
"dek dek bangun,kita kerumah sakit sekarang"aku membangunkan dini,
"ngpain kerumah sakit bang,emang ada yang sakit"masih enggan bangun
"ayah masuk rumah sakit"
"apa!ayah?" kaget dini sampai terduduk dari tidur nya.
"iya,gak tau sakit apa.maka nya sekarang kita siap siap pergi ke rumah sakit,beresin baju baju zahra dan keperluannya."aku bergegas keluar kamar memberi tahukan ibu dan bapak kalau mertuaku masuk rumah sakit
"udah semua bang ayok kita berangkat,zahra pon udah siap" kata dini keluar kamar ingin cepat cepat pergi
"sarapan dulu kamu sedang menyusui" kata ibu mengingatkan
"nanti ajalah bu ini ayah masuk rumah sakit bukan mau main main" kata dini sedikit kesal karna tak kunjung pergi juga
"dek apa kamu sampai di situ semua akan baik baik saja,terus apa kamu mau zahra juga ikutan sakit kalau kamu gak makan dia masih asi loh.jangan egois pikirin juga zahra"ucap ku
"maaf bang adek panik,iya adek makan habis itu langsung pergi ya"kata dini
"iya"
setelah nya kami langsung berangkat,bapak dan ibu gak ikut karna ada urusan. setelah menempuh perjalanan 1,5 jam kami pun sampai di rumah sakit di mana ayah dini sedang di rawat.
kami melewati lorong lorong rumah sakit menuju ruangan ICU.di sana terlihat ibu,kakak dan adik dini yang sedang menunggu di luar.
"mah gimana keadaan ayah,sebenarnya ayah sakit apa"tanya dini pada mamah
"gak tau ayah masih di dalam,tadi pagi waktu ayah mau berangkat kerja tiba tiba ayah pingsan." kata mamah sambil nangis
"ya udah kita berdo'a aja semoga ayah baik baik aja" ucap ku
__ADS_1
tak berapa lama dokter dan yang lain nya keluar mamah langsung bertanya pada dokter tentang kondisi ayah.
"dokter gimana suami saya,dia sakit apa dok" tanya ibu khawatir
"bapak udah siuman sebentar lagi di pindahkan ke ruangan ya,ada keluarga lelaki nya.ada yang mau saya bicarakan."tanya dokter
"saya menantunya dok bisa saya wakilkan"
"bisa,mari ikut saya" kata dokter
"biar abg aja dek.gak mungkin kan rizki dia masih kecil,kalian langsung ikut ke ruangan ayah aja ya"kata ku pada dini dan yang lainnya.
sampainya di ruang dokter tadi,aku duduk di depan dokter berbicara serius.
aku kembali keruangan di mana ayah mertua di pindahkan.ku lihat dini di luar.
" kok adek di sini gak lihat ayah di dalam."tanya ku
"zahra rewel aja bang kalo di dalam maka nya di bawa keluar aja,takut ganggu yang lain,"
"ya udah adek masuk dulu ya"kata dini sambil menyerah kan zahra padaku
ku gendong zahra,ku ajak jalan jalan masih di sekitar rumah sakit sampai akhir nya zahra tertidur.aku kembali lagi ke ruangan ayah.
"udah lama ayah tidur,"tanya ku pada dini
"baru aja bang,eh zahra tidur letakkan di sini aja bang" kata dini sambil menunjuk tempat tidur kosong di sebelah ayah
"mamah sama yang lain kemana dek"tanyaku pada dini karna tak melihat yang lain
"oh itu mamah pulang dulu ambil baju ayah sekalian ambil makan katanya.oya abg tadi di panggil dokter kenapa?" tanya dini
__ADS_1
"nanti aja di bahas di luar gak enak takut ayah ke bangun"
"abg keluar dulu ya,kamu mau titip apa"
"minuman aja bg,adek gak lapar"
mamah masuk dengan membawa tas dan makanan yg di bantu rizki.karna mamah udah datang aku keluar,karna takut membuat ruangan penuh.
aku duduk di kursi tunggu.aku berpikir bagaimana cara nya menyampaikan pada mamah kalau ayah harus menjalani operasi,aku takut mamah gak kuat dengar nya.terus aku harus sampai kan pada siapa.hingga tak sadar kalau di sebelah aku sudah ada abg ipar ku duduk,dia sudah menyapa tapi aku diam
"heru"panggil abg ipar ku
"astagfirullah lazim"aku kaget sampai terbangun dari duduk ku
"kamu kira aku hantu apa?dari tadi di panggilin diam aja kamu mikirin apa serius x"katanya
"maaf maaf bang aku gak tau kalau abg di sebelah ku,kapan abg sampai di sini"karna memang abg iparku tinggal di lain kota
"baru aja sampai abg lihat kamu sendirian di sini maka nya abg ke sini biar mia yang ke dalam lihat kondisi ayah.kamu kenapa kayak lagi banyak pikiran"tanya bang bagas suami kak mia
"aku lagi bingung bang gimana bilang sama mamah kalau ayah harus menjalani operasi,tadi siang dokter udah ngomong sama aku,kata nya dalam 2 hari ini harus operasi"
"ya allah separah itu udah sakit nya ayah,terus kamu belum kasih tau mamah"
" belum bang aku bingung,aku takut mamah juga drop" kataku bingung
sedang kami ngobrol berdua datang kak mia,duduk di sebelah bang bagas.lalu bang bagas menceritakan tentang kondisi ayah.
"gak usah kasih tau mamah,mamah juga ada darah tinggi takut nya mamah ke pikiran terus drop juga" kata kak mia
"terus gimana ini,apa ayah tetap menjalani operasi"tanya bang bagas
__ADS_1
" kalau memang itu jalan satu satu nya untuk ayah sehat,kenapa gak. lagian gak ada jalan lain kan." kata kak mia
kami bertiga udah sepakat kalau lusa ayah akan menjalani operasi