
aku kembali bekerja setelah 3 hari aku di rumah mama nya dini. bang ahan juga sudah bisa bekerja lagi walau belum kuat untuk mengangkat kayu,dia hanya memotong saja,tapi aku masih takut kalau kejadian kemarin ke ulang lagi.
"ru,gimana udah dini,kapan perkiraan nya"tanya bang ahan di saat istirahat
"gak papa bang,cuman di suruh istirahat,kebanyakan naik kereta maka nya perut nya kram.perkiraan 3 minggu lagi lah"
"masih sempat lah ngumpulin dulu,syukur syukur cuaca nya bagus terus"kata bang ahan.
dia selalu memikirkan aku padahal dia sendiri perlu.itu lah bang ahan yang tak pernah egois.
"ini kapan ada masuk mobil bang"
"besok ada masuk 3,2 tuk kamu 1 sama aku.bisa tuk tambah tambah dini lahiran nantinya"
"kok gitu bang,abg pun kan perlu tuk di rumah,udah bagi 2 aja kita kayak biasa nya"aku gak enak karna aku udah numpang sama dia.
"gak papa kamu perlu,dini mau lahiran banyak keperluan"
mau aku tolak lagi juga percuma,bang ahan pasti tetap memaksa,dia lebih dulu ngerasain waktu kak tari mau melahirkan tak punya uang gimana sulitnya,maka nya dia mendahulukan aku.
begitulah selalu kami bekerja pergi pagi pulang sore.tapi pernah juga sampai malam kami masih di hutan karna harus muat ke mobil karna kejar waktu.
kebayang kan gimana seram nya malam malam di dalam hutan,gelap sunyi.banyak binatang liar nya.itu lah pekerjaan ku demi keluarga aku jalani.tak kenal lelah dan pantang menyerah.
"halo mah ada apa,ayah masih istirahat nih"dini menelfon di saat aku sedang istirahat
"ayah pulang ya,mamah udah mulai sakit perutnya"kata dini sesekali menarik nafas
"ini mamah di mana"
"di rumah.sama mama ada juga bibi yang nemenin"
"ya udah ayah pulang sekarang ya"
__ADS_1
aku bersiap membereskan peralatan kerja
"bang aku harus pulang sekarang,dini kata nya mau lahiran udah sakit sakit"
"ya udah ayok pulang"kata bang ahan cepat
sampai di rumah bang ahan aku segera mandi,berganti pakaian dan langsung pamit pulang.
begitu aku sampai di rumah mama nya dini,aku bergegas masuk ke dalam.tapi!
"mah,kamu udah melahirkan?"aku lihat dini sudah tiduran di sebelah nya ada anak bayi yang terlelap tidur.
"ayah udah Sampek"
"mah ayah telat gak ada di samping mamah"aku terduduk lemas di sebelah nya dini karna tak menemaninya melahirkan
"gak papa ayah,yang penting kan mamah sama adek nya sehat.tadi mau di telfon rizki tapi gak jadi,takut nya ayah bawa kereta nya ke ganggu."
"adek nya perempuan mah,ayah adzan kan ya"sambil ku angkat bayi nya
"iya,sama cantik nya"
kali ini aku tak bisa melihat proses lahir nya anak ke dua ku.karna aku dalam perjalanan pulang ke sini.tapi tak apa yang terpenting semua sehat sehat.
seminggu aku menemani mereka di sini,bukan tak mau aku mengurus dini sehabis melahirkan tapi kondisi keuangan ku tak memungkinkan,tak seperti dulu.
aku sedikit kecewa dengan mama mertua ku.uang yang ku bawa habis tuk belanja,padahal belanjaan kalau aku perkirakan tak mungkin habis segitu,malah masih kurang dan memakai uang mama.
aku bingung sebenar nya uang itu tuk belanja ke dapur atau ke yang lain,tapi ya udah lah aku mles berdebat.lagian aku juga tak ikut mengurus dini kali ini.
