Suamiku Penjahat Wanita (Part 2)

Suamiku Penjahat Wanita (Part 2)
Draft


__ADS_3

Setelah mendapat kabar tentang sang istru, Andra langsung msnuju ke rumah sakit di mana sang istri berada saat ini. Sesampainya di sana Andra langsung menuju ruang operasi. Dari kejauhan ia melihat sang ibu dengan panik mondak mandir depan pintu operasi. Terlihat jelas dari jauh kalau sang ibu sangat cemas dan ketakutan.


"Ibu....." Andra segera menghampiri sang ibu. Dengan gemetaran ia bertanya "Bagaimana kondisi Ambika dan anak kami? Apakah mereka baik baik saja, buk?" Andra mulai panik ketika sang ibu tidak menjawab pertanyaan Andra sama sekali.


"Buk, tolong bilang sama aku kalau mereka baik baik saja" saking takut kehilangan istri dan calon anaknya, ia sampai menghuyung lengan sang ibu beberapa kali "Katakan sesuatu bu...." Dafi gelagat sang ibu, sudah jelas kalau ada sesuatu terjadi di dalam sana.


"Andra....tenangkan dulu dirimu, nak. Pada dokter sedang mengusahakan yang terbaik untuk anak danistrimu. Mereka sedang berjuang di dalam sana. Kita tidak bisa berbuat banyak, selain berdoa kepada Allah" Ucap Nara sambil mengusap wajah Andra. Keringat dingin mulai membasahi kening sang putra. Nara bisa merasakan bagaimana perasaan Andra saat ini "Ibu tau bagaimana perasaan kamu sekarang ini, tapi semua sudah terjadi, nak. Hanya doa yang dapat membantu mereka saat ini"


Seketika badan Andra luruh ke lantai "Semua karena kesalahanku. Kenapa harus ku tinggalkan dia di sana sendirian"

__ADS_1


"Sebelumnya apakah kalian sedang tidak baik baik saja?" Dari rasa bersalah sang putra jelas kalau ada sesuatu terjadi sebelum musibah menimpa Ambika.


Beberapa saat kamudian keluarlah seorang Dokter beserta satu orang suster "Keluarga pasien...."


"Iya Dok saya suaminya. Bagaimana kondisi istri dan anak saya?" Tanya Andra panik.


"Sebelumnya kami minta maaf karena tidak bisa menyelamatkan pasien atau pun anak dalam kandungannya. Pasien banyak kehilangan darah jadi sekali lagi kami minta maaf tidak bisa menyelamatkan keduanya"


"Andra tenangkan dirimu, nak. Semua sudah di gariskan oleh Allah. Jangan berkecil hati nak" Segera Nara memeluk sang putra. Dalam pelukan sang ibu, ia meluapkan kesedihan "Semua salahku buk, kenapa aku harus meninggalkan dia di sana. Kalau aku tau akan manjadi seperti ini makaaku tidak akan meninggalkan dia sedikit saja" Air mata Andra mulai berderai.

__ADS_1


"Kami para medis telah berupaya semampu kami, tapi takdir berkata lain" Dokter melihat kesedihan dalam diri keluarga pasien.


Beberapa saat kemudian, tiba saatnya jenazah di makamkan.


"Kenapa semua terjadi pada anakku, apa salahnya sampai mengalami hal seperti ini" Bagus baru sadar ketika melihat Andra bersimpuh di dekat makam Ambika. Air matanya tak berhenti menetes seiring dengan prosesi pemakaman berlangsung.


"Kasihan mas Andra ya buk baru beberapa bulan menikah sudah harus kehilangan istri dan calon buah hatinya, nggak tega lihatnya kalau jaya gini" Ucap Eca pelan di samping sang ibu majikan.


"Memang sudah nasib anakku seperti itu, Ca. Sekarang saya baru sadar imbas dari kurangnya kasiih sayang dan perceraian akan sefatal ini. Saya jadi sadar nasib anak tercermin dari kisah kedua orang tuanya, mungkin kalau dulu rumah tangga saya baik baik saja saat ini nasib buruk tidak menimpa keluarga saya. Sekarang mau tidak mau harus menerima kenyataan bahwa semua telah terjadi" Nara hanya bisa pasrah atas apa yang harus di tanggung sang anak. Tapi dia juga tidak menyalahkan sepenuhnya kesalahan pada Andra, namun dia merasa semua terjadi akibat hubungan rumah tangga yang tidak sehat.

__ADS_1


Orang tua adalah kaca bagi kehidupan seorang anak. Jika di dalam rumah tangga sering terjadi pertikaian maka semua itu dapat merusak mental dan psikologis anak.


Tamat


__ADS_2