SUAMIKU BAD BOY!

SUAMIKU BAD BOY!
Sepuluh Miliar


__ADS_3

Tentu saja perkataan Max kepada Zach adalah kebohongan belaka. Intan tidak bertemu dokter pribadi di rumah sakit terdekat. Mereka berdua kembali ke Jakarta menggunakan pesawat jet yang bisa disewa selama sehari. Intan akan melakukan apa pun agar anaknya bisa menikah dengan Julia.


“Jangan terpancing, Ma. Tiffany akan melakukan apa saja supaya masih bisa bersama Zach,” ujar Max mengingatkan istrinya.


Sudah lama Intan mengeluhkan sikap Tiffany yang seolah-oleh ingin menguasai Zach untuk dirinya sendiri. Saat bersama Tiffany, Zach jarang berada di rumah seperti sekarang. Usai pulang kerja pagi langsung nongkrong bersama kawan-kawannya.


Mereka akhirnya tiba di Jakarta, dan segera melanjutkan perjalanan menuju kafe yang sudah ditunjuk Intan. Kafe itu berada di dekat apartemenTiffany.


Sudah tiga puluh menit Tiffany menunggu. Ia tak sabar bertemu pria yang selama beberapa waktu terakhir sangat susah ditemuinya. Tiffany suah berjanji di dalam hati, kali ini apa pun yang terjadi, dirinya tak akan membiarkan Zach lepas ataupun pulang. Mereka harus bersenang-senang, lalu berakhir memadu kasih di apartemen seperti


biasanya.


“Lama sekali, apa aku telpon saja ya?” Tiffany gelisah, tapi untuk menelpon dia tidak berani. Zach sudah memperingatkannya agar tidak menghubunginya terlebih dahulu.


“Hallo, Nona, kita bertemu lagi,” sapa Max yang langsung menarik kursi untuk Intan. Istrinya segera melepas kacamata lalu duduk di hadapan Tiffany yang terheran-heran.


Sesaat gadis itu seperti tidak bisa berpikir karena melihat wajah Max, bukan Zach.


“Kenapa? Terkejut melihat kami di sini? Pasti kamu berharap Zach yang datang, iya?” Intan tersenyum miring.


“Sayangnya, Zach sekarang sedang sibuk dengan tunangannya. Jadi, kami sebagai orang tuanya


mewakili Zachary untuk menemuimu, Tiffany.”


Intan menyilangkan kakinya sambil bersedekap. Perempuan itu bersikap sangat tenang menghadapi Tiffany yang wajahnya langsung pucat.


‘Sialan, aku kena jebak. Pasti pesan itu bukan dari Zach,’ batin Tiffany gelisah. “Ada apa Om dan Tante mau bertemu dengan saya?” tanya Tiffany ketus. Dia berusaha menguasai diri, meskipun sekarang jantungnya berdegub sangat kencang.


“Langsung aja, aku tidak mau membuang waktu lagi. Kemarin Papa Zach sudah memberikanmu peringatan. Tapi, rupanya kamu tidak menyimak cukup jelas, dan masih berani menghubungi Zach. Mulai sekarang menjauhlah dari Zach. Dia akan segera menikah, dan membangun hidupnya bersama orang yang layak bersanding dengannya.”

__ADS_1


Tiffany sangat marah mendengar perkataan Intan. Rupanya ini alasan Zach tidak bisa dihubungi. Tiffany berpikir mereka juga menahan ponsel Zach untuk saat ini.


“Kenapa Tante berpikir saya mau melakukannya?” tanya Tiffany tanpa rasa takut. Intan tersenyum. Dia sudah sangat paham perempuan seperti Tiffany pasti mengincar sesuatu, tidak ada ketulusan yang dilihat Intan dari sikap gadis di hadapannya.


“Kalau kami bilang kamu harus menjauh, artinya kamu harus melakukannya, daripada sakit hati dan dipermalukan ‘bukan?” Intan menjawab pertanyaan Tiffany dengan sangat santai. Keduanya bersitatap sesaat seolah saling mengeja isi kepala masing-masing. Setelah cukup lama diselimuti keheningan, Tiffany kembali membuka suara.


“Sepuluh milyar, baru saya akan pergi.” Intan tersenyum penuh kemenangan. Inilah saat yang ia tunggu, di mana perempuan seperti Tiffany menunjukkan harga dirinya.


“Gila kamu, ya! Apa-apaan? Tidak akan kami berikan sepeserpun! Dasar perempuan matre! Yang begini mau jadi istri anakku? Sampai kiamat pun tidak akan aku restui!” gertak Max emosi. Intan segera mengangkat tangan kirinya meminta Max diam.


