Suami Yang Dihianati

Suami Yang Dihianati
dini melahirkan


__ADS_3

seperti biasa setiap pagi aku akan ke kebun mengecek tanaman cabai dan yang lain nya,tapi saat aku melangkah keluar rumah ku lihat dini di teras rumah tengah terduduk di lantai sambil memegangi perut sesekali meringis menahan sakit.keringat sudah membasahi sebagian wajah nya.tanpa bertanya lagi aku mengangkat dini ke atas bayang,mungkin dini akan melahirkan hari ini.


"buk cepat kemari dini seperti nya mau melahirkan" aku berteriak memanggil ibu


"ya udah kamu cepat pinjam mobil pak lek mu,biar kita bawa dini ke rumah sakit"


"sabar ya kamu tarik nafas lalu buang gitu aja terus ya,kalau sakit nya hilang bawa jalan kalau datang lagi sakit nya jongkok aja ya biar cepat bukaan nya"ucap ibu menenangkan dini.padahal dia paling gak kuat nahan sakit tapi karna dengan mertua mungkin dia agak segan.


"pak tolong ambilkan tas yang di sebelah lemari heru ya pak,kita mau kerumah sakit,ini dini mau lahiran"


"iya buk,cuman tas aja kan"tanya bapak


"iya pak.yang penting itu dulu nanti kalau harus menginap ya bapak balik lagi ambil barang barang yang lain"kata ibu


"nah itu heru udah datang,ayo nak kita ke mobil,masih sanggup jalan apa di gendong aja."tanya ibu pada dini


"jalan aja buk pelan pelan takut jatuh kalo di gendong"kata dini terbata


selama di mobil dini terus menggigit bibir bawah nya menahan sakit,keringat pon tak hentinya mengalir.aku sesekali mengelus kepala nya menenangkan dini,ibu sangat khawatir ibu kasian melihat dini kesakitan.ibu mengelus pinggang dini agar tak terlalu sakit.akhir nya sampai di rumah sakit dini langsung di bawa keruang bersalin,sedang aku harus mengurus administrasi terlebih dahulu.


"ada BPJS pak"tanya petugas


"ada mbak,ini semua data data nya"ku serah kan semua data yang di minta


"baik pak semua sudah selesai"


setelah itu aku langsung masuk ruangan di mana dini masih berbaring,tangan nya sudah di pasang infus.aku gak tega lihat nya dini sesekali mengaduh sakit.


"maaf pak ini ruangan steril sebaik nya bapak ganti pakaian dulu sebelum masuk menemani istri nya di dalam"kata bidan yang bertugas


"ya ampun,maaf buk saya lupa ganti baju buru buru tadi ke sini"ucap ku malu

__ADS_1


aku keluar ruangan.menelfon dimas minta tolong tuk di antar kan baju ganti ke rumah sakit,takut nya kalau aku pulang dini gak ada yang menemani.


aku hampir saja lupa mengabari mertua aku.


"assalamualaikum, pak dini mau melahirkan sekarang udah di rumah sakit"ucap ku tanpa menunggu bapak menjawab


"iya iya kami kesana sekarang.jagain dini"ucap bapak tanpa menjawab salam ku


aku duduk di kursi tunggu di luar ruangan karna belum ganti baju aku gak bisa masuk. aku menunggu dimas lama sekali datang nya aku berdiri mondar mandir gak bisa tenang kepikiran dini di dalam.


"heru udah baik nya kamu duduk tenang sambil berdoa untuk ke selamatan dini dan calon anak mu.gak usah mondar mandir gitu bapak pusing lihat nya." ucap bapak


"dimas lama pak aku udah gak sabar mau ke dalam"kata ku


"nih ganti sana lagian mau kerumah sakit pakek baju ke kebun"kata dimas ngosngosan seperti nya dia habis berlari


aku langsung ke toilet ganti baju.


"kamu tu dari mana aja bukan nya nemenin istri melahirkan malah pergi ntah kemana."


aku langsung masuk ke dalam tak menghiraukan kakak iparku mengomel.di dalam ada ibu ku dan ibunya dini menemani.setelah aku masuk ibuku keluar karna tak boleh terlalu banyak yang menunggu takut mengganggu dokter yang menangani pasien.


dini mendengarkan semua intruksi dari dokter.saat dini sedang mengejan tangan ku di di tarik di gigit,dini melampiaskan kesakitan nya padaku,dini yang melahirkan tapi aku yang berantakan.tapi gak papa ini semua gak sebanding dengan apa yang dini rasakan,bertaruh nyawa antara hidup dan mati demi sang buah hati lahir ke dunia.


oek


oek


oek terdengar tangisan bayi menggema di ruangan sampai terdengar ke luar,akhir nya semua bisa bernafas lega.


"alhamdulilah bayi nya sehat" kata dokter sambil meletakan bayi kami di atas badan dini

__ADS_1


setelah semua selesai.bayi pun sudah di bersihkan dini pun akan di pindah kan ke ruangan lain untuk istirahat.sedang aku masih meng adzan kan putri kami.setelah nya baru menyusul ke ruangan di mana dini berada.ku letakkan bayi kami di dalam boks bayi.lalu aku mendekati dini.


"makasih ya"sambil ku kecup kening nya


"itu tangan nya kenapa kok ada bekas cakaran dan gigitan bang?"kata dini sambil menunjuk tangan ku


"itu ya kerjaan nya kamu waktu lahiran tadi."kata ibu nya dini


"hah aku yang buat.kok bisa ya aku kayak drakula aja"ucap dini bingung


"pasti sakit ya bang"tanya nya lagi


" gak papa kok ini gak sebanding sakit yang kamu rasain,udah gak papa nanti di kasih salep juga cepat sembuh" kata ku


"udah ada nama belom tuk anak nya" kata ibu mertua ku


"udah bu."kataku


"khairunnisa az zahra"


"itu karna perempuan jadi bang heru yang buat namanya"kata dini


"udah dek kamu istirahat aja ya,selagi anak nya tidur kamu kan masih lemes siap melahirkan"


"iya bang" kata dini


ibu dan bapak pamit pulang.


tak lama bapak mertuaku juga pulang sedang kan kakak iparku sudah pulang lebih dulu.


tinggal kami berempat di sini, malam ini kami menginap karna tak mungkin juga pulang malam dengan membawa anak bayi.lagian dini juga masih lemas pasca melahirkan.

__ADS_1


alhamdulilah malam ini anak aku gak rewel dia anteng banget,terbangun kalau haus dan pipis saja.


__ADS_2