Suami Yang Dihianati

Suami Yang Dihianati
ayah dini meninggal


__ADS_3

pagi ini dokter datang untuk memeriksa keadaan ayah mertua ku.kami menunggu di luar sedangkan di dalam,mamah kak mia dan bang bagas yang menemani.


"alhamdulilah keadaan bapak semakin membaik mudah mudahan besok sudah bisa pulang ya pak"kata dokter pada ayah


"iya dok saya rasa juga lebih segar badan nya dok"kata ayah


"baik pak,jaga kesehatan jangan terlalu capek dan banyak pikiran ya pak,saya permisi dulu" kata dokter tersenyum pada semua


"iya dokter terima kasih"kata bang bagas


setelah dokter dan yang lainnya keluar.tak lama bang bagas juga ikut keluar.aku masih setia menunggu di kursi tunggu.sedangkan dini di rumah menjaga zahra yang terlalu aktif jika di bawa kesini,bukan nya menjaga yang sakit malah mengurusi zahra yang merangkak kesana kemari,zahra sudah mulai tak mau di gendong lagi.


"gimana udah kondisi ayah" tanyaku pada bang bagas


"alhamdulilah banyak kemajuan,bahkan ayah seperti bukan orang yang sakit dia sangat segar"kata bang bagas


"alhamdulilah bang kalau gitu,berarti operasi kemaren memang tindakan yang tepat untuk ayah" ucapku


ya memang setelah operasi kemarin ayah semakin membaik bahkan hari ini ayah minta di lepas infus nya kata nya risih gak bisa bebas bergerak.padahal ayah baru aja kemarin operasi nya,ayah bertingkah seolah bukan dia yang habis operasi dan tak ada merasakan sakit bekas operasi.


"bang aku pulang dulu ya jemput dini kata nya dia mau lihat ayah"


"ya udah sana"


aku pulang menjemput dini kata nya dia rindu banget sama ayah seperti udah lama gak jumpa ntah kenapa dari tadi seperti ada ayah yang manggil manggil.aku cepat jemput dini karna tak ingin berpikiran yang aneh aneh tentang cerita dini tadi.


sampai di rumah belum juga aku turun dari kereta,dini sudah keluar menggendong zahra.

__ADS_1


"ayo bang kita pergi"kata dini gak sabaran


"dek abg ke kamar mandi dulu lah gak tahan ini sebentar aja"ucap ku sambil berlalu pergi


sampai di rumah sakit pun dini tergesa gesa menuju ruang di mana ayah di rawat,seakan sudah lama tak lama bertemu padahal hanya semalam saja dia tak menjaga ayah.memang dari semua anak ayah hanya dini lah yang paling dekat dengan ayah.


"ayah dini rindu kali sama ayah,ayah udah sehat kan,jangan sakit sakit lagi ya."kata dini langsung memeluk ayah nya dia tak ingat kalau zahra di gendongan sedang tertidur


"kamu ini kenapa sih,baru juga bentar gak jumpa udah rindu.yang berbulan bulan tinggal sama heru tanpa ayah kamu gak rindu."goda ayah pada dini


"itu kan lain yah,dini pon kan harus ikut suami,lagian ayah sehat sehat,"kata dini sambil memanyunkan bibirnya seperti anak keciil


"udah punya anak masih kayak anak anak aja,malu tuh sama yang di gendong."kata kak mia menggoda adik nya,kak mia tau kalau dini paling manja sama ayah


"ayah kak mia" kata dini sambil bergelayut di pundak ayah,dini sengaja seperti itu biar ayah nya sedikit terhibur


kami semua tersenyum melihat ayah sebahagia ini,udah lama kami tak melihat ayah seceria ini biasa nya ayah selalu tegas dan kebanyakan diam.terakhir kami melihat tawa ayah dulu sebelum anak anak nya menikah,tapi setelah kami menikah apalgi dini,ayah semakin banyak diam dan tertutup.


malam hari nya pun kami masih bersenda gurau dengan ayah,hingga jam 8 malam.


pada jam 22.15 bang bagas nelfon mengabarkan kalau ayah tiba tiba kritis,aku dan dini langsung bergegas kembali lagi ke ruangan ayah.padahal kami baru saja keluar hendak membeli bandrek di depan rumah sakit.


"bang gimana keadaan ayah kok bisa kritis" tanyaku pada bang bagas,dia kelihatan sangat gelisah menunggu di depan pintu ruangan


"gak tau tadi kami masih cerita cerita di dalam ayah pun masih biasa,tapi tiba tiba ayah pegang dada cuman bilang 'aduh' terus ayah pingsan.dokter masih nangani di dalam"kata bg bagas panjang lebar


"terus mamah mana"

__ADS_1


"di dalam"


ya allah selamatkan lah ayah mertua ku,sehatkan lah dia seperti biasa.aku berdo'a dalam hati


tak lama dokter keluar dia hanya bilang kami sudah berusaha.kami turut berduka


jeddeeeerrrrrrrr


seperti di sambar petir.kami semua lemas tak sanggup berdiri,air mata langsung mengalir keluar tanpa di minta.suara tangis mama di dalam menyadarkan kami,masih ada orang yang harus di jaga hatinya.


"ayah,bangun jangan tidur ayah janji sama dini besok kita pulang sama sama,ayah janji mau sembuh biar main sama zahra,ayo ayah bangun jangan tidur,kalau gak bangun dini gak mau lagi lihat ayah" kata dini sambil mengguncang badan ayah


"dini ku tarik ku peluk dengan erat menenangkan"aku menenangkan dini ini terlalu cepat,ini terlalu berat untuknya padahal tadi sore kami masih bersenda gurau tapi kini ayah pergi meninggalkan kami semua


mamah pun sama hati nya sangat terguncang bagaimana tidak teman hidup nya kini meninggalkan dia,kemana lagi mamah akan berkeluh kesah dan tak ada lagi bahu tuk bersandar


bahkan mamah sempat pingsan sangking shok nya.


bang bagas pergi mengurus adminitrasi nya.karna malam ini kami akan bawa jenazah ayah pulang.


sampai di rumah,sudah ada tamu yang berdatangan walaupun ini tengah malam tapi tetap mereka datang di karenakan berduka.walaupun pemakaman akan di langsungkan besok siang,mereka tetap di sini menemani keluarga dan bergantian membaca yasin.


keesokan nya tamu semakin ramai berdatangan,keluarga semua datang untuk melihat jenazah ayah dan mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya.


saat jenazah akan di bawa ke pemakaman mama histeris seolah tak rela ayah pergi.dini tak jauh beda dengan mama bahkan dini pun berulang kali pingsan.


saat ayah akan di makamkan mama menangis lagi masih belum bisa melepas ayah,bahkan para pelayat juga sudah berpulang an mamah masih di sini.mama masih memandangi makam ayah terkadang tersenyum sendiri mungkin mengenang masa masa indah nya.terkadang mamah menangis.

__ADS_1


s


__ADS_2