Suami Yang Dihianati

Suami Yang Dihianati
surat cerai dini


__ADS_3

sebulan aku tinggal di rumah orang tua ku,selama itu juga aku tak bekerja karna masih dalam penyembuhan.dini tetap tinggal dengan mamah nya tak mau di ajak tinggal bersama ku.tapi orang tua ku tetap memberi nya nafkah.


orang tua ku tak mengizinkan aku kembali kerja di hutan,takut kejadian itu terulang lagi.


saat aku sedang asik bermain dengan zahra tiba tiba dini datang.


"mah,datang sama siapa,kenapa gak bilang mau ke sini.kan bisa ayah jemput ke sana"


"sama rizki.gak papa ayah kan masih belum sehat betul.mamah ke sini juga gak lama kok"


"oh,mamah mau ngajak kami pulang ke sana?biar ayah siap siap dulu kalau gitu"aku hendak bangun mau bersiap tapi di tahan oleh dini


"gak yah,mamah ke sini cuman mau kasih ini aja."dini memberikan amplop coklat pada ku


ku ambil amplop itu,lalu ku baca tangan ku bergetar memegang surat itu,tanpa terasa air mata ku jatuh.seketika badan ku lemas.


"apa maksud nya ini mah,apa salah ayah sama mamah"ku lihat wajah dini biasa aja tak ada rasa bersalah sedikit pun.


dia datang tiba tiba dan membawa surat cerai padaku.


"ya mamah mau kita pisah,mamah udah gak kuat sama ayah"


"karna ayah tak bekerja,tapi mamah tetap ayah beri nafkah,lagian apa mamah tega lihat anak anak pisah dengan orang tua nya mah.coba mamah pikirkan lagi"


"iya ayah tak bisa memenuhi semua kebutuhan mamah,mamah capek hidup sama ayah yang tak punya apa apa,tak bisa memberikan kebahagian pada kami."


dia berhenti sejenak mengatur nafas

__ADS_1


"anak gak usah repot repot mikir.lagian ini bukan anak ayah,kalau zahra mau ikut dengan mu silahkan,"


dengan enteng nya dia bicara kalau anak yang baru saja dia lahir kan bukan anak aku.lalu anak siapa?


"gak usah terlalu banyak mikir tentang siapa bapak biologis anak itu.nanti yang ada sakit lagi,sekarang yang penting tanda tangan saja surat itu,semua selesai.datang atau tidak nya ke persidangan itu gak penting,yang penting kita pisah.masalah biaya semua aku yang tanggung tak usah di pikirkan"dengan gampang dia menjelas kan semua nya seolah tak ada beban yang dia tanggung.


aku hanya diam mendengar kan semua yang dia omongin. memang aku tak memenuhi semua kemauan nya,bukan berarti aku lari dari tanggung jawab,selama ini aku bekerja tak kenal lelah pagi siang sore bahkan malam aku tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan nya yang segudang.bahkan yang sering berfoya-foya di belakang aku.semua aku usahakan untuk dia dan anak anak.tapi nyata nya dia tak menganggap aku ada.


"apa kamu sudah mengenal dia dengan baik"tanya ku pada dini tentang selingkuhan nya


"ya aku mengenal baik dia,bahkan dia lebih segala nya di banding kamu,dan aku menyesal kenal sama kamu duluan dari pada dia.tapi gak masalah lagian dia nerima aku apa ada nya.bahkan kami sudah menikah siri sebelum anak ini lahir" jelas nya


sungguh di luar dugaan ku dini yang ku kira sayang dan perduli dengan ku ternyata dia mengkhianati ku di belakang.bahkan dia mempunyai anak dengan laki laki lain,yang bodoh nya aku kira itu anak ku.


dulu dia menjebak aku tuk bertanggung jawab karena hamil di luar nikah nyata nya dia belum hamil.tapi sekarang dia hamil dengan orang lain di saat aku bekerja di luar daerah,miris sekali hidup yang ku jalani dengan nya.


"makasih kalau gitu kami pamit pulang,salam sama orang tua mu dan Zahra"berdiri dan pergi.tanpa mencari Zahra terlebih dahulu.


bahkan dia pergi pun tak menanyakan zahra.padahal itu anak kandung nya sendiri dia tega meninggalkan nya.


ku dengar suara Zahra menangis.aku mencari di mana asal suara itu ternyata Zahra di dalam.dari tadi dia mendengar kan pembicaraan kami.


ku peluk zahra.memberi sedikit kenyamanan pada nya.agar sedikit lebih tenang.setelah dia tenang baru lah kami bicara.


"Zahra denger semua nya"tanya ku pelan.dia mengangguk


"apa yang mau Zahra bilang"ku elus kepala nya lembut

__ADS_1


"Zahra akan tetap sama ayah,Zahra gak suka sama mamah.mamah jahat,Zahra benci sama mamah"


"sayang dengerin ayah ya,kamu gak boleh benci sama mamah,biar gimana pun dia yang ngelahirin Zahra,Zahra harus tetap menghormati mamah oke"dia mengangguk tanpa membantah,ku peluk lagi Zahra.


kami hanya tinggal berdua di rumah sedang orang tua ku pergi ke acara sepupu.


"pak bu,aku dan dini akan berpisah.tadi siang di datang membawa surat dari pengadilan,"aku memberi tahu kan mereka


"kenapa,apa masalah kalian gak bisa di bicarakan baik baik."


"aku gak merasa ada buat salah sama dia pak,tapi dia yang udah gak sanggup hidup susah sama aku"


aku menjelaskan semua nya ke bapak tanpa ada yang aku tutupi bapak masih mendengarkan.


"kamu sudah setuju,dan menanda tangani surat itu"aku pun mengangguk mengiyakan.


"bagus,kamu tetap datang,kita lihat apa saja yang akan dia katakan di persidangan"


bapak juga sebenar nya sudah jengah dengan kelakuan dini yang suka sekali mengatur aku,dan terlalu royal dengan uang,bapak selama ini masih diam karna tak mau ikut campur.


bapak makin gak suka dengan dini sewaktu aku sakit,dini bahkan tak menemani aku di rumah sakit,dini datang hanya sekedar melihat saja, lalu pulang lagi dengan alasan Dira tidak bisa di tinggal.dan gak mungkin menginap dengan bawa anak bayi.


memang waktu itu dira masih umur 1 bulan,dan sedang diare kata nya,karna terlalu sering di beri air putih,bukan susu formula,saat dini sedang pergi.dini sendiri jarang memberi asi alasan nya,asi nya tak banyak keluar.


sidang perceraian pun akhirnya datang,aku dan bapak menghadiri nya,semua berjalan dengan semestinya,tak ada yang memberatkan,semua penjelasan dari dini pun di terima oleh hakim.


saat di tanya tentang hak asuh anak dini menjawab kalau kami sepakat membawa masing masing 1 anak.zahra denganku dan dira dengannya.saat hakim menanyakan padaku,aku pun setuju saja.

__ADS_1


akhirnya hakim pun memutuskan bahwa kami berdua sah bercerai di mata hukum dan agama.


__ADS_2