong kan.siapa aja yang ikut yah?" tanya zahra semangat
"emang ayah pernah bohong sama zahra.ya semua nya ikut,emang zahra mau nya siapa aja yang ikut?"
"semua nya dong kan gak enak kalau cuman zahra sama ayah aja,kalau kakek sama nenek gak ikut zahra juga gak ikut"zahra paling gak suka kalau pergi pergi tak mengajak kakek dan nenek nya.
"oke kalau gitu siap siap biar besok cepat berangkat nya.kasih tau nenek ya"
"siap bos ayah,hahahahaha"zahra tertawa dan berlari ke rumah bapak yang berjarak 10 meter saja.
karena zahra ke rumah bapak akhirnya aku yang menyiapkan semua keperluan yang akan di bawa.
tak lupa aku juga mengajak anggota ku untuk ikut,hanya sebagian dari mereka yang mau ikut karena memang mereka juga ada rencana sendiri dengan keluarga masing masing.sedang yang belum menikah mereka ikut dengan ku.
kami semua berangkat pagi dari rumah karena perjalanan juga lumayan jauh sekitar 5 jam.kami rental mobil bak terbuka agar bisa leluasa memandang.
__ADS_1
setelah berjam-jam kami dalam perjalanan akhirnya sampai juga di tempat tujuan,ku bangun kan Zahra yang masih tertidur di pangkuanku.
"wah kita udah sampai ya yah,"zahra antusias sekali melihat di depan nya sudah ada laut yang terbentang luas,dia langsung saja berlari ke arah laut tanpa mendengar kan perkataan ku.
braakkkkk
"aww aduh"
"zahra kamu gak papa nak,"
"maaf maaf mbak,mbak nya gak papa kan,maaf sekali lagi tadi anak saya kurang hati hati.gak sengaja nabrak mbak nya"
karena terlalu senang dan tak berhati hati zahra menabrak seorang wanita yang tengah membawa air minum hingga tumpah mengenai sebagian baju nya.
"iya gak papa nama nya juga anak kecil,udah biasa kok"sambil mengelap baju yang basah terkena minuman tadi.
"biar saya ganti aja ya,baju sama minuman nya,"kata ku tak enak
"gak usah bang gak papa lagian saya juga mau main air nanti bakal basah juga kok,"tolak nya
"tapi saya gak enak sama mbak nya"
"baik.tunggu sebentar biar saya belikan yang baru"
aku langsung membelikan minuman wanita itu,sampai aku melupakan zahra.setelah minuman nya aku beli.aku bergegas kembali ke tempat di mana wanita tadi menunggu,alangkah kaget nya aku melihat zahra dengan wanita itu bermain air bersama ku lihat zahra yang begitu senang tertawa lepas.tawa yang sudah lama sekali tak ku lihat.hati ini seperti di cubit,sakit rasa nya belum bisa memberikan zahra kebahagian.
aku pun mendekati mereka yang sedang bermain.
"zahra,ayah cariin rupa nya di sini"padahal aku sudah melihat nya tapi pura pura mencari nya.
"oh iya ini minuman nya yang tadi"ku serah kan minuman yang ku beli tadi pada wanita itu
"iya makasih ya"ucap nya tersenyum ramah
"iya sama sama.makasih juga udah ngajak anak saya bermain"
"iya.saya pergi dulu mau gabung sama teman teman"pamit nya
"kakak mau kemana,zahra masih boleh main sama kakak gak"tanya zahra sedih
"boleh,kalau zahra mau ikut.temen temen kakak di sebelah sana,tapi minta izin dulu sama ayah nya ya, nanti ayah sama bunda nya nyariin" kata wanita itu sambil menunjuk di mana teman teman nya,dan meminta izin pada ku untuk membawa zahra dengan nya.
__ADS_1
"zahra cuman punya ayah,nenek,sama kakek.mamah zahra udah pergi,kak"kata zahra
"maaf ya kakak gak tau.ya udah tanya ayah dulu ya"
"boleh kan yah zahra main sama kakak itu"pinta zahra
"boleh,nanti ayah nyusul ya,ayah lihat kakek sama nenek dulu takut nyariin kita.tapi ingat jangan terlalu jauh mainnya,jangan dalam dalam ya ingat ini laut bukan kolam renang"aku mengingatkan zahra
"iya ayah ku sayang"sambil mencium ku seperti biasa kalau keinginan nya di turuti
"aku titip.zahra ya.nanti aku nyusul ke tempat kalian."
"oke gak masalah,lagian zahra juga anak yang penurut kok"
sebenar nya aku tak langsung ke tempat orang tua ku,aku hanya menelfon saja agar mereka tak khawatir.aku mengikuti zahra takut akan kehilangan nya karena aku belum mengenal wanita itu,ku lihat zahra begitu dekat dengan wanita itu bahkan wanita itu juga tak keberatan zahra ikut dengan nya,dengan telaten nya wanita itu menjaga zahra,aku sengaja tak mendekati mereka karena takut akan mengganggu kesenangan zahra,aku duduk di warung yang tak jauh dari mereka.
"kak zahra mulai lapar,anterin zahra tempat ayah yuk"pinta zahra
" zahra lapar ya.ya udah kita berhenti dulu di sana,kakak bawa bekal banyak zahra mau makan sama sama gak"tawar wanita itu
"zahra sama ayah aja kak.kata ayah gak boleh ngerepotin orang."kata zahra polos
"kakak gak ngerasa direpotin kok malah kakak senang,"jawab nya lembut
"sini zahra makan sama sama aja banyak loh makanan nya"ajak teman teman wanita itu
"zahra ayah cariin loh,rupa nya kamu di sini.di tanyain nenek terus dari tadi"bohong ku padahal aku tak enak pada wanita itu dan teman teman nya karena sudah lama meninggalkan zahra pada mereka
"ayah,ini juga zahra mau cari ayah,tapi di ajak makan sama kak indah"kata zahra
"iya tadi kata zahra lapar jadi kami ajak makan dulu baru cari ayahnya,eh gak tau nya udah di susul"kata indah wanita yang mengajak zahra main
"iya maaf ya udah ngerepotin semua nya,biar zahra makan dengan saya aja"kata ku tak enak hati
"kami semua senang kok zahra juga anak nya penurut"
"lain kali kita main lagi ya zahra,sampai jumpa"kata indah dan teman nya
"iya kak"
"makasih ya semua,kami pamit dulu"
__ADS_1