aku kembali lagi bekerja,sebelum nya aku sempat membeli beras dan beberapa lauk tuk di bawa ke rumah kak tari.karna aku tak bisa membawa apa apa dari rumah mama sehabis acara syukuran kemarin.karna tak ada sisa apa pun,
"kak,aku gak bisa bawa apa apa."sambil ku letak kan barang bawaan ku
__ADS_1
"masak ku kasih uang tuk belanja tapi belanja nya gak sesuai,aku sedikit kesal,tau gitu kan aku belanja sendiri"
"udah,ngapain mikirin yang di sini.penting kan semua udah selesai gak ke pikiran lagi.kerja pon tenang."kata bang ahan
"tapi masih aja agak kesal bang."
"udah lah kamu juga di sini.kan mama nya juga yang ngurusin dini di sana"
kerja hari ini ntah kenapa aku tak konsentrasi,aku kepikiran dini aja aku pun tak tau.padahal tadi pagi aku nelfon dia.
sangking gak konsen nya ada kayu yang aku potong mengenai badan ku padahal kayu nya kecil.tapi badan aku langsung lemas.aku istirahat sejenak.
"kenapa ru,baru kerja kok udah duduk,kamu sakit kok pucat kali muka mu"
"tadi kenak kayu di atas padahal cuman ranting aja tapi badan aku langsung lemas"
"pulang aja.pucat kali udah."ajak bang ahan karna lihat muka ku pucat
sampai rumah pun aku tak sanggup apa apa.bahkan mandi pun aku tidak,hanya berganti pakaian langsung aku tidur. memang dimana aku terkena kayu tadi.belum lama ini ada kejadian orang tertimpa kayu dan meninggal di tempat.
sudah berapa hari tak ada kemajuan padaku.berobat kemana mana pun sudah,berbagai macam obat sudah aku minum tapi tak ada perubahan yang berarti.
bang ahan takut terjadi sesuatu sama aku.akhirnya menelfon adek dini untuk menjemput aku.
aku langsung di larikan ke rumah sakit,karna kondisi ku yang semakin parah,bahkan aku sampai tak sadar kan diri,aku koma selama 5 hari.
ada ku dengar suara suara orang yang ku kenal tapi aku tak bisa membuka mata,seolah mata ini tak bisa lagi tuk di buka,bahkan aku tak bisa bicara dan bergerak hanya mendengar orang sekitar saja.
salah satu keluarga pasien yang lain mendekat ke arah orang tuaku.dia bilang kalau aku sebenar nya di ganggu makhluk tak kasat mata,karna aku sudah merusak tempat tinggal nya. orang tua ku sebelum nya tak percaya.tapi saat dokter periksa kondisi ku.aku di nyatakan baik baik saja tak ada penyakit,tapi aku bisa koma.
akhirnya orang tuaku mendengar kan apa kata orang tersebut dan mengikuti apa yang di katakannya.bahkan sampai harus membawa sebagian kayu yang pernah aku potong sebelum aku sakit.
orang yang tau hanya bang ahan lah di mana kami kerja dan kayu yang aku potong,memang sedikit kesulitan mengenali kayu tersebut karna kejadiannya sudah lebih seminggu yang lalu,lagian sebagian kayu nya sudah di jual bang ahan tuk membantu aku selama di rawat.
__ADS_1
setelah kayu itu di bawa ke dekat ku.dan ntah apa yang di lakukan orang tersebut,hingga aku bisa sadar lagi tapi masih sedikit lemas karna sudah lama tidur.
orang tua ku berucap syukur akhirnya aku bisa sadar lagi. padahal sebelumnya mereka sudah hampir pasrah.karna di bilang dokter aku tak ada sakit apa apa tapi bisa koma.dokter sendiri bingung mau menjelaskan.alhamdulilah mukjizat dari allah melalui bapak tersebut akhirnya aku bisa sadar lagi.