
aku masih memikirkan bagai mana caranya mengatakan pada bapak dan ibu.
bagaimana aku ngomong sama bapak dan ibu kalau aku besok mau mengajak mereka ke rumah dini untuk melamar nya dan menentukan tanggal pernikahan ya,pasti mereka akan bertanya kenapa mendadak sekali.
apalagi mereka tau sebulan ini komunikasi ku dengan dini kurang bagus,
mondar mandir aku di kamar bagaimana harus mengatakan nya,kalau aku jujur pasti mereka gak akan mau,kalau aku menutupi semua nya suatu saat nanti pasti ketahuan juga mereka akan marah juga dan menyalahkan aku
sejenak aku berpikir ku renungkan smua apa yang akan ku jalani ke depan nya.
ya aku harus mengatakan dengan jujur pada orang tua ku apapun keputusan nya akan aku terima.
"bapak ibu,ada yang mau heru bicarakan"
"ada apa nak seperti nya sangat penting,"ucap ibu
"iya bu,aku akan menikahi dini bu,pak.dan rencana nya besok mau ajak ibu dan bapak untuk melamar nya."
bapak dan ibu saling pandang seakan bertanya satu sama lain kenapa anak nya tiba tiba ingin menikahi dini padahal sebulan ini mereka tak ada nampak berkomunikasi ada apa sebenar nya.
"apa yang terjadi nak"dengan lembut ibu bertanya padaku
ku tarik nafas membuang semua kegugupanku
"dini hamil bu,"
"apa!!! kamu menghamili dini,anak kurang ajar aku mendidik mu menjadi orang yang baik menghormati wanita tapi apa kamu malah mencoreng muka kami,kamu malah menghamili dini anak gak tau di untung kamu"dengan emosi bapak ingin memukul ku tapi di tahan oleh ibu
" bukan aku yang menghamili dini pak.aku hanya ingin bertanggung jawab saja,aku gak tega lihat dia di pukuli papa nya.karna laki laki itu kabur ntah kemana."
"benar bukan kamu yang menghamili dini nak.sekali saja kamu berbohong sampai kapan pun ibu tak akan memaafkan"ucap ibu
"demi allah bu aku tidak menghamili dini.lagian aku sudah sebulan ini gak pernah bertemu dini,komunikasi juga putus bu."
__ADS_1
"sebenar nya heru juga gak yakin kalau dini hamil buk,karna heru kenal dini sudah lama.dia sangat menjaga diri.selama dini sama heru,dini gak pernah mau di pegang walau hanya tangan aja buk"
"apa kamu yakin nak mau menikahi dini,"
"aku yakin bu"
"bagaimana keluarga nya nak,mereka gak pernah suka sama kamu,ibu takut"
"bu percaya sama heru,heru pasti bisa.sekarang heru cuma minta restu ibu sama bapak.dan mengantar kan heru buat melamar dini besok,"
"baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan mu kami sebagai orang tua mu hanya bisa mendoakan yang terbaik buatmu,"ucap bapak
"terima kasih bu,pak"ku peluk ibu dan bapak
akhirnya bapak dan ibu pun mau ku ajak untuk melamar dini besok.
tadi sebelum aku pulang aku menyempatkan diri langsung membeli cincin padahal aku belum mengatakan pada orang tua ku tentang niat ku.
keesokan hari nya aku dan keluargaku pergi ke rumah dini. sesampai nya di rumah dini tak ada sambutan atau apapun karna memang hanya keluargaku dan keluarga dini saja,
"langsung saja agar tak membuang buang waktu,kami datang kesini untuk melamar dini"ucap bapak tanpa basa basi
karena memang sebelum nya aku sudah mengatakan kalau akan melamar dini jadi keluarga dini pun langsung menerima ku tanpa ada pikir pikir lagi.
"baik lah lamaran di terima"ucap pak bayu
"alhamdulilah,apakah sudah ada tanggal bagus untuk pernikahan mereka,dan untuk mahar bagaimana pak"tanya bapak ke pak bayu
"untuk pernikahan nya kita adakan bulan depan dan untuk mahar itu terserah pihak laki laki saja karna dini juga sudah cacat,saya tidak mau mempersulit,di nikahi saja sudah alhamdulilah"ucap pak bayu
walau pun keluarga dini tak meminta mahar pada kami.tapi aku sebagai lelaki juga harus menghargai keluarga dini.
"baiklah pak bayu"
__ADS_1
setelah semua nya sudah setuju dengan hari pernikahan nya.aku mendekati dini untuk memasangkan cincin tanda lamaran ku
setelah acara lamaran selesai kami di suguhkan beberapa hidangan.
aku meminta izin untuk berbicara berdua dengan dini.dan di angguki oleh ayah dini.
aku membawa dini keluar,kami duduk berdua di bawah pohon jambu depan rumah nya.
aku ingin dengar dari mulut dini kenapa dia sampai nekat melakukan ini.jangan sampai ribut di kemudian hari nya.
"din,sekarang kita udah tunangan.abang mohon dini jujur sama abang.apa benar dini hamil,kalau iya pun abang gak marah asal dini jujur sejujur nya sama abg" aku bertanya pada dini dengan lembut agar tak menyakiti hati nya.
"bang dini minta maaf kalau dini berbuat kayak gini tapi dini ngelakuin ini karna dini gak mau kehilangan abg.sebenarnya dini gak hamil,sebulan ini hp dini di sita ayah,maka nya gak bisa hubungin abg.dini di ancam ayah akan di pindahkan kalau dini gak bisa dapat nilai bagus.maka nya dini berusaha agar dini bisa lulus dengan nilai bagus."dini berhenti sejenak untuk mengatur nafas nya.
"terus ayah juga mau jodohkan dini sama orang yang dini sendiri gak kenal.dini gak mau karna dini cuman mau nya sama abg.jadi tanpa pikir panjang dini bilang aja dini hamil." ucap nya merasa bersalah
"sekarang abg udah tau kan terus apa abg masih mau nikahin dini"tanya nya
"seharusnya kamu gak usah ngelakuin itu.itu sama aja kamu cari penyakit sendiri.kamu itu harus nya dengerin apa kata ayah jangan melawan nya.walaupun kamu gak suka.setidak nya kamu harus nunggu sampai kamu lulus sekolah dulu."kata ku pada dini
"apa abg gak mau nikah sama dini,"
"emang abg ada bilang gak mau nikah sama dini,abg kan bilang seharusnya dini lebih bersabar lagi sampai lulus sekolah.biar abg yang berusaha memenangkan hati ayah dini,mau nya abg yang berusaha dapatin dini bukan malah dini buat kayak gini"
"terus sekarang gimana,apa dini bilang aja kalau dini sebenarnya gak hamil" tanya dini
"kalau kamu ngomong sekarang terus kita gak jadi nikah malah kamu di pindahkan gimana,apa kamu udah siap?'
"ya gak mau lah.ya udah biarin aja kayak gini.nanti kalau udah nikah kita punya anak baru kita bilang kalau mereka gak percaya kita tes DNA aja"usul dini.
kami berdua sepakat untuk menyembunyikan kebenaran ini.bukan aku tak mau jujur pada mereka tapi aku juga tak ingin kehilangan dini.
kami pun masuk lagi.setelah semua acara selesai aku dan keluarga pun pamit undur diri
__ADS_1