
akhirnya masa iddah ku sampai juga dan aku bisa menikah di mata hukum dengan tio.
orang tua tio tak pernah mempermasalah kan masa lalu ku,mereka nerima aku apa ada nya.
mamah ku juga mendukung aku dengan tio walau sebelum nya mamah sangat menolak aku,karna mamah sudah menyayangi bang heru.
setelah aku menjelaskan semua nya.bahkan semua biaya melahirkan aku kemarin tio yang menanggung baru lah mamah mendukung ku untuk pisah dengan bang heru.
bahkan semua keluarga ku mendukung setelah mendengar penjelasan ku.
aku menikah dengan tio dan tak berapa lama aku pindah ke kota lain.
aku sangat bahagia menikah dengan nya berbeda dengan bang heru,tio sangat memanjakan ku sedangkan bang heru selalu mengekang ku di rumah.
setiap tio gajian aku selalu di ajak jalan jalan,dan berbelanja apa saja yang aku ingin kan.aku di jadikan putri oleh nya.
keluarga tio juga sangat menyayangi dira apapun mereka lakukan untuk kesenangan dira.karna memang tio ada lah anak satu satu nya.wajar kalau dira sangat di sayangi karna dira cucu pertamanya.
selama setahun pernikahan kami tak pernah ribut kami baik baik saja.tapi di tahun kedua aku menikah aku mulai merasa kalau tio berubah.
tio mulai jarang pulang ke rumah,dira pun sering di ajak menginap di rumah mamah nya tio.dengan alasan agar aku bisa berduaan dengan tio. padahal tio juga jarang di rumah.
aku tak ingin membuat tio marah padaku.aku tetap diam di rumah selalu sabar menunggu dia pulang walau terkadang lewat tengah malam.
dua bulan ini tio semakin jarang di rumah kadang seminggu hanya sekali pulang.bahkan pulang hanya untuk memberi uang bulanan saja lalu dia pergi dengan alasan masih banyak proyek yang harus di urus.
dira juga sudah mulai tak mau dekat dengan ku.setiap aku ajak menginap dira selalu menangis malam hari.mamah mertua selalu datang menjemputnya. kata nya dira lebih betah kalau tinggal dengan nya.
aku mulai merasa kesepian di rumah sendiri seperti orang yang di asing kan.
karna aku terlalu bosan di rumah aku pergi keluar untuk melepas kebosanan di rumah.
__ADS_1
aku pergi ke pusat perbelanjaan,hanya sekedar melepas bosan,iseng iseng aku masuk ke toko pakaian.sebenar nya tak ada yang ingin aku beli hanya sekedar melihat lihat saja.
saat aku keluar dari toko pakaian aku tak sengaja melihat tio ada di toko perhiasan dia tak sendiri ku lihat ada seorang wanita di sebelah nya.tio sedang memasangkan cincin di jari tangan perempuan itu.
aku tak menghampiri tapi aku foto mereka untuk bukti.
aku menelfon tio menanyakan keberadaan nya.
"kamu lagi dimana bang."tanya ku basa basi
"aku lagi ngurus proyek ada apa.kalau gak penting gak usah nelfon"kata tio
"proyek di mana kok suara nya agak sedikit ramai kayak di mall gitu"
"iya aku memang di mall lagi makan sama teman teman proyek sekalian bahas kerjaan.udah ya aku masih sibuk"tio langsung mematikan sambungan telepon nya.
tega nya kamu tio.kamu bilang lagi bahas proyek tapi kamu malah jalan sama perempuan lain.
memang dia pulang.
"tio sebenarnya kamu hari ini kemana.kamu beneran kerja"tanya ku langsung pada tio
"kamu ini kenapa sih.ya jelas aku kerja lah emang aku mau kemana lagi"
aku menunjukkan foto yang ku ambil tadi saat tio memasang kan cincin di jari tangan wanita tadi. tio gak kaget dia begitu santai
"oh kamu ngikutin aku."kata nya santai
"kamu bisa jelasin apa maksud nya ini"
"ya seperti yang kamu lihat sendiri,aku lagi beli cincin kan."
__ADS_1
"kamu selingkuh tio.kamu tega ya"
"sebenarnya aku sama Yulia gak selingkuh.kami itu suami istri.aku tadi beli cincin karna dia sedang ulang tahun,wajar kan kalau aku beli kan emas untuk istri aku"
"istri kamu bilang.terus aku gimana"
"ya gimana,kalau kamu masih mau ya bertahan kalau gak mau juga gak papa.yang penting kamu udah kasih aku anak.dan itu udah cukup buat yulia senang.dan asal kamu tau aku mau nikah sama kamu itu cuman karna anak.emang siapa yang mau sama orang kayak kamu.yang tega ninggalin suami nya yang lagi sakit.parah nya lagi anak sendiri di telantarkan."kata tio dan memandang ku rendah
"maksud kamu aku cuman di peralat untuk punya anak aja setelah itu aku kamu buang gitu.di mana hati nurani kamu.kok bisa kamu tega misahin aku sama anak aku."dini mulai emosi
"kamu nanya di mana hati nurani ku kamu sendiri sadar gak kamu sendiri gak punya hati.kamu tega ninggalin anak kamu.hanya untuk kesenangan kamu sendiri."
"aku ninggalin zahra itu karna kamu yang minta. aku udah berkorban untuk kamu tapi ini balasan nya kamu itu tega ya"ucap ku sambil menangis karna tak tahan
"udah sekarang semua keputusan ada di tangan kamu. kalau kamu masih bertahan silahkan kalau mau pisah juga aku gak keberatan.tapi,aku gak akan tinggal di sini lagi dan kalau kita pisah dira akan tinggal dengan ku.kamu tinggal pilih aja"kata tio memberi pilihan untuk ku.lalu tio pun pergi.
aku menangis mendengar ucapan tio barusan.aku di beri 2 pilihan yang sama sama menyakitkan.bagai makan buah simalakama.
kalau aku bertahan akan menyakiti hati sendiri,kalau aku mundur berarti aku harus kehilangan anak ku.
sekarang aku sendiri,kemana aku harus mengadu.ternyata banyak harta pun tak membuat kita bahagia.selama ini aku hidup banyak harta dengan tio tapi aku di sakiti perlahan lahan.sedangkan dulu aku tak punya harta dengan bang heru tapi dia tulus mencintai ku.bahkan dia rela merantau mencari rezeki untuk aku dan zahra bahkan mamah dan adikku juga dia tanggung.
di saat dia sakit pun masih sempat memikirkan aku dan yang lainnya.tapi aku yang tega malah meninggalkan dia.bahkan zahra pun aku tinggalkan bersama bang heru.
apakah ini hukuman untuk ku atas semua perbuatan ku pada bang heru.yang dengan tega nya mengkhianati kesetiannya.
sekarang aku baru menyesal telah meninggalkan orang yang benar benar mencintai ku.dan memilih orang yang tidak mencintaiku.
Tio dan keluarga nya memberiku kemewahan hanya untuk membayar atas anak yang aku lahirkan mereka tidak benar benar sayang dengan ku.
aku masih menangis di kamar seorang diri.aku merasa sudah tak ada arti nya aku hidup.tak ada seorang pun yang perduli lagi padaku.
__ADS_1
aku membereskan baju untuk aku masukkan ke dalam koper aku berniat untuk pulang ke rumah mamah. mencari solusi dan menenangkan diri sejenak.