Suddenly Became The Antagonist In T...

Suddenly Became The Antagonist In T...
PROLOG


__ADS_3

Malam yang gelap, jam sudah menunjukkan pukul 23:30. Namun, Gadis dengan pakaian dress selutut berwarna merah gelap itu tetap berjalan santai di trotoar. Sesekali gadis itu bersiul.


"KHEYRIN." panggil seorang gadis dari dalam mobil.


Gadis yang di panggil Kheyrin itu menoleh bertepatan dengan mobil itu yang berhenti di sampingnya.


"Masuk."


Kheyrin membuka pintu mobil dan duduk di sebelah gadis itu.


"Ngapain di pinggir jalan sendirian?" tanya gadis itu yang melajukan kembali mobilnya.


"Ngepet."


"Serius ihh."


Kheyrin menolah sekilas, "gue habis memberi sebuah hadiah kecil tapi istimewa."


"Khey lo..."


"Tenang aja Kena, gue gak aneh-aneh." ucap Kheyrin santai seakan sudah mengetahui pikiran gadis itu.


Gadis di sampingnya adalah Kena-Sahabatnya.


Kena menghela napas, "Lo gak perlu repot-repot, gue bisa bales sendiri. Kalo tadi di jalan lo diculik kan berabe jadinya."


Kheyrin tertawa kecil, "Gak ada yang mau nyulik gue. Lagian gue juga hanya memenuhi undangan mereka."

__ADS_1


"Ohhya terus hadiah yang lo kasih apa?" Kena mengalihkan topik. Mengingat undangan itu sedikit membuatnya kesal. Ia tak sengaja bertemu Kheyrin, untung ia memilih jalan ini. Kalo tidak... ahh sudahlah Kena tak ingin memikirkan hal yang negatif.


Kheyrin tersenyum, "hmm... hanya sedikit mengacaukan pesta pertunangan mereka. Itu pasti jadi hadiah yang tak terlupakan."


"Khei astaga lo..." Kena sudah membayangkan hal apa yang Kheyrin lakukan. Apa lagi kalo bukan membongkar hubungan gelap sepasang kekasih yang di mabuk cinta itu.


Dan dapat di pastikan 'Sedikit Mengacau' dalam artian Kheyrin seperti pertunangan itu batal...


Kheyrin dengan segala tingkahnya yang tak terduga. Sungguh gadis itu seperti sangat senang bermain-main dengan masalah.


Kheyrin pergi ke pesta pertunangan mantan sahabatnya dan Kena. Kenapa Kena tidak pergi? Karena hanya Kheyrin yang di undang. Mantan sahabat mereka menjalin cinta di belakang mereka berdua dengan pacar Kena, ralat mantan pacar Kena. Kheyrin sebanarnya tak ingin pergi tapi... sebagai sahabat yang baik harus memberi sebuah kado kan?


Kheyrin sebenarnya tak ingin mencampurinya, ia terlalu malas mencampuri urusan orang lain yang tidak ada sangkut paut dengan dirinya. Kheyrin tahu Kena pasti akan membalas mereka, tapi karena mereka mengundangnya jadilah ia beinisiatif untuk memberi mereka kado spesial.


Mereka berdua sibuk bercerita tentang kejadian di pesta tadi, lebih tepatnya Kheyrin yang bercerita dengan Kena yang menjadi pendengarnya. Sesekali mereka tertawa. Terlalu larut dalam bercerita, keduanya tak menyadari truk yang malaju kencang dari arah yang berlawanan.


Dentuman keras terdengar. Mobil yang Kheyrin dan Kena tumpangi terbalik. Kaca mobil pecah bersamaan dengan darah yang keluar berjatuhan di tanah.


________


Perlahan mata lentik itu terbuka, "g-gue masih hidup?" gumam gadis itu yang tak lain adalah Kheyrin.


Kheyrin memegang dahinya, "ehh kok gak ada luka?"


Ceklek...


"Akhirnya Khey lo sadar juga." pekik seorang gadis memeluknya sekilas.

__ADS_1


"L-lo siapa?" ujar Kheyrin bingung melihat seorang gadis asing.


"Lo amnesia yaa?" tanya gadis itu.


"Amnesia? Gaklah gue masih inget nama gue." decak Kheyrin pelan.


"Terus kenapa lo gak kenal gue?"


"Ya emang gue gak kenal mau gimana!Lo mau gue kayang gitu?" Kheyrin mendelik.


"Tuhkan lo beneran amnesia, ck masa gara-gara kepentok pintu lo jadi amnesia sih?"


"Hehh ngadi-ngadi sejak kapan gue kepentok pintu, gue kan..." Kheyrin terdiam sejenak.


"Apa?"


"G-gue..." masa ia harus bilang ketabrak truk sedangkan di dahinya saja tidak terdapat luka dan tubuhnya juga baik-baik saja.


Kheyrin diam menatap gadis itu lagi yang juga terdiam. Ia baru sadar gadis itu memakai seragam...


Seragam? Kheyrin menatap tubuhnya. Sejak kapan dirinya memakai seragam?


Apa yang sebenarnya terjadi disini?


Kheyrin mengambil ponsel di atas nakas, ia baru sadar kalo dirinya berada di UKS. Gadis di sampingnya menatap Kheyrin bingung tapi Kheyrin hanya acuh.


Kheyrin mendekatkan ponsel ke depan wajahnya, "HEH WAJAH SIAPA INI?"

__ADS_1


__ADS_2