
Beberapa hari kemudian. Ambika memilih diam seribu bahasa. Mereka tinggal bersama tapi saling diam. Begutulah kalau emosi masih labil, akan sulit menyatukan dua pemikiran manjadi satu.
"Mau sampai kapan kamu diam kaya gini? kalau kamu udah males sama aku, mending aku pergi dari sini" Andra sudah tidak kuat lagi atas diamnya Ambika. Hampir tiga hari mereka saling diam. Seperti orang asing yang tak saling menyapa. Ambika menatap mata Andra dalam "Kamu yang salah tapi nggak mau ngaku salah. Kamu tu egois tau nggak" Dengan nada marah. Ambika tak kuasa menahan air mata "Kamu nggak bisa ngertiin aku. Kamu banyak berubah. Kamu jahat" Tangis Ambika semakin lama semakin meraung. Membuat Andra kesal. Baru saja puoang kerja tapi kekasihnya malah buat pusing kepala.
"Stop! nggak usah drama bisa nggak sih. Yang nggak bisa ngertiin itu kamu bukan aku. Apa salah kalau aku minta kamu masakin buat bekal kerja? kita harus saling mengerti dong kondisi saat ini. Uang tabunganku sudah banyak habis karena kamu terlalu royal. Dikit dikit jajan, beli ini beli itu, sesuka kamu. Kita itu harus belajar hidup irit tau nggak" Ketus Andra penuh penekanan. Pertama kali mereka sepakat akan selalu bersama dalam suka dan duka. Sampai Andra menjual laptop dan ponselnya demi hidup bersama sang kekasih. Tapi, sekarang semua uang sudah habis.
__ADS_1
"Semua duitku udah habis karena kamu nggak bisa hemat" Jari telunjuk Andra mengarah tepat di depan wajah Ambika. Tentu hal itu membuatnya sakit hati. Ambika terus menangis.
Hik, hik, hik....
"Uangnya habis juga bukan cuma buat aku aja, tapi kamu juga ikut makan. Kenapa kamu malah nyalahin aku. Kalau kamu nggak ikhlas ngapain kamu pindah ke sini"
__ADS_1
"Oh....jadi kamu udah mulai bosen sama aku? oke, aku bakal pergi dari sini" Andra langsung mengambil tas ransel miliknya lalu memasukkan semua baju ke dalam tas.
Ambika masih menangis sesenggukan sambil melihat Andra yang tengah sibuk merapihkan baju. Mulut tak lagi bisa berkata kata, lidah seolah terkunci rapat. Hingga tiba tiba Ambika merasa mual. Segera ia berlari menuju kamar mandi "Huekkkkkk...." Berulang kali suara terdengar nyaring "Mau drama apa lagi dia? gue udah muak sama sikapnya. Lama lama males juga sama dia" Tak berapa lama kemudian Andra berbalik badan hendak melangkah pergi. Tapi tiba tiba
Bruk.....
__ADS_1
Terdengar ada sesuatu yabg jatuh dari dalam kamar mandi. Sontak Andra brrlari ke arah pintu. Mengetuk pintu beberapa kali "Ambika, kamu nggak apa apa, kan? Ambika" Tidak ada jawaban dari dalam akhirnya Andra berinisiatif mendobrak pintu kamar mandi. Dan ketika pintu berhasil di buka, betapa terkrjutnya Andra saat melihat Ambika tergeletak di lantai kamar mandi "Ambika...." Segera memapah sang kekasih kelaur dari sana. Membaringkan di tempat tidur "Jangan main prank kaya gini deh nggak lucu tau" Sekeras apa pun Andra ngomel tidak akan msmbuat Ambika mudah membuka mata. Karena saat ini Ambika jatuh pingsan.
Andra mencoba menepuk nepuk pipinya "Ambika, bangun. Ayolah jangan bercanda seperti ini" Setelah tidak ada respon, Andra bergegas mencari taksi online.