“Oke deal, sepuluh milyar, lalu kamu harus lenyap selamanya dari kehidupan Zach,” ucap Intan masih dengan ketenangan yang tak dibuat-buat.


“Sayang, this is stupid! Dia tidak bisa memeras


kita!” Max berteriak emosi.


“Stop, Max. Dia tidak sedang memeras kita, Sayang. Tiffany sedang memperlihatkan siapa dia


Tiffany terkejut mendengar kata-kata Intan. Awalnya gadis itu berpikir orang tua Zach tidak akan memberikan uang itu, tapi ternyata ia salah. Hatinya semakin sakit saat tahu sebegitu bencinya orang tua Zach kepadanya sampai menyogoknya dengan uang sepuluh milyar. Air mata Tiffany nyaris meluncur, tapi sekuat tenaga ia menahannya. Ia menolak menjadi gadis lemah di hadapan kedua orang yang membencinya itu.


“Max, siapkan ceknya, supaya urusan kita di sini segera selesai,” titah Intan sambil tetap menatap


Tiffany dengan sorot mata yang tidak gentar. Max segera mengambil cek kosong dari dalam tasnya, lalu menuliskan angka sejumlah sepuluh milyar.


Dengan cepat Intan mengambil cek itu lalu menyerahkannya kepada gadis di depannya. Tiffany segera menerima cek itu, tapi Intan menahan tangannya.


“Untuk melepaskan Zach, sepuluh milyar cukup ‘kan? Kalau sampai aku tahu kamu masih menghubungi Zach dan merayunya lagi, kamu harus mengembalikan jumlah ini berkali-kali lipat. Mungkin dengan hidupmu, paham?”


Dengan wajah kesal Tiffany segera mengambil cek itu.

__ADS_1


“Kamu paham apa yang dibicarakan Mamanya Zach ‘kan” Kali ini Max yang mendekatkan wajahnya ke muka Tiffany.


“Kami akan melakukan apa saja demi kebahagiaan Zach, dan tentu saja demi terhindar dari perempuan yang hanya mengincar harta Zach semata,” tegas Max.


“Saya bukan hanya mengincar harta Zach, Om. Berapa kali harus saya bilang? Kenapa kalian tidak pernah percaya? Kalian selalu menuduh saya mencintai Zach karena hartanya,” ungkap Tiffany.


“Jadi apa yang kami lihat sekarang?” Intan mengarahkan pandangan ke tangan Tiffany yang sedang memegang cek itu.


“Yang kamu perlihatkan kepada kami sekarang sudah lebih dari cukup, Tiffany. Akui saja kamu memang menyukai anakku karena selain tampan, dia juga kaya. Sejak awal kami sudah menduga ini akan terjadi, jadi terima kasih karena kamu memperlihatkan sifat aslimu lebih cepat dari dugaan kami.”


Lagi-lagi Intan menatap Tiffany dengan pandangan mengintimidasi.


Tiffany mendengkus kesal karena tidak bisa lagi membantah kata-kata Intan. ‘Apakah harus aku sobek saja cek ini lalu berpura-pura tidak membutuhkannya?’ batinnya masih menimbang-nimbang tentang apa yang harus ia lakukan. Tapi, sepuluh miliar bukan uang yang sedikit yang mungkin tidak akan pernah ia dapatkan lagi selain hari ini.


“Sampai kapanpun Zach tidak akan mendapatkan kebahagiaan kalau pendampingnya adalah perempuan sepertimu, Tiffany. Sorry, kami berdua tidak sedang menghinamu, karena yang kami sampaikan ini fakta. Jadi jangan tersinggung, ya.”


Intan bangkit seraya menepuk pundak Tiffany dengan sinis. Tiffany benar-benar merasa sedang dipermalukan. Tapi, ia tak sanggup berbuat apa-apa.


Semua yang dikatakan Max dan Intan itu benar adanya. Siapa yang tak tergila-gila pada pria tajir,


muda dan ganteng seperti Zachary?


“Om dan Tante yang meminta saya pergi, bukan saya yang ingin menjauhi Zach,” tegas Tiffany lagi. Perempuan muda itu sekarang mantap mengambil cek yang diberikan Max, tanpa


perlu berpura-pura lagi, karena seandainya ia mengemis pun, mereka tidak akan percaya.


“Bye Tiffany, pastikan kamu beli ponsel dan nomor baru supaya Zach nggak bisa lagi menghubungi.”


Tiffany memukul meja saat Intan dan Max hilang dari pandangannya.

__ADS_1


“Oke, kali ini aku mengalah. Aku akan pergi dari kehidupan Zach untuk sementara. Tunggu saja, aku pasti kembali lagi untukmu, Zachary.”


Tiffany menatap kepergian kedua orang yang mulai detik ini, ia putuskan menjadi musuh besarnya.


__ADS_2